.

Tampilkan postingan dengan label @Proyek-05. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label @Proyek-05. Tampilkan semua postingan

Kamis, 05 April 2018

Pasar Pesaing Monopolistik

 oleh : Tania S Fajrin, @C20-Tania


Abstrak
Pasar monopolistik merupakan pasar yang menghasilkan barang serupa tetapi memiliki perbedaan dari aspek kelebihan, aroma, perbedaan, warna, kemasan/desain, dll. Pasar monopolistik lebih mementingkan citra yang baik dan bisa menjaga citra perusahaan yang baik.

Kata Kunci
Pasar, pasar monopolistik, produsen, produk

Pendahuluan
Dahululu seseorang untuk memenuhi kehidupannya dengan cara  bertukar barang dengan orang lain (barter). Namun, hal tersebut tidak efektif untuk dapat memenuhi kebutuhan. Karena terkadang barang yang ditukar tidak seimbang nilainya dengan barang yang didapat.  Setelah orang-orang mengenal uang maka sistem barter tidak lagi berlaku, akan tetapi yang ada adalah sistem jual beli. Pasar merupakan salah satu tempat krusial yang tidak dapat lepas dari kehidupan manusia. Manusia dalam memenuhi kebutuhannya pasti membutuhkan pasar, karena di pasar semua kebutuhan manusia tersedia. Pasar adalah sebuah tempat bertemunya pembeli dengan penjual guna melakukan transaksi ekonomi yaitu untuk menjual atau membeli suatu barang dan jasa atau sumber daya ekonomi dan berbagai faktor produksi yang lainnya. Pasar memiliki jenis-jenis menurut bentuk dan strukturnya : pasar persaingan sempurna, persaingan monopolistik, pasar oligopoli, serta pasar monopoli. 

Permasalahan
1.       Apa itu pasar monopolistik?
2.       Apa saja contoh dari pasar monopolistik?
3.       Bagaimana penyebab terjadinya pasar monopolistik?
4.       Apa saja ciri-ciri dari pasar monopolistik?
5.       Bagaimana karakteristik pasar  monopolistik?
6.       Apa saja kelebihan dan kekurangan pasar monopolistik?

Pembahasan
Pengertian Pasar Monopolistik
Pasar Monopolistik adalah salah satu bentuk pasar di mana terdapat banyak produsen yang menghasilkan barang serupa tetapi memiliki perbedaan dalam beberapa aspek. Penjual pada pasar monopolistik tidak terbatas, namun setiap produk yang dihasilkan pasti memiliki karakter tersendiri yang membedakannya dengan produk lainnya. Contohnya adalah : sabun, shampoo, pasta gigi, dll. Meskipun fungsi semua pasta gigi sama yakni untuk membersihkan gigi, tetapi setiap produk yang dihasilkan produsen yang berbeda memiliki ciri khusus, misalnya perbedaan aroma, perbedaan warna, kemasan, dan lain-lain. Karena perbedaan dan ciri khas dari suatu barang, konsumen tidak akan mudah berpindah ke merek lain, dan tetap memilih merek tersebut walau produsen menaikkan harga (Rahayu, 2011).
Pada pasar persaingan monopolistik, harga bukanlah faktor yang bisa mendongkrak penjualan. Bagaimana kemampuan perusahaan menciptakan citra yang baik di dalam benak masyarakat, sehingga membuat mereka mau membeli produk tersebut meskipun dengan harga mahal akan sangat berpengaruh terhadap penjualan perusahaan. Oleh karenanya, perusahaan yang berada dalam pasar monopolistik harus aktif mempromosikan produk sekaligus menjaga citra perusahaannya.
Penyebab Terjadinya Pasar Monopoli
Ada beberapa penyebab terjadinya pasar monopoli, di antara penyebabnya adalah sebagai berikut (Kurniawan, 2015) :
1.       Ditetapkannya Undang-undang (Monopoli Undang-undang). Atas pertimbangan pemerintah, maka pemerintah dapat memberikan hak pada suatu perusahaan seperti PT. Pos dan Giro, PT. PLN.
2.       Hasil pembinaan mutu dan spesifikasi yang tidak dimiliki oleh perusahaan lain, sehingga lama kelamaan timbul kepercayaan masyarakat untuk selalu menggunakan produk tersebut.
3.       Hasil cipta atau karya seseorang yang diberikan kepada suatu perusahaan untuk diproduksi, yang kita kenal dengan istilah hak paten atau hak cipta.
4.       Sumber daya alam. Perbedaan sumber daya alam menyebabkan suatu produk hanya dikuasai oleh satu daerah tertentu seperti timah dari pulau Bangka.
5.       Modal yang besar, berarti mendukung suatu perusahaan untuk lebih mengembangkan dan penguasaan terhadap suatu bidang usaha.
Ciri-Ciri Pasar Monopolistik
Menurut Sora (2015) ada beberapa ciri-ciri pasar monopolistik, yaitu :
1.       Terdapat banyak produsen/penjual.
Pasar ini memang memiliki banyak produsen, tapi pasar ini tidak memiliki produsen sebanyak pasar persaingan sempurna dan tidak ada satu pun produsen yang memiliki skala produksi yang lebih besar dari pada produsen lainnya.
2.       Adanya diferensiasi produk.
Pasar ini menjual produk yang cenderung sama, tapi memiliki banyak perbedaan khususnya dengan produk lain, seperti misalnya dari cara pengemasan, bentuk dan sebagainya.
3.       Produsen dapat mempengaruhi harga.
Di pasar ini dimana harga terbentuk berdasarkan dari mekanisme pasar, oleh sebab itu pasar monopolistik dapat mempengaruhi harga meskipun tidak sebesar pasar oligopoli maupun pasar monopoli.
4.       Produsen dapat keluar masuk pasar.
Dalam hal ini dipengaruhi oleh laba ekonomis, ketika produsen hanya sedikit di pasar maka laba ekonomisnya akan tinggi. Saat produsen semakin banyak, otomatis laba ekonomis akan semakin kecil, maka pasar semakin menjadi tidak menarik dan produsen dapat meninggalkan pasar.
5.       Promosi penjualan harus aktif.
Di pasar ini harga bukanlah merupakan pendongkrak jumlah pembeli atau konsumen, melainkan kemampuan produsen atau perusahaan untuk menciptakan citra yang baik dimata para konsumen, sehingga dapat menimbulkan fanatisme terhadap produk. Jadi, iklan atau promosi memiliki peran yang sangat penting dalam meraih dan mempertahankan banyak konsumen.
Karakteristik Pasar Monopoli
Pasar Monopolistik mempunyai beberapa karakteristik tersendiri (Yudie, 2013)
1.       Produk yang terdiferensiasi
·         Produk dapat dibedakan oleh konsumen dengan melihat siapa produsennya.
·         Barang-barang tersebut dapat diperbedakan oleh kualitas barangnya, model, bentuk, warna, bahkan oleh kemasan, merek,dan pelayanannya.
·         Konsumen dapat membedakan produk tertentu  kesukaannya dari produk perusahaan lainnya. Hal ini menyebabkan perusahaan memiliki daya monopoli, walau terbatas.
·         Diantara produk-produk dapat saling menjadi subtitusi
2.       Jumlah perusahaan banyak dalam industri
·         Contohnya dapat dilihat dengan begitu banyaknya merek pakaian dan sepatu.
·         Keputusan perusahaan tentang harga dan output tidak perlu harus memperhitungkan reaksi perusahaan lain dalam industri, karena setiap perusahaan menghadapi kurva permintaannya masing-masing.
3.       Bebas masuk dan keluar pasar
·         Laba super normal akan mengundang perusahaan baru untuk memasuki industri.
·         Bagi perusahaan eksisting bila tidak mampu bersaing maka lebih baik keluar agar kerugian tidak menjadi lebih besar.
Kelebihan dan Kekurangan Pasar Monopolistik
Pasar Monopolistik memiliki kelebihan dan kekurangan dalam dunia pasar (Harayati, Yuli 20007)
ü  Kelebihan :
1.       Banyaknya produsen di pasar memberikan keuntungan bagi konsumen untuk dapat memilih produk yang terbaik baginya. 
2.       Kebebasan keluar masuk bagi produsen, mendorong produsen untuk selalu melakukan inovasi dalam menghasilkan produknya. 
3.       Diferensiasi produk mendorong konsumen untuk selektif dalam menentukan produk yang akan dibelinya, dan dapat membuat konsumen loyal terhadap produk yang dipilihnya. 
4.       Pasar ini relatif mudah dijumpai oleh konsumen, karena sebagian besar kebutuhan sehari-hari tersedia dalam pasar monopolistik. 

ü  Kekurangan :
1.       Pasar monopolistik memiliki tingkat persaingan yang tinggi, baik dari segi harga, kualitas maupun pelayanan. Sehingga produsen yang tidak memiliki modal dan pengalaman yang cukup akan cepat keluar dari pasar. 
2.       Dibutuhkan modal yang cukup besar untuk masuk ke dalam pasar monopolistik, karena pemain pasar di dalamnya memiliki skala ekonomis yang cukup tinggi.
3.       Pasar ini mendorong produsen untuk selalu berinovasi, sehingga akan meningkatkan biaya produksi yang akan berimbas pada harga produk yang harus dibayar oleh konsumen.

Kesimpulan
Pasar monopolistik merupakan bagian dari jenis-jenis pasar dalam bentuk dan strukturnya. Pasar monopolistik adalah salah satu bentuk pasar di mana terdapat banyak produsen yang menghasilkan barang serupa tetapi memiliki perbedaan dalam beberapa aspek (kelebihan, aroma, perbedaan, warna, kemasan/desain, dll). Pasar monopolistik pada dasarnya  lebih mementingkan citra yang baik dan bisa menjaga citra perusahaan dengan baik. Pasar monopolistik memiliki banyak produsen dan konsumen (seimbang).

Daftar Pustaka
Hariyati, Yuli 2007. Kelebihan dan Kekurangan Pasar. Galinesia.com. dalam https://www.galinesia.com/2018/01/7-kelebihan-dan-kekurangan-pasar.html. Diunduh 4 April 2018
Kurniawan, Yusuf 2015. Contoh Monopoli Duopoli Oligopoli. Darealekonomi.blogspot.co.id. dalam http://darealekonomi.blogspot.co.id/2015/03/contoh-monopoli-duopoli-oligopoli-dan.html. Diunduh 4 April 2018
Rahayu, 2011. Pasar Monopolistik sana Oligopoly. Rahayu91.wordpress.com. dalam https://rahayu91.wordpress.com/2011/02/20/pasar-monopolistik-dan-oligopoly/. Diunduh 4 April 2018
Sora, 2015. Pengertian Pasar Monopolistik dan Ciri-Cirinya. Pengertianku.net. dalam http://www.pengertianku.net/2015/04/pengertian-pasar-monopolistik-dan-ciri-cirinya.html. Diunduh 4 April 2018.
Yudie, 2013. Karakteristik Pasar Monopolistik dan Oligopoli. Umy.ac.id. dalam http://blog.umy.ac.id/opissen/2013/04/09/karakteristik-pasar-monopolistik-dan-oligopoli/. Diunduh 4 April 2018





Minggu, 01 April 2018

Memaksimumkan Laba

@Proyek-05, @C01-Novia
Oleh Novia Nila Sutarman

Pendekatan Totalitas
Pendekatan totalitas membandingkan pendapatan total (TR) dan biaya total (TC). Pendapatan total adalah sarna dengan jumlah unit output yang terjual (Q) dikalikan harga output per unit. Jika harga jual per unit output adalah P, maka TR = P.Q. Pad a saat membahas teori biaya, kita telah mengetahui bahwa biaya total (TC) adalah sama dengan biaya tetap (FC) ditambah biaya variabel (VC), atau TC = FC + Vc. Dalam pendekatan totalitas, biaya variabel per unit output dianggap konstan, sehingga biaya variabel adalah jumlah unit output (Q) dikalikan biaya variabel per unit. Jika biaya variabel per unit adalah v, maka VC = v.Q.

PASAR PERSAINGAN SEMPURNA

Lestari Febrina Tanjung 
41617010048

ABSTRAK
Dalam pasar persaingan yang sempurna masing-masing penjual dan pembeli tidak dapat mempengaruhi harga sehingga harga pasar benar-benar merupakan hasil kesepakatan serta interaksi antara penawaran dan permintaan.

Pasar Produksi

Abstrak

Faktor Produksi adalah segala sesuatu (barang atau jasa) yang dapat digunakan untuk menciptakan atau menambah nilai guna dari barang dan jasa. Pengertian sederhananya adalah segala sesuatu yang dibutuhkan agar kegiatan produksi dapat berjalan dengan lancar.

Kata Kunci : Faktor, Produksi, Barang, Jasa

Pasar Oligopoli


Abstrak
            Pasar merupakan tempat masyarakat untuk melangsungkan transkaksi. Secara umum karakteristik masing-masing pasar ditinjsau dari jumlah produsen, produknya, kemampuan menentukan harga, persaingan di luar harga, hambatan untuk masuk pasar, dan slope permintaan.

PASAR MONOPOLI

@C09-Elvi, @Proyek-05
Disusun Oleh Elvi Khairina


ABSTRAK
Pasar merupakan salah satu tempat sakral di dunia perekonomian menjadi icon dari segala kegiatan dan aktivitas perekonomian. Hal ini dikarenakan di dalam pasarlah semua pihak baik pemerintah maupun masyarakat melaksanakan kegiatan ekonomi yang merupakan salah satu kebutuhan dalam hidupnya.

Memaksimumkan Laba : Pendekatan Marjinal


@C06-Bendy, @Proyek-05
Oleh Bendy Emeraldi Alvaro


ABSTRAK
Dalam Artikel ini menjelaskan apa itu laba (Keuntungan), dan bagaimana cara memaksimumkan laba dengan pedekatan marjinal. Semoga dengan artikel ini dapat membantu pembaca mengetahui apa itu yang dimaksud dengan laba (Keuntungan) dan bagaimana cara memaksimumkan laba dengan pendekatan marjinal.

Persaingan Pasar Sempurna

@C08-Selvy, @proyek-05
Oleh : Selvy Darmayudi

Abstrak

Definisi dari pasar persaingan sempurna adalah suatu pasar di mana jumlah penjual dan pembeli (konsumen) sangat banyak dan produk atau barang yang ditawarkan atau dijual sejenis atau serupa. Contoh barang yang dijual pada bentuk pasar ini adalah beras, gandum, batu bara, kentang, dan lain sebagainya. 

Pasar Monopoli


Disusun oleh : Anastasia Wiwin Pradita
Kode Peserta : @C19-Anastasia, @Proyek-05

ABSTRAK
Penulisan artikel ini bertujuan untuk : 1) mengetahui pengertian pasar monopoli; 2) mengetahui ciri-ciri pasar monopoli; 3) mengetahui bentuk kurva permintaan dan posisi kesetimbangan dalam pasar monopoli. Selain itu, artikel ini bertujuan untuk mengetahui contoh-contoh pasar monopoli.

Memaksimumkan laba dengan pendekatan marjinal

Oleh : Alvian Fuadi
Kode peserta : @C05-Alvian

ABSTRAK
Artikel ini berisikan tentang apakah itu memaksimumkan laba dan bagaimana cara memaksimumkan laba dengan pendekatan marjinal. Semoga para setelah membaca artikel ini para pembaca bisa lebih memahami apa itu memaksimumkan laba dan bagaimana cara memaksimumkan laba dengan pendekatan marjinal.

Memaksimumkan Laba: Pendekatan Rata-Rata


@C03-Tasya
Disusun oleh Maytasya Fadhila

Dalam teori ekonomi tujuan perusahaan adalah untuk mencari laba. Teoritis laba adalah kompensasi atas resiko yang ditanggung  oleh perusahaan. Makin besar resiko, laba yang diperoleh harus semakin besar.

Sabtu, 31 Maret 2018

Memaksimalkan Laba : Pendekatan Totalitas


@C02-Nisa, @Proyek-05

Abstrak:

Makna laba secara umum adalah kenaikan kemakmuran dalam suatu periode yang dapat dinikmati(didistribusi atau ditarik) asalkan kemakmuran awal masih tetap dipertahankan. Seorang pengusaha pasti akan memaksimalkan keuntungan dari suatu usahanya. Banyak cara memaksimalkan laba usaha dengan cara pendekatan yaitu salah satunya pendekatan totalitas.

Memaksimumkan Laba: Pendekatan Rata-rata (Average Approach)

Oleh: M. Abi Haykal 
@C-04-Abi


ABSTRAK
Di dalam dunia usaha saat ini persaingan semakin ketat antara satu perusahaan dengan perusahaan lainnya yang memproduksi barang sejenis. Untuk itu setiap perusahaan atau pengusaha dituntut untuk melakukan strategi-strategi pemasaran yang tepat agar tidak kalah dengan perusahaan lainnya. Karena hampir semua perusahaan itu mempunyai tujuan yang sama yaitu memaksimalkan keuntungan.
Kata kunci: Laba

Pasar Persaingan Sempurna


Abstrak
Pada pasar ini kekuatan permintaan dan kekuatan penawaran dapat bergerak secara leluasa. Ada pun harga yang terbentuk benar-benar mencerminkan keinginan produsen dan konsumen. Permintaan mencerminkan keinginan konsumen, sementara penawaran mencerminkan keinginan produsen atau penjual.

Memaksimumkan Laba : Pendekatan Marjinal

 












@Proyek-05, @C18-Devi
Oleh : Devi Yanti Naibaho

 Abstrak
Di dalam dunia usaha saat ini persaingan semakin ketat antara satu perusahaan dengan perusahaan yang lain. Ada sebagian perusahaan yang lebih mengambil keuntungan dengan menekan penjualannya (hasil produksi), ada pula yang memasukkan unsur politik didalam penentuan tingkat produksi yang akan tercapai. Untuk itu setiap perusahaan atau pengusaha dituntut untuk melakukan strategi-strategi pemasaran yang tepat agar tidak kalah dengan perusahaan lainnya, karena semua perusahaan itu mempunyai tujuan yang sama yaitu memaksimalkan keuntungan (laba). Jadi, setiap perusahaan memiliki kriteria tersendiri dalam memaksimumkan laba yang akan diperolehnya.

Kata Kunci : Memaksimumkan laba atau keuntungan, pendekatan marjinal.

Pendahuluan
Perkembangan dunia usaha yang semakin pesat dengan pembangunan teknologi yang semakin maju membawa pengaruh yang besar terhadap produksi yang dihasilkan oleh industri sehingga persaingan semakin ketat antara satu perusahaan dengan perusahaan lainnya yang memproduksi barang sejenis. Seperti halnya industri lain, setiap industri juga bertujuan untuk memperoleh laba guna mempertahankan kelangsungan hidupnya, karena hampir semua perusahaan itu mempunyai tujuan yang sama yaitu memaksimalkan keuntungan. Untuk itu setiap perusahaan atau pengusaha dituntut untuk melakukan strategi-strategi pemasaran yang tepat agar tidak kalah dengan perusahaan lainnya. Laba yang dihasilkan tidak terlepas dari beberapa faktor antara lain jumlah produk yang dalam hal ini adalah jumlah hasil produksinya, modal, dan total upah tenaga kerja.

Permasalahan
1)      Apa pengertian laba atau keuntungan ?
2)      Bagaimana pendekatan marjinal itu ?

Pembahasan
A.    Pengertian Laba atau Keuntungan
Keuntungan (laba) merupakan tujuan utama suatu pengusaha dalam menjalankan usahanya. Proses produksi dilaksanakan seefisien mungkin dengan tujuan untuk meningkatkan keuntungan.
Menurut Sunaryo, keuntungan (laba) adalah selisih antaratotal pendapatan dengan total biaya, yang merupakan insentif bagi produsen untuk melakukan produksi. Keuntungan inilah yang mengarahkan produsen untuk mengalokasikan sumber daya ke proses produksi tertentu.
Menurut Domonick Salvatore, keuntungan merupakan penerimaan total (TR) dikurangi dengan biaya total (TC). Keuntungan maksimum akan tercapai apabila selisih positif antara TR dan TC mencapai angka terbesar. Perusahaaan dikatakan memperoleh laba apabila nilai TR > TC. Secara sistematis laba dapat dirumuskan laba maksimum = TR – TC
Keuntungan total merupakan penerimaan total (TR) dikurangi dengan biaya total (TC), Keuntungan total akan mencapai maksimum apabila selisih positif antara TR  dengan TC mencapai angka terbesar. Secara sistematis laba dapat dirumuskan π=TR-TC, perusahaan dapat dikatakan memperoleh keuntungan apabila selisihnya bernilai positif (π>0) dimana TR harus lebih besar dari pada TC (TR-TC).
Di dalam memaksimumkan laba (keuntungan), terdapat tiga pendekatan yaitu pendekatan totalitas (totality approach), marjinal (marjinal approach), dan rata-rata (average approach). Tapi dalam pembahasan kali ini kita hanya akan membahas tentang pendekatan marjinal (marjinal approach)

B.     Pendekatan Marjinal (Marjinal Approach)
Dalam pendekatan marginal perhitungan laba dilakukan dengan membadingkan biaya marginal (MC) dan pendapatan marginal (MR). Laba maksimum akan tercapai pada saat MR=MC. Suatu perusahaan akan menambah keuntungannya apabila menambah produksinya pada saat MR>MC  yaitu hasil penjualan marginal (MR) melebihi biaya marginal (MC). Dalam keadaan ini pertambahan produksi dan penjualan akan menambah keuntungannya. Dalam keadaan sebaliknya, yaitu apabila MR<MC, mengurangi produksi dan penjualan akan mmenambah untung. Maka keuntungan maksimum di capai dengan keadaan di mana MR=MC berlaku sehingga π=TR-TC.

Pada tabel di atas dicari kondisi pada saat MR=MC dimana pada kondisi tersebut jumlah output yang dihasilkan adalah 8 unit dan tingkat keuntungan yang diperoleh adalah sebesar 7,5.

Kesimpulan
Laba adalah kenaikan modal (aktiva bersih) yang berasal dari transaksi sampingan atau transaksi yang jarang terjadi dari suatu badan usaha, dan dari semua transaksi atau kejadian lain yang mempunyai badan usaha selama satu periode, kecuali yang timbul dari pendapatan (revenue) atau investasi pemilik (Baridwan, 1992: 55). Laba atau rugi sering dimanfaatkan sebagai ukuran untuk menilai prestasi perusahaan atau sebagai dasar ukuran penilaian yang lain, seperti laba per lembar saham. Unsur-unsur yang menjadi bagian pembentuk laba adalah pendapatan dan biaya. Dengan mengelompokkan unsur-unsur pendapatan dan biaya, akan dapat diperoleh hasil pengukuran laba yang berbeda antara lain: laba kotor, laba operasional, laba sebelum pajak, dan laba bersih.

Daftar Pustaka
§  Rahardja, Pratama., dan Mandala Manurung. 2008. Pengantar Ilmu Ekonomi (Mikroekonomi & Makroekonomi) Edisi Ketiga. Jakarta : Lembaga Penerbit FEUI.
§  Sukirno, Sadono. Pengantar Teori Ekonomi Mikro. PT Raja Gafindo Persada. Jakarta: 2002
§  Sukaesar, Singgih. 2015. Memahami Konsep Laba (Memaksimumkan Laba). Dalam http://singgihsukaesar14046.blogspot.co.id/2015/04/bab-5-memahami-konsep-laba.html. [Diakses 29 Maret 2018]
§  Ridwan, Murtadho. 2013. Memaksimumkan Laba. Dalam http://layyino.blogspot.co.id/2014/02/makalah-memaksimumkan-laba.html. [Diakses 29 Maret 2018]
§  Prasetyo, Budi. 2015. Memaksimumkan Laba. Dalam https://www.slideshare.net/budideli/makalah-memaksimumkan-laba. [Diunduh 29 Maret 2018]

Jumat, 30 Maret 2018

Memahami Pasar Oligopoli


Memahami Pasar Oligopoli
Oleh                : Lucia Debby Gracella Sihombing
Kode Peserta   : @C13-Lucia, @Proyek-05
Abstrak

Penulisan tulisan ini bertujuan untuk membantu pembaca dan juga penulis dalam memahami makna pasar oligopoli. Adapun latar belakang tulisan ini adalah seringnya terjadi persaingan khususnya dalam dunia pasar, namun pada oligopoli persaingan yang dibahas adalah persaingan tidak sempurna, walaupun tidak sempurna dapat menimbulkan risiko tertentu dalam pasar. Agen-agen pasar akan tetap menjaga loyalitas pembeli agar tidak berpindah produk dengan memanfaatkan para pembuat iklan agar menarik lebih perhatian para pembeli. Hal seperti inilah yang hendaknya kita ingin pahami dalam pembahasan  di dalam tulisan ini.
Kata kunci: oligopoli, pasar, pembeli, iklan.
Pendahuluan

Dewasa ini, banyak sekali permasalahan ekonomi yang dapat kita lihat bahkan alami dikehidupan sehari-hari. Beberapa aspek yang juga mesti kita pahami dalam kehidupan ekonomi disekitar kita adalah tentang proses bagaimana suatu kegiatan ekonomi itu dapat terjadi dengan keadaan tertentu, yang diuntungkankan dan sebaliknya.
Sepengetahuan penulis, buku-buku, teks, dan artikel-artikel ilmiah yang dibuat dalam jurnal yang ditulis para ahli tentang bidang ekonomi adalah sebagai berikut:
(1) Buku yang berjudul “Buku ekonomi mikro oleh Ida Nuirani SE.”.
(2) Buku yang berjudul “Teori Ekonomi Mikro oleh Bayu Pramutoko, SE., MM. ”
(3) Jurnal ekonomi mengenai “Teori Pasar oligopoli ”.

Hasil penelitian dan pembahasan tentang pemahaman pasar oligopoli. Ditinjau dari sudut pandang teoritis, sekurang-kurangnya hasil penelitian ini dapat mengembangkan dan menyempurnakan teo1ri pengantar ekonomi , teori perkembangan ekonomi, teori pengaruh ekonomi masa kini. Jika ditinjau dari sudut pandang praktikal, hasil penelitian tentang pemahaman ekonomi dimasa kini  menghasilkan konsep, strategi, prinsip, skema dan alur proses yang dimanfaatkan dan diaplikasikan secara praktis oleh user penelitian untuk menyelesaikan permasalahan yang ada. Dalam konteks penelitian ini pengguna penelitian yang dapat memanfaatkan penelitian ini.
  Identifikasi masalah
Berdasarkan masalah yang telah dituliskan pada pendahuluan, kita dapat mengidentifikasi beberapa masalah yang harapannya dapat diselesaikan yaitu sebagai berikut:
1.      Memahami arti Pasar
2.      Memahami tentang pasar oligopoli

Pembahasan
1.      Memahami Arti Pasar

Menurut Mankiw (2007) pasar adalah sekumpulan pembeli dan penjual dari sebuah barang atau jasa tertentu. Para pembeli sebagai sebuah kelompok yang menentukan permintaan terhadap produk dan para penjual sebagai kelompok yang menentukan penawaran terhadap produk. Pasar merupakan tempat bertemunya pembeli serta penjual untuk melakukan transaksi jual beli barang atau jasa. Berdasarkan ilmu ekonomi, pasar berhubungan dengan kegiatannya bukanlah tempatnya. Ciri khas suatu pasar yaitu ada aktivitas transaksi atau jual beli. 
Pasar dibagi lagi menjadi beberapa bagian berdasarkan fisik, waktu, luas kegiatan bahkan bentuk yang salah satunya adalah pasar oligopoli (persaingan tidak sempurna).



2.      Memahami  Tentang Pasar Oligopoli

Pasar oligopoli adalah pasar dimana terdapat beberapa penjual dalam pasar suatu produk tertentu. Produk yang dihasilkan oleh produsen bersifat homogen, serta tidak dibedakan dengan perusahaan yang lain. Di pasar ini perusahaan atau produsen dapat bersaing secara langsung, tapi dapat pula melakukan merger (penggabungan).

Beberapa ciri-ciri pasar oligopoli:
·         Beberapa produsen yang menguasai pasar.
·         Setiap produsen atau perusahaan cenderung untuk memberlakukan harga pasar yang umum.
·         Produk yang diperjualbelikan belikan dapat bernilai homo atau beberbeda.
Kebaikan dari pasar oligopoli, perusahaan akan mengembangkan penelitian dan melakukan inovasi terhadap produknya. Inovasi tersebut sangat diperlukan sebab persaingan yang terjadi bukan dalam bentuk persaingan harga, tapi dari hal kualitas produknya.
Kelemahan pasar oligopoli, harga dalam pasar ini cenderung cukup tinggi, sehingga pihak perusahaan akan memperoleh keuntungan yang cukup besar. Kondisi seperti ini bisa berakibat kepada tidak meratanya distribusi pendapatan. Dan selain itu, biaya dari promosi yang dibutuhkan cukup besar yang dapat berakibat pada membesarnya biaya produksi.
Kesimpulan
Pasar adalah salah satu tempat terjadi nya kegiatan ekonomi yang lumayan besar. Dengan beberapa jenis pasar akan melakukan proses ekonomi dengan sifatnya masing-masing. Khususnya pasar oligopoli akan melakukan persaingan walaupun tidak sempurna namun berusaha mendapat banyak keuntungan dengan beberapa penjual dan memanfaatkan iklan untuk menjaga loyalitas pembeli terhadap suatu produk, karna seorang akan selalu merasa “NEVER BE ENOUGH”.

Daftar Pustaka
Aggraini dkk. 2013. Pola Hubungan Pertumbuhan Ekonomi Dan Pembangunan Manusia Di Provinsi Jawa Timur Tahun 2007-2011. Jurnal ekonomi. Dalam http://id.portalgaruda.org/?ref=browse&mod=viewarticle&article=123857. Diunduh 15 November 2013.
Sri Budi. 2012. Mengelola Sumber Daya Manusia Dalam Menyongsong Millenium Development Goals (Mdgs). Jurnal ekonomi. Dalam http://id.portalgaruda.org/index.php?ref=browse&mod=viewarticle&article=12768. Diunduh 19 November 2012.
Panuntun dkk. 2013. Strategi Bertahan Dipasar Oligopoli. Jurnal ekonomi. Dalam http://id.portalgaruda.org/?ref=browse&mod=viewarticle&article=190024. Diunduh 16 September 2013.
Anonim. Kbbi. Pengertian pasar. dalam https://kbbi.web.id/pasar. Di searching 29 maret 2018.
Hestanto. 2018. Pasar oligopoli. Website hestanto. Dalam http://www.hestanto.web.id/pasar/. Di unduh 4 Januari 2018.