.

Tampilkan postingan dengan label @C03-Tasya. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label @C03-Tasya. Tampilkan semua postingan

Kamis, 05 Juli 2018

Sistem Ekonomi Pancasila


Sistem Ekonomi Pancasila
@C03-Tasya




Sistem ekonomi merupakan  suatu  keselurahan dari semua lembaga ekonomi yang dilaksanakan atau   dipergunakan oleh suatu Negara atau bangsa untuk mencapai cita-cita yang telah di tetapkan.  Ekonomi Pancasila merupakan suatu konsep sistem ekonomi berasal Keadilan Sosial. Ekonomi Pancasila bercirikan keselarasan dan lebih mengutamakan masyarakat dan bukan kemakmuran perorangan. Berdasarkan sistem pemilikan sumber daya ekonomi atau faktor-faktor produksi, tak terdapat alasan untuk menyatakan bahwa sistem ekonomi kita adalah  kapitalistis. Sama halnya, tak pula cukup argumentasi untuk mengatakan, bahwa kita menganut sistem ekonomi sosialis. Indonesia mengakui pemilikan individual atas faktor-faktor produksi, kecuali untuk sumber daya-sumber daya yang menguasai hajat hidup orang banyak, dikuasai oleh Negara. Hal ini diatur dengan tegas oleh pasal 33 UUD 1945, maka secara konstitusional sistem ekonomi Indonesia yang banyak dikenal masyarakat adalah sistem ekonomi campuran yaitu sistem ekonomi pancasila.
Kata kunci: Sistem ekonomi pancasila
Ekonomi Pancasila merupakan ilmu ekonomi kelembagaan (instructional economics) yang menjunjung tinggi nilai-nilai kelembagaan Pancasila sebagai ideologi Negara dengan kelima silanya secara utuh maupun sendiri-sendiriJika Pancasila mengandung 5 asas, maka semua substansi sila Pancasila yaitu :
                        1. Etika,
                        2. Kemanusiaan,
                        3. Nasionalisme,
                        4. Kerakyatan/Demokrasi, dan
                        5. Keadilan sosial,
harus di pertimbangkan dalam model ekonomi yang disusun. Kalau sila pertama dan kedua adalah dasarnya, sedangkan sila ketiga dan keempat sebagai caranya, maka sila kelima Pancasila adalah tujuan dari Ekonomi Pancasila.

v  Ciri-ciri Sistem Ekonomi Pancasila
1.       Yang menguasai hajat hidup orang banyak adalah negara / pemerintah. Contoh : hajad hidup orang banyak yakni seperti air, bahan bakar minyak / BBM, pertambangan / hasil bumi, dan lain sebagainya.
2.       Peran negara termasuk penting namun tidak dominan begitu juga dengan peranan pihak swasta yang posisinya penting namun tidak mendominasi. Sehingga tidak terjadi kondisi sistem ekonomi liberal maupun sistem ekonomi komando. Kedua pihak yakni pemerintah dan swasta hidup beriringan, berdampingan secara damai dan saling mendukung.
3.       Masyarakat adalah bagian yang penting di mana kegiatan produksi dilakukan oleh semua untuk semua serta dipimpin dan diawasi oleh anggota masyarakat.
4.       Modal atau pun buruh tidak mendominasi perekonomian karena didasari atas asas kekeluargaan antar sesama manusia.



v  Kelebihan dan Kekurangan Sistem Ekonomi Pancasila

1.       Kelebihan:
a)      Perekonomian disusun sebagai usaha bersama berdasarkan asas kekeluargaan.
b)      Cabang-cabang produksi yang penting bagi negara dan mengusasi hajat hidup   rakyat  banyak dikuasai oleh negara.
c)       Bumi, air dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai oleh negara dan digunakan untuk sebesar-besar kemakmuran rakyat.
d)      Fakir miskin dan anak terlantar dipelihara oleh negara.

2.       Kekurangan:
a)      Sistem free fight liberalism (sistem persaingan bebas yang saling menghancurkan).
b)      Sistem terpusat, yang dapat mematikan potensi, kreasi, dan inisiatif warga masyarakat.
c)       Pemusatan kekuatan ekonomi pada satu kelompok dalam bentuk monopoli yang merugikan masyarakat.

Daftar Pustaka:

Kamis, 28 Juni 2018

Kebijakan Moneter dan Keseimbangan Ekonomi IS-LM


Kebijakan Moneter dan Keseimbangan Ekonomi IS-LM
@C03-Tasya


Abstrak
Pertumbuhan ekonomi merupakan suatu gambaran mengenai dampak kebijakan pemerintah yang dilaksanakan khususnya dalam bidang ekonomi. Pertumbuhan ekonomi merupakam laju pertumbuhan yang dibentuk dari berbagai macam sektor ekonomi yang secara tidak langsung menggambarkan tingkat pertumbuhan ekonomi yang terjadi. Untuk dapat mencapai pertumbuhan ekonomi yang tinggi tetapi stabil tidaklah pekerjaan yang mudah untuk dilaksanakan, ini gambarkan seperti mata uang dua sisi, kadang dicapai pertumbuhan ekonomi yang tinggi tapi tidak stabil. Untuk mencapai inilah diperlukan kebijakan moneter.
Kebijakan moneter bertujuan mengarahkan perekonomian makro ke kondisi yang lebih baik dan atau diinginkan. Kondisi-kondisi tersebut diukur dengan menggunakan indikator-indikator makro utama seperti terpeliharanya pertumbuhan ekonomi yang baik, stabilitas harga umum yang terkendali, dan menurunnya tingkat pengangguran. Sesuai dengan kondisi perekonomian masyarakat Indonesia yang kegiatannya bertumpu pada aset keuangan kredit perbankan, maka pemerintah perlu melaksanakan kebijakan moneter melalui pengelolaan instrumen-instrumen kebijakan moneter itu sendiri, sesuai dengan kebutuhan dan kondisi struktur potensi ekonomi masyarakat  yang akan digerakkan. 
Kata kunci: Kebijakan moneter, keseimbangan ekonomi IS-LM

Pendahuluan
Kebijakan Moneter adalah suatu usaha dalam mengendalikan keadaan ekonomi makro agar dapat berjalan sesuai dengan yang diinginkan melalui pengaturan jumlah uang yang beredar dalam perekonomian. Usaha tersebut dilakukan agar terjadi kestabilan harga dan inflasi serta terjadinya peningkatan output keseimbangan dan atau terpeliharanya stabilitas harga (inflasi terkontrol). Melalui kebijakan moneter pemerintah dapat mempertahankan,menambah atau mengurangi jumlah uang beredar dalam upaya mempertahankan kemampuan ekonomi bertumbuh,sekaligus mengendalikan inflasi.
Kebijakan Moneter dan Keseimbangan Ekonomi: Analisis IS-LM
            Kebijakan moneter dikatakan efektif bila mampu mengendalikan tingkat output dan atau harga. Untuk mengevaluasi efektivitas kebijakan moneter, peralatan analisis yang paling sederhana namun komprehensif adalah kurva IS-LM

1.       Pengaruh Kebijakan Moneter Terhadap Keseimbangan Pasar Uang-Modal
                Pasar Uang adalah yang menemukan permintaan uang (L) dan penawaran uang (M). Menurut John Maynard Keynes, motif permintaan uang masyarakat ada tiga yaitu untuk transaksi, berjaga-jaga dan untuk spekulasi. Kurva LM adalah kurva yang menunjukan besarnya pendapatan nasional pada berbagai tingkat bunga yang memenuhi syarat keseimbangan di pasar uang. Syarat keseimbangan di pasar uang adalah L sama dengan M (L=M)
            Keseimbangan di Pasar Modal)/Capital Assets Pricing Model (CAPM)
CAPM merupakan suatu alat untuk memprediksi keseimbangan return yang diharapkan dari suatu asset berisiko dengan risiko dari asset tersebut saat pasar dalam kondisi seimbang. CAPM dapat digunakan untuk mengestimasikan return suatu sekuritas dan dapat membantu menyederhanakan gambaran realitas hubungan return dan risiko dalam dunia nyata yang terkadang sangat kompleks.
Garis Pasar Modal (CML: Capital Market Line) merupakan garis yang menunjukkan semua kemungkinan kombinasi portofolio efisien yang terdiri dari aktiva-aktiva berisiko dan aktiva bebas risiko. Harga pasar dan risiko menunjukkan tambahan return yang dituntut oleh pasar karena adanya kenaikan risiko portofolio relative terhadap risiko pasar.
            Keseimbangan pasar uang-modal tercapai bila permintaan uang (liquidity preference, disingkat L) telah sama dengan penawaran uang (money supply, disingkat M).  Secara grafis kondisi keseimbangan pasar uang dan modal digambarkan oleh kurva LM. Untuk menurunkan kurva LM dibutuhkan kurva penawaran uang dan kurva permintaan uang, LM menunjukan kondisi ketidak seimbangan pasar uang dan modal.

2.       Pengaruh Kebijakan Moneter Terhadap Keseimbangan Ekonomi
       Pergeseran kurva LM karena pengaruh perubahan jumlah uang beredar yang dilakukan pemerintah akan mempengaruhi keseimbangan ekonomi, karna mengubah titik potong kurva IS-LM, yang berarti mengubah titik potong keseimbangan ekonomi .  Diagram 3 berikut ini menunjukan kondisi keseimbangan awal terjadi pada tingkat pendapatan Y* 0 dan tingkat bunga R0 . Jika pemerintah menambah jumlah uang yang beredar, kurva LM bergeser ke kanan (dari LM 0 ke LM 1 ), sehingga titik keseimbangan juga bergeser dari  ke E1. pada titik keseimbangan yang baru (E1), outputkeseimbangan adalah Y*1 yang lebih besar daripada  Y*0, sedangkat tingkat bunga adalah r1 yang lebih daripada R 0. Dengan kata lain, kebijakan moneter ekspansif dalam konteks diagram 3 telah berhasil memacu pertumbuhan ekonomi dan menurunkan tingkat bunga. Dalam perekonomian pasar, kenaikan tingkat bunga mengindikasikan telah terjadinya kelebihan permintaan investasi. Akibatnya dapat dilihat dari dua sisi:
A.      Sisi Output
Kenaikan tingkat bunga akan menyebabkan ada beberapa rencana investasi yang dibatalkan, sebagai akibatnya pertambahan kapasitas produksi menjadi lebih kecil.
B.      Sisi Biaya
Kenaikan tingkat bung akan menaikan biaya produksi dikarenakan naiknya biaya modal.
Dari kedua hal diatas, akibatnya kenaikan tingkat bunga akan memicu terjadinya inflasi.

Daftar Pustaka:

Minggu, 10 Juni 2018

Tingkat Inflasi di Jakarta


Tingkat Inflasi di DKI Jakarta
@C03-Tasya
Disusun oleh Maytasya Fadhila



Inflasi adalah keadaan perekonomian yang menunjukkan kenaikan harga-harga barang dan jasa secara umum yang terjadi terus-menerus. Mengapa dikatakan kenaikan harga-harga barang secara umum? Karena dalam inflasi, sebagian besar barang mengalami kenaikan harga meskipun ada sebagian kecil barang yang harganya tidak naik atau bahkan mungkin turun.
Mengapa pula dikatakan yang terjadi secara terus menerus? Karena, jika kenaikan itu hanya terjadi pada saat-saat tertentu, misalnya beberapa saat menjelang Lebaran, Natal dan Tahun Baru atau beberapa saat menjelang Pemilu maka kenaikan harga barang-barang tersebut tidak disebut sebagai inflasi.
Kata kunci: Inflasi, DKI Jakarta

Pendahuluan
                Negara yang berkembang dengan baik  pasti memiliki banyak komponen-komponen pendukung  yang mengikutinya. Salah satu yang paling menonjol adalah dari sisi perekonomian. Alasan perekonomian dijadikan sebagia patokan utama adalah Negara yang berkembang dengan baik tergantung dari tingkat kesejahteraan dari masyarakat dalam Negara itu sendiri. Tingkat kesejahteraan dapat diukur dari tingkat perekonomian. Karena perekonomian di Indonesia memeiliki visi dan misi yang pada intinya adalah untuk mensejahterakan masyarakatnya, terutama dari sisi perekonomian, karena apabila perekonomian masyrakata baik maka kehidupan yang dijalani oleh masyarakat itu sendiri tentu berjalan baik.

Pembahasan
     -          Data dari Tingkat Inflasi di Jakarta
     -          Dampak yang di timbulkan Inflasi
     -          Bagaimana cara mengendalikan Inflasi


Berikut adalah data Tingkat Inflasi di Jakarta:
   o   Tahun 2006 mencapai 6,6
   o   Tahun 2007 mencapai 6,59
   o   Tahun 2008 mencapai 11,06
   o   Tahun 2009 mencapai 2,78
   o   Tahun 2010 mencapai 6,96
   o   Tahun 2011 mencapai 3,79
   o   Tahun 2012 mencapai 4,3
Sedangkan inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) DKI Jakarta sepanjang tahun 2017 mencapai 3,72 persen secara tahunan. Angka ini sejalan dengan sasaran inflasi nasional tahun 2017. Kepala KPw BI DKI Jakarta Doni P Joewono menuturkan, sepanjang tahun 2017, inflasi IHK tetap terkendali. Ini pun tercermin dari angka inflasi tahun 2017 yang lebih rendah dibandingkan rata-rata tiga tahun sebelumnya yang mencapai 4,87%.

   Ã˜  Dampak Inflasi

Inflasi tidak selalu berdampak buruk bagi perekonomian. Inflasi yang terkendali justru dapat meningkatkan kegiatan perekonomian. Berikut ini adalah akibat-akibat yang ditimbulkan inflasi terhadap kegiatan ekonomi masyarakat. 
  • Dampak Inflasi terhadap Pendapatan : Inflasi dapat mengubah pendapatan masyarakat. Perubahan dapat bersifat menguntungkan atau merugikan. Pada beberapa kondisi (kondisi inflasi lunak), inflasi dapat mendorong perkembangan ekonomi. Inflasi dapat mendorong para pengusaha memperluas produksinya. Namun, bagi masyarakat yang berpenghasilan tetap inflasi akan menyebabkan mereka rugi karena penghasilan yang tetap itu jika ditukarkan dengan barang dan jasa akan semakin sedikit. 
  • Dampak Inflasi Terhadap Ekspor : Pada keadaan inflasi, daya saing untuk barang ekspor berkurang. Berkurangnya daya saing terjadi karena harga barang ekspor semakin mahal.
  • Dampak Inflasi Terhadap Minat Orang untuk Menabung : Pada masa inflasi, pendapatan rill para penabung berkurang karena jumlah bunga yang diterima pada kenyataannya berkurang karena laju inflasi.
  • Dampak Inflasi terhadap Kalkulasi Harga Pokok : Keadaan inflasi menyebabkan perhitungan untuk menetapkan harga pokok dapat terlalu kecil atau bahkan terlalu besar.
   Ã˜  Cara Mengendalikan Inflasi

Tingkat inflasi yang terlalu tinggi dapat membahayakan perekonomian suatu negara. Oleh karena itu, inflasi harus segera diatas. Tindakan yang dapat diambil untuk mengatasi inflasi dapat berupa kebijakan moneter, kebijakan fiskal, atau kebijakan lainnya.

1. Kebijakan Moneter
  • Kebijakan penetapan persediaan kas : Bank sentral dapat mengambil kebijakan untuk mengurangi uang yang beredar dengan jalan menetapkan persediaan uang yang beredar dengan jalan menetapkan persediaan uang kas pada bank-bank. Dengan mewajibkan bank-bank umum dapat diedarkan oleh bank-bank umum menjadi sedikit. Dengan mengurangi jumlah uang beredar, inflasi dapat ditekan. 
  • Kebijakan diskonto : Untuk mengatasi inflasi, bank sentral dapat menerapkan kebijakan diskonto dengan cara meningkatkan nilai suku bunga. Tujuannya adalah agar masyarakat terdorong untuk menabung. Dengan demikian, diharapkan jumlah uang yang beredar dapat berkurang sehingga tingkat inflasi dapat ditekan. 
  • Kebijakan operasi pasar terbuka : melalui kebijakan ini, bank sentral dapat mengurangi jumlah uang yang beredar dengan cara menjual surat-surat berharga, misalnya Surat Utang Negara (SUN). Semakin banyak jumlah surat-surat berharga yang terjual, jumlah uang beredar akan berkurang sehingga dapat mengurangi tingkat inflasi. 
2. Kebijakan Fiskal 

Kebijakan fiskal adalah langkah untuk memengaruhi penerimaan dan pengeluaran pemerintah. Kebijakan itu dapat memengaruhi tingkat inflasi. Kebijakan itu antara lain sebagai berikut. 
  • Menghemat pengeluaran pemerintah : Pemerintah dapat menekan inflasi dengan cara mengurangi pengeluaran, sehingga permintaan akan barang dan jasa berkurang yang pada akhirnya dapat menurunkan harga. 
  • Menaikkan tarif pajak : Untuk menekan inflasi, pemerintah dapat menaikkan tarif pajak. Naiknya tarif pajak untuk rumah tangga dan perusahaan akan mengurangi tingkat konsumsi. Pengurangan tingkat konsumsi dapat mengurangi permintaan barang dan jasa, sehingga harga dapat di turunkan.
Daftar pustaka:
-          Dian, Respati.2015.dalam http://ekonomisku.blogspot.com/2015/04/dampak-inflasi.html


Jumat, 01 Juni 2018

Anatomi Siklus Ekonomi


Anatomi Siklus Ekonomi
@C03-Tasya
Disusun oleh Maytasya Fadhila



Perekonomian yang ideal adalah perekonomian yang terus menerus bertumbuh, tanpa satu tahun bahkan satu triwulan pun mengalami penurunan. Pertumbuhan tersebut disertai stabilitas harga dan kesempatan kerja yang terbuka luas. Perekonomian seperti ini dipercaya mampu memberikan kemakmuran bagi rakyat.
Sayangnya, perekonomian tersebut hanya ada di dunia khayal. Dalam dunia nyata, perekonomian umumnya mengalami gelombang pasang surut. Gelombang naik turun tersebut relatif teratur dan terjadi berulang-ulang dengan rentang waktu (durasi) yang bervariasi. Ada yang berdurasi pendek, menengah, dan panjang. Dalam ilmu ekonomi, gerak naik turun tersebut dikenal sebagai siklus ekonomi (business cycle).
Sekalipun gerak naik turun tersebut bersifat teratur, tidak jarang terjadi penyimpangan pola yang berdampak buruk. Seperti yang terjadi di Indonesia, jumlah rakyat yang hidup di bawah garis kemiskinan bertambah banyak, sementara output perekonomian pernah mengalami kontradiksi atau pertumbuhan ekonomi negatif. Itulah sebabnya siklus ekonomi sangatlah penting dan juga menarik untuk dibahas secara khusus.
Kata kunci: Siklus Ekonomi, Jangka waktu

Pendahuluan
                Siklus ekonomi adalah periode yang terulang secara teratur dalam pengembangan sebuah pasar perekonomian. Keseluruhan trend dari pertumbuhan ekonomi disertai dengan adanya fluktuasi secara periodik dalam aktivitas perekonomian, yaitu: kemunduran dan perluasan yang terjadi secara silih berganti pada produksi, investasi, peningkatan dan penurunan pada level pendapatan, ketenagakerjaan, harga-harga, suku bunga dan rate pada sekuritas.
Pembahasan
Anatomi Siklus Ekonomi
                Siklus ekonomi dapat digambarkan sebagai gelombang naik-turun aktivitas, yang terdiri atas empat elemen. Indikator yang biasa digunakan untuk menganalisa siklus ekonomi adalah pertumbuhan ekonomi atau jumlah output riil dan tingkat harga.
Anatomi terdiri atas 4 elemen yaitu:
A.      Gerakan menaik (Upturn atau Expansion)
Pemulihan ekonomi ditandai dengan gerakan perekonomian yang menaik. Kadang – kadang gerakan menaik ini disebut juga ekspansi bila gerakan menaik ini terjadi selama minimal dua triwulan berturut – turut.
B.      Titik puncak atau kulminasi (Peak)
Ekspansi ekonomi tidak akan terjadi selamanya, suatu ketika gerakan menaik ini mencapai titik tertinggi. Titik ini disebut titik puncak atau kulminasi. Setelah mencapai titik kulminasi, perekonomian akan mengalami penurunan kembali.
C.      Gerakan menurun (Downturn)
Yang dimaksud dengan gerak menurun adalah menurunnya output yang dilihat dari menurunnya tingkat pertumbuhan ekonomi. Kadang – kadang gerakan penurunan ini disebut resesi, bila terjadi selama minimal dua triwulan berturut – turut.
D.      Gerakan Satu Siklus
Yang dimaksud dengan gerakan satu siklus adalah gerakan dari satu titik kulminasi ke titik kulminasi yang lain (K-K) atau dari satu titik nadir ke titik nadir yang lain (N-N).


Durasi Siklus dan Faktor-faktor yang mempengaruhinya
                Waktu yang dibutuhkan dalam pergerakan satu siklus telah lama menjadi pengamatan para ahli ekonomi. Mereka menemukan beberapa variasi siklus.

        I.            Siklus jangka pendek (Kitchin Cycle)
Durasi siklus jangka pendek sekitar 40 bulan. Pola siklus ini ditemukan oleh Joseph Kitchin (1923). Itulah sebabnya siklus ini dinamakan siklus Kitchin (Kitchin cycle).
Faktor – faktor yang diduga mempengaruhi siklus jangka pendek adalah pengaruh alamiah dan adat – istiadat atau kebiasaan.
      II.            Siklus jangka menengah (Juglar Cycle)
Durasi siklus jangka menengah adalah berkisar 7-11 tahun. Pola siklus ini pertama kali ditemukan oleh Clement Jugalar (1860)
    III.            Siklus jangka panjang (Kondratief Cycle)
Pola siklus jangka panjang pertama kali ditemukan oleh Nikolai D. Kondratief (1925). Durasi siklusnya berkisar 48-60 tahun.

Daftar pustaka:
-          Azizah, Ayu.2014.dalam https://azizahayu.wordpress.com/tag/siklus-ekonomi/
-          Aldino, Suprima.2010.dalam http://aldinosuprima.blog.uns.ac.id/2010/05/19/siklus-ekonomi/
-          Sari, Apriyani.2016.dalam http://apriyanis.blogspot.com/2014/01/siklus-ekonomi.html

Minggu, 27 Mei 2018

Leasing


Leasing
@C03-Tasya
Disusun oleh Maytasya Fadhila



Abstrak: Kata leasing sebenarnya berasal dari kata to lease yang bearti menyewakan. Pengertian leasing menurut surat Keputusan Bersama Menteri Keuangan dan Menteri Perdagangan dan Industri Republik Indonesia No. KEP- 122/MK/IV/2/1974, Nomor 32/M/SK/2/1974, dan Nomor 30/Kpb/I/1974 tanggal 7 Februari 1974 adalah: ”Setiap kegiatan pembiayaan perusahaan dalam bentuk penyediaan barang-barang modal untuk digunakan oleh suatu perusahaan untuk jangka waktu tertentu, berdasarkan pembayaran-pembayaran secara berkala disertai dengan hak pilih bagi perusahaan tersebut untuk membeli barang-barang modal yang bersangkutan atau memperpanjang jangka waktu leasing berdasarkan nilai sisa uang telah disepakati bersama”.
Kata kunci: Leasing, Sewa

Pendahuluan: Kehadiran lembaga leasing di Indonesia dapat dikatakan masih relative baru. Oleh karenanya tidak mengherankan apabila masyarakat luas masih banyak yang be1um memaharni fungsi dan peranan lembaga leasing dalam menunjang pembangunan perekonomian Nasional.
Sebagai sesama industri keuangan, perkembangan industri leasing relatif tertinggal dibandingkan yang lain, perbankan, misalnya. Meski demikian, perusahaan pembiayaan juga mampu berkembang cukup mengesankan. Hingga saat ini leasing di Indonesia telah ikut berkiprah dalam pembiayaan perusahaan. Jenis barang yang dibiayai pun terus meningkat. Jika sebelumnya hanya terfokus pada pembiayaan transportasi, kini berkembang pada keperluan kantor, manufaktur, konstruksi dan pertanian. Hal ini mengindikasikan multi finance kian dikenal pelaku usaha nasional.

Pembahasan
Leasing atau sewa guna usaha adalah setiap kegiatan pembiayaan perusahaan dalam bentuk penyediaan barang – barang modal untuk digunakan oleh suatu perusahaan untuk jangka waktu tertentu. Dengan melakukan leasing perusahaan dapat memperoleh barang modal dengan jalan sewa beli untuk dapat lansung digunakan berproduksi, yang dapat diangsur setiap bulan, triwulan atau enam bulan sekali kepada pihak lessor.
Secara umum leasing artinya Equipment funding, yaitu pembiayaan peralatan barang modal untuk digunakan pada proses produksi suatu perusahaan baik secara langsung maupun tidak langsung.

  Leasing didukung oleh berbagai keuntungan sebagai pembiayaan yang menarik dan mudah, berikut  Keuntungan Leasing:
1.       Tidak dibutuhkan jaminan
Maksud dari tidak dibutuhkan jaminan ialah dengan Melalui hak kepemilikan yang sah atas aktiva yang di lease serta pembayaran lease telah sesuai dengan pendapatan yang diterimat oleh aktiva tersebut merupakan jaminan bagi lease itu sendiri

2.       Fleksibel
Sangat mudah disesuaikan dengan kebutuhan perusahaan karena leasing memiliki struktur kontrak.

3.       Kapital dan Pelayanan
Pengaruh sangat cepatnya pelayanan dalam realisasi pembiayaan kerena prosedur leasing yang sederhana. Seseoarang akan  dimudahkan atau perusahaan untuk segera memiliki barang-barang yang dibutuhkan seperti mesin produksi, kendaraan dan lainya untuk menunjang usahanya karena tanpa prosedur yang rumit
  
4.       Pembayaran angsuran diperlukan sebagai biaya operasional
Pada saat Pembayaran lease langsung saja dihitung sebagai biaya dalam penentuan untung rugi sebuah perusahaan. Jadi perhitunganya dari pendapatan sebelum pajak, bukan laba yang kena pajak

5.       Terdapat kepastian hukum
Artinya apabila sudah terjadi kesepakatan dengan leasing tidak boleh dibatalkan walaupun sulitnya keadaan uang umum dengan keadaan keuangan umum. Sehingga perjanjian leasing akan tetap berlaku dalam keadaan keungan/moneter apapun.

Jenis Jenis Leasing
       ·         Capital lease
       ·         Operation Lease
       ·         Sales Type Lease (Lease Penjualan)
       ·         Cross Broder Lease
       ·         Leserage Lease

Daftar Pustaka: