Tampilkan postingan dengan label @C08-Selvy. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label @C08-Selvy. Tampilkan semua postingan
Minggu, 08 Juli 2018
Minggu, 01 Juli 2018
Efektivitas Anggaran Fiskal
Anggaran dalam berbagai pengertian banyak diartikan sebagai pernyataan kuantitatif. Hal ini terlihat antara lain pada pengertian anggaran yang dikemukakan oleh Charles T. Hongren dan George Foster dalam bukunya Cost Accounting, (2002: 146), sebagai berikut anggaran adalah suatu pernyataan kuantitatif tentang apa rencana atau tindakan dan alat bantu untuk koordinasi dan implementasi.
Kata Kunci : Anggaran, Kebijakan, Fiskal
Rumusan Masalah :
- Apa Itu Anggaran ?
- Apa itu tujuan dari Proses Anggaran?
- Apa itu kebijakan Fiskal?
- Jenis-jenis Kebijakan Fiskal?
Pembahasan
Dalam hal ini anggaran dirumuskan untuk organisasi secara keseluruhan ataupun sub unit, di mana anggaran merupakan suatu prosedur yang disebut budgenting system.
Perencanaan dengan anggaran dengan mengidentifikasi pada manajemen mengenai : 1. Jumlah laba yang ditetapkan untuk dicapai perusahaan, 2. Sumber dana yang diperlukan dalam mencatatkan laba
Pengendalian biaya, yaitu membandingkan antara hasil aktual dengan anggaran yang akan membantu manajemen untuk mengevaluasi kinerja dari individu, departemen divisi atau keseluruhan organisasi perusahaan.
Komunikasi dan koordinasi, yaitu anggaran mampu untuk mengkomunikasikan dan mengkoordinasikan keseluruh level dalam departemen, karena anggaran merupakan bagian integral dari tujuan-tujuan tersebut departemen divisi dan organisasi perusahaan.
Pengertian anggaran yang mengandung pengertian sebagaimana disebutkan di atas, ditemukan oleh, Teguh Pajo Mulyono (2000 : 287) yang menyatakan bahwa budget is a plan of operation expessed in monetary terms it consequently includes a forecast a forecast of income and expenditures and of receipts and cost for a specific period.
Setiap organisasi perusahaan utamanya perusahaa dengan organisasi yang besar, tidak akan terlepas dari kegiatan pengendalian. Pengendalian ( control ) dapat memberikan keputusan bahwa sumber-sumber yang diperoleh telah digunakan secara efektif dan efisien sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai. Untuk maksud tersebut di atas, budgeting adalah salah satu tehnik yang tersedia.
Budgeting merupakan rencana kegiatan yang terperinci ditetapkan sebagai suatu pedoman pelaksanaan dan sebagai suatu dasar penilaian terhadap prestasi kerja manajer.
Jika kita melihat pengertian budget yang dikemukakan, maka dimensi waktu juga turut dimasukkan sebagai batasan anggaran, karena dapat menyebabkan semua biaya total menjadi variabel atau semua biaya tidak dapat dibedakan antara biaya yang dapat dikendalikan (controllable cost) dengan biaya yang tidak dapat dikendalikan(uncontrollable cost).
Pada perusahaan yang sudah sedemikian stabil, biasa saja membuat peramalan untuk beberapa tahun, atau dengan kata lain dalam jangka panjang. Namun bagi perusahaan yang banyak menghadapi ketidak pastian, hanya mungkin untuk membuat peramalan jangka waktu yang pendek saja, jadi jangka waktu yang dicukupi oleh anggaran juga, tergantung dari sifat suatu perusahaan itu sendiri, namun anggaran yang disusun menurut kurun waktu bulanan adalah yang paling baik karena rencana kegiatan nampak. Disamping itu anggaran bulanan sangat menunjang pelaksanaan pengendalian yang terjadi dengan segera dapat diketahui.
Proses penganggaran mempunyai beberapa tujuan :
1. Anggaran menyajikan perencanaan keuangan yang memungkin kan perusahaan untuk dapat mengkoordinasikan semua aktivitasnya. Dengan menggunakan anggaran para manajer dapat memproyeksikan hasil dan mengatur strategi yang dibutuhkan sebelum operasi perusahaan dapat dimulai, sehingga dapat menghindari kesalahan yang merugikan perusahaan.
2. Proses penganggaran mendorong para manajer untuk menguji kembali prestasi yang pernah diraih dan memungkinkan mereka mengubah kembali dan mengoreksi metode operasi yang kurang efisiensi ketinggalan jaman.
3. Anggaran memungkinkan para manajer untuk mengimpelementasikan fungsi perencanaan dan pengawasan.
Berdasarkan pengertian di atas, Calvin Engler (1999 : 305), mengemukakan bahwa, A budget is a financial plan that sets forth resources neccesary to carry out activities and meet financial golas for a future period time.
Agar supaya anggaran dapat berfungsi sebagai alat koordinasi dan kontrak, maka masing-masing manajer harus satu tahun jelas luas kekuasaan dan tanggungjawabnya. Ini supaya tidak terjadi overlapping yang mungkin menyebabkan keruwetan dan kekaburan mengenai tugas masing-masing yang telah dibebankan. Demikian pula dengan anggaran dapat berfungsi sebagai alat motivasi kalau setiap manajer dan kepala bagian diikutsertakan dalam penyusunan perencanaan anggaran ini berarti perlu adanya pendelegasian wewenang kepada masing-masing manajer, untuk itu menyusun anggaran operasionya. Dengan demikian masing-masing manajer akan merasa bertanggung jawab sehingga timbul partisipasi untuk mencapai target yang telah ditetapkan dalam anggaran.
Kebijakan Fiskal ini adalah kebijakan yang dilaksanakan oleh pemerintah dengan cara memanipulasi anggaran pendapatan dan belanja negara artinya pemerintah dapat meningkatkan atau menurunkan pendapatan negara dan belanja negara dengan tujuan untuk memengaruhi tinggi rendahnya pendapatan nasional.
Pada umumnya pemerintah akan berusaha menentukan target belanja negara, kemudian menentukan tingkat pendapatannya paling tidak dapat menutup seluruh anggaran belanja yang telah ditetapkan tersebut. Hanya saja menurut kebiasaan yang terjadi sangat sulit bagi negara untuk bisa menyesuaikan belanja negara terhadap pendapatannya. Hal ini disebabkan oleh adanya kebutuhan untuk menyediakan barang dan jasa serta membelanjai keperluan lain terlalu besar sedang pendapatan negara relatif sangat rendah.
B. Tujuan Kebijakan Fiskal
Secara umum kebijakan fiskal ditujukan untuk memelihara stabilitas ekonomi sehingga pendapatan nasional dapat ditingkatkan sesuai dengan penggunaan sumber daya dan efektifitas kegiatan masyarakat tanpa harus mengabaikan redistribusi pendapatan dan upaya kesempatan kerja.
Secara garis besar tujuan kebijakan fiskal dapat digolongkan menjadi tiga bagian yaitu:
- Pertumbuhan kesempatan kerja penuhDengan cara mempertahankan kesempatan kerja penuh maka pemerintah dapat mencegah laju peningkatan angka pengangguran. meluasnya pengangguran dapat menyebabkan timbulnya gejolak sosial, menghambat laju pertumbuhan ekonomi hingga akhirnya pendapatan nasional targetnya tidak tercapai.
- Stabilitas hargaStabilitas barang dan jasa harus tetap dijaga agar tidak terjadi fluktuasi secara drastis. Penurunan harga yang terus menerus dapat mematikan sektor bisnis dalam arti perusahaan banyak yang tutup sehingga menyebabkan peningkatan angka pengangguran. Kenaikan harga yang terus menerus akan menyulitkan masyarakat banyak dan hanya menguntungkan segelintir pelaku bisnis saja.
- Laju pertumbuhan potensialLaju pertumbuhan yang lebih tinggi memerlukan modal dan tingkat kecenderungan menabung marginal yang lebih tinggi pada tingkat kesempatan kerja penuh. Dan sebagai akibatnya terjadi tingkat konsumsi secara besar-besaran.
C. Jensi-jenis Kebijakan Fiskal
Jika ditinjau dari sisi teori, ada tiga macam kebijakan anggaran yaitu:
- Kebijakan anggaran pembiayaan fungsional (functional finance)Kebijakan anggaran pembiayaan fungsional (functional finance) adalah kebijakan yang mengatur pengeluaran pemerintah dengan melihat berbagai akibat tidak langsung terhadap pendapatan nasional dan bertujuan untuk meningkatkan kesempatan kerja.
- Kebijakan pengelolaan anggaran (the finance budget approach)Kebijakan pengelolaan anggaran (the finance budget approach) adalah kebijakan untuk mengatur pengeluaran pemerintah, perpajakan, dan pinjaman untuk mencapai stabilitas ekonomi yang mantap.
- Kebijakan stabilisasi anggaran otomatis (the stabilizing budget)Kebijakan stabilisasi anggaran otomatis (the stabilizing budget) adalah kebijakan yang mengatur pengeluaran pemerintah dengan melihat besarnya biaya dan manfaat dari berbagai program. Tujuan kebijakan ini adalah agar terjadi penghematan dalam pengeluaran pemerintah.
Selanjutnya, jika dilihat dari perbandingan jumlah penerimaan dengan jumlah pengeluaran, kebijakan fiskal/anggaran dapat dibedakan menjadi empat jenis.
- Kebijakan Anggaran SeimbangKebijakan anggaran seimbang, adalah kebijakan anggaran yang menyusun pengeluaran sama besar dengan penerimaan. Ini berarti jumlah pengeluaran yang disusun pemerintah tidak boleh melebihi jumlah penerimaan yang didapat. Sehingga negara tidak perlu berhutang, baik berhutang dari dalam negeri maupun ke luar negeri.
- Kebijakan Anggaran DefisitKebijakan anggaran defisit yaitu kebijakan anggaran dengan cara menyusun pengeluaran lebih besar daripada penerimaan. Karena pengeluaran lebih besar daripada penerimaan maka negara mengalami defisit (kekurangan) anggaran. Pada umumnya, kebijakan anggaran defisit ditempuh pemerintah untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi.
- Kebijakan Anggaran SurplusKebijakan anggaran surplus, yaitu kebijakan anggaran dengan cara menyusun pengeluaran lebih kecil dari penerimaan. Kebijakan ini umumnya dilakukan pemerintah untuk mencegah inflasi (kenaikan harga akibat terlalu banyak jumlah uang yang beredar). Dengan memperkecil jumlah pengeluaran (belanja), diharapkan jumlah permintaan terhadap barang dan jasa tidak meningkat. Jika permintaan terhadap barang dan jasa tidak meningkat, maka harga barang dan jasa juga tidak akan naik, ini berarti inflasi bisa dicegah.
- Kebijakan Anggaran DinamisKebijakan anggaran dinamis, yaitu kebijakan anggaran dengan cara terus menambah jumlah penerimaan dan pengeluaran sehingga semakin lama semakin besar (tidak statis). Anggaran yang dinamis diperlukan karena semakin hari semakin banyak kegiatan rutin dan kegiatan pembangunan yang harus dibiayai negara, yang membutuhkan dana lebih besar.
Daftar Pustaka:
- Gudangnya Ilmu Manajemen dan Akuntansi, Oktober 13,2016. Efektivitas Penggunaan Anggaran dalam https://ilmumanajemendanakuntansi.blogspot.com/2016/10/efektivitas-pengguna-anggaran.html
- Fathini Ahmad. Kebijakan Anggaran Fiskal dalamhttps://www.zonasiswa.com/2014/12/kebijakan-anggaran-fiskal.html
Minggu, 03 Juni 2018
Durasi Siklus dan Faktor yang Mempengaruhinya
Abstrak
Perekonomian yang ideal adalah perekonomian yang terus-menerus bertumbuh, tanpa satu tahun atau bahkan satu triwulan pun mengalami penurunan. Pertumbuhan tersebut disertai stabilitas harga dan kesempatan kerja yang terbuka luas.
Neraca perdagangan dan neraca pembayaran pun mengalami surplus yang baik. Perekonomian seperti ini dipercaya akan mampu memberikan kemakmuran dan keadilan bagi rakyat dari generasi ke generasi.
Menurut Kusnendi (dalam Modul Makroekonomi), siklus bisnis ekonomi adalah fluktuasi pertumbuhasn ekonomi disekitar trendnya yang meliiputi masa depresi, recovery, boom, dan resesi.
Siklus ekonomi adalah fluktuasi redovisning yang melanda produksi lokal, pendapatan, kesempatan kerja, yang biasanya berlangsung selama 2 sampai 10 th, yang ditandai dengan adanya kontraksi dan ekspansi di semua sektor ekonomi.
Kata Kunci : Siklus , Ekonomi, Produksi, Pekerjaan
Rumusan Masalah :
1. Apa pengertian siklus ekonomi?
2. Bagaimana perekonomian yang ideal di indonesia ?
3. Bagaimana siklus perekonomian di indonesia ?
4. Faktor apa saja yang mempengaruhi siklus perekenomian indonesia?
Pembahasan
Suatu siklus dalam perkerjaan ekonomi mencerminkan fluktuasi (gerak menaik dan menurun) selakuala, menurut, bergelombang pada kegiatan redovisning dalam kehidupan masyarakat. Fluktuasi serupa itu terjadi selakuala, menurut, berulang dalam suatu jangka waktu tertentu.
Anatomi Siklus Ekonomi
Siklus ekonomi dapat digambarkan sebagai gelombang naik-turun aktivitas, yang terdiri atas empat elemen. Indikator yang biasa digunakan untuk menganalisa siklus ekonomi adalah pertumbuhan ekonomi atau jumlah output riil dan tingkat harga.
Anatomi terdiri atas 4 elemen yaitu:
a. Gerakan menaik (Upturn atau Expansion)
Pemulihan ekonomi ditandai dengan gerakan perekonomian yang menaik. Kadang – kadang gerakan menaik ini disebut juga ekspansi bila gerakan menaik ini terjadi selama minimal dua triwulan berturut – turut.
Anatomi terdiri atas 4 elemen yaitu:
a. Gerakan menaik (Upturn atau Expansion)
Pemulihan ekonomi ditandai dengan gerakan perekonomian yang menaik. Kadang – kadang gerakan menaik ini disebut juga ekspansi bila gerakan menaik ini terjadi selama minimal dua triwulan berturut – turut.
b. Titik puncak atau kulminasi (Peak)
Ekspansi ekonomi tidak akan terjadi selamanya, suatu ketika gerakan menaik ini mencapai titik tertinggi. Titik ini disebut titik puncak atau kulminasi. Setelah mencapai titik kulminasi, perekonomian akan mengalami penurunan kembali.
c. Gerakan menurun (Downturn)
Yang dimaksud dengan gerak menurun adalah menurunnya output yang dilihat dari menurunnya tingkat pertumbuhan ekonomi. Kadang – kadang gerakan penurunan ini disebut resesi, bila terjadi selama minimal dua triwulan berturut – turut.
Yang dimaksud dengan gerak menurun adalah menurunnya output yang dilihat dari menurunnya tingkat pertumbuhan ekonomi. Kadang – kadang gerakan penurunan ini disebut resesi, bila terjadi selama minimal dua triwulan berturut – turut.
d. Titik terendah atau nadir (Trough)
Gerakan menurun akan berlanjut hingga mencapai titik yang paling rendah, yang disebut titik nadir. Setelah mencapai titik nadir, perekonomian akan pulih kembali dilihat dari adanya gerakan menaik.
Gerakan menurun akan berlanjut hingga mencapai titik yang paling rendah, yang disebut titik nadir. Setelah mencapai titik nadir, perekonomian akan pulih kembali dilihat dari adanya gerakan menaik.
Gerakan Satu Siklus
Yang dimaksud dengan gerakan satu siklus adalah gerakan dari satu titik kulminasi ke titik kulminasi yang lain (K-K) atau dari satu titik nadir ke titik nadir yang lain (N-N).
Yang dimaksud dengan gerakan satu siklus adalah gerakan dari satu titik kulminasi ke titik kulminasi yang lain (K-K) atau dari satu titik nadir ke titik nadir yang lain (N-N).
Bum (Boom)
Kadangkala karena berbagai factor , terjadi pertumbuhan ekonomi yang begitu baik, sehingga titik kulminasinya jauh di atas biasanya. Titik kulminasi yang jauh di atas biasanya, dikenal sebagai bum (boom).
Kadangkala karena berbagai factor , terjadi pertumbuhan ekonomi yang begitu baik, sehingga titik kulminasinya jauh di atas biasanya. Titik kulminasi yang jauh di atas biasanya, dikenal sebagai bum (boom).
Depresi (Depression)
Penurunan pertumbuhan ekonomi jauuh dibawah titik nadir yang biasanya. Kondisi ini dikenal sebagai kondisi depresi.
Penurunan pertumbuhan ekonomi jauuh dibawah titik nadir yang biasanya. Kondisi ini dikenal sebagai kondisi depresi.
Faktor-Faktor Siklus Ekonomi
Sewaktu yang dibutuhkan dalam pergerakan satu siklus telah suram menjadi pengamatan para cakap ekonomi. Mereka menemukan dalam beberapa variasi siklus.
Siklus Jangka Pendek (Kitchin Cycle)
Durasi siklus jangka pendek sekeliling 40 bulan. Pola siklus ini ditemukan oleh Paul Kitchin (1923). Itulah sebabnya siklus ini dinamakan siklus Kitchin (Kitchin cycle).
Aspek – faktor yang diduga mempengaruhi siklus jangka pendek adalah pengaruh alamiah serta adat – istiadat ataupun kebiasaan.
Aspek – faktor yang diduga mempengaruhi siklus jangka pendek adalah pengaruh alamiah serta adat – istiadat ataupun kebiasaan.
Siklus Jangka Menengah (Juglar Cycle)
Durasi siklus jangka menengah adalah berkisar 7-11 tahun. Pola siklus ini pertama kali ditemukan oleh Clement Jugalar (1860)
Siklus Jangka Panjang (Kondratief Cycle)
Pola siklus jangka panjang pertama kali ditemukan oleh Nikolai D. Kondratief (1925).
Durasi siklusnya berkisar 48-60 tahun. Kadang-kadang mereka disebut dengan nama-nama peneliti mereka.
Durasi siklusnya berkisar 48-60 tahun. Kadang-kadang mereka disebut dengan nama-nama peneliti mereka.
- Siklus Investasi (7-11 tahun) yang dipelajari dengan Clement Juglar.
- Siklus penanaman Infrastruktur (15-25 tahun) yang dipelajari oleh Simon Kuznets.
- Seri Kondratieff (45-60 tahun) yang digambarkan oleh ekonom Rusia Nikolai Kondratiev.
- Siklus Forrester (200 tahun) dijelaskan oleh insinyur Amerika Jay inslee Forrester.
Karena siklus Ekonomi tidak terhindari, yang meraih dilakukan adalah mengelolah siklus agar dampak negatifnya meraih ditekan seminimal mungkin, sementara pola siklus diusahakan gedrungen meningkat. Dalam arti, simpangan gerak naik – turun output diusahakan tidak terlampau lebar, sementara kecenderungan end result jangka panjang terus naik.
Kebijakan jangka pendek
- Target utama jangka pendek merupakan mengatasi perbedaan output riil dengan output natural.
Kebijakan jangka panjang
- Target yang ingin dicapai dalam janka panjang, selain memperkecil simpangan tingkat pertumbuhan ekonomi, jua pencapaian pertumbuhan yang banyak. Sebab, simpangan yang ingusan tidak banyak artinya bila perekonomian bertumbuh lamban.
Daftar Pustaka :
Dudung ,Maret 21,2016. Dosen Pendidikan : pengertian, faktor dan elemen siklus ekonomi indonesia menurut pengamat ekonomi dalam http://www.dosenpendidikan.com/pengertian-faktor-dan-elemen-siklus-ekonomi-indonesia-menurut-pengamat-ekonomi/
Azizah ayu. Makalah siklus ekonomi dalam https://www.google.com/amp/s/azizahayu.wordpress.com/2014/04/03/makalah-siklus-ekonomi/amp/?espv=1
Saputra, Febri . April 1,2017. Makalah siklus ekonomi dalam http://makalahkuindonesia.blogspot.com/2017/04/makalah-siklus-ekonomi.html?m=1
Putri, Intan . Siklus ekonomi dalam https://www.slideshare.net/mobile/IntanPutri34/siklus-ekonomi
Sabtu, 19 Mei 2018
Lembaga Pembiayaan Pembangunan
Oleh : Selvy Darmayudi
Abstrak
Lembaga pembiayaan pembangunan berarti lembaga keuangan yang usaha utamanya memberikan kredit jangka menengah dan jangka panjang serta penyertaan modal di dalam perusahaan.
Dibandingkan dengan lembaga perbankan, lembaga pembiayaan termasuk yang relatif lebih baru. Lembaga pembiayaan pada dasarnya adalah suatu lembaga yang menyediakan pembiayaan atau dana untuk pembelian suatu barang yang pembayarannya dilakukan oleh konsumen secara mencicil atau berkala. Sebenarnya antara pembiayaan konsumen dengan kredit konsumsi memiliki definisi yang sama, namun yang membedakan adalah pemberi pinjaman.
Kata Kunci : Lembaga, Pembangunan, Pembiayaan, ekonomi, Industri, Konsumen, Masyarakat, Modal/ dana.
Rumusan Masalah :
- Apa itu Lembaga Pembiayaan Pembangunan ?
- Apa Fungsi dari adanya Lembaga Pembiayaan Pembangunan Indonesia ?
- Bagaimana peranan dari Lembaga Pembiayaan Pembangunan Indonesia ?
- Apa saja contoh dari Lembaga Pembiayaan Pembangunan ?
- penjelasan tentang Lembaga Pembiayaan Pembangunan Perindustrian ?
Pembiayaan konsumen oleh lembaga pembiayaan memiliki lebih banyak peminat karena mereka bisa membayar barang yang mereka beli atau minati dengan cara mencicil atau angsuran. Biasanya obyek pembiayaan konsumen biasanya adalah barang-barang dengan nominal yang kecil hingga menengah seperti barang elektronik, komputer, sepeda motor, dan alat-alat rumah tangga. Oleh karena jenis barang yang dikredit, maka besaran pembiayaan yang diberikan kepada konsumen juga relatif kecil dan lembaga pembiayaan juga memiliki resiko yang kecil pula.
Secara umum lembaga pembiayaan menyediakan modal atau dana untuk masyarakat tanpa menarik dana kepada masyarakat secara langsung seperti tabungan, giro, ataupun deposito. Berdasarkan pengertian tersebut terdapat beberapa unsur yaitu:
- badan usaha: perusahaan/lembaga pembiayaan yang memang didirikan khusus untuk kegiatan dalam bidang pembiayaan
- pembiayaan: badan usaha yang melakukan kegiatan pembiayaan pada sektor usaha lain atau pihak perseorangan yang membutuhkan dana.
- barang modal: barang yang digunakan untuk menghasilkan sesuatu
- penyedia dana: badan usaha yang menyediakan dana untuk keperluan tertentu.
- tidak menarik atau mengumpulkan dana seperti giro, deposit atau tabungan secara langsung.
Fungsi lembaga pembiayaan
Sebagaimana lembaga keuangan yang lain, lembaga pembiayaan juga memiliki beberapa fungsi. Lembaga pembiayaan mempunyai tujuan untuk meningkatkan kesejahteraan ekonomi dan juga kesempatan kerja. Oleh karena itu, pembiayaan yang tersedia harus dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh para pengusaha diberbagai bidang. Lembaga lembiayaan juga mempunyai fungsi penting dalam perekonomian. Berikut ini adalah beberapa fungsi lembaga pembiayaan :
- Bagi masyarakat : fungsi lembaga pembiayaan yang paling utama ialah membantu masyarakat dengan ekonomi lemah agar terbebas dari jeratan rentenir yang memberikan pinjaman dengan bunga tinggi. Dengan adanya lembaga pembiayaan, pengusaha kecil dengan modal terbatas bisa mendapatkan kredit dengan syarat mudah dan bunga yang ringan.
- Bagi pembangunan infrastruktur : fungsi lembaga pembiayaan tidak hanya berguna untuk masyarakat dengan ekonomi lemah, dalam dunia bisnis termasuk pengembangan infrastruktur, keberadaan lembaga pembiayaan juga sangat diperlukan. Hal ini dikarenakan tidak semua pengembang infrastruktur dan pelkau bisnis juga memiliki biaya besar untuk tujuan mereka. Melalui lembaga pembiayaan, mereka bisa mendapatkan berbagai dana pinjaman seperti pinjaman dana talangan, dana proyek, dan lain-lain. Sehingga ketersediaan dana bagi para pelaku bisnis sudah bukan menjadi masalah lagi. Karena fungsinya yang menyediakan dana, lembaga pembiayaan memiliki fungsi yang hampir mirip dengan bank umum.
Peran lembaga pembiayaan
Lembaga pembiayaan memiliki peran yang tidak kalah penting dengan lembaga keuangan lainnya yaitu sebagai lembaga altenatif dalam hal pembiayaan yang juga potensial dalam menunjang pertumbuhan ekonomi nasional. Disamping peran tersebut, lembaga pembiayaan juga memegang peranan penting dalam bidang pembangunan seperti menampung aspirasi dan minat masyarakat. Selain itu, lembaga pembiayaan juga ikut serta dalam pembangunan dimana para pelaku usaha dan masyarakat umum menharapkan lembaga ini bisa mengatasi masalah yang vital yaitu masalah keuangan dan permodalan.
Perbedaan lembaga pembiayaan dengan lembaga perbankan
Meskipun lembaga pembiayaan dan lembaga perbankan berkecimpung dalam dunia keuangan, namun ada beberapa hal yang membedakan mereka. Hal yang paling utama yang membedakan lembaga pembiayaan dengan lembaga perbankan adalah sumber dana yang mereka peroleh. Lembaga lembiayaan tidak menarik dana secara angsung dari masyarakat seperti giro, tabungan, atau deposito. Sedangkan Lembaga perbankan mendapatkan sumber dana secara langsung dari masyarakat. Dalam memberikan pembiayaan bagi nasabah, bank pembiayaan tidak memerlukan barang jaminan sedangkan bank perbankan harus disertai dengan jaminan. Meskipun tanpa jaminan, biasanya bunga yang diberikan oleh lembaga pembiayaan relatif lebih besar dari yang diberikan oleh lembaga perbankan.
Contoh lembaga pembiayaan
Leasing/sewa guna usaha
Leasing atau sewa guna adalah suatu kegiatan pembiayaan yang menyediakan barang modal secara sewa guna dengan hak opsi maupun tanpa hak opsi yang bisa digunakan oleh penyewa dalam jangka waktu tertentu selama masa pembayaran angsuran. Biasanya kegiatan sewa guna usaha dilakukan untuk membantu pengusaha kecil untuk pengadaan barang modal. Penyewa bisa memilih sewa guna usaha dengan hak opsi maupun tanpa hak opsi untuk membeli barang modal yang mereka butuhkan.
Anjac piutang
Factoring atau anjac piutang merupakan suatu aktivitas pembiayaan yang berbentuk pembelian piutang dagang dalam jangka waktu pendek dari suatu perusahaan beserta kepengurusan piutang tersebut. Anjac piutang yang dilakukan bisa dalam bentuk dengan jaminan dari penjual piutang (with recourse) maupun tanpa jaminan dari penjual piutang (without recourse).
Kartu Kredit
Kita semua pasti sudah familiar dengan kartu kredit; yaitu sebuah kegiatan pembiayaan untuk membeli suatu barang oleh nasabah yang dilakukan secara angsuran. Lembaga pembiayaan bisa menerbitkan kartu kredit sepanjang berkaitan dengan pembayran dan mengikuti ketentuan dari bank Indonesia. Kartu kredit dapat digunakan oleh pemegangnya untuk membeli suatu barang atau jasa.
Pembiayaan konsumen
Pembiayan konsumen merupakan suatu kegiatan pembiayaan untuk pembelian barang secara angsuran sesuai dengan kebutuhan konsumen. Kegiatan pembiayaan konsumen yang dimaksud berupa pendanaan untuk pembelian barang-barang tertentu seperti kendaraan bermotor, barang elektronik, hingga pembiyaan perumahan.
Perdagangan surat berharga
Lembaga pembiayaan menerbitkan perdagangan surat berharga karena surat berharga lebih menunjang di pasar modal. Hal ini dikarenakan didalam surat berharga terkandung suatu nilai, sehingga mudah untuk dipindah tangankan. Bila diperdagangkan, surat berharga memudahkan penerimaan uang oleh pihak ketiga serta mempermudah penagihan piutang oleh pihak tersebut.
Lembaga Pembiayaan Pembangunan Industri
Sumber : Indo Pos
Kendala pembiayaan infrastruktur mulai mendapat titik terang. Pemerintah bakal memperkuat payung hukum bagi Lembaga Pembiayaan Pembangunan Industri yang merupakan lembaga pembiayaan khusus (non bank komersial).
"Lembaga pembiayaan tersebut akan punya landasan hukum serta regulasi tersendiri dengan supervisi dan pengawasan oleh kami di Kementerian Perindustrian dan Otorita Jasa Keuangan (OJK)," tegas Menteri Perindustrian Saleh Husin pada Seminar Nasional Pembiayaan Investasi di Bidang Industri 2015, di Jakarta, Selasa (5/5).
Seminar itu bertema Kebijakan dan Konsep Pembentukan Lembaga Pembiayaan Pembangunan Industri Pasca Terbitnya Undang-Undang Perindustrian Nomor 3 Tahun 2014, Hadir pada acara ini Menteri Keuangan Bambang Permadi Soemantri Brodjonegoro dan Ketua Dewan Komisioner Otoritas jasa Keuangan Muliaman D.Hadad.
Soal dana, imbuh Saleh Husin, bersumber dari pemerintah, penerbitan surat berharga, dan pinjaman dari dalam maupun luar negeri. Selain itu bakal mengalir dari Penyertaan Modal Negara (PMN), dan pinjaman pemerintah.
Lebih lanjut, LPPI juga menjadi penyediaan alternatif skema pembiayaan industri yang lebih kompetitif dan mendorong tercapainya sasaran pembangunan industri sebagaimana diamanatkan dalam RIPIN, yaitu percepatan pertumbuhan ekonomi dan tersedianya lapangan kerja, peningkatan produktivitas rakyat dan peningkatan kualitas hidup manusia Indonesia.
Kementerian Perindustrian memasang target pertumbuhan industri non migas pada tahun 2015 antara 6,30-6,80 persen, kemudian tahun 2020 menjadi 8,73 persen, naik menjadi 9,53 persen pada 2025, dan 9,03 persen pada 2035. Kontribusi industri non migas terhadap PDB nasional ditargetkan mencapai 20,94 persen pada tahun 2015,21,78 persen pada tahun 2020, 23,26 persen pada tahun 2025, dan menjadi 29,09 persen pada tahun 2035.
Menurut Menperin, untuk mencapai target target tersebut diperlukan dukungan dari sisi pembiayaan. "Selama ini pembiayaan dari sektor perbankan untuk sektor industri masih dirasakan kurang," ulasnya.
Salah satu ketentuan pokok yang diatur dalam UU Nomor 3 Tahun 2014 tentang Perindustrian adalah ketentuan pokok mengenai Pembangunan Sumberdaya Industri, yang di dalamnya tercakup juga mengenai penyediaan sumber pembiayaan.
"Undang-Undang Perindustrian juga mengatur perlunya dibentuk lembaga tersebut. Lembaga Pembiayaan Pembangunan Industri akan berfungsi sebagai lembaga pembiayaan investasi di bidang industri, yang pembentukannya akan diatur melalui Undang-Undang Lembaga Pembiayaan Pembangunan Industri tersendiri. Hal-hal yang akan diatur meliputi kerangka hukum, supervisi dan pengawasan, pengelolaan, standar tata kelola yang baik, serta sumber dananya," papar Saleh Husin.
Salah satu kendala yang dapat menghambat tercapainya target pertumbuhan sektor industri adalah rendahnya daya saing industri nasional, yang salah satunya disebabkan oleh mahalnya pembiayaan investasi di dalam negeri akibat suku bunga perbankan yang tidak kompetitif, serta suku bunga kredit di Indonesia yang cukup tinggi dibandingkan dengan suku bunga kredit di negara-negara Asia lainnya.
Katalis untuk Infrastruktur Indonesia yang Lebih Baik
PT SMI memiliki peran aktif dalam pembiayaan infrastruktur Indonesia dan membantu persiapan proyek infrastruktur, baik yang dilakukan melalui layanan konsultasi maupun pengembangan proyek bagi proyek-proyek infrastruktur di Indonesia.
PT SMI memiliki mandat untuk mendukung percepatan pengembangan infrastruktur, dengan fokus Program Kerjasama Pemerintah Swasta (KPS) yang mengikutsertakan berbagai institusi keuangan, baik swasta maupun multilateral.
Sejalan dengan rencana Pemerintah RI untuk mentransformasi PT SMI menjadi Lembaga Pembiayaan Pembangunan Indonesia (LPPI), PT SMI mendapat perluasan sektor yang dapat dibiayai, yaitu bukan hanya infrastruktur publik, tetapi juga infrastruktur sosial.
Sektor-sektor yang dapat dibiayai oleh PT SMI:
- Jalan Tol dan Jembatan
- Tranportasi
- Minyak dan Gas
- Telekomunikasi
- Pengolahan Limbah
- Kelistrikan
- Irigasi
- Air Minum
- Infrastruktur Sosial
- Efisiensi Energi
- Rolling stock kereta api
Daftar Pustaka :
Staf. Mei 12,2018. arti Lembaga pembiayaan pembangunan makna pengertian dan definisi pembiayaan pembangunan dalam https://www.apaarti.com/lembaga-pembiayaan-pembangunan.html
DosenEkonomi.com . Agustus 31, 2016. contoh lembaga pembiayaan - peranannya dalam https://dosenekonomi.com/ilmu-ekonomi/fungsi-lembaga-pembiayaan
SMI PT. Juli, 2017. Katalis untuk Infrastruktur Indonesia yang Lebih Baik dalam https://www.ptsmi.co.id/id/tentang-kami/tentang-pt-smi/
Kementerian Perindustrian Republik Indonesia . Lembaga Pembiayaan Pembangunan Industri dalam http://www.kemenperin.go.id/artikel/11890/Lembaga-Pembiayaan-Pembangunan-Industri
Sabtu, 12 Mei 2018
Investasi Jepang di Indonesia
Oleh : Selvy Darmayudi
Abstrak
Investasi sering disebut juga dengan istilah penanaman modal atau pembentukan modal merupakan suatu komponen kedua yang menentukan tingkat pengeluaran agregat. Tabungan dari sektor rumah tangga yang melalui institusi intitusi keuangan akan mengalir ke suatu sektor perusahaan. jika para pengusaha menggunakan uang tersebut untuk membeli barang-barang modal , pengeluaran tersebut dinamakan dengan investasi.
Fungsi Investasi
1. Fungsi Investasi yaitu suatu pengeluaran-pengeluaran untuk membeli barang modal dan sebuah peralatan produksi yang bertujuan untuk mengganti dan menambah suatu barang-barang modal dalam suatu perekonomian yang akan digunakan untuk memproduksi barang dan jasa di masa depan.(sudono,2000)
2. Fungsi Investasi yang kedua yaitu kurva yang menunjukkan sebuah hubungan antara tingkat investasi dan tingkat pendapatan nasional.
Fungsi investasi yang satu ini dibedakan menjadi dua yakni :
- Sejajar dengan sumbu datar
- Bentuknya naik ke atas ke sebelah kanan
Fungsi investasi yang satu ini dibedakan menjadi dua yakni :
Tujuan Investasi
- Untuk mendapatkan sebuah pendapatan yang tetap dalam setiap periode, yaitu antara lain seperti bunga, royalti, deviden, atau uang sewa dan lain sebagainya.
- Untuk membentuk suatu dana khusus, misalnya dana untuk suatu kepentingan ekspansi, kepentingan sosial.
- Untuk mengontrol atau mengendalikan suatu perusahaan lain, melalui pemilikan sebagian ekuitas suatu perusahaan tersebut.
- Untuk menjamin tersedianya sebuah bahan baku dan untuk mendapatkan pasar untuk produk yang dihasilkan.
- Untuk mengurangi persaingan di antara sebuah perusahaan-perusahaan yang sejenis.
- Untuk menjaga hubungan antar perusahaan.
Rumusan Masalah
- Apa itu Investasi ?
- Imvestasi Jepang Di Indonesia
Kata Kunci : Investasi, Jepang., Dunia, Kekayaan, Ekonomi
Penjelasan
JAKARTA - Badan Koordinasi Penanaman
Kepala BKPM Thomas Lembong menjabarkan, realisasi investasi PMA berdasarkan 5 besar asal negara adalah Singapura sebesar USD8,4 miliar (26,2%), Jepang sebesar USD5,0 miliar (15,5%), China sebesar USD3,4 miliar, (10,4%); Hong Kong sebesar USD2,1 miliar, (6,6%), dan Korea Selatan sebesar USD20 miliar (6,3%).
Realisasi investasi PMDN dan PMA berdasarkan 5 besar lokasi proyek, antara lain DKI Jakarta sebesar Rp33,9 triliun (18%), Jawa Barat sebesar Rp24,1 triliun (13,4%), Jawa Tengah sebesar Rp18,5 triliun (10,3%), Jawa Timur sebesar Rp16,3 triliun (9,1 persen) dan Banten sebesar Rp13,9 triliun (7,8%),” ujarnya, Jakarta, Selasa (30/1/2018).
Realisasi investasi berdasarkan 5 besar sektor usaha antara lain Listrik, Gas dan Air sebesar Rp24,3 triliun (13,6%), Transportasi, Gudang dan Telekomunikasi sebesar Rp22,6 triliun (12,6%), Industri Makanan sebesar Rp17,4 triliun (9,7%), Pertambangan sebesar Rp16,4 triliun (9,1 %), dan Tanaman Pangan dan Perkebunan sebesar Rp14,6 triliun (8,1%).
Sedangkan untuk 5 besar negara asal PMA antara lain Singapura sebesar USD 2,3 miliar (27,8%); Jepang sebesar USD1,0 miliar (11,9%), Hongkong sebesar US$ 0,8 miliar (9 persen), Korea Selatan sebesar USD 0,7 miliar (7,9%) dan China USD 0,6 miliar (7,5%).
Sebelumnya, Tom Lembong mengatakan, capaian realisasi tersebut tidak terlepas dari upaya yang dilakukan pemerintah untuk mengundang para investor ke dalam negeri. Capaian realisasi investasi tersebut juga memberikan harapan dan optimisme untuk mencapai target realisasi pada tahun 2018 yang telah ditetapkan oleh pemerintah sebesar Rp765,0 triliun.
Jepang mulai menggeser Singapura sebagai negara nomor satu yang paling banyak berinvestasi di Indonesia. Selama kuartal I-2013, total investasi Jepang di Indonesia mencapai Rp 1,2 miliar atau 16,3% dari total penanaman modal asing (PMA) sebesar Rp 65,5 triliun. Posisi kedua ditempati Amerika Serikat (AS) dengan investasi US$ 900 juta (12,6%).
Ketua Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Chatib Basri mengungkapkan, peningkatan investasi Jepang di Indonesia itu terutama berasal dari produsen otomotif seperti Nissan, Toyota, dan Daihatsu. "Singapura biasanya selalu nomor satu, tapi kali ini Jepang," kata dia di Jakarta, Senin (22/4).
Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Sofjan Wanandi mengungkapkan, investor Jepang telah menyadari lebih efisien bila membangun industri terintegrasi di Indonesia "Hal ini keuntungan buat kita karena bisa memperkuat struktur industri di dalam negeri. Dengan masuknya industri komponen ke Indonesia, impor komponen akan turun.
Pada saatnya nanti, kita tidak lagi menjadi tukang jahit," kata Sofjan kepada Investor Daily di Jakarta, Senin (22/4). Menurut Sofjan, investor Jepang juga melirik investasi di bidang lain, seperti infrastruktur dan pembangkit tenaga listrik. "Yang jelas, investor Jepang tidak cengeng. Meski mereka mempertanyakan beberapa regulasi kita, hal itu tidak menghalangi minat investasi mereka ke Indonesia. Pertanyaan investor Jepang itu sangat wajar karena mereka tidak ingin diganggu masalah-masalah yang menimbulkan biaya tinggi," kata Sofjan.
Hal senada diungkapkan Ketua Kadin Indonesia Komite Jepang Sonny Harsono dan Deputi Pengendalian dan Pelaksanaan Penanaman Modal BKPM Azhar Lubis. Keduanya yakin arus investasi Jepang di Indonesis terus meningkat. Terlebih lagi, Pemerintah Jepang terus mendorong para pengusahanya untuk menjadikan Indonesia sebagai tujuaan investasi terbesar Jepang di luar negeri. "Ke depan, saya yakin investasi Jepang di Indonesia akan naik, bahkan peningkatannya melebihi pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) Indonesia," jelas Sonny. Saat ini, menurut Sonny, Jepang sedang memasang strategi menjadikan Indonesia sebagai basis pasar sekaligus basis produkdsi menjelang terintegrasinya pasar Asean mulai 2015.
Dengan memilih Indonesia, Jepang juga dapat pasar Asean. Di era Orde Baru, Jepang pernah menjadikan Indonesia sebagai negara tujuan investasi utama di luar negeri, namun kemudian Jepang melirik negara lain. "Kami berharap pemerintah menindaklanjuti hal ini dengan mendorong Jepang dari sisi capacity building," jelas dia. Untuk itu, menurut Sonny, Pemerintah Indonesia perlu menggenjot research and development (R&D). Sayangnya, anggaran R&D dari pemerintah sangat terbatas. "Transfer teknologi sulit kalau kita tidak jemput bola dan mempersiapkan diri. Jangan hanya mengandalkan Jepang," tutur dia.
Menurut Azhar Lubis, Jepang tergolong agresif berinvestasi di Indonesia. Sebaliknya, Pemerintah Indonesia juga agresif menarik investor Jepang. "Lihat saja, menteri-menteri kita terus melobi Jepang, begitu pula dengan BKPM. Baru-baru ini, misalnya, ada sekitar 1.400 investor asal Jepang dari 40 sektor industri menyatakan tertarik dan menjajaki peluang bisnis di Indonesia," tutur dia. Dia mengakui, para pengusaha Jepang itu tidak langsung berinvestasi sekarang. Mereka kemungkina masuk 1-2 tahun lagi. "Biasanya begitu.
BKPM mengarahkan mereka untuk investasi ke sektor-sektor bernilai tambah tinggi bagi perekonomian, termasuk sektor padat karya, barang modal, dan teknologi," jelas Azhar.
Sebelumnya, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe sepakat untuk meningkatkan investasi di berbagai bidang di Indonesia. Kesepakatan itu terungkap saat keduanya bertemu di Istana Merdeka, Jakarta, Januari 2013). Para investor Jepang berkomitmen untuk mengembangkan investasi di Indonesia. "Pebisnis Jepang meminta lahan 3.000 hektare di Karawang untuk ekspansi selama 15 tahun ke depan. Mereka juga minta tambahan infrastruktur seperti pelabuhan yang dekat dengan lokasi," kata Menteri Perindustrian MS Hidayat, beberapa waktu lalu.
Tahun lalu, Indonesia menempati posisi ketigas sebagai negara tujuan investasi pengusaha Jepang setelah Tiongkok dan India. Mulai 1997, secara perlahan, Jepang mulai 'meninggalkan' Indonesia. Pada 2006, Indonesia hanya berada di urutan ke-9 sebagai tujuan investasi Jepang. Sejak PM Abe memimpin Jepang pada 2007, para pengusaha Negeri Matahari Terbit itu kembali melirik Indonesia. Selain Jepang, menurut Chatib Basri, pengusaha AS terlihat mulai antusias untuk berinvestasi di Indonesia. Hal itu sudah diperlihatkan oleh General Motors, Cargill Cocoa and Chocolate, dan Apple Inc. Dalam waktu dekat, Ketiga perusahaan AS itu merealisasikan investasinya. Produsen otomotif Jerman, Volk Wagen (VW) juga berniat masuk ke Indonesia."Mereka menunjukkan keseriusannya untuk berinvestasi di sini," ujar Chatib. Dia menambahkan, realisasi investasi asing di lima sektor utama adalah pertambangan US$ 1,4 miliar, industri kimia dasar, barang kimia dan farmasi US$ 1,2 miliar, industri logam, mesin dan elektronik US$ 1,0 miliar, industri alat angkutan US$ 0,9 miliar dan industri kertas dan percetakan US$ 0,6 miliar.
" Kalau untuk lokasi proyek PMA, Jawa Barat menjadi yang terbesar dengan nilai investasi US$ 1,3 miliar yang disusul Banten US$ 1,1 miliar dan Papua US$ 0,8 miliar," tutur dia. Realisasi Investasi Naik 30,6% Selama tiga bulan pertama tahun ini, BKPM mencatat, realisasi investasi di Indonesia mencapai Rp 93 triliun, naik 30,6% dibanding periode sama 2011 yang sebesar Rp 71,2 triliun. Rinciannya, penanaman modal asing (PMA) sebesar Rp 65,5 triliun, meningkat 27,2% dari periode sama 2011 sebesar Rp 51,5 triliun. Dalam periode tersebut, realisasi penanaman modal dalam negeri (PMDN) tercatat Rp 27,5 triliun, naik 39,6% dibanding periode sama 2012.
"BKPM bersama-sama dengan kementerian teknis dan pemerintah daerah akan terus meningkatkan mutu pelayanan kepada investor, menyederhanakan prosedur, dan mempercepat perizinan yang terkait investasi," kata Chatib.
Chatib Basri mengakui, ada tendensi perlambatan investasi terutama di sektor industri yang berorientasi ekspor. Namun, ia yakin target realisasi sebesar Rp 390,3 triliun tercapai. "Kami terus memonitor berbagai rencana pembangunan dan penyediaan Infrastruktur," jelas dia.
Dari total investasi sebesar Rp 93 triliun, Pulau Jawa menyerap sekitar Rp 48,6 triliun (52,3%)n dan di luar Jawa sebesar Rp 44,4 triliun (47,7%). Realisasi investasi di Jawa lebih rendah 0,5% dari periode sama tahun lalu mencapai 52,8%. Sebaliknya, realisasi investasi di luar Jawa meningkat 0,5% dari sebelumnya 47,2%.
Di tempat terpisah, Plt Menteri Keuangan (Menkeu) Hatta Rajasa optimistis kinerja investasi akan terus meningkat. Ia mengakui, penurunan impor barang modal bisa berdampak pada penurunan investasi. "Memang ada tanda-tanda investasi menurun, tapi saya yakin akan naik lagi. Mungkin itu siklus," jelas dia Jakarta, Senin (22/4).
Menurut Hatta, pemerintah telah menyadari adanya tanda-tanda penurunan investasi. Oleh karena itu, ia mengimbau semua pihak untuk mendorong kembali investasi. Realisasi investasi kuartal I-2013 mencerminkan arus investasi ke Indonesia masih tinggi. "Itulah yang kita harapkan, transaksi modal bisa menjaga neraca pembayaran kita," tukas dia.
Untuk menggenjot pertumbuhan investasi asing, menurut Hatta, pemerintah akan memperbaiki daftar negatif investasi (DNI). Pemerintah juga telah memberikan berbagai insentif fiskal dan memprioritaskan percepatan belanja di seluruh kementerian dan lembaga.
Wakil Menkeu Mahendra Siregar menambahkan, pelambatan pertumbuhan investasi dari 32,6% (kuartal I-2012) menjadi 30,6% (kuartal I-2013) belum mencerminkan perubahan mendasar. "Pertumbuhan sebesar 30,6% cukup tinggi dan masih merupakan bagian dari tren penguatan investasi," tutur dia. Dia menilai, impor barang modal yang cenderung menurun bukanlah tanda perlambatan tetapi merupakan siklus. "Artinya, ada tingkat penanaman modal di awal, ada yang menengah konstruksinya atau yang terakhir. Itu biasa fluktuasinya. Investasi tumbuh 30% itu tinggi sekali, dibandingkan global yang melemah," jelas dia.
Mahendra optimistis, target realisasi investasi tahun ini sebesar Rp 390 triliun dapat tercapai. Sementara itu, Plt Kepala Badan Kebijakan Fiskal Kemenkeu Bambang S Brodjonegoro menuturkan, pemerintah akan mendorong perbaikan iklim investasi, termasuk dari sisi fiskal dengan memberikan insentif sesuai kebutuhan investor. "Kita akan pikirkan bagaimana mendorong investasi dari sisi fiskal," ungkap dia.
Menurut Bambang, pemerintah akan mendorong investasi asing yang bersifat intermediate untuk mengurangi beban di neraca pembayaran dan transaksi berjalan. "Lebih ke hulu lah yang mau kita dorong, kalau sekarang hilirnya yang berkembang, kita dorong ke arah intermediate. Kalau intermediate sudah bagus, kita dorong ke hulu," tambah dia.
Daftar Pustaka :
- CaraInvestasibisnis, November 11,2015. definisi dan pengertian imvestasi yang wajib amda pahami dalam https://carainvestasibisnis.com/definisi-dan-pengertian-investasi/
- Kementerian Perindustrian Republik Indonesia. Berita Industri dalam http://kemenperin.go.id/artikel/6113/jepang-Investor-Nomor-Satu
- Bytar, Juni 26, 2016. Pengertian, Fungsi, Tujuan Dan Jenis Investasi Beserta 5 Manfaatnya Terlengkap dalam http://www.gurupendidikan.co.id/pengertian-fungsi-tujuan-dan-jenis-investasi-beserta-5-manfaatnya-terlengkap/#
Langganan:
Postingan (Atom)



