.

Tampilkan postingan dengan label @C20-Tania. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label @C20-Tania. Tampilkan semua postingan

Minggu, 15 Juli 2018

SISTEM EKONOMI TERPUSAT

 Oleh : Tania S Fajrin 416171010043

Abstrak
Sistem ekonomi memiliki banyak kegunaan yang fungsi sangat vital bagi perekonomian suatu negara di seluruh dunia ini, salah satunya adalah pada sistem ekonomi terpusat.

Kata Kunci
Sistem ekonomi terpusat, ekonomi, produksi, distribusi

PENGARUH PAJAK TERHADAP PENDAPATAN DAN KONSUMSI

 oleh : Tania S Fajrin 41617010043
Abstrak
Peran pajak sangat besar dalam pertumbuhan ekonomi suatu Negara sebagai salah satu pendapatan utama untuk membiayai segala macam kebutuhan.

Kata Kunci
Pajak, pendapatan, konsumsi, produksi

Selasa, 19 Juni 2018

PENGGOLONGAN INFLASI

 oleh : Tania S Fajrin 41617010043

Abstrak
Inflasi disebabkan oleh tarikan permintaan dan juga desakan produksi (distribusi kurang). Inflasi memiliki beberapa dasar penggolangan.

Kata Kunci
inflasi, permintaan, barang-barang, konsumen

Pendahuluan
Menurut Lahnerinflasi mengungkapkan bahwa Inflasi yaitu suatu keadaan yang di mana sudah terjadinya kelebihan dari suatu permintaan atas barang-barang di dalam suatu perekonomian dengan cara menyeluruh. Penyebab terjadinya inflasi itu sendiri, diantaranya ada 2 hal yang menyebabkan keduanya ialah, tarikan permintaan dan juga desakan produksi/sama halnya dengan distribusi kurang. Keduanya dipengaruhi 2 faktor yang beda, yang mana pada sebab tarikan permintaan itu dipengaruhi oleh peran negara dalam kebijakan moneter.dan yang kedua di pengaruhi oleh peran nega dalam kebijakan eksekutor yang dalam hal ini dipegang oleh pemerintah, kebijakan meliputi pembangunan infrastuktur , regulasi , dan masih banyak lagi .
Di samping itu Inflasi memiliki dampak positif dan dampak negatif tergantung parah atau tidaknya inflasi. Apabila inflasi itu ringan, justru mempunyai pengaruh yang positif dalam arti dapat mendorong perekonomian lebih baik, yaitu meningkatkan pendapatan nasional dan membuat orang bergairah untuk bekerja, menabung dan mengadakan investasi. Sebaliknya, dalam masa inflasi yang parah, yaitu pada saat terjadi inflasi tak terkendali (hiperinflasi), keadaan perekonomian menjadi kacau dan perekonomian dirasakan lesu. Orang menjadi tidak bersemangat kerja, menabung, atau mengadakan investasi dan produksi karena harga meningkat dengan cepat.

Permasalahan
1.       Apa saja penggolongan inflasi?

Pembahasan
Penggolongan Inflasi
Berdasarkan Asal Timbulnya Inflasi
1.       Inflasi yang berasal dari dalam negeri, misalnya sebagai akibat terjadinya defisit anggaran belanja yang dibiayai dengan cara mencetak uang baru dan gagalnya pasar yang berakibat harga bahan makanan menjadi mahal.
2.       Inflasi yang berasal dari luar negeri, yaitu inflasi sebagai akibat naiknya harga barang impor. Hal ini bisa terjadi akibat biaya produksi barang di luar negeri tinggi atau adanya kenaikan tarif impor barang. 

Berdasarkan Cakupan Pengaruh Kenaikan Harga
1.       Inflasi tertutup (closed inflation)
Jika terjadi kenaikan harga secara umum hanya berkaitan dengan beberapa barang tertentu secara kontinu
2.       Inflasi terbuka ( open inflation)
Apabila kenaikan harga terjadi secara keseluruhan
3.       Inflasi yang tidak terkendali (hyper inflation)
Apabila serangan inflasi demikian hebatnya dan setiap saat harga-harga terus berubah dan meningkat sehingga orang tidak dapat menahan uang lebih lama disebabkan nilai uang terus merosot

Berdasarkan Parah atau Tidaknya Inflasi
1.       Inflasi ringan (di bawah 10%setahun),
2.       Inflasi sedang(antara 10% - 30% setahun),
3.       Inflasi berat (antara 30% - 100% setahun), dan
4.       Inflasi tak terkendali (di atas 100% setahun).

Penggolongan inflasi berdasarkan parah atau tidaknya ini berguna untuk melihat dampak dan inflasi yang bersangkutan. Apabila inflasi itu ringan, justru mempunyai pengaruh yang positif dalam arti dapat mendorong perekonomian untuk berkembang lebih baik, yaitu meningkatkan pendapatan nasional dan membuat orang menjadi bergairah untuk bekerja, menabung, dan mengadakan investasi. Sebaliknya, dalam masa inflasi yang parah, baru pada saat terjadi inflasi tak terkendali (hyper inflation) keadaan perekonomian menjadi kacau dan perekonomian dirasakan lesu, orang menjadi tidak bersemangat bekerja. menabung atau mengadakan investasi dan produksi karena harga meningkat dengan cepat, para penerima pendapatan tetap seperti pegawai negeri atau karyawan swasta serta kaum buruh akan kewalahan menanggung dan mengimbangai harga sehingga hidup mereka menjadi semakin merosot dan terpuruk dan wakru ke waktu.
Demikian juga pengusaha yang bergerak dalam menghasilkan barang. Kenaikan harga yang begitu cepat, menyebabkan mereka takut memproduksi barang, karena seringkali pada saat barang siap dijual, harga jual tidak dapat menutupi biaya untuk membeli bahan mentah dan pembantu berikutnya karena harga sudah meningkat lagi, sehingga orang yang memiliki modal lebih mudah berspekulasi dengan membeli barang, kemudian menyimpannya dan menjualnya saat harga tertinggi. 
Dengan kata lain, investasi dan produksi digantikan dengan penumpukan barang sebagai akibat barang dan jasa semakin langka, harga semakin cepat naiknya, nilai uang merosot luas dan selanjutnya bila semua orang beranggapan harga akan selalu menjadi lebih tinggi di kemudian, akan semakin memperparah keadaan perekonomian.

Kesimpulan
Inflasi disebabkan oleh tarikan permintaan dan juga desakan produksi (distribusi kurang). Inflasi memiliki beberapa dasar penggolangan. Diantaranya adalah berdasarkan asal timbulnya ( inflasi dalam negri dan inflasi luar negri), berdasarkan cangkupan pengaruh kenaikan harga ( tertutup, terbuka, tak terkendali), berdasarkan parah atau tidaknya ( ringan, sedang, berat, tak terkendali).

Daftar Pustaka
Handira, 2010. Penggolongan Inflasi. Hellahandira.blogspot.com. dalam http://hellahandira.blogspot.com/2010/11/penggolongan-inflasi.html. Diunduh 16 Juni 2018
Yudhistira. Penggolongan Inflasi Beserta Jenis. Tugassekolah.com. dalam http://www.tugassekolah.com/2017/06/penggolongan-inflasi-beserta-jenis-dan.html. Diunduh 16 Juni 2018
Anggailina, 2011. Pengertian Penyebab dan Penggolongan. Anggailina.blogspot.com. dalam http://anggailina.blogspot.com/2011/01/pengertian-penyebab-dan-penggolongan.html. Diunduh 16 Juni 2018

SIKLUS EKONOMI INDONESIA

 oleh : Tania S Fajrin 41617010043


Abstrak
Kegiatan dalam perekonomian berfluktuasi dari tahun ke tahun. Selain itu juga dalam perekonomian mempunyai siklus ekonomi. Ada yang berdurasi pendek, panjang dan sangat panjang. Dalam ilmu ekonomi, gerak naik turun tersebut dikenal dengan siklus ekonomi (business cycle)

Kata Kunci
Ekonomi, siklus ekonomi, jangka pendek, jangka menengah, jangka panjang, pengangguran

Pendahuluan
Perekonomian yang ideal adalah perekonomian yang terus menerus bertumbuh, tanpa satu tahun atau bahkan satu triwulan pun mengalami penurunan. Pertumbuhan tersebut disertai stabilitas harga dan kesempatan kerja yang terbuka luas neraca perdagangan dan neraca pembayaran pun mengalami surplus yang baik. Perekonomian seperti ini dipercaya akan mampu memberikan kemakmuran dan keadilan bagi rakyatnya dari generasi ke generasi. perekonomian umumnya mengalami gelombang pasang surut. Gelombang naik turun tersebut relatif teratur dan terjadi berulang-ulang dengan rentang waktu yang bervariasi. Ada yang berdurasi pendek, panjang dan sangat panjang. Dalam ilmu ekonomi, gerak naik turun tersebut dikenal dengan siklus ekonomi (business cycle). Kegiatan dalam perekonomian berfluktuasi dari tahun ke tahun. Selain itu juga dalam perekonomian mempunyai siklus ekonomi.

Permasalahan
1.       Apa itu siklus ekonomi?
2.       Berapa fase dalam siklus ekonomi?
3.       Apa saja faktor-faktor siklus ekonomi?
4.       Bagaimana siklus ekonomi di Indonesia?

Pembahasan
Menurut Sumarsono (2016) Siklus ekonomi adalah periode yang terulang secara teratur dalam pengembangan sebuah pasar perekonomian. Menurut Kusnendi (dalam Modul Makroekonomi), siklus bisnis ekonomi adalah fluktuasi pertumbuhasn ekonomi disekitar trendnya yang meliiputi masa depresi, recovery, boom, dan resesi. Keseluruhan trend dari pertumbuhan ekonomi disertai dengan adanya fluktuasi secara periodik dalam aktivitas perekonomian, yaitu : kemunduran dan perluasan yang terjadi secara silih berganti pada produksi, investasi, peningkatan dan penurunan pada level pendapatan, ketenagakerjaan, harga-harga, suku bunga dan rate pada sekuritas. Siklus aktivitas ekonomi meliputi 4 fase berikut : Ekspansi, Peak, Resesi dan bottom. Berikut adalah penjelasan mengenai 4 fase tersebut :
ü  Ekspansi
Setelah mencapai titik terendah pada sebuah siklus ada sebuah fase pemulihan, yang ditandai dengan adanya pertumbuhan lapangan kerja dan produksi.
ü  Peak
Sebuah peak, atau puncak dari siklus bisnis, adalah titik tertinggi pada suatu pemulihan perekonomian. Pada titik ini, pengangguran mencapai titik terendah atau bahkan tidak ada sama sekali dan perekonomian berjalan dengan muatan maksimal (atau hampir), dimana seluruh modal dan sumber daya tenaga kerja pada negara tersebut terlibat dalam produksi.
ü  Resesi
Resesi adalah suatu periode pengurangan output dan aktivitas bisnis. Sebagai akibat dari pasar yang mengalami penurunan, yang biasanya ditandai dengan meningkatnya pengangguran.
ü  Bottom
Bottom pada siklus perekonomian adalah titik terendah pada produksi dan ketenagakerjaan. Dipercaya bahwa sampainya level/tahapan bottom memprediksikan bahwa akhir dari resesi pada tahapan pada siklus ini tidaklah lama. Namun sejarah mengetahui dan memprotes aturan ini. Depresi terbesar pada tahun 1930 bertahan hingga hampir 10 tahun lamanya.

Faktor-Faktor Siklus Ekonomi
Sewaktu yang dibutuhkan dalam pergerakan satu siklus telah suram menjadi pengamatan para cakap ekonomi. Mereka menemukan dalam beberapa variasi siklus.
1.       Siklus Jangka Pendek (Kitchin Cycle)
Durasi siklus jangka pendek sekeliling 40 bulan. Pola siklus ini ditemukan oleh Paul Kitchin (1923). Itulah sebabnya siklus ini dinamakan siklus Kitchin (Kitchin cycle).
Aspek – faktor yang diduga mempengaruhi siklus jangka pendek adalah pengaruh alamiah serta adat – istiadat ataupun kebiasaan.
2.       Siklus Jangka Menengah (Juglar Cycle)
Durasi siklus jangka menengah adalah berkisar 7-11 tahun. Pola siklus ini pertama kali ditemukan oleh Clement Jugalar (1860)
3.       Siklus Jangka Panjang (Kondratief Cycle)
Pola siklus jangka panjang pertama kali ditemukan oleh Nikolai D. Kondratief (1925).
Durasi siklusnya berkisar 48-60 tahun. Kadang-kadang mereka disebut dengan nama-nama peneliti mereka.
·         Siklus Investasi (7-11 tahun) yang dipelajari dengan Clement Juglar.
·         Siklus penanaman Infrastruktur (15-25 tahun) yang dipelajari oleh Simon Kuznets.
·         Seri Kondratieff (45-60 tahun) yang digambarkan oleh ekonom Rusia Nikolai Kondratiev.
·         Siklus Forrester (200 tahun) dijelaskan oleh insinyur Amerika Jay inslee Forrester.

Siklus Ekonomi Indonesia
a.       Periode 1969-1995
1.       Indikator PDB Rill
Pada tahun 1969-1994 terus mengalami pertumbuhan, dalam arti selama PJP I tak sekalipun perekonomian Indonesia mengalami kontraksi (pertumbuhan negatif). Kondisi paling buruk yang dialami hanyalah pertumbuhan seperti di tahun 1982 (2,3% pertahun) atau 1985 (2,4% per tahun).
2.       Indikator Pertumbuhan Ekonomi
Tingkat pertumbuhan ekonomi yang sangat fluktuatif disebabkan perekonomian Indonesia sangat tergantung pada kondisi eksternal. Misalnya pertumbuhan ekonomi yang tinggi selama periode 1970-an, khususnya 1971-1973 disebabkan membubungnya harga minyak bumi, yang meningkatkan penerimaan ekspor migas. Minyak inilah yang dimanfaatkan pemerintah untuk meningkatkan APBN, selama PJP1 merupakan salah satu mesin utama pertumbuhan ekonomi.
Sedangkan pertumbuhan ekonomi yang rendah, terutama pada periode 1982, disebabkan perekonomian dunia mengalami resesi. Melemahnya perekonomian dunia bermakna melemahnya permintaan terhadap ekspor Indonesia, yang pada gilirannya akan melemahkan kemampuan Indonesia mengimpor bahan baku dan barang modal guna meningkatkan produksi.
b.      Krisis Ekonomi 1998
Krisis ekonomi Indonesia merupakan konsekuensi dari mekanisme pasar yang ditempuh pemerintah. Risiko dari mekanisme pasar adalah kegagalan pasar, yang disebabkan ketidaksempurnaan informasi atau penyimpangan moral para pelaku ekonomi.

Siklus Ekonomi berdasarkan Indikator Pertumbuhan Ekonomi
Pada saat krisis ekonomi melanda negeri ini (1997-1999), perekonomian Indonesia memiliki rata-rata pertumbuhan ekonomi yang sangat rendah yaitu sekitar -2,68 persen. Pertumbuhan ekonomi paling rendah terjadi pada tahun 1998, dimana pertumbuhan ekonomi Indonesia pada saat itu adalah -13,1 persen dinamakan depresi(depression) dan menjadi pertumbuhan terendah yang pernah dimiliki oleh Indonesia. Perlambatan pertumbuhan ekonomi ini sebenarnya sudah mulai terjadi pada tahun 1997, pertumbuhan ekonomi saat itu sebesar 5,0 persen dinamakan titik kulminasi (peak) , turun sebesar 3,19 persen dari tahun sebelumnya. Kemudian pada tahun 1998 pertumbuhan ekonomi Indonesia turun lebih besar lagi akibat adanya krisis ekonomi, yaitu turun sampai 8,1 persen dari tahun sebelumnya. Pada tahun 1999 perekonomian Indonesia mulai membaik dinamakan titik kulminasi(peak), hal ini terlihat dari angka pertumbuhan ekonomi yang berhasil naik 12,3 persen dari pertumbuhan tahun 1998.
Pada periode pemulihan setelah krisis ekonomi (2000-2007) pertumbuhan ekonomi Indonesia kembali naik, yaitu sebesar 4,9 sampai 6,4 persen dengan rata-rata pertumbuhan pada periode tersebut sekitar 5,0 persen. Pada tahun 2008 perekonomian dunia diguncangkan dengan adanya krisis global, namun adanya krisis global ini ternyata tidak terlalu berpengaruh pada pertumbuhan ekonomi Indonesia. Pertumbuhan ekonomi Indonesia tidak mengalami penurunan,melainkan naik sebesar 0,1 persen dibandingkan pertumbuhan pada tahun 2007.

Kesimpulan
Siklus ekonomi adalah periode yang terulang secara teratur dalam pengembangan sebuah pasar perekonomian. Terdapat 4 fase dalam siklus ekonomi Ekspansi, Peak, Resesi dan bottom. Siklus ekonomi dapat digambarkan sebagai gelombang naik-turun aktivitas dengan anatomi siklus ekonomi. Faktor-faktor siklus ekonomi dilihat dari jangka watunya : jangka pendek, jangka menengah, jangka panjang. Dari tahun ketahun Indonesia mengalami siklus ekonomi.

Daftar Pustaka
Azizahayu. Siklus Ekonomi. Azizahayu.wordpress.com. dalam https://azizahayu.wordpress.com/tag/siklus-ekonomi/ . diunduh 12 Juni 2018
Sumarsono, Ahmad 2016. Siklus Ekonomi Indonesia. Ahmdsumarsoson.blogspot.com. dalam http://ahmdsumarsoson.blogspot.com/2016/05/siklus-ekonomi-indonesia.html. Diunduh 12 Juni 2018
Pengertian Faktor dan Elemen Siklus Eonomi Indonesia Menurut Pengamat Ekonomi. Dosenpendidikan.com. Dalam http://www.dosenpendidikan.com/pengertian-faktor-dan-elemen-siklus-ekonomi-indonesia-menurut-pengamat-ekonomi/. Diunduh 12 Juni 2018



Rabu, 16 Mei 2018

Uang Beredar dan Likuiditas Perekonomian

 oleh : Tania S Fajrin 41617010043

Abstrak
Uang beredar terdapat beberapa jenis dalam arti sempit dan luas. Likuiditas dalam istilah ekonomi merupakan posisi keuangan ataupun kekayaan sebuah organisasi perusahaan. Uang beredar dan likuiditas perekonomian keduanya sangatlah berkesinambungan.

Kata kunci
Uang, M1 dan M2, likuiditas, perekonomian

Pendahuluan
Uang adalah alat untuk memenuhi kebutuhan manusia. Uang memiliki peranan strategis dalam perekonomian terutama karena fungsi utamanya sebagai media untuk bertransaksi, sehingga pada awalnya sering diartikan bahwa uang adalah sesuatu yang dapat diterima umum sebagai alat pembayaran. Namun sejalan dengan perkembangan perekonomian, fungsi uang yang semula hanya sebagai alat pembayaran berkembang menjadi alat satuan hitung dan sebagai alat penyimpan kekayaan.
Hadirnya uang dalam sistem perekonomian akan mempengaruhi perekonomian suatu negaara, yang biasanya berkaitan dengan kebijakan-kebijakan moneter. Pada umumnya analisis ekonomi suatu negara ditentukan oleh analisis atas ukuran uang yang beredar. Pentingnya peranan uang menyebabkan perlunya mempelajari perkembangan serta perilakunya dalam suatu perekonomian. Uang beredar sering dikaitkan dengan suku bunga, pertumbuhan ekonomi, perkembangan harga, dsb. Jumlah uang beredar yang terlalu banyak dapat mendorong kenaikan harga barang-barang secara umum (inflasi). Sebaliknya, apabila jumlah uang beredar terlalu sedikit maka kegiatan ekonomi akan menjadi seret. Oleh karena itu, jumlah uang beredar perlu diatur agar sesuai kapasitas ekonomi (Nisa, 2009).

Permasalahan
1.       Apa yang dimaksud uang berdedar?
2.       Apa saja jenis uang beredar?
3.       Apa yang mempengaruhi faktor uang beredar?
4.       Apa yang dimaksud likuiditas ?
5.       Apa sajakah fungsi dari likuiditas?
6.       Persoalan dalam hubungan uang beredar dan likuidatas perekonomian

Pembahasan

Uang Beredar
Menurut Bank Indonesia dalam situs bi.go.id Uang Beredar adalah kewajiban sistem moneter (Bank Sentral, Bank Umum, dan Bank Perkreditan Rakyat/BPR) terhadap sektor swasta domestik (tidak termasuk pemerintah pusat dan bukan penduduk). Kewajiban yang menjadi komponen Uang Beredar terdiri dari uang kartal yang dipegang masyarakat (di luar Bank Umum dan BPR), uang giral, uang kuasi yang dimiliki oleh sektor swasta domestik, dan surat berharga selain saham yang diterbitkan oleh sistem moneter yang dimiliki sektor swasta domestik dengan sisa jangka waktu sampai dengan satu tahun. 
Menurut Ardra Jumlah uang beredar dapat didefinisikan menjadi dua pengertian, Pertama adalah uang beredar didefinisikan dalam arti sempit (disebut narrow money) yang dinotasikan dengan M1 dan kedua, uang besar dalamarti luas (disebut broad money) yang dinotasikan dengan M2.

Dalam arti yang sempit biasa dinotasikan dengan M1
Jumlah uang terdiri dari uang kartal (uang kertas, uang logam)  yang dipegang masyarakat dan uang giral (uang dalam bentuk giro berdenominasi Rupiah).

Dalam arti luas dinotasikan dengan M2
Jumlah uang beredar terdiri dari M1, uang kuasi (mencakup simpanan berjangka dalam rupiah dan valas, giro dalam valuta asing, serta tabugan), dan surat yang diterbitkan atau dikeluarkan oleh sistem moneter yang dimiliki pihak swasta domestik dengan sisa jangka waktu sampai satu tahun.

Faktor yang mempengaruhi Uang Beredar
Menurut Bank Indonesia dalam situs bi.go.id faktor yang mempengaruhi uang beredar adalah Aktiva Luar Negeri Bersih (Net Foreign Assets / NFA) dan Aktiva Dalam Negeri Bersih (Net Domestic Assets / NDA). Aktiva Dalam Negeri Bersih antara lain terdiri dari Tagihan Bersih Kepada Pemerintah Pusat (Net Claims on Central Government / NCG) dan Tagihan kepada sektor lainnya (sektor swasta, pemeritah daerah, lembaga keuangan dan perusahaan bukan keuangan) terutama dalam bentuk Pinjaman yang diberikan. 

Likuiditas Perekonomian
Menurut KBBI (kamus besar Bahasa Indonesia) sendiri, pengertian likuiditas adalah posisi uang ataupun kas suatu perusahaan dan kemampuannya untuk memenuhi kewajiban yang jatuh tempo tepat pada waktunya; kemampuan untuk memenuhi kewajiban membayar hutang tepat waktu.

Fungsi Likuiditas
Menurut Ibrahim likuiditas memiliki setidaknya empat fungsi utama bagi perusahaan yaitu :
1.       Sebagai media untuk menjalankan aktivitas bisnis sehari-hari
2.       Sebagai antisipator dana – dana yang dibutuhkan secara tiba-tiba atau pun mendesak
3.       Sebagai pemuas nasabah (khusus lembaga keuangan) yang ingin melakukan pinjaman ataupun penarikan dana
4.       Sebagai poin penentu tingkat fleksibelitas perusahaan dalam mendapatkan persetujuan investasi ataupun usaha yang menguntungkan

Uang Beredar dan Likuiditas Perekonomian
Uang beredar dan likuiditas perekonomian keduanya sangatlah berkesinambungan dalam perekonomian Indonesia. Contohnya dalam Uang beredar dalam arti luas atau M2:
Menurut Bank Indoneisa dalam situs bi.go.id Likuiditas perekonomian atau uang beredar dalam arti luas (M2) tumbuh meningkat pada awal 2018. Posisi M2 pada Januari 2018 tercatat Rp5.350,3 triliun atau tumbuh 8,4% (yoy), lebih tinggi dibandingkan dengan bulan sebelumnya yang tumbuh 8,3% (yoy). Berdasarkan komponennya, peningkatan pertumbuhan M2 bersumber dari komponen uang kuasi yang tumbuh 7,4% (yoy), meningkat dibandingkan dengan bulan sebelumnya yang tumbuh 6,8% (yoy). Di sisi lain, pertumbuhan komponen M1 (uang beredar dalam arti sempit) dan surat berharga selain saham mengalami perlambatan.
Berdasarkan faktor yang mempengaruhi, peningkatan pertumbuhan M2 dipengaruhi oleh ekspansi operasi keuangan Pemerintah Pusat (Pempus). Ekspansi operasi keuangan Pempus tersebut tercermin dari pertumbuhan tagihan bersih Pempus sebesar 4,2% (yoy) pada Januari 2018, setelah pada bulan sebelumnya tercatat mengalami kontraksi -5,8% (yoy). Sementara itu, kredit yang disalurkan perbankan pada Januari 2018 tercatat sebesar Rp4.661,0 triliun atau tumbuh 7,4% (yoy), lebih rendah dibandingkan dengan bulan Desember 2017 yang tumbuh 8,2% (yoy). Pertumbuhan aktiva luar negeri bersih juga tercatat tumbuh melambat dari 18,7% (yoy) pada Desember 2017 menjadi 17,5% (yoy) pada Januari 2018.
Suku bunga kredit sedikit mengalami peningkatan di tengah berlanjutnya penurunan suku bunga simpanan berjangka untuk tenor 1 bulan – 12 bulan. Pada Januari 2018, rata-rata tertimbang suku bunga kredit perbankan tercatat 11,32% atau naik 2 basis poin dari bulan sebelumnya. Di sisi lain, suku bunga simpanan berjangka dengan tenor 1, 3, 6, dan 12 bulan pada Januari 2018 masing-masing tercatat 5,72%, 6,03%, 6,49%, dan 6,68%, turun dibandingkan dengan bulan sebelumnya sebesar 5,81%, 6,11%, 6,61%, dan 6,88%. Peningkatan suku bunga simpanan berjangka hanya terjadi pada tenor 24 bulan yakni dari 6,73% menjadi 6,74% pada Januari 2018.

Kesimpulan
Uang beredar dalam arti sempit biasa dinotasikan dengan M1 (uang kartal dan uang giral), sedangkan dalam arti luas dinotasikan dengan M2 (Jumlah uang beredar terdiri dari M1, uang kuasi dan surat yang diterbitkan atau dikeluarkan oleh sistem moneter yang dimiliki pihak swasta domestik dengan sisa jangka waktu sampai satu tahun). likuiditas adalah posisi uang ataupun kas suatu perusahaan dan kemampuannya untuk memenuhi kewajiban yang jatuh tempo tepat pada waktunya; kemampuan untuk memenuhi kewajiban membayar hutang tepat waktu.

Daftar Pustaka
Ardra. Pengertian Uang Beredar dan Primer. Ardra.biz. dalam https://ardra.biz/ekonomi/ekonomi-makro/pengertian-uang-beredar-dan-primer/. Diunduh 16 Mei 2018
Bank Indonesia. Bi.go.id. dalam https://www.bi.go.id/id/publikasi/perkembangan/Default.aspx . Diunduh 16 Mei 2018
Bank Indonesia. Uang Beredar Tumbuh Meningkat Pada Awal 2018. Bi.go.id. dalam  https://www.bi.go.id/id/ruang-media/info-terbaru/Pages/Uang-Beredar-Tumbuh-Meningkat-pada-Awal-2018.aspx. Diunduh 16 Mei 2018
Ibrahim. Pengertian Likuiditas Fungsi Likuiditas dan Komponen Didalamnya. Pengertiandefinisi.com. dalam https://pengertiandefinisi.com/pengertian-likuiditas-fungsi-likuiditas-dan-komponen-di-didalamnya/. Diunduh 16 Mei 2018
Nisa, 2009. Uang Beredar dan Faktor – Faktor yang Mempengaruhinya. Nisa8804.wordpress.com. dalam https://nisa8804.wordpress.com/2009/06/23/uang-beredar-dan-faktor-faktor-yang-mempengaruhinya/. Diunduh 16 Mei 2018

Jumat, 11 Mei 2018

Faktor yang Mempengaruhi Tingkat Investasi

 oleh : Tania S Fajrin 41617010043


Abstrak
Investasi merupakan salah satu variabel yang penting dalam sebuah perekonomian. Investasi bisa mempengaruhi perekonomian di Indonesia. Dengan begitu terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi tingkat investasi.

Kata kunci
Investasi, perekonomian, modal, peningkatan

Pendahuluan
Secara umum, pengertian dari investasi adalah penanaman aset atau dana yang dilakukan oleh sebuah perusahaan atau perorangan untuk jangka waktu tertentu demi memperoleh imbal balik yang lebih besar di masa depan. Ada banyak hal yang terlibat dalam aktivitas ini, dan beberapa di antaranya adalah jumlah dana dan tujuan dari investasi itu sendiri. Jadi, investasi adalah salah satu cara dalam mengembangkan jumlah uang atau harta yang Anda miliki saat ini. Sederhananya, Anda bermaksud untuk memperoleh dana lebih dari keuntungan di masa depan untuk mencapai tujuan tertentu. Sebut saja tujuan Anda adalah ingin membangun rumah, menyekolahkan anggota keluarga, atau membuka usaha (Madian, 2017)

Permasalahan
1.       Apa saja modal investasi?
2.       Kenapa investasi merupakan salah satu variabel yang penting dalam perekonomian?
3.       Apa saja faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat investasi?

Pembahasan
Modal Investasi mampu mengurangi kekurangan tabungan dan melalui pemasukan peralatan modal dan bahan mentah, dengan demikian menaikkan laju pemasukan modal. Selain itu, tabungan dan investasi yang rendah mencerminkan kurangnya modal di negara keterbelakangan teknologi. Bersamaan dengan modal uang dan modal fisik, modal Investasi yang membawa serta keterampilan teknik, tenaga ahli, pengalaman organisasi, informasi pasar, teknik-tekink produksi maju, pembaharuan produk dan lain-lain (Putri, 2010).
Menurut Prasetyo (2012) Investasi merupakan salah satu variabel yang penting dalam sebuah perekonomian :
ü  Pertama, investasi mendorong pertambahan pendapatan nasional (pertumbuhan ekonomi) secara berlipat ganda lewat proses multiplier. Maksudnya jika ada investasi Rp. 100 trilyun – misalnya- maka pertambahan pendapatan nasional akan lebih besar dari Rp. 100 trilyun.
ü  Kedua, investasi juga akan mendorong penciptaan lapangan kerja. Penciptaan lapangan kerja ini akan mengurangi pengangguran. Berkurangnya pengangguran akan mengurangi kemiskinan. Dan  berkurangnya kemiskinan akan berdampak pada teratasinya masalah-masalah ikutan lain seperti gizi buruk, buta huruf,kejahatan dan lain-lain.
ü  Ketiga, investasi juga bisa dipakai sebagai alat untuk pemerataan baik pemerataan antar daerah, antar sektor dan antar perorangan. Investasi sebagai alat pemerataan ini tentu saja tidak bisa dibiarkan berjalan sendiri atau dibiarkan berjalan menuruti mekanisme pasar tetapi harus ada intervensi pemerintah.
Menurut Prasetyo (2012) terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi tingkat investasi
1.       Suku Bunga
Suku bunga merupakan faktor yang sangat penting dalam menarik investasi karena sebagian besar investasi biasanya dibiayai dari pinjaman bank. Jika suku bunga pinjaman turun maka akan mendorong investor untuk meminjam modal dan dengan pinjaman modal tersebut maka ia akan melakukan investasi.
2.       Kondisi sarana dan prasarana
Prasarana dan sarana pendukung tersebut meliputi sarana dan prasarana transportasi, komunikasi, utilitas, pembuangan limbah dan lain-lain
3.       Birokrasi perijinan
Birokrasi perijinan merupakan faktor yang sangat penting dalam mempengaruhi investasi karena birokrasi yang panjang memperbesar biaya bagi investor. Birokrasi yang panjang akan memperbesar biaya bagi pengusaha karena akan memperpanjang waktu berurusan dengan aparat.
4.       Kualitas sumberdaya manusia
Manusia yang berkualitas akhir-akhir ini merupakan daya tarik investasi yang cukup penting. Sebabnya adalah tekhnologi yang dipakai oleh para pengusaha makin lama makin modern. Teknologi modern tersebut menuntut ketrampilan lebih dari tenaga kerja.
5.       Peraturan dan undang-undang ketenagakerjaan
Peraturan undang-undang ketenagakerjaan ini antara lain menyangkut peraturan tentang pemutusan hubungan kerja (PHK), Upah Minimum, kontrak kerja dan lain-lain.
6.       Stabilitas politik dan keamanan
Stabilitas politik dan keamanan penting bagi investor karena akan menjamin kelangsungan investasinya untuk jangka panjang.
7.       Faktor-faktor sosial budaya
Contoh faktor sosial budaya ini misalnya selera masyarakat terhadap makanan. Orang Jawa pedalaman misalnya lebih senang masakan yang manis rasanya, sementara masyarakat Jawa pesisiran lebih senang masakan yang asin rasanya.
8.       Pengaruh Nilai tukar
Secara teoritis dampak perubahan tingkat / nilai tukar dengan investasi bersifat uncertainty (tidak pasti). Shikawa (1994), mengatakan pengaruh tingkat kurs yang berubah pada investasi dapat langsung lewat beberapa saluran, perubahan kurs tersebut akan berpengaruh pada dua saluran, sisi permintaan dan sisi penawaran domestik. Dalam jangka pendek, penurunan tingkat nilai tukar akan mengurangi investasi melalui pengaruh negatifnya pada absorbsi domestik atau yang dikenal dengan expenditure reducing effect. Karena penurunan tingkat kurs ini akan menyebabkan nilai riil aset masyarakat yang disebabkan kenaikan tingkat harga-harga secara umum dan selanjutnya akan menurunkan permintaan domestik masyarakat.
9.       Tingkat Inflasi
Tingkat inflasi berpengaruh negatif pada tingkat investasi hal ini disebabkan karena tingkat inflasi yang tinggi akan meningkatkan resiko proyek-proyek investasi dan dalam jangka panjang inflasi yang tinggi dapat mengurangi rata-rata masa jatuh pinjam modal serta menimbulkan distrosi informasi tentang harga-harga relatif.

Kesimpulan
investasi adalah salah satu cara dalam mengembangkan jumlah uang atau harta yang Anda miliki saat ini. Investasi merupakan salah satu variabel yang penting dalam sebuah perekonomian : investasi mendorong pertambahan pendapatan nasional, investasi juga akan mendorong penciptaan lapangan kerja, investasi juga bisa dipakai sebagai alat untuk pemerataan. Terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi tingkat investasi yaitu suku bunga, kondisi sarana dan prasarana, birokrasi perijinan, kualitas sumberdaya manusia, peraturan dan undang-undang ketenagakerjaan, stabilitas politik dan keamanan, faktor-faktor sosial budaya, pengaruh nilai tukar, tingkat inflasi.

Daftar Pustaka

Madian, 2017. Pengertian Investasi dan Cara Berinvestasi. Akseleran.com. dalam https://www.akseleran.com/blog/pengertian-investasi-dan-cara-berinvestasi/ . diunduh 11 Mei 2018
Putri, 2010. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Investasi. Putrijulaiha.wordpress.com. https://putrijulaiha.wordpress.com/2010/12/26/99/. Diunduh 11 Mei 2018
Prasetyo, 2012. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Investasi Dalam Perekonomian Suatu Negara. Punyaprasetyo.wordpress.com. dalam https://punyaprasetyo.wordpress.com/category/perekonomian-indonesia/faktor-faktor-yang-mempengaruhi-investasi-dalam-perekonomian-suatu-negara/ . diunduh 11 Mei 2018
Wulandari, 2013. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi. Riskawulandari95.blogspot.co.id. dalam http://riskawulandari95.blogspot.co.id/2013/06/faktor-faktor-yang-mempengaruhi.html. Diunduh 11 Mei 2018




Sabtu, 14 April 2018

Metode Perhitungan Pendapatan Nasional

Abstrak
Konsep atau metode pendapatan nasional dapat dihitung melalui tiga metode pendekatan yaitu pendekatan produksi, pendekatan pendapatan, serta pendekatan pengeluaran.

Sabtu, 07 April 2018

Persoalan Ekonomi di Provinsi Kalimantan Barat

 Oleh : Tania S Fajrin

Abstrak
Provinsi Kalimantan Barat memiliki permasalahan ekonomi dalam beberapa faktor. Mulai dari kurangnya infrastruktur, banyaknya pengangguran, keterlambatan kinerja perekonomian.

Kamis, 05 April 2018

Pasar Pesaing Monopolistik

 oleh : Tania S Fajrin, @C20-Tania


Abstrak
Pasar monopolistik merupakan pasar yang menghasilkan barang serupa tetapi memiliki perbedaan dari aspek kelebihan, aroma, perbedaan, warna, kemasan/desain, dll. Pasar monopolistik lebih mementingkan citra yang baik dan bisa menjaga citra perusahaan yang baik.

Kata Kunci
Pasar, pasar monopolistik, produsen, produk

Pendahuluan
Dahululu seseorang untuk memenuhi kehidupannya dengan cara  bertukar barang dengan orang lain (barter). Namun, hal tersebut tidak efektif untuk dapat memenuhi kebutuhan. Karena terkadang barang yang ditukar tidak seimbang nilainya dengan barang yang didapat.  Setelah orang-orang mengenal uang maka sistem barter tidak lagi berlaku, akan tetapi yang ada adalah sistem jual beli. Pasar merupakan salah satu tempat krusial yang tidak dapat lepas dari kehidupan manusia. Manusia dalam memenuhi kebutuhannya pasti membutuhkan pasar, karena di pasar semua kebutuhan manusia tersedia. Pasar adalah sebuah tempat bertemunya pembeli dengan penjual guna melakukan transaksi ekonomi yaitu untuk menjual atau membeli suatu barang dan jasa atau sumber daya ekonomi dan berbagai faktor produksi yang lainnya. Pasar memiliki jenis-jenis menurut bentuk dan strukturnya : pasar persaingan sempurna, persaingan monopolistik, pasar oligopoli, serta pasar monopoli. 

Permasalahan
1.       Apa itu pasar monopolistik?
2.       Apa saja contoh dari pasar monopolistik?
3.       Bagaimana penyebab terjadinya pasar monopolistik?
4.       Apa saja ciri-ciri dari pasar monopolistik?
5.       Bagaimana karakteristik pasar  monopolistik?
6.       Apa saja kelebihan dan kekurangan pasar monopolistik?

Pembahasan
Pengertian Pasar Monopolistik
Pasar Monopolistik adalah salah satu bentuk pasar di mana terdapat banyak produsen yang menghasilkan barang serupa tetapi memiliki perbedaan dalam beberapa aspek. Penjual pada pasar monopolistik tidak terbatas, namun setiap produk yang dihasilkan pasti memiliki karakter tersendiri yang membedakannya dengan produk lainnya. Contohnya adalah : sabun, shampoo, pasta gigi, dll. Meskipun fungsi semua pasta gigi sama yakni untuk membersihkan gigi, tetapi setiap produk yang dihasilkan produsen yang berbeda memiliki ciri khusus, misalnya perbedaan aroma, perbedaan warna, kemasan, dan lain-lain. Karena perbedaan dan ciri khas dari suatu barang, konsumen tidak akan mudah berpindah ke merek lain, dan tetap memilih merek tersebut walau produsen menaikkan harga (Rahayu, 2011).
Pada pasar persaingan monopolistik, harga bukanlah faktor yang bisa mendongkrak penjualan. Bagaimana kemampuan perusahaan menciptakan citra yang baik di dalam benak masyarakat, sehingga membuat mereka mau membeli produk tersebut meskipun dengan harga mahal akan sangat berpengaruh terhadap penjualan perusahaan. Oleh karenanya, perusahaan yang berada dalam pasar monopolistik harus aktif mempromosikan produk sekaligus menjaga citra perusahaannya.
Penyebab Terjadinya Pasar Monopoli
Ada beberapa penyebab terjadinya pasar monopoli, di antara penyebabnya adalah sebagai berikut (Kurniawan, 2015) :
1.       Ditetapkannya Undang-undang (Monopoli Undang-undang). Atas pertimbangan pemerintah, maka pemerintah dapat memberikan hak pada suatu perusahaan seperti PT. Pos dan Giro, PT. PLN.
2.       Hasil pembinaan mutu dan spesifikasi yang tidak dimiliki oleh perusahaan lain, sehingga lama kelamaan timbul kepercayaan masyarakat untuk selalu menggunakan produk tersebut.
3.       Hasil cipta atau karya seseorang yang diberikan kepada suatu perusahaan untuk diproduksi, yang kita kenal dengan istilah hak paten atau hak cipta.
4.       Sumber daya alam. Perbedaan sumber daya alam menyebabkan suatu produk hanya dikuasai oleh satu daerah tertentu seperti timah dari pulau Bangka.
5.       Modal yang besar, berarti mendukung suatu perusahaan untuk lebih mengembangkan dan penguasaan terhadap suatu bidang usaha.
Ciri-Ciri Pasar Monopolistik
Menurut Sora (2015) ada beberapa ciri-ciri pasar monopolistik, yaitu :
1.       Terdapat banyak produsen/penjual.
Pasar ini memang memiliki banyak produsen, tapi pasar ini tidak memiliki produsen sebanyak pasar persaingan sempurna dan tidak ada satu pun produsen yang memiliki skala produksi yang lebih besar dari pada produsen lainnya.
2.       Adanya diferensiasi produk.
Pasar ini menjual produk yang cenderung sama, tapi memiliki banyak perbedaan khususnya dengan produk lain, seperti misalnya dari cara pengemasan, bentuk dan sebagainya.
3.       Produsen dapat mempengaruhi harga.
Di pasar ini dimana harga terbentuk berdasarkan dari mekanisme pasar, oleh sebab itu pasar monopolistik dapat mempengaruhi harga meskipun tidak sebesar pasar oligopoli maupun pasar monopoli.
4.       Produsen dapat keluar masuk pasar.
Dalam hal ini dipengaruhi oleh laba ekonomis, ketika produsen hanya sedikit di pasar maka laba ekonomisnya akan tinggi. Saat produsen semakin banyak, otomatis laba ekonomis akan semakin kecil, maka pasar semakin menjadi tidak menarik dan produsen dapat meninggalkan pasar.
5.       Promosi penjualan harus aktif.
Di pasar ini harga bukanlah merupakan pendongkrak jumlah pembeli atau konsumen, melainkan kemampuan produsen atau perusahaan untuk menciptakan citra yang baik dimata para konsumen, sehingga dapat menimbulkan fanatisme terhadap produk. Jadi, iklan atau promosi memiliki peran yang sangat penting dalam meraih dan mempertahankan banyak konsumen.
Karakteristik Pasar Monopoli
Pasar Monopolistik mempunyai beberapa karakteristik tersendiri (Yudie, 2013)
1.       Produk yang terdiferensiasi
·         Produk dapat dibedakan oleh konsumen dengan melihat siapa produsennya.
·         Barang-barang tersebut dapat diperbedakan oleh kualitas barangnya, model, bentuk, warna, bahkan oleh kemasan, merek,dan pelayanannya.
·         Konsumen dapat membedakan produk tertentu  kesukaannya dari produk perusahaan lainnya. Hal ini menyebabkan perusahaan memiliki daya monopoli, walau terbatas.
·         Diantara produk-produk dapat saling menjadi subtitusi
2.       Jumlah perusahaan banyak dalam industri
·         Contohnya dapat dilihat dengan begitu banyaknya merek pakaian dan sepatu.
·         Keputusan perusahaan tentang harga dan output tidak perlu harus memperhitungkan reaksi perusahaan lain dalam industri, karena setiap perusahaan menghadapi kurva permintaannya masing-masing.
3.       Bebas masuk dan keluar pasar
·         Laba super normal akan mengundang perusahaan baru untuk memasuki industri.
·         Bagi perusahaan eksisting bila tidak mampu bersaing maka lebih baik keluar agar kerugian tidak menjadi lebih besar.
Kelebihan dan Kekurangan Pasar Monopolistik
Pasar Monopolistik memiliki kelebihan dan kekurangan dalam dunia pasar (Harayati, Yuli 20007)
ü  Kelebihan :
1.       Banyaknya produsen di pasar memberikan keuntungan bagi konsumen untuk dapat memilih produk yang terbaik baginya. 
2.       Kebebasan keluar masuk bagi produsen, mendorong produsen untuk selalu melakukan inovasi dalam menghasilkan produknya. 
3.       Diferensiasi produk mendorong konsumen untuk selektif dalam menentukan produk yang akan dibelinya, dan dapat membuat konsumen loyal terhadap produk yang dipilihnya. 
4.       Pasar ini relatif mudah dijumpai oleh konsumen, karena sebagian besar kebutuhan sehari-hari tersedia dalam pasar monopolistik. 

ü  Kekurangan :
1.       Pasar monopolistik memiliki tingkat persaingan yang tinggi, baik dari segi harga, kualitas maupun pelayanan. Sehingga produsen yang tidak memiliki modal dan pengalaman yang cukup akan cepat keluar dari pasar. 
2.       Dibutuhkan modal yang cukup besar untuk masuk ke dalam pasar monopolistik, karena pemain pasar di dalamnya memiliki skala ekonomis yang cukup tinggi.
3.       Pasar ini mendorong produsen untuk selalu berinovasi, sehingga akan meningkatkan biaya produksi yang akan berimbas pada harga produk yang harus dibayar oleh konsumen.

Kesimpulan
Pasar monopolistik merupakan bagian dari jenis-jenis pasar dalam bentuk dan strukturnya. Pasar monopolistik adalah salah satu bentuk pasar di mana terdapat banyak produsen yang menghasilkan barang serupa tetapi memiliki perbedaan dalam beberapa aspek (kelebihan, aroma, perbedaan, warna, kemasan/desain, dll). Pasar monopolistik pada dasarnya  lebih mementingkan citra yang baik dan bisa menjaga citra perusahaan dengan baik. Pasar monopolistik memiliki banyak produsen dan konsumen (seimbang).

Daftar Pustaka
Hariyati, Yuli 2007. Kelebihan dan Kekurangan Pasar. Galinesia.com. dalam https://www.galinesia.com/2018/01/7-kelebihan-dan-kekurangan-pasar.html. Diunduh 4 April 2018
Kurniawan, Yusuf 2015. Contoh Monopoli Duopoli Oligopoli. Darealekonomi.blogspot.co.id. dalam http://darealekonomi.blogspot.co.id/2015/03/contoh-monopoli-duopoli-oligopoli-dan.html. Diunduh 4 April 2018
Rahayu, 2011. Pasar Monopolistik sana Oligopoly. Rahayu91.wordpress.com. dalam https://rahayu91.wordpress.com/2011/02/20/pasar-monopolistik-dan-oligopoly/. Diunduh 4 April 2018
Sora, 2015. Pengertian Pasar Monopolistik dan Ciri-Cirinya. Pengertianku.net. dalam http://www.pengertianku.net/2015/04/pengertian-pasar-monopolistik-dan-ciri-cirinya.html. Diunduh 4 April 2018.
Yudie, 2013. Karakteristik Pasar Monopolistik dan Oligopoli. Umy.ac.id. dalam http://blog.umy.ac.id/opissen/2013/04/09/karakteristik-pasar-monopolistik-dan-oligopoli/. Diunduh 4 April 2018