.

Tampilkan postingan dengan label @C06-Bendy. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label @C06-Bendy. Tampilkan semua postingan

Jumat, 06 Juli 2018

SIstem Ekonomi Liberal atau Kapitalis

@C06-Bendy, @Proyek-13
Oleh Bendy Emeraldi Alvaro





Abstrak
Masing masing negara mempunyai sistem untuk mengatur perekonomian negara tersebut, salah satunya sistem ekonomi liberal atau kapitalis. Dalam artikel ini saya akan membahas sistem liberal atau kapitalis.

KataKunci
Sistem, Ekonomi, Liberal, Kapitalis

Pendahuluan
Masalah ekonomi adalah masalah mendasar yang terjadi disemua negara. Oleh karena itu, dalam menyikapi permasalahan ekonomi ditiap negara, masing-masing negara menganut sistem ekonomi yang sesuai dengan kondisi dan ideologi negara tersebut.

Masalah ekonomi adalah masalah mendasar yang terjadi disemua negara. Oleh karena itu, dalam menyikapi permasalahan ekonomi ditiap negara, masing-masing negara menganut sistem ekonomi yang sesuai dengan kondisi dan ideologi negara tersebut.

Permasalahan
Apa pengertian sistem ekonomi liberal atau kapitalis?
Keuntungan apa yang didapat jika menggunakan sistem ekonomi liberal atau kapitalis?
Adakah kerugian jika menggunakan sistem ekonomi liberal atau kapitalis?
Negara mana saja yang menganut sistem ekonomi liberal atau kapitalis?

Pembahasan
Sistem ekonomi liberal/kapitalis adalah sistem ekonomi yang aset-aset produktif dan faktor-faktor produksinya sebagian besar dimiliki oleh sektor individu/swasta. Sementara tujuan utama kegiatan produksi adalah menjual untuk memperoleh laba. Sistem perekonomian/tata ekonomi liberal/kapitalis merupakan sistem perekonomian yang memberikan kebebasan kepada setiap orang untuk melaksanakan kegiatan perekonomian seperti memproduksi barang, menjual barang, menyalurkan barang dan lain sebagainya.
Dalam perekonomian liberal/kapitalis setiap warga dapat mengatur nasibnya sendiri sesuai dengan kemampuannya. Semua orang bebas bersaing dalam bisnis untuk memperoleh laba sebesar- besarnya dan bebas melakukan kompetisi untuk memenangkan persaingan bebas.

B.     Ciri-ciri Sistem Ekonomi Liberal/Kapitalis
Ciri-ciri dari sistem ekonomi liberal kapitalis antara lain :
1)Masyarakat diberi kebebasan dalam memiliki sumber-sumber produksi.
2)Pemerintah tidak ikut campur tangan secara langsung dalam kegiatan ekonomi.
3)Masyarakat terbagi menjadi dua golongan, yaitu golongan pemilik sumber daya produksi dan masyarakat pekerja (buruh).
4)Timbul persaingan dalam masyarakat, terutama dalam mencari keuntungan.
5)Kegiatan selalu mempertimbangkan keadaan pasar.
6)Pasar merupakan dasar setiap tindakan ekonom.
7)Biasanya barang-barang produksi yang dihasilkan bermutu tinggi.

C.    Keuntungan Sistem Ekonomi Liberal/Kapitalis
1)Menumbuhkan inisiatif dan kerasi masyarakat dalam kegiatan ekonomi, karena masyarakat tidak perlu lagi menunggu perintah dari pemerintah.
2) Setiap individu bebas memiliki untuk sumber-sumber daya produksi, yang nantinya akan mendorong partisipasi masyarakat dalam perekonomian.
3) Timbul persaingan semangat untuk maju dari masyarakat.
4)Mengahsilkan barang-barang bermutu tinggi, karena adanya persaingan semangat antar masyarakat.
5) Efisiensi dan efektifitas tinggi, karena setiap tindakan ekonomi didasarkan motif mencari keuntungan.

D.    Kelemahan Sistem Ekonomi Liberal/Kapitalis
1)Terjadinya persaingan bebas yang tidak sehat.
2) Masyarakat yang kaya semakin kaya, yang miskin semakin miskin.
3) Banyak terjadinya monopoli masyarakat.
4) Banyak terjadinya gejolak dalam perekonomian karena kesalahan alokasi sumber daya oleh individu.
5) Pemerataan pendapatan sulit dilakukan, karena persaingan bebas tersebut.

Negara yang menganut system perekonomian liberal atau kapitalis :
• Benua Amerika : AS, Argentina, Bolivia, Brazil, Chili, dll.
• Benua Eropa : Austria, Belgia, Kroasia, Cekoslavia, dll.
• Benua Asia : India, Iran, Thailand, Jepang, Filipina, dll.
• Benua Afrika : Mesir, Senegal, Afrika Selatan.
• Kepulauan Oceania : Australia dan Selandia baru.

Kesimpulan
Setiap negara tentunya memiliki kondisi atau ideologi yang berbeda, sama halnya dengan sistem ekonomi. Sistem ekonomi liberal ini bisa disebut dengan istilah sistem ekonomi pasar. Dimana yang menjadi peran utama, pilar atau tiang utama adalah mekanisme pasar dan pihak swasta. Salah satu kebaikan dari sistem ekonomi pasar ini adalah kreativitas masyarakat lebih berkembang dan lebih efesien dalam memecahkan masalah ekonomi. Sedangkan keburukannya adalah persaingan yang lebih mengutamakan kepentingan pribadi bukan kepentingan rakyat. Negara-negara yang menganut sistem ini antar lain, USA, Argentina, Brazil, Perancis, jerman, Yunani, Korea Selatan, Thailand, Australia, Afrika Selatan dan sebagainya.

Daftar Pustaka
-Firdi Reza Farabi.2015.Sistem Perekonomian Liberal, Kapitalis, dan Campuran.Dalam http://firdifarabi.blogspot.com/2015/03/sistem-perekonomian-liberal-kapitalis.html
-Kartika.2017.Makalah Sistem Ekonomi Liberal atau Kapitalis.Dalam https://kartikaimut69.blogspot.com/2017/08/makalah-sistem-ekonomi-liberalkapitalis.html
-Jasmita Nurazizah.2013.Sistem Ekonomi Liberal, Kapitalis, Campuran, Sosial, Pancasila.Dalam http://jasmita-official.blogspot.com/2013/03/sistem-ekonomi-liberal-campuran.html
-Vivi Noviana.2012.Sistem Ekonomi Liberal atau Kapitalis.Dalam http://febrienivivinoviana.blogspot.com/2012/03/sistem-ekonomi-liberalkapitalis.html
-Ikhsan Izumara.2012.Sistem Ekonomi Kapitalis (Liberal).Dalam https://ikhsanizumara049bhe.wordpress.com/2012/08/11/sistem-ekonomi-kapitalis/

Sabtu, 30 Juni 2018

Pengaruh Pajak Terhadap Keseimbangan Ekonomi


@C06-Bendy, @Proyek-12
Oleh Bendy Emeraldi Alvaro





Abstrak
Sistem perhitungan pajak setiap negara berbeda tergantung kepada kebijakan yang ditetapkan oleh pemerintahnya.Seiring dengan penyempurnaan yang dilakukan secara berkesinambungan, sistem perhitungan pajak di Indonesia telah beberapa kali mengalami perubahan.Hal tersebut tercermin dari perubahan yang terjadi pada undang-undang yang terkait dengan masalah perpajakan sebagai landasan hukum bagi berlakunya sistem perpajakan di Indonesia.Pajak merupakan sumber penerimaan negara yang utama.

KataKunci
Pajak, Negara, Warga Negara, Ekonomi.

Pendahuluan
Pajak adalah pungutan yang bersifat dipaksakan oleh negara kepada warga negaranya untuk memenuhi berbagai macam tuntutan dan perkembangan dalam pembangunan. Peran pajak sangat besar dalam pertumbuhan ekonomi suatu Negara sebagai salah satu pendapatan utama untuk membiayai segala macam kebutuhan.
Ada beberapa persoalan mendasar yang terkait dengan mempengaruh pajak dalam perekonomian. Dalam hal tersebut akan dibahas melalui pengaruh pajak terhadap kemampuan dan keinginan untuk melakukan pekerjaan, menabung, dan kemampuan serta keinginan untuk melakukan investasi.

Permasalahan
1. Apakah yang dimaksud dengan pajak, dan hal apa saja yang terkait dengan pajak?
3. Efek apakah yang ditimbulkan pajak terhadap perekonomian?
3. Apa tujuan dari pajak itu sendiri?
4. Pengaruh apa yang ditimbulkan pajak dalam produksi?

Pembahasan
Pajak merupakan suatu pungutan yang dipaksakan oleh pemerintah untuk berbagai tujuan, misalnya untuk membiayai penyediaan barang dan jasa publik, untuk mengatur perekonomian, dapat juga mengatur konsumsi masyarakat. Karena sifatnya yang dipaksakan tersebut maka pajak akan mempengaruhi perilaku ekonomi masyarakat atau seseorang.
   Pajak merupakan sumber penerimaan negara yang sangat penting dalam menopang pembiayaan pembangunan yang bersumber dari dalam negeri. Besar-kecilnya pajak akan menentukan kapasitas anggaran negara, baik untuk pembiayaan pembangunan maupun anggaran rutin. Pajak sebagai instrumen fiskal yang merupakan penerimaan negara kemudian menjadi suatu investasi pemerintah dan digunakan untuk memenuhi kemakmuran rakyat.

Efek Perpajakan Dalam Perekonomian
            Pajak merupakan suatu pungutan yang dipaksakan oleh pemerintah untuk berbagai tujuan, misalnya untuk membiayai penyediaan barang dan jasa publik, untuk mengatur perekonomian, dapat juga mengatur konsumsi masyarakat. Karena sifatnya yang dipaksakan tersebut maka pajak akan mempengaruhi perilaku ekonomi masyarakat atau seseorang.

Pengaruh Pajak Terhadap Produksi
            Pengaruh pajak terhadap produksi dapat dibagi dalam pengaruhnya terhadap produksi sebagai keseluruhan dan komposisi produksi. Pengaruhnya terhadap produksi sebagai keseluruhan berlangsung melalui pengaruh-pengaruhnya terhadap kerja, tabungan dan investasi. Kemudian lebih jauh lagi kita melihat pengaruh-pengaruh terhadap kerja, tabungan, dan investasi itu melalui kemampuan dan keinginan, yaitu kemampuan dan keinginan untuk bekerja, menabung dan mengadakan investasi.

Tujuan Perpajakan
Perlunya system perpajakan adalah untuk membiayai berbagai pengeluaran Negara. Tujuan dari perpajakan itu sendiri adalah untuk menekan konsumsi dan investasi dari system kegiatan social sehingga system administrasi dapat menyediakan barang dan jasa public, social atau kolektif dan dapat memberikan  subsidi kepada golongan miskin tanpa menimbulkan inflasi dan kesukaran dalam neraca pembayaran. Selain itu, perpajakan juga mempunyai tujuan sebagai sumber pendapatan Negara.

Kesimpulan
Pajak merupakan iuran wajib yang harus di bayar oleh setiap warga Negara Indonesia berdasarkan jenisnya masing-masing. Pajak juga berpengaruh dalam perekonomian dan produksi. Pajak mempunyai tujuan seperti memberikan subsidi kepada golongan miskin.

Daftar Pustaka
-Cici, Maisri.2014.Makalah Pengaruh Pajak dalam Perekonomian Indonesia.Dalam http://cicimaisri65.blogspot.com/2014/02/makalah-pengaruh-pajak-terhadap.html
-Zhelika, Nurtriani.2013.Pengaruh Pajak dalam Perekonomian.Dalam http://zhelikazheaa.blogspot.com/2013/05/pengaruh-pajak-terhadap-perekonomian.html
-Handoyono.2013.Pengaruh Pajak dalam Perekonomian.Dalam https://analisishands.blogspot.com/2012/04/pengaruh-pajak-terhadap-perekonomian.html
-Nunik, Septiani.2014.Pengaruh Pajak Terhadap Perekonomian.Dalam http://pos-ekonomi.blogspot.com/2014/11/pengaruh-pajak-terhadap-perekonomian.html
-Maudy, Citra.2014.Pengaruh Pajak Terhadap Perekonomian.Dalam http://mavitri.blogspot.com/2014/11/pengaruh-pajak-terhadap-perekonomian.html

Minggu, 10 Juni 2018

Tingkat Pengangguran di Jawa Barat


@C06-Bendy, @Proyek-11
Oleh Bendy Emeraldi Alvaro




Abstrak
Dalam artikel kali ini saya akan membahas tingkat pengganguran yang terjadi di Provinsi Jawa Barat.

KataKunci
Pengangguran, Inflasi

Pendahuluan
Pengangguran merupakan momok yang sangat sulit untuk diberantas di setiap negara. Banyak sekali tidak tersedianya lapangan pekerjaan, Tenaga ahli pun sangat sedikit, berbagai upaya telah dilakukan oleh setiap negara untuk mengurangi tingkat pengangguran. Seperti memberi pelatihan, berupa ilmu dan keahlian.

Permasalahan
Apa pengertian inflasi dan pengangguran?
Bagaimana kondisi pengangguran di daerah Jawa Barat?

Pembahasan
Kenaikan harga barang dapat bersifat sementara atau berlangsung terus-menerus. Ketika kenaikan tersebut berlangsung dalam waktu yang lama dan terjadi hampir pada seluruh barang dan jasa maka gejala ini disebut inflasi. Jadi, kenaikan harga pada satu atau dua jenis barang tidak dapat dikategorikan sebagai inflasi.
Dengan demikian, inflasi (inflation) adalah kenaikan harga barang-barang yang bersifat umum dan terus-menerus. Lawan dari inflasi adalah deflasi (deflation), yaitu kondisi di mana tingkat harga mengalami penurunan terus-menerus.
Dalam sensus penduduk 2001 mendefinisikan pengangguran sebagai orang yang tidak bekerja sama sekali atau bekerja kurang dari dua hari selama seminggu sebelum pencacahan dan berusaha memperoleh pekerjaan (BPS, 2001: 8).
Menurut Sukirno (2004: 28) pengangguran adalah jumlah tenaga kerja dalam perekonomian yang secara aktif mencari pekerjaan tetapi belum memperolehnya.

Provinsi Jabar hingga saat ini dinilai belum terbebas dari pengangguran.
Angka pengangguran di Jawa Barat meningkat dalam setahun terakhir, dari 9,08 persen pada 2012 menjadi 9,22 persen atau mencapai 1,87 juta orang, menurut data dari Badan Pusat Statistik (BPS) provinsi.

Peningkatan angka tersebut terjadi meski ada kenaikan pertumbuhan ekonomi provinsi pada kuartal tiga 2013 sebesar 2,37 persen dibandingkan kuartal dua. 
Kepala bidang statistik sosial BPS Jawa Barat, Dyah Anugrah mengatakan, peningkatan angka pengangguran itu terjadi karena penyerapan tenaga kerja pada sektor industri padat karya melemah.

Beberapa faktor mempengaruhi hal tersebut, ujarnya, diantaranya kenaikan harga bahan bakar minyak, melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika, kenaikan tarif dasar listrik dan kenaikan ongkos produksi. Kondisi tersebut berdampak pada melemahnya sektor industri padat karya yang umumnya adalah industri skala kecil atau mikro, katanya.
Berdasarkan proyeksi rencana tenaga kerja Provinsi Jabar, kata dia, pada 2018 diperkirakan akan ada 21.281.914 kesempatan kerja yang tercipta. Jumlah tersebut meningkat 2,25 persen dibandingkan 2017.
Pemerintah terus berupaya menurunkan angka pengangguran dengan melakukan berbagai strategi dan program kerja. Salah satu langkah nyata yang dilakukan Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) ialah dengan meluncurkan aplikasi pengantar kerja berbasis web e-pengantarkerja.kemnaker.go.id.

Saat ini berdasarkan data Badan Pusat Statistik ( BPS) tercatat terjadi penurunan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT), dari Februari 2017 sebesar 5,33 persen menjadi 5,13 persen pada Februari 2018. Dalam setahun terakhir, pengangguran berkurang 140 ribu orang.

Kesimpulan
Provinsi Jawa Barat belum terbebas dari masalah pengangguran, setiap tahunnya pun meningkat, beberapa upaya telah dilakukan pemerintah untuk mengurangi bahkan memberantas tingkat pengangguran di Provinsi Jawa Barat seperti meluncurkan aplikasi pengantar kerja.

Daftar Pustaka
-Gervin Nathaniel Purba.2018.Upaya Pemerintah Mengurangi Jumlah Pengangguran.Dalam http://news.metrotvnews.com/peristiwa/0k8ZZD9N-upaya-pemerintah-mengurangi-jumlah-pengangguran
-R.Teja Wulan.2013.Tingkat Pengangguran di Jawa Barat Naik.Dalam https://www.voaindonesia.com/a/tingkat-pengangguran-di-jawa-barat-naik/1796475.html
-Ahmad Fathono.2014.Pengertian Inflasi.Dalam https://www.zonasiswa.com/2014/08/pengertian-inflasi-lengkap.html
-Aviv Arifian Darmanto.2013.Pengangguran.Dalam https://avievarifian.wordpress.com/2013/01/29/penganguran/

Selasa, 29 Mei 2018

Durasi Siklus Ekonomi dan Faktor yang Mempengaruhinya


@C06-Bendy, @Proyek-10
Oleh Bendy Emeraldi Alvaro





Abstrak
Dalam artikel ini saya akan membahas bagiaman durasi siklus yang terjadi pada bidang ekonomi, dan faktor-faktor apa saja yang mempengaruhinya.

KataKunci
Durasi, Siklus, Ekonomi

Pendahuluan
Pada umumnya perekonomian mengalami gelombang pasang surut, setidaknya dilihat dari perkembangan tingkat output dan harga. Gelombang naik turun tersebut relatif teratur dan terjadi berulang-ulang dengan waktu (durasi) yang bervariasi. Ada yang berdurasi pendek (bulanan atau tahunan), panjang (belasan tahun), dan sangat panjang (puluhan tahun). Dalam ilmu ekonomi, gerak naik turun tersebut dikenal dengan siklus ekonomi (business cycle).

Permasalahan
1.Bagaimana durasi siklus ekonomi?
2.Faktor- faktor apa saja yang mempengaruhi siklus ekonomi?

Pembahasan
Definisi siklus ekonomi (business cycle) yang tercantun dalam kamus ekonomi adalah sebagai fluktuasi dari tingkat kegiatan perekonomian (PDB Riil) yang saling bergantian antara masa depresi dan masa kemakmuran (booms). Siklus ekonomi (business cycle) dapat diartikan pula sebagai fluktuasi aktivitas ekonomi dari trend pertumbuhan jangka panjang.

Durasi Siklus dan Faktor-Faktor yang Mempengaruhi

1.)    Siklus Jangka Pendek (Kitchin Cycle)
Durasi siklus jangka pendek sekitar 40 tahun. Pola siklus ini ditemukan oleh Joseph Kitchin (1923). Faktor-faktor yang diduga mempengaruhi siklus jangka pendek adalah pengaruh alamiah (nature) dan adat istiadat atau kebiasaan (custom). Yang termasuk pengaruh alamiah antara lain siklus iklim, pengaruh sinar matahari, curah hujan, kekuatan angin, dan gelombang laut. Misalnya, di Indonesia kegiatan penanaman padi akan memuncak pada musim penghujan. Pengaruh adat istiadat maupun kebiasaan terhadap aktivitas ekonomi jangka pendek juga terlihat. Di negara-negara barat pengaruh perayaan Natal dan Tahun Baru terhadap aktivitas perekonomian yang dapat disamakan dengan pengaruh bulan Ramadhan dan Hari Raya Lebaran terhadap perekonomian di Indonesia.

2.)    Siklus Jangka Menengah (Juglar Cycle)
Durasi siklus jangka menengah berkisar  7-11 tahun. Pola siklus ini pertama kali ditemukan oleh Clement Juglar (1860). Menurut ekonomi inggris, William Stanley Jevon siklus ekonomi di bumi dipengaruhi oleh faktor eksternal, yaitu siklus bintik matahari (sunspot) yang berdaur ulang 11 tahun sekali. Aktivitas bintik matahari menurut Jevon, akan mempengaruhi siklus iklim atau cuaca. Siklus iklim atau cuaca akan mempengaruhi output perekonomian, yang muaranya mempengaruhi output perekonomian nasional.

3.)    Siklus Jangka Panjang (Kondratief Cycle)
Pola siklus jangka panjang pertama kali ditemukan oleh Nicolai D. Kondratief (1925). Durasi siklus jangka panjang berkisar antara 48-60 tahun. Salah satu faktor yang berada di belakang siklus jangka panjang adalah ditemukan dan diterapkannya teknologi baru (invention and innovation). Contohnya, siklus jangka panjang yang terjadi di Amerika Serikat antara lain periode 1787-1842 dan 1843-1847.

Kesimpulan
Durasi siklus ekonomi dibagi menjadi 3 yaitu Siklus jangka pendek (Kitchin Cycle), Siklus Jangka Menengah (Juglar Cycle), Siklus Jangka Panjang (Kondratief Cycle) dan ada faktor yang mempengaruhi ketiga siklus tersebut, misalnya adat istiadat, sinar matahari, curah hujan.

Daftar Pustaka
-Muhammad, Nizar.2015. Teori Siklus Ekonomi, Anatomi Siklus Ekonomi, Durasi Siklus dan Faktor-Faktor yang Mempengaruhi, Siklus Ekonomi Kesempatan Kerja, Pengelolaan Siklus Ekonomi, Siklus Ekonomi Indonesia.Dalam http://nizaryudharta.blogspot.com/2015/03/teori-siklus-ekonomi-anatomi-siklus.html
-Dwi, Halimah.2014.Durasi siklus ekonomi dan faktor yang mempengaruhinya.Dalam http://dwi13028.blog.teknikindustri.ft.mercubuana.ac.id/?p=311
-Aldino, Suprima.2010.Durasi Ekonomi.Dalam http://aldinosuprima.blog.uns.ac.id/2010/05/19/siklus-ekonomi/
-Sari, Apriyani.2014.Durasi Ekonomi.Dalam http://apriyanis.blogspot.com/2014/01/siklus-ekonomi.html
-Ade, Damayanti.2014.Siklus Ekonomi Di Indonesia.Dalam http://adedamayanti.blogspot.com/2014/04/siklus-ekonomi-di-indonesia.html

Jumat, 18 Mei 2018

Dana Pensiun


@C06-Bendy, @Proyek-09
Oleh Bendy Emeraldi Alvaro





Abstrak
Dalam Artikel ini saya akan membahas apa itu dana pensiun yang diterima karyawan dari hasil kerjanya selama bekerja. Semoga artikel saya ini dapat membantu menambah ilmu bagi pembaca.

Kata Kunci
Uang, Pensiun, Karyawan, Program

Pendahuluan
Dana pensiun diselenggarakan dalam upaya memberikan jaminan kesejahteraan pada keryawan. Jaminan tersebut diberikan dalam bentuk manfaat dan imbalan pensiun pada saat karyawan tersebut memasuki masa pensiun atau mengalami kecelakaan. Jaminan tersebut akan membeeikan ketenangan pada karyawan karena adanya kepastian akan masa depannya. Secara psikologis, jaminan akan masa depan ini  akan meningkatkan motivasi kerja karyawan sehingga akan menguntungkan baik perusahaan maupun karyawan itu sendiri.

         Jaminan kesejahteraan yang dikemas dalam manfaat pensiun diberikan pada karyawan dan keluarganya secara berkala sesuai dengan cara yang ditetapkan dalam peraturan dana pensiun, yaitu Undang-Undang Nomor 11 Tahun 1992. Undang-undag tersebut didukung PP Nomor 76 1992 tentang dana Pensiun Pembari Kerja dan PP Nomor 77 tentang Dana Pensiun Lembaga keuangan. Perangkat-perangkat tersebut diundangkan dengan maksud untuk mendukung terselenggaranya pengelolaan dana pensiun yang dapat memberikan manfaat optimal bagi pesertanya.

Permasalahan
Apa pengertian dana pensiun?
Jelaskan Tujuan dan Fungsi Dana Pensiun Itu sendiri?
Adakah Landasan Hukum Operasional Dana Pensiun Tersebut?

Pembahasan
Dana Pensiun (Pension Funds) adalah sekumpulan aset yang dikelola dan dijalankan oleh suatu lembaga untuk menghasilkan suatu manfaat pensiun yaitu suatu pembayaran berkala yang dibayarkan kepada peserta pada saat dan dengan cara yang ditetapkan dalam ketentuan yang menjadi dasar penyelenggaraan program pensiun dimana pembayaran manfaat tersebut dikaitkan dengan pencapaian usia tertentu.
Dana pensiun menurut UU No. 11 Tahun 1992 tentang Dana Pensiun adalah badan hukum yang mengelola dan menjalankan program yang menjanjikan manfaat pensiun. Berdasarkan definisi di atas dana pensiun merupakan lembaga atau badan hukum yang mengelola program pensiun yang dimaksudkan untuk memberikan kesejahteraan kepada karyawan suatu perusahaan terutama yang telah pensiun.

Tujuan pemberian dana pensiun bagi lembaga pengelola dana pensiun
1.     Mengelola dana pensiun untuk memperoleh keuntungan dengan melakukan berbagai kegiatan investasi
2.     Turut membantu dan mendukung program pemerintah
3.     Sebagai bakti sosial terhadap para peserta.

Fungsi program pensiun antara lain:
1)      Asuransi
Peserta yang meninggal dunia atau cacat sebelum usia pensiun dapat diberikan uang pertanggungan atas beban bersama dari dana pensiun. Masa kerja para karyawan bukan harga mati. Apabila masa kerja karyawan belum mencapai masa kerja yang disyaratkan tetapi karyawan tersebut berhalangan tetap (cacat tetap sehingga tidak mungkin lagi bekerja atau meninggal) karyawan tersebut dijamin dapat memperoleh pensiun. Meskipun demikian jumlah yang diterima tidak penuh atau lebih sedikit bila dibandingkan karyawan yang memenuhi masa kerja sesuai dengan perhitungan semula.
2)      Tabungan
Himpunan iuran peserta dan iuran pemberi kerja merupakan tabungan untuk dan atas nama pesertanya sendiri. Iuran yang dibayarkan oleh karyawan setiap bulan dapat dilihat sebagai tabungan dari para pesertanya. Iuran tersebut adalah konsekuensi dari manfaat yang akan diterima oleh karyawan di masa yang akan datang.
3)      Pensiun
Seluruh himpunan iuran peserta dan iuran pemberi kerja serta hasil pengelolaannya akan dibayarkan dalam bentuk manfaat pensiun sejak bulan pertama setelah mencapai usia pensiun selama seumur hidup peserta, dan janda/duda peserta (Triandanu dan Budisantoso, 2006:270).

Undang-Undang yang mengatur mengenai Uang Pensiun ini ada 3 yaitu:
Undang-undang No. 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan pasal 167 dan Pasal 156 ayat 4.
Undang-undang No. 3 tahun 1992 tentang Jaminan Sosial Tenaga Kerja
Undang-undang No. 11 tahun 1969 tentang Pensiun Pegawai (Pegawai Negeri Sipil) dan Pensiun Janda/Duda Pegawai

Kesimpulan
Dana Pensiun adalah adalah sekumpulan aset yang dikelola dan dijalankan oleh suatu lembaga untuk menghasilkan suatu manfaat pensiun. Ada banyak tujuan dan fungsi dari dana pensiun yang diterima oleh seorang karyawan apabila masa jabatannya sudah habis. Dana pensiun itu sendiri diatur dalam undang-undang.

Daftar Pustaka
-Siti Hadijah.2016.Mengenal Dana Pensiun : Manfaat yang diterima dan Peritungannya.Dalam https://www.cermati.com/artikel/mengenal-dana-pensiun-manfaat-yang-diterima-dan-perhitungannya
-Istifah Rianar.2016.Ilmu pengetahuan social (Ilmu Ekonomi).Dalam http://istifahrianar.blogspot.co.id/2016/04/makalah-dana-pensiun.html
-Yasri Purwani.2014.Makalah Dana Pensiun.Dalam http://yasripurwani.blogspot.co.id/2014/05/makalah-dana-pensiun.html
-Tyas Nurhayati.2017.Makalah Dana Pensiun (Lembaga Keuangan).Dalam http://tyasnurhayati.blogspot.co.id/2017/04/normal-0-false-false-false-in-x-none-ar.html
-Isnaini Fadillah.2014.Makalah Dana Pensiun.Dalam http://hugaraniaun.blogspot.co.id/

Kamis, 10 Mei 2018

Investasi dan Pertumbuhan Ekonomi


@C06-Bendy, @Proyek-08
Oleh Bendy Emeraldi Alvaro



Abstrak
Pertumbuhan ekonomi di suatu negara merupakan suatu masalah yang sangat besar dan memiliki jangka panjang. Salah satu faktor yang menyebabkan terjadinya pertumbuhan ekonomi adalah investasi. Dalam Artikel ini saya akan membahas apa itu investasi yang sebagai faktor dari pertumbuhan ekonomi.

Kata Kunci
Investasi, Ekonomi

Pendahuluan
Pertumbuhan ekonomi disebuah negara adalah masalah perekonomian jangka panjang. Selain itu pertumbuhan ekonomi disuatu negara, juga bisa dijadikan alat ukur untuk melihat atau mengukur atau menganalisa tingkat perkembangan perekonomian dinegara tersebut.

Pertumbuhan ekonomi disuatu negara bisa disebabkan oleh banyak faktor. Bagi negara – negara maju, mereka bisa mengandalkan hasil produksi barang dan jasa mereka, tapi tidak menutup kemungkinan pula adanya pinjaman yang mereka lakukan serta adanya investasi. Tapi bagi negara – negara yang sedang berkembang tentu saja akan sulit atau bisa dikatakan tidak mudah jika harus mengandalkan faktor produksi barang dan jasa, maka dari itu faktor – faktor lain sangat menentukan, seperti halnya pinjaman dan investasi.

Permasalahan
Apa yang dimaksud dengan investasi?
Bentuk Bentuk investasi.
Hubungan antara investasi dengan pertumbuhan ekonomi
Faktor yang mempengaruhi pertumbuhan ekonomi

Pembahasan
Investasi merupakan penanaman modal pada suatu perusahaan dalam rangka untuk menambah barang-barang modal dan perlengkapan produksi yang sudah ada supaya menambah jumlah produksi. Penanaman modal dalam bentuk investasi ini dapat berasal dari dua sumber, yaitu penanaman modal dalam negeri dan penanaman modal luar negeri. Investasi yang naik dari tahun ketahun akan menyebabkan penyerapan angkatan kerja yang bekerja akan semakin besar karena dengan tingginya investasi maka proses produksi naik dan semakin banyak membutuhkan angkatan kerja yang bekerja (Sukirno,2000)
Sebenarnya untuk investasi dapat berbentuk macam – macam. Seperti yang tadi sudah disinggung bahwa pengertian investasi itu sendiri adalah sebuah keputusan intuk menunda konsumsi demi meningkatkan kemampuan sumber daya. Maka ada tiga jenis pengeluaran investasi yaitu
1.Investasi tetap bisnis yaitu mencakup peralatan dan struktur yang dibeli perusahaan untuk proses produksi,
2.Investasi Residentsial yaitu investasi yang mencakup rumah baru yang dibeli untuk tempat tinggal atau disewakan.
3.Investasi Persediaan yaitu mencakup barang – barang perusahaan yang disimpan digudang.
Hubungan antara investasi dengan pertumbuhan ekonomi adalah dengan adanya investasi berupa pembelian barang modal dan pelengkapan produksi untuk menambah kemampuan memproduksi barang-barang dan jasa yang dibutuhkan dalam perekonomian sehingga hal ini dapat meningkatkan PDB riil Indonesia dan dengan demikian akan berpengaruh positif terhadap pertumbuhan ekonomi (Tri Handayani, 2011). Peningkatan investasi akan meningkatkan kapasitas produksi yang pada akhirnya berujungpada pembukaan lapangan kerja baru, yang pada tahap selanjutnya akan mendorongpertumbuhan ekonomi (Adrian Sutawijaya, 2010: 26).
Ada 4 faktor yang mempengaruhi pertumbuhan ekonomi yaitu :
1.Faktor sumber daya manusia
2.Faktor sumber daya alam
3.Faktor perkembangan teknologi
4.Faktor Ketersediaan modal

Kesimpulan
Investasi merupakan penanaman modal pada suatu perusahaan dalam rangka untuk menambah barang-barang modal dan perlengkapan produksi yang sudah ada supaya menambah jumlah produksi. Banyak faktor yang mempengaruhi pertumbuhan ekonomi. Hubungan antara investasi dengan pertumbuhan ekonomi sangat erat.

Daftar Pustaka
-Pumariksa, vanderwijh.2013.Pengaruh investasi terhadap perumbuhan ekonomi.Dalam http://pumariksa.blogspot.co.id/2013/03/v-behaviorurldefaultvmlo.html
-Andi, Pujianto.2014.4 faktor yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan ekonomi.Dalam http://www.ekonomikontekstual.com/2014/04/4-faktor-yang-memengaruhi-pertumbuhan-dan-pembangunan-ekonomi.html
-Eko, Pambudi.2013.Pengertian investasi dan pertumbuhan ekonomi.Dalam http://abstraksiekonomi.blogspot.co.id/2013/07/pengertian-investasi-dan-pertumbuhan.html
-Frista, Chairina.2015.Pengaruh investasi terhadap pertumbuhan perekonomian Indonesia.Dalam http://bahasaindonesiabisnis.blogspot.co.id/2015/12/pengaruh-investasi-terhadap-pertumbuhan.html

Minggu, 15 April 2018

Siklus Aliran Pendapatan dan Interaksi Antar Pasar

@C06-Bendy, @Proyek-07
Oleh Bendy Emeraldi Alvaro


Abstrak
Artikel ini dibuat dengan tujuan agar pembaca dapat memahami apa sih yang dimaksud dengan siklus aliran pendapatan dan bagaimana jalannya siklus tersebut, dan selain itu saya juga akan membahas interaksi yang terjadi antar pasar. Semoga artikel ini dapat membantu menambah pengetahuan.

Jumat, 06 April 2018

Persoalan Ekonomi di Sumatera Selatan


@C06-Bendy, @Proyek-06
Oleh Bendy Emeraldi Alvaro




Abstrak
Artikel ini dibuat dengan tujuan agar kita mengetahui permasalahan ekonomi di suatu daerah. Kali ini saya akan membahas bagaimana permasalahan ekonomi di sumatera selatan. Semoga artikel ini dapat menambah pengetahuan dan cara mengatasi permasalahan ekonomi di daerah kita.

Kata Kunci
Permasalahan Ekonomi

Pendahuluan
Semua negara tidak akan pernah bias lepas dari berbagai macam permasalahan yang berhubungan dengan warga negaranya. Terlebih pada negara yang memiliki jumlah penduduk yang tinggi seperti Indonesia. Masalah ketenagakerjaan, pengangguran, kenaikan harga (inflasi) dan kemiskinan di Indonesia sudah menjadi masalah pokok bangsa ini dan membutuhkan solusi yang tepat untuk menyelesaikan tersebut agar tidak menghambat langkah negara Indonesia untuk menjadi negara yang lebih maju.

Permasalahan
Apa yang dimaksud masalah ekonomi?
Bagaimana keadaaan ekonomi di provinsi sumatera selatan?
Bagaimana cara mengatasi masalah ekonomi yang terjadi?

Pembahasan
Masalah Ekonomi adalah masalah yang sering terjadi dalam kehidupan sehari hari baik masalah dalam jual beli, tawar menawar ataupun ekspor impor. Dalam kehidupan sekarang terutama di Indonesia terdapat beberapa masalah ekonomi yang terjadi diantaranya Pengangguran, Kemiskinan, Harga, Profit, Inflasi, Hutang, Sistem Ekonomi, Ekonomi politik, Kesejahteraan dan Pertumbuhan Ekonomi.

Pertumbuhan Ekonomi Provinsi Sumatera Selatan sebagai salah satu lumbung padi di luar Pulau Jawa memiliki peran penting bagi perekonomian wilayah dan nasional. Selama kurun waktu 2012-2014 kinerja perekonomian Provinsi Sumatera Selatan melambat dengan laju pertumbuhan rata-rata 5,82 persen .Melambatnya kinerja perekonomian salah satunya disebabkan karena pengaruh perlambatan produksi migas yang memiliki pangsa pasar cukup besar dalam perekonomian daerah. Laju Pertumbuhan PDRB Atas Dasar Harga Konstan Sumber: BPS, 2014 Selama kurun waktu 2010-2014 pendapatan per kapita di Provinsi Sumatera Selatan cenderung meningkat, namun lebih rendah dari pendapatan per kapita nasional. Jika pada tahun 2010 rasio PDRB perkapita Provinsi Sumatera Selatan dan PDB Nasional sebesar 90,11 persen, maka pada tahun 2014 rasionya menurun menjadi 89,74 persen, berarti perekonomian wilayah lain tumbuhan relatif lebih cepat dibandingkan Sumatera Selatan.

Pengurangan Pengangguran Tingkat pengangguran di Provinsi Sumatera Selatan berada di bawah rata-rata tingkat pengangguran nasional. Seiring dengan laju pertumbuhan ekonomi, tingkat pengangguran wilayah cenderung menurun pada tahun 2008-2014, namun pada tahun 2015 tingkat pengangguran meningkat, menunjukkan peningkatan angkatan kerja baru selama tahun 2008- 2014 masih mampu diserap oleh lapangan kerja yang tersedia. Pada tahun 2015 peningkatan angkatan kerja tidak diimbangi dengan ketersediaan lapangan pekerjaan. Tingkat pengangguran terbuka Provinsi Sumatera Selatan tahun 2008-2015 berkurang sebesar 3,42 persen.

Pengurangan Kemiskinan Selama kurun waktu 2008-2014 persentase penduduk miskin di Provinsi Sumatera Selatan telah berkurang sebesar 5,25 persen namun kemiskinan di wilayah ini masih tergolong tinggi dan berada diatas rata-rata nasional. Kemiskinan disebabkan karena struktur sosial dalam masyarakat, yaitu kurang mampunya memanfaatkan pengelolaan sumber daya alam yang melimpah akibat terbatasnya tingkat pendidikan dan pengetahuan yang dimiliki.

Cara mengatasi masalah pertumbuhan & pembangunan ekonomi di indonesia
 1. Meningkatkan mutu pendidikan yang layak kepada masyarakat.       
 2. Pemberantasan Korupsi     
 3. Membuka usaha mandiri      
 4. Mengatasi pengangguran  
 5. Mengembangkan NPM Mandiri.

Kesimpulan
Pada dasarnya ilmu ekonomi merupakan ilmu yang mempelajari tentang cara manusia dalam memenuhi kehidupannya. Permasalahan ekonomi adalah sebuah topik dari banyak topik dalam mempelajari ilmu ekonomi. Dan merupakan topik yang paling banyak dibicarakan baik itu di masyarakat maupun media.
Di Indonesia terdapat banyak sekali permasalahan ekonomi. Pemerintah selalu berupaya untuk menghilangkan masalah-masalah ekonomi di negeri kita ini, meskipun belum semuanya dapat terlaksana dan terealisasikan dengan baik. Sebagai warga Negara kita dapat berpartisipasi untuk mengatasi masalah ini. Misalnya dengan cara belajar dengan baik dan membayar pajak.

Daftar Pustaka
-Gifta, Nirwana Sumantri.2014.Makalah Masalah Ekonomi.Dalam https://www.slideshare.net/giefthanierwana/masalah-eko-sah
-Fikri, Catur.2013.Masalah Ekonomi.Dalam http://fikricatur.blogspot.co.id/2013/04/masalah-ekonomi_30.html
-Albert Tito.2011.5 Contoh Masalah Ekonomi di Indonesia Serta Upaya Pemerintah dalam Mengatasinya.Dalam http://fantaziulo88.blogspot.co.id/2011/01/5-contoh-permasalahan-ekonomi-di.html
-http://simreg.bappenas.go.id/view/publikasi/clickD.php?id=79
-Dodi.2014. CARA MENGATASI MASALAH EKONOMI, MASALAH KETIDAKSTABILAN EKONOMI, MENGATASI PENGANGGURAN, INFLASI DAN MENYELESAIKAN MASALAH NERACA PERDAGANGAN DAN PEMBAYARAN.Dalam https://dodirullyandapgsd.blogspot.co.id/2014/09/cara-mengatasi-masalah-ekonomi-masalah.html