.

Tampilkan postingan dengan label @B04-NAJIB. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label @B04-NAJIB. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 08 Juli 2017

FAKTOR DAN RESIKO BERINVESTASI DI INDONESIA

OLEH : NAJIB PASSSA AZHARI

Tren Investasi Di Indonesia Dan Faktor Yang Mempengaruhinya 
Investasi memegang peranan penting dalam menggerakkan pertumbuhan ekonomi dan penyerapan tenaga kerja.

Selasa, 20 Juni 2017

CARA MENGHITUNG PENDAPATAN NASIONAL

OLEH NAJIB PASSA A.

Pendapatan nasional merupakan seluruh pendapatan yang diterima oleh seluruh anggota masyarakat atau seluruh rumah tangga keluarga (RTK) dalam suatu negara dalam kurun waktu tertentu,

Senin, 19 Juni 2017

INFLASI


OLEH : NAJIB PASSA AZHARI

Definisi
Inflasi adalah proses kenaikan harga – harga umum barang – barang secara terus – menerus. Ini tidak berarti bahwa harga – harga berbagai macam barang itu naik dengan persentase yang sama.

Selasa, 13 Juni 2017

KEBIJAKAN MONETER DALAM MENGATASI INFLASI

OLEH : NAJIB PASSA AZHARI

Abstrak
 secara umum kebijakan moneter adalah langkah-langkah pemerintah dalam hal ini bank sentral (di Indonesia bernama Bank Indonesia) untuk mengatur ketersediaan uang yang beredar demi kestabilan keuangan dan perekonomian (moneter) negara.

Selasa, 23 Mei 2017

SISTEM KEUANGAN DI INDONESIA

Oleh :Najib Passa Azhari

PENDAHULUAN
Sistem keuangan pada dasarnya adalah tatanan dalam perekonomian suatu Negara yang memiliki peran terutama dalam menyediakan fasilitas jasa-jasa dibidang keuangan oleh lembaga-lembaga keuangan penunjang lainnya misalnya pasar uang dan pasar modal.

Minggu, 16 April 2017

ANALISIS KEADAAN EKONOMI PROVINSI RIAU













DI BUAT OLEH : NAJIB PASSA A. (41616010003)

Gambar 1



1.       PERTUMBUHAN EKONOMI PROVINSI RIAU
                Tingkat pertumbuhan ekonomi suatu daerah dapat dilihat dengan menggunakan tabel Produk Domestik Regional Burto (PDRB), di mana jika persentase naik hal itu berarti ekonomi daerah tersebut tumbuh. Tabel diatas adalah tabel produk domestic bruto komponen pengeluaran dari tahun 2011-2016 ,jika analisis dari rentang waktu 5 tahun PDRB kepulauan Riau mengalami pertumbuhan yang fluktuatif .s
                Komponen PDRB yang mengalami kenaikan tertinggi adalah ekspor luar negeri dimana mengalami kenaikan sebesar 30.47% dimana awalnya 7.74% menjadi 38.21% pada tahun 2011-2012. Lain halnya dengan komponen Pengeluaran Konsumsi LNPRT yang mengalami penurunan sebesar 30.19%  dari 43.80% - 13.61% pada tahun 2013 – 2015. Keadaan yang fluktuatir dari tahun- tahun ini di sebab kan oleh berbgai factor.
                Dalam rentang waktu 2011 – 2016 persentase jumlah komponen tertinggi terjadi pada tahun 2011 dengan jumlah total seluruh komponen sebesar 5.57%, setelah itu mengalami penuruna di tahun – tahun berikutnya hingga pada tahun 2016 menyentuh 2.23%

2.       KONSTRIBUSI SEKTORAL
2.1. Pengembangan sektor pangan
a.       Padi
Sumber pangan lokal di Provinsi Riau antara lain tanaman pangan dan holtikultura, peternakan, perkebunan, dan perikanan. Produksi padi di Provinsi Riau tahun 2015 mengalami peningkatan dari tahun sebelumnya, dan mencapai 410.268 ton (gambar 2). Peningkatan produksi ini disebabkan karena bertambahnya luas panen seluas 13.307 hektar dan naiknya produktivitas sebesar 0,05 ton/hektar. Kontribusi produksi padi di provinsi Riau tahun 2015 sebesar 0,54 persen terhadap produksi padi Nasional. Panen padi sawah terluas terdapat di Kabupaten Indragiri Hilir, sementara panen padi ladang terluas terdapat di Kabupaten Rokan Hulu.
Gambar 2

Sumber :http://simreg.bappenas.go.id
B. Jagung
Produksi jagung di Provinsi Riau pada tahun 2015 mencapai 25.896 ton, turun sebesar 3.954 ton (9,6 persen) dari tahun 2014 sebesar 28.651 ton (Gambar 3). Penurunan produksi ini juga dikarenakan menurunnya luas panen sebesar 1.810 ha (15,01 persen) namun produktivitasnya tetap meningkat.
Gambar 3
Sumber :http://simreg.bappenas.go.id

C. kedelai
Untuk komoditas kedelai, kontribusi Provinsi Riau terhadap nasional berfluktuatifnamun cenderung menurun dan mencapai 1.900 ton, menurun dibandingkan tahun 2014 sebesar 2.332 ton (Gambar 4). Menurunnya produksi kedelai dipengaruhi oleh berkurangnya luas panen kedelai walaupun produktivitasnya tetap meningkat.
Gambar 4
Sumber : http://simreg.bappenas.go.id

2.2. Pengembangan Sektor Kemaritiman dan Kelautan
Pembangunan ekonomi bidang maritim merupakan salah satu prioritas program kerja pembangunan. Riau memiliki wilayah perbatasan dengan Negara Singapura dan Malayasia dengan arah pengembangan difokuskan untuk meningkatkan peran sebagai halaman depan negara yang maju dan berdaulat dengan negara Singapura dan Malaysia. Kawasan perbatasan di Riau akan dikembangkan menjadi model pusat kegiatan kelautan dan perikanan yang terintegrasi. Saat ini, untuk mendukung sektor kemaritiman Provinsi Riau memiliki pelabuhan Utama Dumai dengan aktivitas bongkar muat barang baik domestik maupun luar negeri, 13 pelabuhan pengumpul untuk aktivitas bongkar muat barang dalam negeri, dan 19 pelabuhan pengumpan. Transportasi laut bisa mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis maritim dan menekan angka inflasi karena disparitas harga antarwilayah makin rendah. Keberadaan pelabuhan di Provinsi Riau jumlahnya cukup banyak mengingat aktivitas pelayanan angkutan barang dan penumpang di Riau melalui laut dan Sungai. Beberapa pelabuhan di Riau merupakan ikon pertumbuhan perekonomian Riau (tabel 1) dengan fungsinya sebagai pelabuhan perdagangan, transpor antarpulau, dan lain-lain.

Tabel 1

Sumber : http://simreg.bappenas.go.id

Riau memiliki potensi sumber daya besar pada wilayah pesisir dan laut. Hal ini didukung dengan wilayah teritorial perairan yang luas yaitu 470,80 km2, sekaligus memiliki potensi berbagai jenis biota laut yang bernilai ekonomi tinggi. Sektor perikanan dan kelautan menjadi salah satu sektor unggulan di Provinsi Riau. Sebagian besar produksi perikanan di Provinsi merupakan perikanan tangkap laut dengan produksi mencapai 50 persen dari total produksi perikanan Riau tahun 2013 (Gambar 19). Produksi perikanan tangkap laut di Riau sebesar 93.279 ton, diikuti perikanan budidaya kolam sebesar 45.284 ton. Jenis ikan yang dibudidayakan antara lain udang windu, udang galah, gurame, mujair, nila dan ikan mas. Hasil produksi perikanan tangkap laut Riau menyumbang 1,76 persen terhadap hasil produksi perikanan tangkap laut nasional yang sebesar 5.707.012 ton pada tahun 2013. Potensi perikanan yang besar di Riau terdapat di Kabupaten Indragiri Hilir dan Rokan Hilir, didukung dengan perbedaan pasang surut arus laut yang tinggi sehingga potensi perikanan cukup tinggi.

2.3. Pengembangan Sektor Pariwisata dan Industri

Kontribusi sektor pariwisata terhadap perekonomian Provinsi Riau masih rendah dibandingkan dengan potensi pariwisata yang dimilikinya. Wisatawan asing maupun domestik yang berkunjung ke Riau belum begitu besar. Jumlah wisatawan yang berkunjung ke tempat wisata di Riau meningkat setiap tahunnya, terlihat dari jumlah tamu yang menginap di hotel dan akomodasi lainnya di Provinsi Riau dibandingkan Indonesia secara keseluruhan Tahun 2010- 2014 (Gambar 20). Sementara itu wisatawan mancanegara yang berkunjung ke Riau semakin meningkat, berasal dari Malaysia, Singapura, Thailand, Filipina, dan lain-lain. Jumlah wisatawasn dari ASEAN sebanyak 80 persen, dari Asia selain negara ASEAN sebanyak 13,78 persen. Jumlah wisatawan lain adalah dari Eropa, Amerika. Oceania, serta Afrika.


Tabel 2

Sumber : https://riau.bps.go.id

3. GARIS KEMISKINAN PENDUDUK KEPULAUAN RIAU

Garis kemiskinan atau batas kemiskinan adalah tingkat minimum pendapatan yang dianggap perlu dipenuhi untuk memperoleh standar hidup yang mencukupi di suatu negara. Garis kemiskinan di tiap daerah berbeda- beda jumlah nya ,selain berbeda jumlah garis kemiskinan bias naik atau turun tergangtung keadaan ekonomi di daerah tersebut.
 Pada tabel di atas terdapat data garis kemiskinan dari tahu 2013-2014 dalam jumlah rupiah. Tiap kota memiliki jumlah garis kemiskinan nya masing – masing , berdasarkan (tabel 2) garis kemiskinan tertigi terdapat di kota “pelalawan” yang berjumlah Rp. 438.949 pada tahun 2014 yang sebelumnya berjumlah Rp.371.530 pada tahun 2013. Kenaikan garis kemiskinan tertinggi juga terjadi di kota “Kuantan Singingi” pada tahun 2014 kenaikan tersebut berjumlah Rp. 51.161
Jika di lihat dari jumlah total tabel 2 kenaikan yang terjadi pada tahun 2013-2014 berjumlah sebesar Rp. 68.62

4. TINGKAT KEMISKINAN PENDUDUK KEPULAUAN RIAU
                Tingkat kemiskinan adalah proposi penduduk yang hidup di bawah garis kemiskina. Tingkat kemiskinan dapat di ketahui menggunkan data jumlah dan presentase penduduk miskin seperti pada (tabel 2) yang memiliki data dari tahun 2013-2014 .

                Jumlah total penduduk miskin dari seluruh kota di kepulaun Riau adalah 476 jiwa pada tahun 2013 dan naik 22 jiwa pada tahun 2014 menjadi 498 jiwa , hal ini menandakan bertambahnya penduduk miskin di kepulaun Riau hanya dalam rentangwaktu satu tahun

                Sedangkan jumlah total peresentase penduduk miskin menglami penurunan sebesar 0.06% ,dimana pada tahun 2013 berjumlah 8.05% dan turun menjadi 7,99% hal ini berbeda dengan jumlah penduduk miskin .

5. INFLASI DI KEPULAUAN RIAU

 Inflasi tahunan Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) tercatat sebesar 3,53 persen. Angka tersebut lebih tinggi dari inflasi nasional 3,02 persen. Namun masih dalam kisaran sasaran inflasi nasional 4±1 persen .
perlambatan laju inflasi Desember dipengaruhi oleh penurunan harga sejumlah komoditas volatile food, terutama cabai dan aneka sayuran. Setelah mencatatkan inflasi cukup tinggi sejak September, harga cabai merah turun 11,17 persen (mtm) pada Desember. Ini sekaligus menjadi pendorong utama kelompok volatile food alami deflasi 0,33 persen (mtm). Sejumlah komoditas sayuran juga mencatatkan penurunan harga dibanding bulan sebelumnya. Seperti bayam turun 8,59 persen, kangkung 0,04 persen, dan kacang panjang 0,02 persen.
Sementara dari kelompok inti, inflasi Desember sebesar 0,11 persen (mtm). Sumbangan terbesar bersumber dari komoditas lemari pakaian dan ketupat atau lontong sayur. Besaran inflasinya masing-masing 18,78 persen dan 3,37 persen (mtm). Secara keseluruhan tahun, tingkat inflasi kelompok inti relatif terjaga pada level rendah dan stabil yaitu 2,52 persen. Di Batam, penyumbang inflasi terbesar adalah cabe. Harganya semakin tinggi karena persediaan di pasar pun sudah makin menipis. Pantauan Batam Pos di Pasar Tiban Cipta Puri, harga cabe tetap bertahan di angka yang tinggi mulai dari Rp 80 ribu hingga Rp 140 ribu.
Tingginya harga cabe disebabkan persediaannya yang mulai menipis di pasaran. Sedangkan tingkat permintaan tetap tinggi. Menanggapi hal ini, Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Kepri, Gusti Raizal Eka Putera mengatakan tim TPID akan mengupayakan sejumlah tindakan untuk mencegah agar inflasi tidak bertambah tinggi lagi.


6. NILAI EKSPOR DAN IMPOR KE[ULAUAN RIAU


Nilai ekspor di Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) pada Juni 2016 meningkat sebesar 1,35 persen dibandingkan April 2016, yang mencapai US$876,57 juta. Sementara nilai impor Kepri pada bulan yang sama turun sebesar 8,31 persen dengan capaian US$575,58 juta dibanding impor Mei 2016.
Nilai ekspor terbesar pada bulan Juni melalui Pelabuhan Batu Ampar US$333,19 juta, disusul Pelabuhan Sekupang US$199,3 juta, Pelabuhan Kabil/Panau US$123,91 juta, Pelabuhan Tarempa US$116,57 juta, dengan kontribusi keempatnya mencapai 88,18 persen. Sementara itu untuk ekspor migas Juni 2016 mencapai US$ 182,53 juta atau turun 1,29 persen dibanding Mei 2016. Ekspor non -migas Juni 2016 mencapai US$ 694,04 Juta atau naik 2,06 persen dibanding Mei 2016.
ekspor non-migas HS 2 digit terbesar Juni 2016 adalah golongan barang mesin/peralatan listrik sebesar US$189,35 juta, peranannya terhadap ekspor non-migas sebesar 27,28 persen. Ekspor ke Singapura pada Juni 2016 mencapai nilai terbesar yaitu US$465,97 juta dengan kontrubusinya mencapai 53,16 persen.




Pelabuhan bongkar barang impor terbesar selama Juni 2016 adalah pelabuhan Batu Ampar dengan nilai impor sebesar US$289,41 juta, disusul Pelabuhan Sekupang dengan nilai impor sebesar US$154,41 persen dengan kontribusi keduanya mencapai 77,11 persen dari total impor. Nilai impor migas pada bukan juni 2016 mencapai US$48,88 Juta atau turun 53,36 53,36 di banding mei. Nilai impor non-migas pada bulan juni 2016 mencapai US$526,70 juta atau naik 0,72 persen dibanding Mei 2016.
Selama Juni 2016 impor non-migas terbesar adalah golongan barang mesin/peralatan listrik dengan nilai US$159,21 juta atau 30,23 persen dari total impor non-migas. Negara pemasok barang impor terbesar pada bulan Juni 2016 ditempati oleh Singapura dengan nilai US$232,32 juta dengan kontribusi 40,36 persen


DAFTAR PUSTAKA
Aritonang.Roland.15-juli-2016.Inilah.Nilai.Ekspor.dan.impor.Kepri.selama.Juni.2016
(Di akses pada 17-april-2017)

Anonim.2017. Jumlah.Persentase.Penduduk.Miskin.dan.Garis.Kemiskinan.Provinsi.Riau
(DI akses pada 16-april-2017)

Anonim.2016.Analisi.Pembangunan.Wilayah.Provinsi.Kepulauan.Riau
(Di akses pada 16-april-2017)

http://simreg.bappenas.go.id/document/Publikasi/DokPub/Analisis%20Provinsi%20Kep.%20Riau%202015_ok.pdf

Selasa, 11 April 2017

LABA DALAM PASAR PERSAINGAN SEMPURNA

@B04-NAJIB











Dibuat Oleh : Najib Passa Azhari(41616010003)

Definisi
                persaingan sempurna adalah suatu pasar dimana terdapat kekuatan dari permintaan dapat penawaran yang dapat secara bebas bergerak. Pasar persaingan sempurna merupakan pasar di mana penjual dan pembeli tidak dapat mempengaruhi harga, sehingga harga di pasar benar-benar merupakan hasil kesepakatan dan interaksi antara penawaran dan permintaan.

Permintaan yang terbentuk mencerminkan keinginan konsumen, sementara penawaran mencerminkan keinginan produsen. Dalam pasar persaingan sempurna, penjual dan pembeli sama sekali tidak mempunyai kemampuan untuk mempengaruhi harga pasar karena sudah ada ikatan batin bahwa antara penjual dan pembeli mengetahui struktur dan informasi yang ada di dalam pasar persaingan sempurna. 

Contoh pasar persaingan sempurna

Dalam kenyataan sehari-hari bentuk pasar yang benar-benar bersifat persaingan sempurna sangat sulit ditemukan, yang ada hanyalah kecenderungan mendekati ke bentuk pasar persaingan sempurna. Contoh konkret bentuk pasar yang paling mendekati pasar persaingan sempurna adalah pasar barang-barang atau komoditii makanan pokok, seperti pasar berass. Dlam pasar beras dapat dijelaskan hubungan antara penjual/produsen dengan pembeli atau konsumen dapat dikatakan mendekati ciri-ciri pasar persaingan sempurna sebagai berikut :

1.       1.Dalam pasar komoditi beras jumlah penjual dan pembeli sangat banyak
2.       2.Penjual dan pembeli secara perorangan tidak akan mampu mempengaruhi harga
3.       3.Komoditi beras dapat dikatakan komoditi yang relatif homogen, kalaupun ada perbedaan rasa atau mutu akan berakibat adanya perbedaan harga.

Harga yang terbentuk pada pasar beras adalah hasil kekuatan tarik-menarik antara penawaran beras dan permintaan beras. Walaupun kenyataannya di Indonesia masih ada campur tangan pemerintah dalam stabilisasi harga beras, yaitu melalui peran Bulog (badan urusan logistik), namun peran Bulog inipun sudah semakin kecil. 

Adanya campur tangan pemerintah dalam pengendalian harga komoditas pertanian seperti beras sebenarna menjadikan pasar beras kurang tepat kalu disebut dengan persaingan sempurna, lebih tepatnya hanya mendekati pasar persaingan sempurna.

Ciri-ciri pasar persaingan sempurna antara lain

1.       1.Perusahaan adalah price taker

Price taker atau Pengambil harga artinya suatu perusahaan yang ada di dalam pasar tidak dapat menentukan atau mengubah harga pasar. Apa pun tindakan perusahaan di dalam pasar tidak akan menimbulkan perubahan ke atas harga pasar yang berlaku. Harga pasar ditentukan oleh interaksi antara keseluruhan pembeli dan keseluruhan penjual.

2.       2.Tiap perusahaan mudah keluar atau masuk

Sekiranya perusahaan rugi,dan ingin meninggalkan industri tersebut,maka langkah ini dengan mudah dilakukan. Sebaliknya apabila ada perusahaan yang ingin melakukan kegiatan di industri itu,produsen dengan mudah melakukan kegiatan yang diinginkannya.

3.       3.Menghasilkan barang homogen

Maksudnya adalah tidak terdapat perbedaan yang nyata diantara barang-barang yang dihasilkan suatu perusahaan dengan perusahaan lainnya. Sehingga barang-barang ini tidak mudah dibeda-bedakan. Karenanya,pembeli tidak dapat membedakan manakah produksi dari perusahaan A dan manakah produksi dari perusahaan B.

4.       4.Pembeli mempunyai pengetahuan yang sempurna mengenai pasar

Dalam pasar persaingan sempurna ini dimisalkan bahwa jumlah pembeli adalah sangat banyak. Tapi dimisalkan juga kalau mereka memiliki pengetahuan yang sama mengenai keadaan pasar,yaitu mereka mengetahui tingkat harga yang berlaku dan perubahan-perubahan ke atas harga tersebut. Dampaknya,para produsen tidak bisa menjual produknya dengan harga yang lebih tinggi dari harga pasar.

Kelebihan dan kekurangan pasar persaingan sempurna

Beberapa kelebihan pasar persaingan sempurna antara lain :

1.       1.Adanya persediaan barang yang cukup banyak menyebabkan pembeli bebas untuk memilih barang yang hendak untuk dibeli.

2.       2.Di dalam pasar persaingan sempurna harga terbentuk melalui proses tawar menawar barang  antara penjual dan pembeli. Oleh karena itu, kepuasan maksimal akan dapat dirasakan oleh kedua belah pihak.

3.       3.Terdapat suatu keadaan yang menguntungkan penjual, yakni mereka bebas untuk membuka atau menutup usaha. Hal tersebut karena biaya yang tidak terlalu tinggi.
Beberapa kelemahan pasar persaingan sempurna antara lain :

1.       1.Penjual tidak dapat memaksimalkan keuntungan. Atau dengan kata lain keuntungan penjual cenderung kecil. Hal tersebut karena penjual dan pembeli  mengetahui situasi pasar dan terdapat banyak penjual serta barang, maka penjual tidak dapat menentukan harga sesuai keinginannya sendiri. Laba penjual relatif kecil karena tidak berani membuat harga seenaknya sendiri.

2.       2.Pasar persaingan sempurna hanya ada dalam kondisi perekonomian ideal.

Proses pembentukan harga di dalam pasar persaingan sempurna diikhtisarkan sebagai berikut :

1.       1.Jumlah penjual dan pembeli sangat banyak, namun di antara keduanya tidak dapat saling mempengaruhi.

2.       2.Barang atau jasa yang ditawarkan akan habis berapapun kuantitasnya.


 KEUNTUNGAN JANGKA PENDEK

            Dalam bagian ini secara serentak akan ditunjukkan contoh angka tentang biaya produksi, hasil penjualan dan penentuan keuntungan. Dalam contoh ini ditunjukkan (i) cara menghitung biaya total, biaya rata-rata dan biaya marginal (ii) cara menghitung hasil penjualan total, penjualan rata-rata dan penjualan marginal dan (iii) menunjukkanmcara suatu perusahaan menentukan tingkat produksi yang akan memaksimumkan keuntungan.

·         SYARAT PEMAKSIMUMAN KEUNTUNGAN

Di dalam jangka pendek, pemaksimuman untung oleh suatu perusahaan dapat diterangkan dengan dua cara berikut:

1.       1.Membandingkan hasil penjualan total dengan biaya total.
2.       2.Menunjukkan keadaan di mana hasil penjualan marginal sama dengan biaya marginal.

Dalam cara pertama keuntungan ditentukan dengan menghitung dan membandingkan hasil penjualan total dengan biaya total. Keuntungan adalah perbedaan antara hasil penjualan total yang diperoleh dengan biaya total yang dikeluarkan. Keuntungan akan mencapai maksimum apabila perbedaan perbedaan di antara keduanya adalah maksimum. Maka dengan cara yang pertama ini keuntungan maksimum akan dicapai apabila perbedaan nilai antara hasil penjualan total dengan biaya total adalah paling maksimum.

Cara yang kedua adalah dengan menggunakan bantuan kurva atau data biaya rata-rata dan biaya marginal. Pemaksimuman keuntungan dicapai pada tingkat produksi di mana hasil penjualan marginal(MR) sama dengan biaya marginal(MC) atau MR = MC. Suatu perusahaan akan menambah keuntungan apabila menambah produksinya ketika MR > MC.

·         JUMLAH PRODUKSI DAN BIAYA PRODUKSI
Jumlah produksi
(1)
Biaya tetap
(2)
Biaya berubah
(3)
Biaya total
(4)
Biaya marginal
(5)
Biaya tetap rata-rata
(6)
Biaya berubah rata-rata
(7)
Biaya total rata-rata
(8)
0
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
0
100
180
240
280
300
380
530
780
1160
1700
100
200
280
340
380
400
480
630
880
1260
1800
100
80
60
40
20
80
150
250
380
540
–
100
50
33.3
25
20
17.7
14.3
12.5
11.1
10
–
100
90
80
70
60
63.3
75.7
97.5
128.9
170
–
200
140
113.3
95
80
80
90
110
140
180

Pada dasarnya data tersebut menjelaskan:

1.       1.Dalam kolom(1) ditunjukkan berbagai jumlah produksi yang dapat dicapai.
2.       2.Kolom(2) menggambarkan biaya tetap total yaitu biaya yang dikeluarkan untuk membeli input tetap ynga di gunakan dalam proses produksi.
3.       3.Kolom(3) menunjukkan biaya tetap biaya berubah total yaitu semua biaya yang dibelanjakan untuk membeli input berubah (tenaga kerja).
4.       4.Dengan menjumlahkan biaya tetap total dengan biaya berubah total diperoleh biaya total, yaitu seperti ditunjukkan dalam kolom (4).
5.       5.Kolom (5) menunjukkan biaya marginal, yaitu tambahan biaya yang perlu dikeluarkan untuk menambah satu unit produks.
6.       6.Kolom (6) menunjukkan biaya tetap rata-rata, yaitu biaya tetap dibagi dengan jumlah produksi.
7.       7.Kolom (7) menunjukkan biaya berubah rata-rata, yaitu biaya berubah total dibagi jumlah produksi.
8.       8.Biaya total ditunjukkan dalam kolam (8), biaya ini menunjukkan biaya per unit untuk menghasilkan barang.

Ciri-ciri kurva berbagai jenis biaya adalah:

1.       1.Biaya berubah total mula-mula mengalami kenaikan yang lambat, akan tetapi setelah satu tingkat produksi tertentu kenaikannya makin lama makin cepat.
2.       2.Biaya total mempunyai sifat yang sama dengan biaya berubah total.
3.       3.Biaya tetap rata-rata semakin lama semakin kecil.
4.       4.Biaya berubah rata-rata , biaya total rata-rata dan biaya marginal mempunyai sifat yang sama. Pada tingkat produksi yang rendah ketiga jenis biaya tersebut semakin menurun apabila produksi meningkat, tetapi pada produksi yang lebih tinggi apabila produksi ditambah.

·         JUMLAH PRODUKSI DAN HASIL PENJUALAN

Produksi dan Penjualan (ribu rupiah)
Jumlah produksi (Q)
(1)
Harga (P)
(2)
Hasil penjualan total (TR = PxQ)
(3)
Hasil penjualan total rata-rata (AR)
(4)
Hasil penjualan marginal (MR)
(5)
0
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
150
150
150
150
150
150
150
150
150
150
150
–
150
300
450
600
750
900
1050
1200
1350
1500
–
150
150
150
150
150
150
150
150
150
150
–
150
150
150
150
150
150
150
150
150
150

Data dan informasi yang digambarkan adalah sebagai berikut:

1.       1.Data dalam kolom (1) menggambarkan jumlah produksi yang dapat dicapai.
2.       2.Kolom (2) menunjukkan tingkat harga barang yang diproduksi. Harga seunit tetap Rp.150 ribu karena produsen tersebut berada di pasar persaingan sempurna.
3.       3.Kolom (3) menunjukkan hasil penjualan total yang akan diterima produsen pada berbagai tingkat produksi.
4.       4.Kolom (4) menunjukkan hasil penjualan rata-rata. Telah diterangkan bahwa dalam persaingan sempurna harga adalah tetap, walaupun jumlah produksi yang dilakukan
5.       5.Kolom (5) menunjukkan hasil penjualan marginal, yaitu tambahan hasil penjualan yang disebabkan oleh pertambahan seunit barang yang dijual. Oleh karena harga adalah tetap, maka hasil penjualan marginal adalah sama dengan tingkat harga.

·         MENENTUKAN KEUNTUNGAN MAKSIMUM

Telah dinyatakan bahwa terdapat dua cara untuk menentukan tingkat produksi yang memaksimumkan untung tersebut: (i) dengan menggunakan pendekatan biaya total dan hasil total dan (ii) dengan menggunakan pendekatan hasil marginal.

1.       1.Hasil Penjualan Total, Biaya Total dan Keuntungan
2.       2.Cara ini merupakan cara paling mudah untuk menentukan tingkat produksi yang akan memaksimumkan keuntungan. Untuk menentukan keadaan tersebut yang perlu dilakukan adalah:
3.       3.Membandingkan hasil penjualan totaldan biaya total pada setiap tingkat produksi.
4.       4.Menentukan tingkat produksi di man hasil penjualan total melebihi biaya total pada jumlah yang paling maksimum.

Daftar Pustaka
http://www.artikelsiana.com/2014/12/pengertian-pasar-persaingan-sempurna-ciri-ciri.html



Kamis, 06 April 2017

APA ITU KONSEP PRODUKSI DAN BIAYA PRODUKSI

@B04-NAJIB

OLEH : NAJIB PASSA AZHARI


KONSEP PRODUKSI
Konsep produksi merupakan salah satu konsep tertua dalam bisnis. Konsep produksi menyatakan bahwa konsumen akan menyukai produk yang tersedia di banyak tempat dan murah harganya.

Selasa, 21 Maret 2017

MEMAHAMI PRILAKU KONSUMEN

@B04-Najib

OLEH : NAJIB PASSA AZHARI

DEFINISI PERILAKU KONSUMEN

Perilaku konsumen adalah proses yang dilalui oleh seseorang/ organisasi dalam mencari, membeli, menggunakan, mengevaluasi, dan membuang produk atau jasa setelah dikonsumsi untuk memenuhi kebutuhannya.

Selasa, 14 Maret 2017

Menganalisis Permintaan dan Penawaran Kedelai Di Indonesia


@B01-Najib

OLEH: NAJIB PASSA AZHARI

BAB I
PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang
Permasalahan  utama  dalam mewujudkan  ketahanan  pangan  di  Indonesia saat  ini  adalah  terkait  dengan  fakta  bahwa  pertumbuhan  permintaan  komoditi pangan  yang  lebih  cepat  daripada  pertumbuhan  penyediaanya.

Senin, 06 Maret 2017

KEGUNAAN MEMPELAJARI ILMU EKONOMI



@B04-NAJIB












OLEH: NAJIB PASSA AZHARI

Kegunaaan ilmu ekonomi
untuk mendapat hasil yang optimal dan memenuhi kebutuhan pokok setiap orang perlu menerapkan ilmu ekonomi. Ada empat kegunaan utama dari mempelajari ilmu ekonomi:
·                    Kegunaan yang pertama adalah mengajarkan cara berpikir yang dapat kita gunakan setiap hari ketika kita perlu mengambil keputusan. Cara berpikir yang dimaksud adalah tiga konsep fundamental dalam ilmu ekonomi, yaitu biaya oportunitas, marjinalitas, dan pasar yang efisien. Biaya oportunitas(oppurtunity cost) adalah alternatif terbaik yang kita korbankan atau hentikan ketika mengambil suatu pilihan atau keputusan. Biaya oportunitas ini muncul karena sumber daya bersifat langka. Marjinalitas adalah proses menganalisis biaya atau manfaat tambahan yang timbul dari suatu pilihan. Sementara itu, pasar efisien adalah suatu pasar di mana kesempatan memperoleh laba terhapus hampir dengan seketika karena sebagian besar orang mencari peluang laba yang sama sehingga hanya sedikit peluang yang tersisa.

·                    Kegunaan lain dari belajar ilmu ekonomi adalah untuk memahami masyarakat dengan lebih baik. Dengan belajar ekonomi, kita dapat mencari jawaban atas beberapa pertanyaan, seperti mengapa orang memutuskan untuk membelanjakan uang dan waktunya untuk membangun gedung-gedung dan pabrik? Mengapa orang yang lain memutuskan untuk membuka lahan, membangun jalan, atau memproduksi alat-alat transportasi

·                    Kegunaan ketiga mempelajari ilmu ekonomi adalah agar kita memahami persoalan-perosalan global. Pemahaman yang baik akan ilmu ekonomi sangat penting dalam membantu kita memahami persoalan global. Contohnya, Perang di Irak dan serangan di Venezuela pada tahun 2003 membuat pasar minyak dunia mengalami gejolak yang berdampak pada naiknya biaya energi di seluruh dunia.

·                    Kegunaan terakhir dari ilmu ekonomi adalah membuat kita menjadi pemilih yang kompeten. Ketika kita berpartisipasi dalam proses politik, kita

·                    memberi suara pada persoalan-persoalan yang memerlukan pemahaman mendasar tentang ilmu ekonomi


Bentuk Analisa Ilmu Ekonomi
·        Ekonomi Deskriptif, yaitu satu diantara corak analisa Pengetahuan Ekonomi yang mendeskripsikan mengenai kondisi yang secara riil dalam bentuk perekonomian. Dalam soal ini sebagai peran pokoknya yakni sebagai pengumpul serta penyedia beragam info dengan cara kenyataan yang relevansi tentang beberapa masalah ekonomi.

·        Teori ekonomi di sini memperlihatkan untuk memberi pandangan tentang tingkah laku yang terkait dengan bentuk pada aktivitas Ilmu Ekonomi dan berbentuk ramalan yang mendalami mengenai peristiwa serta momen bila satu kondisi itu yang dipengaruhinya itu mengalami sedikit serta bahkan juga banyak mengalami pergantian.


·        Sebagai pekerjaan utama teori ekonomi yaitu untuk memberi satu ketidaknyataan dari fakta yang berlangsung dalam satu perekonomian serta fakta ini mempunyai karakter yang kompleks, oleh karena itu diperlukan satu bentuk kesederhanaan serta keabstrakan yang bisa diliat serta dituangkan dalam teori itu.

·        Ekonomi terapan umum di kenal dengan sebutan ekonomi kebijakan, ekonomi ini ditujukan lewat pengambilan beberapa rencana dalam teori ekonomi serta coba dalam terapannya merujuk pada kebijakan ekonomi walau demikian tetap harus memerhatikan data beserta kenyataannya oleh ekonomi deskritif.


Penggolongan pelaku ekonomi
·       Tempat tinggal Tangga Produksi
Rumah tangga produksi ini dikatakan sebagai perusahaan, yang dimaknai sebagai tempat berlangsungnya satu produksi serta sebagai bentuk organisasi yang didirikan untuk menghasilkan barang serta layanan yang benar-benar diperlukan oleh orang-orang. Adapun sebagai peran perusahaan yaitu seperti berikut :
·         Dari sisi produsen yakni untuk menghasilkan barang serta jasa
·         Dari sisi para pemakai aspek produksi yakni untuk memakai aspek produksi.
·         Dari sisi mitra sisi pembangunan yakni untuk mendukung pemerintah dalam lakukan aktivitas pembangunan.

·         Rumah Tangga Konsumsi
Ini adalah sisi dari pelaku ekonomi yang paling kecil. Rumah tangga konsumsi adalah sang penyedia layanan. Aspek produksi ini dari rumah tangga yang bakal digunakan untuk perusahaan dalam membuahkan barang atau layanan. Pemakaian barang serta layanan yang sudah dipakai oleh rumah tangga mengkonsumsi ini didapat untuk penuhi keperluan.
·         Pemerintahan
Kepada pihak ini merangkum mengenai seluruh instansi atau tubuh pemerintahan baik pusat ataupun daerah yang meliputi tanggung jawab serta peran dalam mengatur perekonomian Indonesia. Pemerintah di sini juga selalu aktif untuk kegiata ekonomi yang sehubungan segera pada perusahaan negara. Sebagai pelaku ekonomi jadi sebagai perannya yakni :
Sebagai segi pengatur yakni menerangkan untuk mengatur semua bentuk perekonomian negara hingga bisa membuat ekonomi yang stabil. Dengan hal tersebut orang-orang akan tidak alami kerugian. Lantaran bertindak sebagai pengatur jadi terdiri jadi dua sisi dalam perekonomian, yakni Pengatur ekonomi secara langsung serta pengatur ekonomi otomatis.
Sebagai segi customer bahwa ini memperlihatkan sebagai bentuk dari pemakai kebutuhan akan barang serta layanan dalam menggerakkan pekerjaan.
Sebagai segi produsen yakni dengan menerangkan sebagai penghasil barang atau layanan yang segera lewat pada BUMN serta BUMD. Sebagai segi orang-orang luar negeri ini tunjukkan kalau peranannya yaitu untuk pertukaran tenaga kerja, sebagai bentuk perdagangan, penanaman modal serta sebagai pemberi utang atau pertolongan.

Pembagian Ilmu Ekonomi
Ilmu ekonomi dibagi menjadi tiga pembahasan besar, yakni Ekonomi Teori (Economic Analysis), Ekonomi Terapan (Applied Economic), dan Ekonomi Deskriptif (Descriptive Economic).
·                     Ekonomi teori dapat diartikan sebagai cabang ilmu ekonomi yang mempelajari tentang hubungan antar variabel dalam ekonomi.Dalam ekonomi teori ini masih dibagi menjadi dua pembahasan utama yakni ekonomi makro dan ekonomi mikro.
·                     Ekonomi terapan adalah ilmu ekonomi yang mempelajari tentang penerapan ilmu ekonomi dalam kehidupan sehari-hari.Permasalahan ekonomi yang muncul diharapkan dapat diselesaikan dengan keberadaan ekonomi terapan ini.
·                     Sementara ekonomi deskripsi merupakan salah satu cabang ilmu ekonomi yang di dalamnya dibahas tentang kehidupan ekonomi dalam lingkup sebuah negara atau daerah tertentu. Dengan pembahasan ini diharapkan mampu mengevaluasi sistem ekonomi yang diterapkan daerah tersebut, sehingga dapat diperbaiki di masa yang akan datang.

METODOLOGI ILMU EKONOMI
metodologi ilmiah ilmu ekonomi dalam menganalisis masalah perekonomian dimulai dari observasi objek permasalahan, menetukan hipotesis, mengidentifikasi permasalahan melalui pertanyaan, menentukan variabel-variabel yang akan dikaji, serta menntukan asumsi-asumsi dan model yang digunakan untuk mendapatkan solusi atau kesimpulan. Penjelasan lebih lanjut atas pendekatan ilmu ekonomi tersebut adalah sebagai berikut.
1. Melakukan observasi dan memilih teori
            Hubungan antara observasi dan teori terjadi dalam bidang ekonomi. Sebagai contoh, seorang ekonom yang tinggal di suatu negra yang mengalami kenaikan harga barang-barang dengn cepat tergerak untuk mengadakan observasi terhadap fenomena tersebut. Untuk mendukung analisisnya, ekonomi tersebut menggunakan teori inflasi. Teori ini bisa saja menyimpulkan bahwa inflasi yang tinggi terjadi karena pemerintah mencetak uang terlalu banyak. Untuk memastikan teori ini, sang ekonom mengumpulkan data kenaikan harga dan jumlah uang beredar dari beberapa negara berbeda. Jika jumlah uang yang dicetak tidak berpengaruh terhadap kenaikan harga, ekonom itu akan meragukan kesesuaian teori inflasi untuk menjelaskan fenomena yang ditelitinya. Di lain pihak, jika fakta tersebut mempunyai korelasi yang kuat terhadap kenaikan harga, ekonom itu akan semakin yakin terhadap kebenaran teori inflasi.

2. Mengidentifikasi permasalahan serta menentukan variabel dan hipotesis
    Tahapan selanjutnya dalam metodologi ilmiah adalah mengidentifikasi permasalahan dalam bentuk pertanyaan. Pertanyaan yang akan ditanyakan kepada pihak-pihak yang terkait dengan objek yang sedang dianalisis harus tepat sehingga permasalahan dapat teridentifikasi dengan jelas. Setelah itu, variabel yang relevan dapat ditetapkan. Dalam menentukan hipotesis atau jawaban sementara atas permasalahan yang terjadi, ilmu ekonomi menggunakan asumsi ceteris paribus. Dalam ilmu ekonomi, istilah ceteris paribusseringkali digunakan untuk menyederhanakan beragam formulasi dan deskripsi dari berbagai asumsi ekonomi. Dalam pengertian ceteris paribus, fokus perhatiannya hanya pada variabel-variabel tertentu. Sementara itu, variabel-variabel lain yang berhubungan dengan analisis dianggap konstan sehingga variabel-variabel itu tidak memengaruhi analisis yang sedang dilaksanakan. Setelah hipotesis ditemukan, dilakukan uji hipotesis dengan berfokus pada variabel yang diteliti. Pada saat yang sama, faktor lain yang diasumsikan juga diperhatikan dalam uji tersebut.

3. Menggunakan asumsi dan model
            Keterbatasan yang dihadapi oleh ilmu ekonomi antara lain sebagai berikut
·        Objek penyelidikan ilmu ekonomi tidak dapat dilokalisasi.
·        Dalam ilmu ekonomi, manusia adalah subjek dan objek penyelidikan. Oleh karena itu, kesimpulan dan generalisasi yang dihasilkan tidak dapat bersifat mutlak.
·        Ilmu ekonomi tidak mempunyai laboratorium untuk melakukan eksperiemen ekonomi.


    Para ekonom memikirkan teori-teori, menghimpun data, dan kemudian menganalisis data tersebut untuk membuktikan atau menyangkal teori-teori itu. Untuk mengambil suatu kesimpulan, biasanya para ekonom menggunakan metode asumsi dan model.
  
  Ekonom membuat asumsi untuk menyederhanakan suatu masalah yang rumit agar menjadi mudah. Untuk mengkaji pengaruh perdagangan internasional, misalnya, kita dapat mengasumsikan hanya terdapat dua negara yang memproduksi dua jenis barang di dunia. Padahal dunia sebenarnya terdiri atas ratusan negara. Setiap negara menghasilkan berbagai jenis barang yang berbeda. Dengan memahami perdagangan internasional dalam asumsi dua negara dan dua jenis barang, kita akan lebih mudah memahami perdagangan internasional.



DAFTAR PUSTAKA

Anonim.2014.kegunaan ilmu ekonomi.
(Di akses pada senin,06-maret-2017)

vidy.2014.pengertian.ilmu.pengetahuan.
(Di akses pada senin,06-maret-2017)

 Anonim.2016.pengertian.ekonomi.dan.ilmu.ekonomi.

(Di akses pada senin,06-maret-2017)