.

Tampilkan postingan dengan label @A13-Afifah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label @A13-Afifah. Tampilkan semua postingan

Selasa, 11 Juli 2017

Instrumen Kebijakan Moneter

@A13-Afifah

Oleh :

Afifah Indra Pritasari

Dalam setiap kegiatan yang dilakukan pada suatu tempat pasti memiliki sebuah kebijakan yang diantara satu tempat dengan yang lainnya memiliki kebijkaan yang berbeda.

Selasa, 06 Juni 2017

Tingkat Inflasi di DKI Jakarta

@A13-Afifah


Oleh :

Afifah Indra Pritasari

Menurut BI, secara sederhana inflasi diartikan sebagai meningkatnya harga-harga secara umum dan terus menerus. kenaikan harga dari satu atau dua barang saja tidak dapat disebut inflasi kecuali bila kenaikan itu meluas (atau mengakibatkan kenaikan harga) pada barang lainnya. kebalikan dari inflasi disebut deflasi.

Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi DKI Jakarta mencatat, laju inflasi Jakarta sepanjang 2016 tercatat 2,37% (yoy), jauh lebih rendah daripada rata-rata lima tahun sebelumnya yang sebesar 5,93% (yoy). Bahkan inflasi Jakarta juga lebih rendah jika dibandingkan dengan inflasi nasional 3,02% (yoy).
(Putra, 2017)
Menurut Thoman Pardosi pada poskotanews (2017), Angka inflasi DKI Jakarta pada triwulan pertama 2017, masih di kisaran 1,37 persen. Tetapi kalau tidak dijaga dengan baik, maka angka ini berpotensi naik. Berdasarkan catatannya cenderung terjadi penurunan dari bulan pertama, kedua dan ketiga. “Dari 0,99 persen di Januari turun menjadi 0,33 di Februari dan 0,05 persen pada Maret. Penurunan ini cukup bagus,” tambah Thoman.
Untuk bulan April 2017, Bank Indonesia (BI) menyatakan, inflasi indeks harga konsumen (IHK) pada April 2017 mencapai 0,08 persen. Proyeksi ini didasarkan pada survei pemantauan harga yang dilakukan bank sentral hingga minggu keempat April 2017.
(Setiawan, 2017)
Dan untuk bulan Mei 2017, Bank Indonesia (BI) Kantor Perwakilan (KPw) DKI Jakarta mencatat inflasi Mei 2017 di Ibu Kota mencapai 0,49 persen (mtm). Hal ini disebabkan meningkatnya permintaan masyarakat saat awal Ramadan, terkait aktivitas konsumsi bulan Ramadan dan persiapan Idul Fitri.
(Nordiansyah, 2017)

DAFTAR PUSTAKA

BI. 2017. Moneter Inflasi Pengenalan. Online

Nordiansyah, E. 2017. Mei 2017, DKI Jakarta Inflasi 0,49%. Online http://ekonomi.metrotvnews.com/makro/8ko0l3OK-mei-2017-dki-jakarta-inflasi-0-49 (diakses pada 7 Juni 2017)

Setiawan, S. 2017. Inflasi April Sekitar 0,08%. Online http://bisniskeuangan.kompas.com/read/2017/04/28/175138326/bi.inflasi.april.2017.sekitar.0.08.persen (diakses pada 7 Juni 2017)


Nisaputra, R. 2016. Inflasi DKI 2,67% di 2016, terendah dalam 5 tahun. Online http://infobanknews.com/inflasi-dki-237-di-2016-terendah-dalam-5-tahun/  (diakses pada 7 juni 2017)

Senin, 29 Mei 2017

Lembaga Keuangan di Indonesia

@A13- Afifah

Oleh :
Afifah Indra Pritasari

A.      Pengertian Lembaga Keuangan
Lembaga keuangan ialah suatu badan usaha yang mengumpulkan suatu aset dalam bentuk dana dari masyarakat dan disalurkan untuk pendanaan suatu proyek pembangunan serta kegiatan ekonomi dengan memperoleh hasil dalam bentuk bunga sebesar presentase tertentu dari besarnya dana yang disalurkan.
(Bitar, 2016)

B.      Fungsi Lembaga Keuangan dalam Dunia Usaha
Lembaga keuangan pada dasarnya memiliki banyak sekali fungsi, beberapa diantaranya yaitu:
1.      Penghimpun dana
Artinya lembaga keuangan bertugas untuk mengumpulkan uang dari nasabah yang kelebihan dana untuk kemudian disalurkan kembali kepada nasabah lainnya yang kekurangan dana.

2.      Penyalur dana
Setelah lembaga keuangan menghimpun dan dari nasabahnya, dana tersebut selanjutnya akan disalurkan dalam bentuk pinjaman kepada para nasabah lainnya yang membutuhkan.

3.      Penyeimbang dana
Aktivitas penghimpunan dan penyaluran dana yang dilakukan oleh bank berguna sebagai penyeimbang posisi dana di masyarakat. Dengan adanya lembaga keuangan, masyarakat yang kekurangan dana akan bisa mendapatkan dana dari masyarakat yang kelebihan dana melalui mekanisme pinjaman ke bank, sehingga posisi dana di masyarakat bisa lebih stabil.
(Ibrahim, 2013)

C.      Jenis-Jenis Lembaga Keuangan

a.      Lembaga Keuangan Bank
Lembaga jenis ini terdiri dari Bank Sentral, Bank Umum dan Bank Perkreditan Rakyat. Berdasarkan Undang-Undang Pokok Perbankan No. 23 tahun 1998 jenis bank di Indonesia ada dua yakni Bank Umum dan Bank Perkreditan Rakyat.
·         Bank Sentral
Bank Sentral di Indonesia dipegang atau dilaksanakan oleh Bank Indonesia. Tujuan utama Bank Indonesia sebagai bank sentral ialah untuk mencapai dan memelihara kestabilan nilai rupiah. Untuk mencapai tujuan tersebut, maka Bank Sentral memiliki tugas untuk menetapkan dan melaksanakan kebijakan moneter, mengatur dan menjaga kelancaran sistem devisa serta mengatur dan mengawasi Bank.

·         Bank Umum
Bank umum ialah Bank yang dapat memberikan layanan jasa dalam lalulintas pembayaran, sedangkan Bank Perkreditan Rakyat adalah Bank yang menerima simpanan hanya dalam bentuk deposito berjangka atau bentuk lainya yang dipersamakan dengan itu.
·         Bank Perkreditan Rakyat (BPR)
BPR ialah lembaga keuangan Bank yang menerima simpanan hanya dalam bentuk deposito berjangka, tabungan atau bentuk lainnya yang disetarakan dan menyalurkan dananya sebagai usaha BPR.
BPR ini merupakan Bank yang khusus melayani masyarakat kecil di suatu daerah, kecamatan  atau pedesaan. Bank Perkreditan Rakyat berasal dari Bank Desa, Lumbung Desa, Bank Pasar, Bank Pegawai dan Bank lainnya yang kemudian dilebur menjadi Bank Perkreditan Rakyat.

b.      Lembaga Keuangan Bukan Bank
Berikut ini ada beberapa lembaga keuangan bukan Bank yang ada di Indonesia :

·         Lembaga pembiayaan pembangunan.
Lembaga pembiayaan adalah lembaga yang usahanya melakukan pembiayaan dalam bentuk penyediaan dana atau barang modal dengan tidak menarik dana dari masyarakat secara Iangsung.

·         Perusahaan Asuransi
Perusahaan asuransi merupakan suatu lembaga atau perusahaan yang memberikan jaminan penggantian atas risiko yang dihadapi seseorang baik itu berupa kematian, rusak atau hilangnya harta milik dan lain sebagainya. Perusahaan asuransi merupakan lembaga yang menghimpun dana melalui penarikan premi asuransi dan menjanjikan akan memberi sejumlah ganti rugi jika terjadi suatu peristiwa atau musibah yang menimpa pihak yang mengikuti program asuransi.

Adapun dana yang dihimpun oleh perusahaan asuransi umumnya diinvestasikan dalam surat berharga atau dipinjamkan kepada pihak lain. Jenis asuransi ini bisa berupa asuransi kejiwaan, pendidikan, kebakaran, kendaraan, kesehatan dan lain sebagainya.

·         Koperasi Simpan Pinjam
Yaitu koperasi yang usahanya menerima simpanan dan memberikan pinjaman kepada para anggotanya yang memerlukan dana dengan bunga yang rendah (ringan).

Tujuan koperasi simpan pinjam ini adalah untuk mendidik para anggotanya agar Iebih hemat dengan menyisihkan sebagian pendapatannya untuk ditabung.
Adapun manfaat koperasi simpan pinjam diantaranya: anggota dapat memperoleh pinjaman secara mudah dan tidak ribet, tingkat bunga pinjaman cukup rendah, anggota terhindar dari rentenir, dapat memperoleh Sisa Hasil Usaha (SHU) dan pinjaman tidak menggunakan jaminan.

·         Perum Pegadaian
Perum pegadaian yakni suatu lembaga pembiayaan milik negara yang memberikan pinjaman atau kredit jalam jangka pendek dengan memberikan jaminan barang-barang tertentu. Besarnya pinjaman tergantung dari nilai barang yang dijaminkan.

Tujuan adanya perum pegadaian ini adalah untuk membantu masyarakat luas, terutama golongan menengah ke bawah atau kurang mampu untuk mendapatkan pinjaman secara cepat dengan prosedur yang mudah, sederhana dan cepat.

·         Lembaga Dana Pensiun
Dana pensiun adalah dana yang disediakan pemerintah atau sebuah perusahaan kepada para pegawai atau karyawannya yang telah mencapai batas usia tertentu (purna tugas) sebagai cadangan di hari tua. Lembaga ini khusus mengurus dana pensiun yang sumber dananya diperoleh dari yayasan atau perusahaan sebagai jaminan hari tua bagi anggota yang bersangkutan.

Lembaga dana pensiun ini bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat (terutama pegawai negeri dan TNI, karyawan swasta dan pensiunan) dan cadangan di hari tua.
(Susanto, 2016)

DAFTAR PUSTAKA
Bitar. 2016. Lembaga Keuangan : Pengertian, Manfaat, Fungsi, Dan Jenis Beserta Contohnya Secara Lengkap. (Online)

Ibrahim, A. 2013. Pengertian Lembaga Keuangan dan Fungsinya dalam Dunia Usaha. (Online)

Susanto, B. 2016. Jenis Jenis Lembaga Keuangan Di Indonesia Dan Penjelasannya. (Online)

Senin, 22 Mei 2017

Investasi dalam Konteks Ekonomi Makro

@A13-Afifah

Oleh:
Afifah Indra Pritasari


Seseorang yang masih muda, berpenghasilan tinggi, dan belum menikah, dapat saja menghabiskan seluruh penghasilannya saat ini. Dengan uangnya, dia dapat saja pergi jalan-jalan, jajan, dan melakukan kegiatan konsumtif lainnya. Tetapi bila dia merencanakan sebuah keluarga, sebagian penghasilan (sumber daya) harus disishkan untuk persiapan pernikahan. Setelah memiliki anak, mungkin penghasilan dan kekayaannya makin besar. Namun demi masa depan anaknya, dia pun harus makin rajin menyimpan uangnya. Berikut kita akan membahas tentang investasi dalam ekonomi makro.
(Anonim, 2009)

A.    DEFINISI EKONOMI MAKRO
Ekonomi makro adalah suatu studi yang mempelajari perekonomian sebagai suatu kesatuan atau suatu studi tentang prilaku perekonomian secara keseluruhan. Dalam ekonomi makro juga merinci tentang analisis mengenai pengeluaran agregat kepada 4 komponen yaitu :
a.       Pengeluaran rumah tangga ( komsumsi rumah tangga )
b.      Pengeluaran pemerintah
c.       Pengeluaran perusahaan ( investasi )
d.      Ekspor dan impor
Ada tiga kebijakan pemerintah untuk mempengaruhi ekonomi makro yaitu kebijakan fiskal, kebijakan moneter, dan pertumbuhan ekonomi atau kebijakan sisi penawaran. Tiga keprihatian utama ekonomi makro yaitu inflasi, pertumbuhan output, dan pengangguran.

B.     DEFINISI INVESTASI
Berdasarkan wikipedia, investasi adalah suatu istilah dengan beberapa pengertian yang berhubungan dengan keuangan dan ekonomi. Istilah tersebut berkaitan dengan akumulasi suatu bentuk aktiva dengan suatu harapan mendapatkan keuntungan di masa depan. Terkadang, investasi disebut juga sebagai penanaman modal.
Dalam prakteknya, dalam usaha untuk mencatat nilai penanaman mo-dal yang dilakukan dalam suatu tahun tertentu, yang digolongkan sebagai investasi (atau pembentukan modal atau penanaman modal) meliputi pengeluaran/ perbelanjaan berikut ini:
a.       Pembelian berbagai jenis barang modal, yaitu mesin-mesin dan peralatan produksi lainnya untuk mendirikan berbagai jenis industri dan perusahaan.
b.      Perbelanjaan untuk membangun rumah tempat tinggal, bangunan kantor, bangunan pabrik dan bangunan-bangunan lainnya.
c.       Pertambahan nilai stok barang-barang yang belum terjual, bahan mentah dan barang yang masih dalam proses produksi pada akhir tahun penghitungan pendapatan nasional.
Jumlah dari ketiga-tiga jenis komponen investasi tersebut dinamakan investasi bruto, yaitu ia meliputi investasi untuk menambah kemampuan memproduksi dalam perekonomian dan mengganti barang modal yang sudah didepresiasikan. Apabila investasi bruto dikurangi oleh nilai apresiasi maka akan didapat investasi neto.

C.     DEFINISI INVESTASI DALAM EKONOMI MAKRO
Berdasarkan teori ekonomi, investasi berarti pembelian (dan produksi) dari modal barang yang tidak dikonsumsi tetapi digunakan untuk produksi yang akan datang (barang produksi). Contohnya membangun rel kereta api atau pabrik. Investasi adalah suatu komponen dari PDB (Produk Domestik Bruto) dengan rumus:
PDB = C + I + G + (X-M)
Dimana:
C = Consume/ Konsumsi
I = Investasi
G = Goverment/ Pemerintah
X = Export = Ekspor
M = Import = Impor

D.    ADA DUA PERAN INVESTASI DALAM EKONOMI MAKRO, ANTARA LAIN:
a.       Investasi merupakan komponen pengeluaran yang cukup besar dan tidak mudah habis, maka perubahan besar dalam investasi akan sangat mempengaruhi pernintaan.
b.      Investasi mendorong terjadinya akumulasi modal, penambahan stok bangunan gedung dan peralatan lainnya, akan meningkatkan output potensial suatu bangsa dan merangsang pertumbuhan ekonomi untuk jangka panjang.

Oleh karena itu, sangat penting peran investasi dalam konteks ekonomi makro, agar ekonomi rakyat dapat berjalan dengan baik, sehingga kita bisa menekan angka kemiskinan dan pengangguran, di setiap desa/ kelurahan, tapi banyak para pemimpin kita, mengira investasi itu memerlukan modal yang sangat besar, perlu membangun pabrik, dan lain sebagainya, sehingga memerlukan dana/ modal ratusan milyar rupiah atau bahkan ratusan trilyun.
(Meyka, 2013)

DAFTAR PUSTAKA

Meyka. 2013. Investasi dalam konteks ekonomi makro. Online http://meyka.blogdetik.com/2013/06/02/investasi-dalam-konteks-ekonomi-makro (diakses pada 23 Mei 2017)


Anonim. 2009. Teori Investasi Makro Ekonomi. Online https://athmospheresis.wordpress.com/2009/12/05/teori-investasi-makro-ekonomi/ (diakses pada 23 Mei 2017)

Senin, 08 Mei 2017

Metode Penghitungan Pendapatan Nasional

@A13-Afifah

Oleh :
 Afifah Indra Pritasari

Menurut Dian (2016), Berbicara tentang aspek penting untuk kemajuan bangsa adalah pendapatan nasionalnya. Ketika pendapatan nasional suatu negara tinggi maka menunjukkan bahwa sumber daya manusia yang dimiliki produktif, dengan begitu maka kemajuan suatu negara akan mudah tercapai.

Senin, 17 April 2017

Perekonomian Provinsi Banten

@A13-Afifah

Oleh :
Afifah Indra Pritasari

Pertumbuhan ekonomi merupakan realisasi hasil pembangunan ekonomi yang dilaksanakan pada suatu daerah dalam suatu periode.

Senin, 10 April 2017

Pasar Persaingan Sempurna

@A13-Afifah

Oleh :

Afifah Indra Pritasari

Kali ini kita akan membahas mengeni pasar persaingan sempurna. Apa itu pengertiannya, ciri-cirinya, kekurangan serta kelebihannya dan yang lainnya juga. Berikut penjelasannya dibawah ini :
A.      PENGERTIAN
Persaingan sempurna merupakan struktur pasar yang paling ideal, karena dianggap sistem pasar ini adalah struktur pasar yang akan menjamin terwujudnya kegiatan memproduksi barang atau jasa yang tinggi (optimal) efisiensinya.
Dalam pasar persaingan sempurna jumlah perusahaan sangat banyak dan kemampuan setiap perusahaan dianggap sedemikian kecilnya, sehinga tidak mampu mempengaruhi pasar.
Maka, dapat didefinisikan bahwa Pasar Persaingan Sempurna adalah struktur pasar atau industri dimana terdapat banyak penjual dan pembeli, dan setiap penjual ataupun pembeli tidak dapat mempengaruhi keadaan di pasar.

(Marliana, 2016)

B.      CIRI-CIRI PASAR PERSAINGAN SEMPURNA
Berikut ciri-ciri umum yang paling menonjol dalam pasar persaingan sempurna, antara lain           :

1.       Perusahaan tidak bisa mengendalikan harga
2.       Perusahaan memiliki kebebasan untuk masuk dan keluar pasar
3.       Semua perusahaan wajib menghasilkan produk yang homogen
4.       Banyaknya jumlah perusahaan yang ada di pasar
5.       Produsen dan konsumen memiliki informasi dan pengetahuan yang jelas mengenai kondisi pasar
(Anonim, 2016)

C.      CONTOR PASAR PERSAINGAN SEMPURNA
Dalam kenyataannya sehari-hari bentuk pasar yang benar-benar bersifat persaingan sempurna sulit ditemukan, yang ada hanyalah kecenderungan mendekati ke bentuk pasar persaingan sempurna.
Contoh kongkrit bentuk pasar yang paling mendekati pasar persaingan sempurna adalah pasar barang-barang atau komoditi makanan pokok, seperti pasar beras. Dalam pasar beras dapat dijelaskan hubungan antara penjual/produsen dengan pembeli/konsumen dapat dikatakan mendekati ciri-ciri pasar persaingan sempurna sebagai berikut :
a.       Dalam pasar komoditi beras jumlah penjual dan pembeli sangat banyak.
b.      Penjual dan pembeli secara perorangan tidak akan mampu mempengaruhi harga.
c.       Komoditi beras dapat dikatakan komoditi yang relatif homogen, kalaupun ada perbedaan rasa atau mutu akan berakibat adanya perbedaan harga.
d.      Harga yang terbentuk pada pasar beras adalah hasil kekuatan tarik menarik antara penawaran beras dan permintaan beras.
(Adwinta, 2012)

D.      CARA MEMAKSIMUMKAN KEUNTUNGAN JANGKA PENDEK
Dalam bagian ini secara serentak akan ditunjukan contoh angka tentang biaya produksi, hasilpenjualan dan penentuan keuntungan. Dalam contoh ini akan ditunjukan (i) cara menghitung biaya total, biaya rata-rata dan biaya marginal, (ii) cara menghitung hasil penjualan total, penjualan rata-rata dan penjualn marginal, dan (iii) menunjukan caranya suatu perusahaan menentukan tingkat produksi yang akan memaksimumkan keuntungan.
Sebelum hal-hal yang dinyatakan diatas ditunjukan dan diterangkan, akan dirumuskandua cara untuk menentukan pemaksimuman keuntungan oleh suatu perusahaan.

1)      Syarat Pemaksimuman Keuntungan
Di dalam jangka pendek, pemaksimuman keuntungan oleh suatu perusahaan dapatditerangkan dengan dua cara berikut:
§  Membandingkan hasil penjualan total dengan biaya total
§  Menunjukan keadaan dimana hasil penjualan marginal sama dengan biaya marginal.
Dalam cara pertama keuntungan ditentukan dengan menghitung dan membandingkan hasil penjualan total dengan biaya total. Keuntungan adalah perbedaan antara hasil penjualantotal yang diperoleh dengan biaya total yang dikeluarkan. Keuntungan akan mencapai maksimum apabila perbedaan antara keduanya adalah maksimum. Maka dengan cara yang pertama ini keunntungan yang maksimum akan dicapai apabila perbedaan nilai antra hasilpenjualan total dengan biaya total adalah yang paling maksimum.
Cara yang kedua adalah dengan menggunakan bantuan kurva atau data biaya rata-rata dan biaya marginal. Pemaksimuman keuntungan dicapai pada tingkat produksi dimana hasil penjualan marginal (MR) sama dengan biaya marginal (MC) atau MR=MC. Suatu perusahaan akan menambah keuntungan apabila menambah produksi pada ketika MR>MCyaitu hasil penjualan marginal (MR) melebihi biaya marginal (MC). Dalam keadaan ini pertambahan produksi dan penjualan akan menambah keuntungan. Dalam keadaan sebaliknya, yaitu apabila MR < MC, mengurangi produksi dan mpenjualan akan menambah untung. Maka keuntungan maksimum dicapai dalam keadaan dimana MR=MC berlaku.
Sebelum hal-hal yang dinyatakan diatas ditunjukan dan diterangkan, akan dibuat contoh angka untuk menunjukan kedua cara untuk menentukan pemaksimum keuntungan oleh suatu perusahaan.

2)      Maksimum Profit dalam Jangka Pendek

Dalam jangka pendek, perusahaan harus memutuskan apakah tetap berproduksi atau tidak. Bila tetap berproduksi, berapa tingkat output yang tepat ( tingkat harga pasarnyasendiri ditetapkan pasar). Bila perusahaan telah memutuskan untuk produksi, maka produksiakan ditingkatkan sepanjang marginal revenue (harga) melampaui marginal cost. Misalkan, harga equilibrium pasar (atau MR) = 10 per unit. MR=MC pada titik E pada saat Q = 600. Perusahaan tidak akan produksi kurang dari 600 unit output. Hal ini disebabkan bila Q kurang dari 600, setiap tambahan Q akan menambah revenue sebesar 10, sementara karena MC lebih kecil dari 10 untuk tambahan ini, maka biaya produksi lebih kecil dari tambahan revenue. Sehingga selama Q dibawah 600, tambahan output akan menambah profit.

Perusahaan juga tidak akan berproduksi lebih dari 600 karena diatas 600, setiap tambahan output (Q) akan menambah cost lebih dari 10 (karena MC leih dari 10) seingga tambahanoutput malah kan mengurangi profit. Maksimisasi profit terjadi pada saat Q= 600. Dan ATCpada saat Q=600 adalah 8 per unit. Jadi, total cost produksi adalah: 8 x 600=4800. Totalrevenue adalah 10 x 600=6000. Perkiraan profit maksimum adalah 6000-4800=1200. Bilaharga diatas 10, maka kurva demand perusahaan akan naik sehingga tingkat output yangdapat memaksimumkan profit akan naik, perusahaan akan menaikan output. Bila harga turun,produksi akan turun. Jadi, harga bergerak terbalik dibanding output. Profit atau minimum loss. Profit dan loss tergantung pada posisi harga relative trhadap ATC. Sepanjang harga >cost, ada shortrun profit. Bila harga > cost, ada loss.
(Sutriani, 2015)
E.       KELEBIHAN DAN KEKURANGAN
Penerapan pasar persaingan sempurna memiliki beberapa keuntungan dan kerugian dalam kegiatan pasar, yaitu         :

1.       Kelebihan
§  Pemanfaatan sumber daya dilakukan dengan lebih efisien.
§  Terhindar dari praktik pemusatan kekuasaan pada kelompok kecil masyarakat.
§  Terhindar dari persaingan yang tidak sehat.
§  Terhindar dari permainan harga pasar, karena baik penjual dan pembeli tidak mampu menentukan harga.
§  Harga barang di pasar akan cenderung stabil tanpa melihat besar kecilnya jumlah barang.
§  Informasi pasar yang jelas akan menghindarkan dari berbagai praktik yang bisa menimbulkan potensi kecurangan.
§  Tidak memerlukan biaya iklan, karena barang yang dihasilkan antar perusahaan bersifat homogen dan sulit dibedakan antara produk yang satu dengan yang lain.

2.       Kekurangan
§  Terbatasnya dana untuk kegiatan Research and Development, karena keuntungan perusahaan sangat terbatas dan menyebabkan lambatnya inovasi-inovasi produk.
§  Keterbatasan dalam memilih produk, mengingat semua produk yang dihasilkan pasar sama atau hanya satu jenis, hal ini memungkinkan selera dan kebutuhan masyarakat berbeda-beda dengan tingkat pendapatan yang berbeda-beda dalam memilih produk.
§  Keterbatasan laba tidak hanya berdampak pada rendahnya kualitas produk yang dihasilkan karena kurang inovasi, selain itu juga kondisi keterbatasan keuntungan ini memaksa perusahaan untuk memberikan upah yang kecil kepada buruh.
§  Efisiensi yang diterapkan terlalu tinggi sehingga berakibat pada buruknya kondisi sosial.
§  Banyak masyarakat yang tidak puas dengan adanya produk yang ada di pasar.
§  Tidak adanya pemerataan pendapatan berakibat pada pemanfaatan sumber daya oleh golongan tertentu yang memiliki modal besar.
(Anonim, 2016)
Jadi, pasar persaingan sempurna merupakan pasar yang terdapat banyak penjual dan pembeli, dimana penjual dan pembeli tersebut tidak dapat mempengaruhi keadaan pasar. Contohnya adalah pasar komoditi bahan-bahan dan keperluan pokok. Pada pasar persaingan ini memiliki kelebihan dan kekurangan seperti yang telah dicantumkan diatas.

DAFTAR PUSTAKA
Anonim. 2016. Struktur Pasar Persaingan Sempurna

Adwinta. 2012. Contoh Pasar Persaingan Sempurna

Marliana R. 2016. Makalah Pasar Persaingan Sempurna

Sutriani T. 2015. Makalah Pasar Persaingan Sempurna

Senin, 03 April 2017

Jangka Waktu Produksi

@A13-Afifah

Oleh :
Afifah Indra Pritasari

Produksi adalah kegiatan menambah faedah (kegunaan) suatu benda atau menciptakan benda baru sehingga lebih bermanfaat dalam memenuhi kebutuhan.

Senin, 20 Maret 2017

Permintaan Minyak Goreng di Indonesia

@A13-Afifah

Oleh :
Afifah Indra Pritasari

Minyak goreng merupakan salah satu kebutuhan rumah tangga yang sering digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Biasanya minyak goreng yang digunakan sekarang ini merupakan minyak goreng kelapa sawit. Berdasarkan estimasi statistik tahun 2007, rata-rata konsumsi per kapita di Indonesia mencapai 10,4 kg per tahun. Oleh karena itu, kali ini kita aan membahas tentang permintaan minyak goreng di Indonesia.

Darmawan, Rusastra dan Sjafa'at, mengungkapkan prospek penawaran dan permintaan minyak goreng pada tahun 1985-2000 dapat diperoleh gambaran sebagai berikut.



Darmawan, Rusastra dan Sjafa’at juga mengungkapkan tentang proyeksi permintaan minyak goreng di Indonesia bahwa elastisitas permintaan minyak goreng di Indonesia secara agregat adalah 0.46839. Selan jutnya apabila diperhitungkan kenaikan pendapatan adalah 5 persen per tahun dan kenaikan penduduk adalah 2 persen setiap tahunnya maka konsumsi minyak goreng per kapita akan meningkat dari 4,4892 kg/tahun pada tahun 1978 menjadi 6,81 kg/tahun pada tahun 1980, dan 10,64 kg/tahun pada tahun 2000.

Rosalina, Hamidi, Jahrizal (2014), mengungkapkan bahwa ada beberapa faktor yang mempengaruhi permintaan konsumen terhadap minyak goreng di Kota Dumai, antara lain pendapatan, jumlah penduduk, dan harga.

a.       Faktor Pendapatan
Perubahan penghasilan konsumen (dalam arti normal) dengan asumsi ceteris paribus pada umumnya dapat mempengaruhi jumlah barang dan jasa yang diminta (konsumsi) terutama untuk jenis barang normal dan superior. Kenaikkan tingkat pendapatan konsumen rumah tangga akan mendorong kenaikan konsumsi dan sebaliknya penurunan pendapatan konsumen rumah tangga akan mendorong berkurangnya konsumsi untuk barang tersebut.

b.      Faktor Jumlah Penduduk
Jumlah anggota rumah tangga responden dapat mempengaruhi tingkat kesejahteraan seseorang atau keluarga. Identiknya jumlah anggota rumah tangga yang lebih banyak cenderung pengeluaran untuk konsumsi jga akan banyak, dan sebaliknya pada anggota rumah tangga yang sedikit tentu pengeluaran untuk konsumsi juga sedikit.

c.       Faktor Harga
Harga merupakan tingkat kemampuan suatu barang yang dapat dipertukarkan dengan barang lain yang nilainya ditentukan dengan satuan uang. Suatu barang dibutuhkan oleh seseorang karena barang tersebut memiliki nilai guna, bahkan seseorang ingin mengorbankan apa saja guna memperoleh barang yang disukainya. Hal ini terjadi karena beberapa alasan, disamping memiliki nilai tambah yang menguntungkan.

Rosalina, Hamidi, Jahrizal (2014), mengungkapkan bahwa terdapat perbandingan antara minyak goreng curah dengan minyak goreng kemasan yang ada di pasaran, khusus yang ada di kota Pekanbaru.




Dengan demikian terlihat bahwa pada tingkat pendapatan yang relatif rendah permintaan responden terhadap minak goreng curah/kiloan lebih besar apabila dibandingkan dengan minyak goreng kemasan dan sebaliknya semakin tinggi pendapatan responden maka permintaan terhadap minyak goreng kemasan akan semakin besar pula dibandingkan dengan minyak goreng kiloan.

Disamping faktor pendapatan, faktor lain yang mempengaruhi permintaan terhadap minyak goreng adalah harga minyak goreng itu sendiri. Semakin tinggi harga minyak goreng maka permintaan akan semakin turun.
Dapat disimpulkan bahwa permintaan minyak goreng dari tahun 1978 sampai dengan tahun 2000 terus meningkat. Dan juga terdapat faktor-faktor yang mempengaruhi meningkatnya permintaan dari minyak goreng tersebut diantaranya adalah pendapatan, jumlah penuduk serta hahrga.


DAFTAR PUSTAKA

Jurnal D. H. A Darmawan, I. W .Rusastra, dan N. Sjafa’at. Kajian Permintaan Minyak Goreng Pada Berbagai Golongan Pendapatan Dan Segmen Pasar Di Indonesia.


Jurnal S. Rosalina, W. Hamidi, dan Jahrizal. 2014. Analisis Konsumen Terhadap Minyak Goreng di Kota Dumai.

Senin, 13 Maret 2017

Penawaran dalam Ekonomi Mikro

@A13-Afifah

Oleh :
AFIFAH INDRA PRITASARI

Menurut Novianti T dan H H. Ella, 2008 Penawaran ekspor karet alam Indonesia ke Negara Cina cenderung semakin meningkat sebesar 89,96 persen selama periode 2000-2007, yang pastinya dalam hal ini terdapat faktor yang mempengaruhi penawaran ekspor karet alam Indonesia ke Negara Cina. Dibawah ini akan dijelaskan sedikit tentang apa itu penawaran, faktor apa saja yang mempengaruhi penawaran, dan sebagainya.

PENGERTIAN

(Menurut Rahardja P dan Manurung M, 2008) Penawaran adalah jumlah barang yang produsen ingin tawarkan (jual) pada berbagai tingkat harga selama satu periode tertentu.

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMENGARUHI PENAWARAN

1)      Harga Barang Itu Sendiri
Jika harga suatu barang naik, maka produsen cenderung akan menambah jumlah barang yang dihasilkan. Hal ini membawa kita ke hukum penawaran, yang menjelaskan sifat hubungan anatara harga suatu barang dengan jumlah barang tesebut yang ditawarkan  penjual. “Semakn tinggi harga suatu barang, ceteris paribus, semakin banyak jumlah barang tersebut yang ingin ditawarkan oleh penjual, dan sebaliknya.”
2)      Harga Barang Lain Yang Terkait
Secara umum dapat dikatakan bahwa apabila harga barang substitusi naik, maka oenawaran suatu barang akan bertambah, dan sebaliknya,. Sedangkan untuk barang komplemen, dapat kita nyatakan bahwa apabila harga barang komplemen naik, maka penawaran suatu barang berkurang, dan sebaliknya.
3)      Harga Faktor Produksi
Kenaika harga faktor produksi, seperti tingkat upah yang lebih tinggi, harga bahan baku yang meningkat, atau kenaikan tingkat bunga modal, akan menyebabkan perusahaan memproduksi outputnya lebih sedikit dengan jumlah anggaran yang tetap.
4)      Biaya Produksi
Bila biaya produksi meningkat, maka produsen akan mengurangi hasil produksinya, berarti penawaran barang itu berkurang.
5)      Teknologi Produksi
Kemajuan teknologi menyebabkan penurunan biaya produksi, dan menciptakan barang-barang baru. Dalam hubungannya dengan penawaran suatu barang, kemajuan teknologi menyebabkan kenaikan dalam penawaran barang.
6)      Jumlah Pedagang/Penjual
Apabila jumlah penjual suatu produk terentu semakin banyak, maka penawaran barang tersebut akan bertambah.
7)      Tujuan Perusahaan
Tujuan perusahaan adalah memaksimumkan laba, bukan memaksimumkan hasil produksinya. Akibatnya, tiap produsen tidak berusaha untuk memanfaatkan kapasitas produksinya, secara maksimum, tetapi akan menggunakannya pada tingkat produksi yang memberikan keuntungan maksimum.
(Menurut Hilman H, 2017) Dari sisi penawaran bahwa keragaman hayati asli Indonesia sangat kaya. Ada potensi dan peluang besar untuk mengembangkan produk pangan organik berbasis pertanian lokal. Untuk beras saja, misalnya, Indonesia memiliki sekitar 7.000 varietas beras beraneka warna, dari putih, merah, hitam, hingga kuning. 
8)      Kebijakan Pemerintah
Kebijakan pemerintah untuk mengurangi impor beras dan meningkatkan produksi dalam negeri guna tercpaianya swasembada beras, menyebabkan para petani menanam padi tertentu yang memberikan hasil banyak setiap panennya. Kebijakan ini jelas menambah supply beras dan keperluan impor beras dapat dikurangi.
(Rahardja P dan Manurung Mandala, 2008)

FUNGSI PENAWARAN

Fungsi penawaran adalah fungsi yang menunjukkan hubungan antara harga (P) dengan jumlah barang (Q) yang ditawarkan. Fungsi penawaran harus sesuai dengan hukum penawaran yang menyatakan bahwa Bila harga barang naik, maka jumlah penawarannya bertambah dan bila harga barang turun, maka jumlah penawarannya berkurang.
Dengan demikian, hubungan antara harga barang dengan jumlah barang yang ditawarkan adalah positif atau berbanding lurus. Bentuk umum fungsi penawaran adalah

Keterangan:
Q : jumlah barang yang ditawarkan
P : harga barang per unit
a : angka konstanta (berupa angka)
b : gradien atau kemiringan (yang ada hurufnya)

Adapun syarat fungsi penawaran adalah:
a. nilai a boleh positif atau negatif (+ / – )
b. nilai b harus positif (+)

Untuk mencari persamaan fungsi penawaran, rumusnya sama dengan rumus menentukan fungsi permintaan, yaitu
(Yusnita D, 2013)

JENIS-JENIS PENAWARAN

1.       Penawaran Individu
Penawaran individu adalah jumlah barang dan/atau jasa yang ditawarkan seorang penjual atau produsen pada waktu, tempat dan satuan harga tertentu.
2.       Penawaran Pasar
Penawaran pasar adalah jumlah barang dan/atau jasa yang ditawarkan sekelompok penjual atau beberapa orang produsen pada waktu, tempat dan satuan harga tertentu.
(Khafid S, 2014)


Dengan ini kita bisa mengetahui bahwa penawaran merupakan jumlah barang  yang produsen tawarkan, serta terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi penawaran. kita juga bisa mengetahui apa itu fungsi dari penawaran yang merupakan hubungan matematis penawaran dengan faktor-faktornya.

DAFTAR PUSTAKA

Rahardja P dan M Manurung. 2008. Pengantar Ilmu Ekonomi. LPFEUI. Depok

Rahayu N. 2017. Analisis Kelayakan Bisnis Sederhana Penawaran dan Permintaan

Khafidh S. 2014. Artikel Penawaran Barang

Yusnita D. 2013. Fungsi Penawaran

Tanti N dan Ella H H. 2008. Jurnal Analisis Penawaran Ekspor Karet Alam Indonesia Ke Negara Cina. IPB


Jumat, 03 Maret 2017

Lebih Tahu Dengan Ilmu Ekonomi

@A13-Afifah

OLEH :

AFIFAH INDRA PRITASARI


Ekonomi. Apa sih yang pertama kali kalian pikirkan tentang ekonomi? Biasanya yang terlintas dipikiran kita adalah tentang uang. Itu memang benar tapi di dalam ilmu ekonomi, kita tidak hanya belajar tentang uang melainkan masih banyak lagi hal-hal lain. Berikut adalah penjelasan singkat mengenai ilmu ekonomi. Semoga bermanfaat.