Dalam kehidupan rumah tangga, terdapat faktor-faktor yang mempengaruhi besarnya pengeluaran konsumsi. Faktor-faktor tersebut kemudian dapat diklasifikasikan menjadi 3 bagian besar, yaitu :
Tampilkan postingan dengan label @TEA-07. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label @TEA-07. Tampilkan semua postingan
Selasa, 11 Juli 2017
Senin, 19 Juni 2017
Metode Pendapatan Nasional
@38-riki
oleh riki ramadhan
Abstrak
Apabila
keseluruhan produk dan jasa yang dihasilkan dalam satu tahun dihitung, maka akan diperoleh produk
nasional atau pendapatan nasional.
Minggu, 04 Juni 2017
Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Tingkat Konsumsi
Oleh : Ibrahim Hasan
41616010079
Ilmu
ekonomi adalah suatu studi mengenai bagaimana orang menjatuhkan pilihan yang
tepat untuk memanfaatkan sumber-sumber produktif (tanah, tenaga kerja, barang-barang
modal semisal mesin, dan pengetahuan teknik) yang langka dan terbatas jumlahnya, untuk
menghasilkan berbagaibagai barang (misalnya gandum daging, mantel, perahu
layar, konser musik, jalan raya, pesawat pembom) serta mendistribusikan
(membagikan)nya kepada pelbagai anggota masyarakat untuk merekaTingkat konsumsi
seseorang dipengaruhi oleh banyak hal yang berkaitan. Seseorang membelanjakan
uang yang dimiliki sebelumnya dipengaruhi oleh banyak pertimbangan akibat
adanya kalangkaan.
PENDAHULUAN
Konsumsi,
ialah suatu kegiatan yang bertujuan mengurangi atau menghabiskan daya guna suatu
benda, baik berupa barang maupun jasa, untuk memenuhi kebutuhan dan kepuasan
secara langsung. Konsumen adalah setiap orang pemakai barang dan atau jasa yang
tersedia dalam masyarakat, baik bagi kepentingan diri sendiri, keluarga, orang
lain, maupun makhluk hidup lain dan tidak untuk diperdagangkan. Jika tujuan
pembelian produk tersebut untuk dijual kembali, maka dia disebut pengecer atau
distributor. Pada masa sekarang ini bukan suatu rahasia lagi bahwa sebenarnya
konsumen adalah raja sebenarnya, oleh karena itu produsen yang memiliki prinsip
holistic marketing sudah seharusnya memperhatikan semua yang menjadi hak-hak
konsumen.
PEMBAHASAN
Konsumsi,
dari bahasa belanda consumptie, bahasa inggris consumption, ialah suatu
kegiatan yang bertujuan mengurangi atau menghabiskan daya guna suatu benda,
baik berupa barang maupun jasa, untuk memenuhi kebutuhan dan kepuasan secara
langsung. Konsumen adalah setiap orang pemakai barang dan atau jasa yang
tersedia dalam masyarakat, baik bagi kepentingan diri sendiri, keluarga, orang
lain, maupun makhluk hidup lain dan tidak untuk diperdagangkan.(wikipedia)
Salah
satu tujuan daripada melakukan konsumsi adalah untuk memenuhi kebutuhan
manusia. Dengan melakukan konsumsi ini kebutuhan manusia diharapkan dapat
terpenuhi. Terdapat empat tujuan kegiatan konsumsi dan ini juga merupakan pola
perilaku dari konsumen yaitu:
1. Mengurangi nilai guna barang atau jasa
secara bertahap Setiap orang yang melakukan konsumsi akan mengurangi nilai guna
barang atau jasa tersebut secara bertahap. Sebagai contohnya ialah seperti
memakai pakaian, kendaraan dan sepatu.
2. Menghabiskan nilai guna barang sekaligus
Konsumen juga dapat menghabiskan nilai guna barang sekaligus. Sebagai contoh
adalah makan dan minum.
3. Memuaskan kebutuhan secara fisik
Seseorang melakukan konsumsi bertujuan untuk mencukupi kebutuhan mereka secara
fisik. Kebutuhan tersebut telah dijelaskan pada pembahasan bab sebelumnya.
Contohnya ialah mengenakan pakaian yang bagus agar penampilannya bertambah
baik.
4. Memuaskan kebutuhan rohani Tidak hanya
kebutuhan secara fisik saja tujuan seorang konsumen melakukan kegiatan konsumsi
akan tetapi juga untuk memuaskan kebutuhan rohani seperti contohnya ialah
membeli kitab suci untuk kebutuhan religiusitas/ rohaninya.
Berdasarkan
Indeks Tendensi Bisnis (ITB) yang dikeluarkan oleh Badan Pusat Statistik (BPS),
kondisi bisnis meningkat dari triwulan sebelumnya. Peningkatan ini disebabkan
oleh tingkat optimism pelaku bisnis yang lebih tinggi jka dibandingkan dengan
triwulan I-2012. Hal ini diungkapkan oleh Deputi Bidang Neraca dan Analisis
Statistik BPS, Suhariyanto dalam jumpa pers di
kantor BPS, Senin (6/8). Peningkatan
kondisi bisnis pada triwulan II-2012 ini, lanjutnya, terjadi pada semua sektor
kecuali sektor Pertambangan dan Penggalian. Peningkatan kondisi bisnis
tertinggi berada pada sektor Perdagangan, Hotel dan Restoran yang mencapai
nilai ITB sebesar 110,21. Sementara itu penurunan kondisi bisnis terjadi pada
sektor Pertambangan dan Penggalian yakni sebesar 92,55. Peningkatan ini terjadi
karena adanya peningkatan penggunaan kapasitas produksi atau usaha, pendapatan
usaha serta peningkatan rata-rata jam kerja. Untuk diketahui, ITB merupakan
indikator perkembangan ekonomi terkini yang datanya diperoleh dari Survey
Tendensi Bisnis (STB) yang dilakukan oleh BPS bekerja sama dengan Bank
Indonesia (BI).
Faktor-faktor lain yang mempengaruhi pengeluaran untuk
konsumsi dengan teori siklus hidup dapat
dibagi menjadi dua bagian yaitu faktor subyektif dan faktor-faktor lain yang
bersifat obyektif (Wijaya,1989;80).
1) Faktor-faktor subyektif
Faktor-faktor subyektif atau variabel-variabel keinginan merupakan
faktor-faktor fisiologis yang merupakan permintaan rumah tangga atas barang dan
jasa. Sikap para pembeli dipengaruhi oleh iklan, daya tarik produk yang
bersangkutan dan oleh perkiraan harga di masa depan, tersedianya barang di masa
depan atau tingkat pendapatan di masa depan.
2) Faktor-faktor obyektif
a) Tingkat Pendapatan;
Besar
kecilnya tingkat pendapatan yang diperoleh rumah tangga akan
mempengaruhi pengeluaran konsumsi rumah tangga.
b) Kredit cicilan konsumen;
Biaya serta tersedianya kredit cicilan konsumen
mempengaruhi
kemampuan daya beli konsumen. Jika kredit lebih
mudah diperoleh
dan biayanya rendah, lebih besar kemungkinan untuk
membeli dan
karena konsumen lebih cenderung meminjam
sehingga saving agregat
jadi berkurang pada semua tingkat pendapatan
disponsible.
c) Persediaan aktiva-aktiva;
Melalui aliran-aliran tabungan tahunan,
rumah-rumah tangga
menambah persediaan atau jumlah aktiva yang
dimiliki yaitu jumlah
kekayaan mereka. Selanjutnya menaikkan
kemampuan mereka untuk
berkonsumsi maka dapat dikatakan aliran-aliran
tabungan tahunan
(cateris paribus) menaikkan persediaan harta
milik yang dimiliki
rumah tangga dan mengeser fungsi agregat
keatas.
Daftar Pustaka
Anonim. 2017. Konsumsi.
[online].
Tersedia : https://id.wikipedia.org/wiki/Konsumsi
(7 mei 2017)Syatir, Fiay. 2016.
Faktor-faktor yang mempengaruhi konsumsi. [online].
Tersedia : http://www.kompasiana.com/fiaisyatir/faktor-faktor-yang-mempengaruhi-konsumsi_57fd4982d17a61eb5b7ef84e
(7mei 2017)
BPS: Konsumsi Masyarakat Indonesia Meningkat, Senin 06 Agustus 2012
[online].
Tersedia: http://www.hukumonline.com/berita/baca/lt501f9ab977200/bps--konsumsi-masyarakat-indonesia-meningkat
Priyanto.R, Ilmu Ekonomi dan Studi PembangunanFakultas Ekonomi Universitas jember 2007, FAKTOR-Faktor Yang
Mempengaruhi Tingkat Konsumsi Rumah Tangga Karyawan Pt Askes (Persero) Cabang
Jember , Skripsi. http://repository.unej.ac.id/bitstream/handle/123456789/13525/36-.pdf?sequence=1
Minggu, 21 Mei 2017
Pengertian, Konsep, Manfaat dan Perhitungan Pendapatan Nasional
Oleh : @A08-Satria
A.
Definisi
Pendapatan Nasional
Pendapatan
nasional adalah merupakan jumlah seluruh pendapatan yang diterima oleh
masyarakat dalam suatu negara selama satu tahun.
Kamis, 18 Mei 2017
Faktor yang mempengaruhi tingkat konsumsi
Oleh : Aini Putri
41616010024
41616010024
Abstrak
Konsumsi, dari bahasa Belanda consumptie, bahasa Inggris consumption, ialah suatu kegiatan yang
bertujuan mengurangi atau menghabiskan daya guna suatu benda,
baik berupa barang maupun jasa, untuk memenuhi kebutuhan dan kepuasan
secara langsung. Konsumen adalah setiap orang pemakai barang dan atau jasa yang
tersedia dalam masyarakat, baik bagi kepentingan diri sendiri, keluarga, orang
lain, maupun makhluk hidup lain dan tidak untuk diperdagangkan. Jika tujuan
pembelian produk tersebut untuk dijual kembali, maka dia disebut pengecer atau
distributor. Pada masa sekarang ini bukan suatu rahasia lagi bahwa sebenarnya
konsumen adalah raja sebenarnya, oleh karena itu produsen yang memiliki prinsip
holistic marketing sudah seharusnya memperhatikan semua yang menjadi hak-hak
konsumen. Konsumsi dapat dibagi menjadi 2 yaitu konsumsi langsung dan tidak
langsung.
Pendahuluan
Tingkat Konsumsi
seseorang dengan orang lain tentu berbeda, karena dipengaruhi oleh beberapa
faktor. Faktor yang paling sering kita dengar atau paling kita sadari adalah
tingkat pendapatan. Banyak orang yang mengatakan (mungkin termasuk anda) bahwa apabila
tingkat pendapatan meningkat, orang tersebut cenderung konsumtif, atau tingkat
konsumsinya naik.
Pembahasan
Menurut J. M Keynes, tingkat konsumsi
seseorang atau rumah tangga ditentukan oleh pendapatannya. Lalu, apakah ada faktor
lain yang mempengaruhi konsumsi?
1. Faktor Objektif
yaitu faktor yang secara umum diakui sebagai
faktor yang mempengaruhi konsumsi.
Factor Objektif dibagi menjadi 3 yaitu:
a. Harga
Keynes
mengatakan bahwa perubahan harga yang cukup besar akan menyebabkan perubahan
daya beli masyarakat yang besar pula. Artinya, naik turunnya tingkat harga umum
yang cukup besar akan mengubah pendapatan rill dan nilai rill uang yang cukup
besar pula.
b. Kebijakan Fiskal
Salah satu
instrument kebijakan fiskal , yaitu pajak sangat mempengaruhi besarnya
pendapatan yang digunakan untuk konsumsi. Semakin besar tarif pajak yang
berlaku terhadap barang dan jasa, semakin tinggi harga tersebut. Artinya,
pendapatan rill masyarakat menurun sehingga konsumsi mereka pun menurun.
c. Suku Bunga
Faktor yang menarik sesorang untuk menabung atau investasi adalah suku
bunga. Semakin besar suku bunga tabungan, semakin besar pula imbalan jasa
yang diberikan oleh bank. Jadi, besar kecilnya suku bunga akan mempengaruhi
keputusan konsumsi seseorang.
2. Faktor Subjektif
Faktor
yang berasal dari kondisi yang dialami oleh setiap orang. Faktor subjektif
tidak selalu mempunyai pengaruh yang sama pada setiap orang. Faktor Subjektif
dibagi menjadi 2 yaitu:
a. Sikap hati-hati
Seorang
konsumen berusaha untuk lebih hati-hati dalam membelanjakan uangnya dengan cara
mengurangi konsumsi dengan menyisihkan sebagian pendapatnnya untuk menghadapi
kesulitan di masa yang akan datang.
b. Kekayaan (wariasan) yang dimiliki
Menurut
Keynes, seseorang yang mempunyai kekayaan dari warisan atau tabungan akan
menggunakan sebagian besar pendapatannya untuk konsumsi. Sebaliknya, seseorang
yang tidak memiliki kekayaan dari warisan atau tabungan akan lebih memilih
untuk menyisihkan pendapatannya ke dalam tabungan. Dengan tujuan memperoleh
kekayaan yang lebih besar atau untuk persiapan di masa mendatang.
Daftar Pustaka :
Huda.2012.Faktor
yang mempengaruhi tingkat konsumsi.(Online)
Anonim.2016.konsumsi.(Online)
Ditakhoirina,Anindya.2011.faktor-faktor yang mempengaruhi
tingkat konsumsi https://anindyaditakhoirina.wordpress.com/2011/04/17/faktor-faktor-yang-mempengaruhi-tingkat-konsumsi/
Rabu, 17 Mei 2017
pendapatan nasional di indonesia
ABSTRAK
Pendapatan nasional merupakan
seluruh pendapatan yang diterima oleh seluruh anggota masyarakat atau seluruh
rumah tangga keluarga (RTK) dalam suatu negara dalam kurun waktu tertentu,
biasanya dalam waktu satu tahun.
Selasa, 16 Mei 2017
Definisi Pendapatan Nasional
OLEH: FAHRUL ROJI AZANI
ABSTRAK
National income (pendapatan nasional) adalah salah satu
aspek untuk menentukan tingkat perekonomian suatu negara. Pendapatan nasional
baru dapat dihitung setelah diketahui nilai dari unsur-unsur ekonomi negara
lainnya, antara lain GDP (Gross Domestic Product).
Pendapatan Nasional
@A30-Tania
Oleh : Tania Iswara
Abstrak
Pendapatan
Nasional adalah salah satu aspek untuk menentukan tingkat perekonomian suatu
Negara. Pendapatan nasional baru dapat dihitung setelah diketahui nilai dari
unsur-unsur ekonomi Negara lainnya
Senin, 15 Mei 2017
Perhitungan Pendapatan Nasional
Abstrak
Salah satu indikator perekonomian suatu negara yang sangat penting adalah yang disebut dengan pendapatan nasional.
Pendahuluan
Berbicara tentang aspek penting untuk kemajuan bangsa adalah pendapatan nasionalnya. Ketika pendapatan nasional suatu negara tinggi maka menunjukkan bahwa sumber daya manusia yang dimiliki produktif, dengan begitu maka kemajuan suatu negara akan mudah tercapai. Dengan begitu kehidupan masyarakat serta devisa negara akan tetap terjaga dan tidak akan terjadi gangguan atau halangan dari pihak lain untuk meraih kesejahteraan dan kemakmuran
Permasalahan :
1. Definisi pendapatan nasional
2. Metode perhitungan pendapatan nasional
3. Konsep pendapatan nasional
4. Faktor yang mempengaruhi pendapatan nasional
Pembahasan
Pendapatan nasional adalah suatu angka/nilai yang menggambarkan seluruh produksi, pengeluaran, ataupun pendapatan yang dihasilkan dari semua pelaku atau sektor ekonomi dari suatu Negara.
Selain pengertian pendapatan nasional di atas, ada juga beberapa definisi pendapatan nasional sebagai berikut :
1. Pendapatan nasional adalah jumlah barang yang jasa yang dihasilkan oleh suatu negara dalam jangka waktu tertentu, biasanya diukur dalam waktu Satu tahun.
2. Pendapatan nasional merupakan keseluruhan pendapatan yang diterima oleh semua faktor produksi dalam suatu negara selama satu tahun.
3. Pendapatan nasional adalah jumlah pengeluaran untuk membeli barang dan jasa yang diproduksi dalam satu negara selama satu periode tertentu.
Pendapatan nasional merupakan salah satu elemen yang mempengaruhi perekonomian suatu negara. Secara umum, definisi pendapatan nasional adalah ukuran nilai total barang dan jasa yang dihasilkan suatu negara dalam periode tertentu, biasanya dalam waktu satu tahun dan dinyatakan dalam satuan uang.
Metode perhitungan pendapatan nasional
Metode perhitungan pendapatan nasional merupakan salah satu cara untuk mementukan jumlah atau besar dari nilai pendapatan nasional tersebut. Metode perhitungan pendapatan nasional memiliki beberapa fungsi selain untuk mengethaui jumlah pendapatan nasional suatu negara, metode perhitungan ini juga bisa dijadikan alat evaluasi, dengan hasil yang diberikan pemerintahan suatu negara bisa menilai dan mengevaluasi kinerja para sumber daya manusianya, mereka bisa mengukur produktifitas negaranya. Adapun untuk mengetahui jumlah atau nilai dari pendapatan nasional ada 3 metode dalam perhitungannya, yakni metode perhitungan pendapatan nasional dengan pendekatan produksi, pendekatan pengeluaran dan pendekatan pemasukan.
Pendekatan produksi
Dalam metode ini dijelaskan bahwa perhitungan pendapatan nasional dihitung dari penjumlahan seluruh hasil produksi suatu produk baik barang maupun jasa yang dihasilkan atau diperoleh dari seluruh pelaku kegiatan ekonomi yang ada dalam satu negara serta dalam satu periode ekenomi tertentu kurang lebih tiap tahun sekali. Cara menghitung pendapatan nasionalnya yaitu dengan mengalikan jumlah seluruh produk baik barang ataupun jasa yang telah dihasilkan atau diproduksi dalam kururn waktu satu tahun dengan harga satuan tiap produknya bisa berbentuk barang maupun jasa.
Hal ini dirumuskan dengan : {(P1 x Q1) + (P2 x Q2) + (P3 x Q3) + ….. + (Pn x Qn)}
Keterangan :
Y : Pendapatan nasional
P : Jumlah produk yang diproduksi
Q : Harga satuan suatu produk
Dalam perhitungan pendapatan nasional dengan pendekatan produksi ini ada satu hal penting yang harus diingat yaitu janagan sampai melakukan penjumlahan berulang (multiple accounting) terhdapat suatu produk baik barang maupun jasa. Oleh sebab itulah aspek yang harus dijumlahkan dalam perhitungan yakni nilia tambah (value added) suatu produk baik brang maupun jasa, bukan dilihat dari nilai akhirnya.
Pendekatan pengeluaran
metode ini menghitung pendapatan nasional dengan menjumlahkan seluruh pos pengeluaran yang dipakai untuk membeli atau mengkonsumsi suatu produk baik yang berupa barang maupun jasa yang dilakukan oleh seluruh pelaku kegiatan ekonomi, mulai dari ruang lingkup besar hingga kecil, yakni rumah tangga konsumen, pemerintah, rumah tangga produksi (perusahaan), serta sektor luar negeri yang ada, dan hal ini terjadi dan dihitung pada periode ekonomi tertentu yang biasanya berlangsung selama satu tahun.
Cara menghitung pendapatan nasional dengan metode ini dirumuskan sebagai berikut : Y = C + I + G + (X-M)
Keterangan :
Y = Pendapatan nasional
C = Konsumsi rumah tangga
I = Investasi perusahaan
G = Pengeluaran yang dilakukan pemerintah (baik konsumsi dan investasi)
(X-M) = Ekspor neto (selisih antara nilai ekspor dengan nilai impor)
Ada poin penting yang harus anda ingat dalam metode pendekatan ini, investasi yang dilakukan oleh pemerintah dan perusahaan bisa dijadikan satu atau dipisah seperti di rumus tersebut. Namun tenang saja hasil dari pendapatan nasional akan tetap sama tidak ada perbedaan meskipun investasi perusahaan dan investasi pemerintah dijadikan satu atau dipisahkan.
Pendekatan pendapatan
metode ini berfokus pada pendapatan dari semua pelaku ekonomi atau pihak yang bersangkutan. Untuk mencari jumlah atau besarnya pendapatan nasional metode ini menggunakan rumus penjumlahan selururh pendapatan atau pemasukan yang diterima dan didapat oleh semua pelaku ekonomi dari hasil penyediaan dan pengadaan segala produk baik barang maupun jasa. Sama seperti metode lainnya periode atau kurun waktu yang digunakan adalah kurang lebih satu tahun. Dalam hal ini pendapatan bisa berupa upah atau gaji, sewa, bunga, keuntungan dan lain sebagainya yang penting merupakan pemasukan.
Perhitungan pendapatan nasional disini dirumuskan dengan Y = W + r + i + P
Keterangan :
Y : pendapatan nasional
W : wage (gaji atau upah), hal ini merupakan pemasukan yang diterima oleh pemilik faktor tenaga kerja
r : rent (sewa) merupakan salah satu bentuk pemasukan yang diperoleh oleh pemilik faktor produksi berupa tanah, gedung, harta dan lainnya.
i : interesrt (bunga) merupakan bentuk pemasukan yang diperoleh oleh pemiliki faktor produksi yang berupa modal
P : profit (keuntungan) adalah pendapatan atau pemasukan yang diterima oleh pemilik faktor produksi kewirausahaan.
Keberadaan tiga metode ini membantu suatu negara untuk menentukan jumlah atau besarnya pendapatan nasional suatu negara. Karena pendapatan nasional merupakan aspek penting untuk menentukan kemajuan dan perkembangan suatu negara, ketika terjadi kesalahan sedikit saja maka semuanya akan mengalami gangguan, mungkin bisa juga menghambat laju perekonomian negara. Untuk itulah dengan menggunakan tiga metode ini resiko kesalahan yang terjadi sangat kecil, dan keabsahan atau kebenaran data bisa dipertanggungjawabkan.
Konsep-konsep pendapatan nasional
• Produk Domestik Bruto (GDP)
Produk domestik bruto (Gross Domestic Product) merupakan jumlah nilai produk berupa barang dan jasa yang dihasilkan oleh unit-unit produksi di dalam batas wilayah suatu negara (domestik) selama satu tahun. Dalam perhitungan GDP ini, termasuk juga hasil produksi barang dan jasa yang dihasilkan oleh perusahaan/orang asing yang beroperasi di wilayah negara yang bersangkutan. Barang-barang yang dihasilkan termasuk barang modal yang belum diperhitungkan penyusutannya, karenanya jumlah yang didapatkan dari GDP dianggap bersifat bruto/kotor.
• Produk Nasional Bruto (GNP)
Produk Nasional Bruto (Gross National Product) atau PNB meliputi nilai produk berupa barang dan jasa yang dihasilkan oleh penduduk suatu negara (nasional) selama satu tahun; termasuk hasil produksi barang dan jasa yang dihasilkan oleh warga negara yang berada di luar negeri, tetapi tidak termasuk hasil produksi perusahaan asing yang beroperasi di wilayah negara tersebut.
• Pendapatan Nasional Neto (NNI)
Pendapatan Nasional Neto (Net National Income) adalah pendapatan yang dihitung menurut jumlah balas jasa yang diterima oleh masyarakat sebagai pemilik faktor produksi. Besarnya NNI dapat diperoleh dari NNP dikurang pajak tidak langsung. Yang dimaksud pajak tidak langsung adalah pajak yang bebannya dapat dialihkan kepada pihak lain seperti pajak penjualan, pajak hadiah, dll.
• Pendapatan Perseorangan (PI)
Pendapatan perseorangan (Personal Income)adalah jumlah pendapatan yang diterima oleh setiap orang dalam masyarakat, termasuk pendapatan yang diperoleh tanpa melakukan kegiatan apapun. Pendapatan perseorangan juga menghitung pembayaran transfer (transfer payment). Transfer payment adalah penerimaan-penerimaan yang bukan merupakan balas jasa produksi tahun ini, melainkan diambil dari sebagian pendapatan nasional tahun lalu, contoh pembayaran dana pensiunan, tunjangan sosial bagi para pengangguran, bekas pejuang, bunga utang pemerintah, dan sebagainya. Untuk mendapatkan jumlah pendapatan perseorangan, NNI harus dikurangi dengan pajak laba perusahaan (pajak yang dibayar setiap badan usaha kepada pemerintah), laba yang tidak dibagi (sejumlah laba yang tetap ditahan di dalam perusahaan untuk beberapa tujuan tertentu misalnya keperluan perluasan perusahaan), dan iuran pensiun (iuran yang dikumpulkan oleh setiap tenaga kerja dan setiap perusahaan dengan maksud untuk dibayarkan kembali setelah tenaga kerja tersebut tidak lagi bekerja).
• Pendapatan yang siap dibelanjakan (DI)
Pendapatan yang siap dibelanjakan (Disposable Income) adalah pendapatan yang siap untuk dimanfaatkan guna membeli barang dan jasa konsumsi dan selebihnya menjadi tabungan yang disalurkan menjadi investasi. Disposable income ini diperoleh dari personal income (PI) dikurangi dengan pajak langsung. Pajak langsung (direct tax) adalah pajak yang bebannya tidak dapat dialihkan kepada pihak lain, artinya harus langsung ditanggung oleh wajib pajak, contohnya pajak pendapatan.
Factor-faktor yang mempengaruhi pendapatan nasional
Permintaan dan penawaran agregat
Permintaan agregat menunjukkan hubungan antara keseluruhan permintaan terhadap barang-barang dan jasa sesuai dengan tingkat harga. Permintaan agregat adalah suatu daftar dari keseluruhan barang dan jasa yang akan dibeli oleh sektor-sektor ekonomi pada berbagai tingkat harga, sedangkan penawaran agregat menunjukkan hubungan antara keseluruhan penawaran barang-barang dan jasa yang ditawarkan oleh perusahaan-perusahaan dengan tingkat harga tertentu. Jika terjadi perubahan permintaan atau penawaran agregat, maka perubahan tersebut akan menimbulkan perubahan-perubahan pada tingkat harga, tingkat pengangguran dan tingkat kegiatan ekonomi secara keseluruhan. Adanya kenaikan pada permintaan agregat cenderung mengakibatkan kenaikan tingkat harga dan output nasional (pendapatan nasional), yang selanjutnya akan mengurangi tingkat pengangguran. Penurunan pada tingkat penawaran agregat cenderung menaikkan harga, tetapi akan menurunkan output nasional (pendapatan nasional) dan menambah pengangguran.
Konsumsi dan tabungan
Konsumsi adalah pengeluaran total untuk memperoleh barang-barang dan jasa dalam suatu perekonomian dalam jangka waktu tertentu (biasanya satu tahun), sedangkan tabungan (saving) adalah bagian dari pendapatan yang tidak dikeluarkan untuk konsumsi. Antara konsumsi, pendapatan, dan tabungan sangat erat hubungannya. Hal ini dapat kita lihat dari pendapat Keynes yang dikenal dengan Psychological consumption yang membahas tingkah laku masyarakat dalam konsumsi jika dihubungkan dengan pendapatan.
Investasi
Pengeluaran untuk investasi merupakan salah satu komponen penting dari pengeluaran agregat.
Daftar Pustaka
Anonim. 2016. Pengertian
Pendapatan Nasional dan Konsep Pendapatan Nasional. http://manajemenpaper.blogspot.com/2016/02/pengertian-pendapatan-nasional-dan.html (diakses pada 15 mei 2017)
Joe, Josephine. 2013. Pendapatan nasional di Indonesia. https://josephinejoe.wordpress.com/2013/04/07/pendapatan-nasional-di-indonesia/ (diakses pada 15 mei 2017)
dian, ahmad. 2016. Metode Perhitungan Pendapatan Nasional –
Produksi, Pengeluaran, dan Pendapatan. http://dosenekonomi.com/ilmu-ekonomi/ekonomi-makro/metode-perhitungan-pendapatan-nasional (diakses pada 15 mei 2017)
Anonim.
2017. Pendapatan nasional. https://id.wikipedia.org/wiki/Pendapatan_nasional (diakses pada 15 mei 2017)
Rabu, 10 Mei 2017
KONSUMSI
Konsumen adalah setiap orang pemakai barang dan atau jasa
yang tersedia dalam masyarakat, baik bagi kepentingan diri sendiri, keluarga,
orang lain, maupun makhluk hidup lain dan tidak untuk diperdagangkan.
(Wikipedia)
Selasa, 09 Mei 2017
Memahami lebih dalam mengenai pendapatan nasional
OLEH;@A33-Alamsyach
ABSTRAK
Dalam tugas kali ini saya ingin berbagi pengetahuan sedikit
tentang kondisi ekonomi Indonesia khususnya dalam Pendapatan Nasional dan ruang
lingkupnya. Jadi sampai saat ini kondisi ekonomi Indonesia belum dapat
dikatakan maju atau dikelola dengan baik karena masih terdapat masalah-masalah
seperti kemiskinan dimana-mana, bahan pokok naik, pengangguran, kesenjangan
sosial, dan masih banyak lagi yang lainnya.
Padahal jika dilihat dari fungsinya Kondisi perekonomian
merupakan dimensi penting dalam penyelenggaraan kebijakan Negara untuk dapat
dicapai secara optimal. Kondisi perekonomian sering menjadi indikator kualitas
suatu Negara.
Kita mulai dari pengertian dan materi mengenai Pendapatan Nasional..
PENDAPATAN NASIONAL
Konsep pendapatan nasional pertama kali dicetuskan oleh Sir
William Petty dari Inggris . Kinerja perekonomian dari suatu Negara dalam
periode tertentu dapat diukur melalui satu indikator penting yakni Pendapatan
Nasional. Pendapatan Nasional mencerminkan terjadinya alokasi yang efisien
secara makro yang merupakan nilai output nasional yang dihasilkan oleh sebuah
perekonomian pada suatu periode tertentu.
Pendapatan Nasional merupakan nilai barang dan jasa akhir
yang dihasilkan oleh suatu sistem produksi dalam suatu Negara dalam kurun waktu
tertentu biasanya selama satu tahun.
Sebelum konsep GNP ditemukan, kondisi atau kinerja suatu
perekonomian sulit dipastikan. GNP mengukur 2 hal secara bersamaan yaitu total
pendapatan semua orang untuk membeli barang dan jasa dalam perekonomian, serta
total pengeluaran untuk menghasilkan barang dan jasa selama 1 tahun tertentu.
Untuk suatu perekonomian secara keseluruhan, pendapatan
pasti sama dengan pengeluaran.
Metode Perhitungan Pendapatan Nasional ada 3 :
·
Pendekatan produksi (production approach) →
pendapatan nasional dihitung berdasarkan jumlah nilai barang dan jasa akhir
yang dihasilkan dari masing-masing sektor ekonomi pada periode tertentu.
·
Pendekatan pendapatan (income approach) →
pendapatan nasional dihitung dengan cara menjumlahkan pendapatan masing-masing
faktor produksi pada tahun tertentu.
·
Pendekatan pengeluaran (expenditure approach) →
pendapatan nasional dihitung dengan cara menjumlahkan pengeluaran dari
masing-masing pelaku ekonomi pada periode terentu (1 tahun).
Pendapatan Nasional mencakup beberapa komponen yang saling
berkaitan yang terdiri atas:
1. Gross Domestic Product/ GDP (Produk Domestik Bruto/ PDB)
yakni nilai perkiraan total dari nilai mata uang yang
diproduksi suatu negara pada tahun tertentu, termasuk sektor jasa, penelitian,
dan pengembangan. Itu berarti jumlah dari semua produksi industri, pekerjaan,
penjualan, bisnis dan aktivitas sektor jasa di negara tersebut.
PDB = C + I + G (X-M)
2. Gross National Product/ GNP (Produk Nasional Bruto/ PNB)
Secara umum, PNB berarti total semua produksi bisnis dan
sektor jasa industri di suatu negara ditambah keuntungan pada investasi luar
negeri. Dalam beberapa kasus PNB juga dihitung dengan mengurangi keuntungan
modal dari negara asing atau perusahaan yang diperoleh di dalam negeri.
GNP = GDP + Pendapatan Faktor Produksi
3. Net National Product/ NNP (Produk Nasional Neto)
NNP adalah GNP dikurangi depresiasi atau penyusutan barang
modal .
NNP = PNB - Depresiasi
4. Net National Income/ NNI (Pendapatan Nasional Neto)
Adalah pendapatan yang dihitung menurut jumlah balas jasa
yang diterima oleh masyarakat sebagai pemilik faktor produksi.
NNI = GNP - Depresiasi - Pajak tidak langsung
5. Personal Income/ PI (Pendapatan Perseorang
PI = NNI - (Laba ditahan + pajak perseorangan + iuran jaminan
sosial + transfer payment)
6. Disposable Income/ DI (Pendapatan Siap Dibelanjakan)
DI = PI - Pajak Langsung
Jadi dari penjelasan tentang pendapatan nasional kita buat
urutan akan terlihat seperti di bawah ini:
GDP > GNP > NNP > NNI > PI > DI
Perbedaan GDP dengan GNP
GDP atau PDB (Produk Domestik Bruto) adalah jumlah output
total yang dihasilkan dalam batas wilayah suatu negara selama satu tahun.
ContoH : Mobil-mobil yang dihasilkan oleh FORD (perusahaan
milik Amerika) dari pabrik yang berada di Inggris masuk ke dalam GNP Amerika
Serikat, tapi tidak masuk ke dalam GDP
Amerika Serikat. Sebaliknya masuk dalam GDP Inggris, tapi tidak masuk
dalam GNP Inggris.
Sampai saat ini GNP dan GDP merupakan ukuran produksi
nasional yang paling sering digunakan.
Ekonomi . http://dosenekonomi.com/ilmu-ekonomi/publik/konsep-pendapatan-nasional
(di akses pada 9 mei 2017)
Wordcat .http://www.worldcat.org/title/pendapatan-nasional-indonesia/oclc/3622120
(di akses pada 9 mei 2017)
Angita 2015 .http://angitan-gezar.blogspot.co.id/2015/02/pendapatan-nasional-dalam-ekonomi.html
(di akses pada 9 mei 2017)
Latifahaini 2015. http://latifahaini2211.blogspot.co.id/2015/04/pendapatan-nasional.html
(di akses pada 9 mei 2017)
Kemenku 2017. http://www.kemenkeu.go.id/Berita/apbn-2017-pendapatan-negara-rp17503-triliun-belanja-negara-rp20805-triliun
(di akses pada 9 mei 2017)
Langganan:
Postingan (Atom)





