Kebijakan moneter terdiri dari dua
kata, yaitu Kebijakan dan moneter, Kebijakan berasal dari bahasa Indonesia,
yaitu Bijak, imbuhan ke-an pada Kebijakan memiliki arti kepandaian,
Tampilkan postingan dengan label @B09-Kharisma. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label @B09-Kharisma. Tampilkan semua postingan
Selasa, 11 Juli 2017
Minggu, 09 Juli 2017
Teori Investasi
Berikut Pengertian Investasi Menurut Para Ahli Ekonomi
- Pengertian
investasi menurut Haming dan Basalamah
investasi ialah pengeluaran pada saat sekarang untuk membeli aktiva real (tanah, rumah, mobil, dan lain-lain) atau juga aktiva keuangan mempunyai tujuan untuk
Pemahaman Tentang Konsumsi
Irving Fisher
Memberikan pengertian konsumsi sebagai suatu bentuk
pertimbangan yang dilakukan oleh seseorang untuk memenuhi kebutuhannya.
Kamis, 08 Juni 2017
Cara Mengatasi Inflasi
Inflasi adalah proses dari suatu
peristiwa bukan tinggi-rendahnya tingkat harga, artinya tingkat harga yang
dianggap tinggi belum tentu menunjukan inflasi. Inflasi ialah indikator untuk
melihat tingkat perubahan dan dianggap terjadi bila proses kenaikan harga
berlangsung dengan secara terus-menerus dan saling pengaruh-memengaruhi. Jadi
istilah inflasi ini juga digunakan untuk mengartikan peningkatan persediaan
unag yang kadangkala dilihat sebagai penyebab meningkatnya harga. Ada banyak
cara untuk mengukur tingkat inflasi dua yang paling sering digunakan ialah CPI
dan GDP Deflator.
Inflasi dapat digolongkan menjadi
empat golongan yakni inflasi ringan, sedang, berat dan hiperinflasi. Inflasi
ringan terjadi bila kenaikan harga berada dibawah angka 10% setahun, inflasi
sedang antara 10%-30% setahun, inflasi berat antara 30%-100% setahun dan
hiperinflasi atau inflasi tak terkendali terjadi apabila kenaikan harga berada
diatas 100% setahun.
Cara mengatasi inflasi :
Untuk
mengatasi inflasi pada intinya pemerintah dapat melakukan tiga hal yaitu :
- Dengan
mengurangi jumlah uang yang beredar.
- Memperbanyak
jumlah berang dan jasa.
- Dengan
menetapkan harga maksimum ( agar harga tidak terus naik )
Kebijakan
Moneter yang Bersifat Mengurangi Jumlah Uang Beredar
Untuk
mengatasi inflasi, tentu digunakan kebijakan moneter yang bersifat mengurangi
jumlah uang beredar, yang meliputi:
1)
Kebijakan Pasar Terbuka, yaitu kebijakan Bank Sentral untuk mengurangi jumlah
uang beredar dengan cara menjual SBI (Surat Bank Indonesia). Dengan menjual
SBI, Bank Sentral akan menerima uang dari masyarakat. Dengan demikian, jumlah
uang yang beredar dapat dikurangi.
2)
Kebijakan Diskonto, yaitu kebijakan Bank Sentral untuk mengurangi jumlah uang
yang beredar dengan cara menaikkan suku bunga. Dengan menaikkan suku bunga,
diharapkan masyarakat akan menabung di bank lebih banyak. Dengan demikian,
jumlah uang yang beredar dapat dikurangi.
3)
Kebijakan Cadangan Kas, yaitu kebijakan Bank Sentral untuk mengurangi jumlah
uang beredar dengan cara menaikkan cadangan kas minimum. Sehingga, bank umum
harus menahan uang lebih banyak di bank sebagai cadangan. Dengan demikian,
jumlah uang yang beredar dapat dikurangi.
4)
Kebijakan Kredit Selektif, yaitu kebijakan Bank Sentral untuk mengurangi jumlah
uang beredar dengan cara memperketat syarat-syarat pemberian kredit. Syarat
pemberian yang ketat akan mengurangi jumlah pengusaha yang bisa memperoleh
kredit. Dengan demikian, jumlah uang yang beredar dapat dikurangi.
5)
Sanering, yaitu kebijakan Bank Sentral memotong nilai mata uang dalam negeri
jika negara sudah mengalami hiperinflasi (inflasi di atas 100%). Dengan
memotong nilai mata uang maka nilai uang yang beredar dapat dikurangi.
6)
Menarik atau memusnahkan uang lama, yaitu kebijakan Bank Sentral mengurangi
jumlah uang yang beredar dengan cara menarik atau memusnahkan uang lama seperti
uang logam Rp5,00; Rp10,00 dan Rp25,00 serta uang kertas Rp100,00.
7)
Membatasi pencetakan uang baru.
Untuk
mengatasi inflasi pemerintah harus membatasi pencetakan uang baru, agar jumlah
uang yang beredar tidak semakin bertambah.
Kebijakan Fiskal (Kebijakan Anggaran)
Kebijakan
fiskal atau kebijakan anggaran adalah kebijakan yang dilakukan pemerintah
dengan cara mengubah penerimaan dan pengeluaran negara. Untuk mengatasi
inflasi, pemerintah dapat melakukan kebijakan fiskal sebagai berikut:
1) Mengurangi pengeluaran pemerintah.
Untuk mengatasi inflasi, pemerintah dapat
mengurangi pengeluaran sehingga permintaan terhadap barang dan jasa berkurang,
yang pada akhirnya dapat menurunkan harga-harga.
2) Menaikkan tarif pajak.
Untuk mengatasi inflasi, pemerintah dapat
menaikkan tarif pajak. Kenaikan tarif pajak akan mengurangi tingkat konsumsi
masyarakat. Berkurangnya tingkat konsumsi akan mengurangi permintaan terhadap
barang dan jasa yang akhirnya dapat menurunkan harga-harga.
Kebijakan Bukan Moneter Dan Bukan Fiskal
Selain dengan kebijakan moneter dan fiskal untuk
mengatasi inflasi pemerintah dapat menjalankan kebijakan berikut ini.
- Menambah
Hasil Produksi
Untuk
menambah hasil produksi pemerintah dapat memberikan subsidi dan premi atau
membuat peraturan yang mendorong pengusaha-pengusaha menjadi lebih produktif
sehingga mampu menambah hasil produksi. Dengan bertambahnya hasil produksi
berupa barang dan jasa diharapkan mampu mengimbangi jumlah uang yang beredar.
- Mempermudah
Masuknya Barang Impor
Dengan
masuknya barang impor jumlah barang yang masuk ke dalam negeri menjadi lebih
banyak dan diharapkan mampu mengimbangi jumlah uang yang beredar. Untuk
mempermudah masuknya barang impor dapat melalui penurunan bea masuk impor dan
mempermudah aturan impor.
- Tidak
Mengimpor Barang-Barang Dari Negara Yang Sedang Mengalami Inflasi
Untuk
mencegah menularnya imported inflation ( inflasi dari luar negeri ) sebaiknya
pemerintah tidak mengimpor barang-barang dari negara yang sedang mengalami
inflasi yang umumnya menjual barang dengan harga lebih mahal.
- Dengan
Menetapkan Harga Maksimum
Agar harga
tidak terus-menerus naik, pemerintah dapat menerapkan harga maksimum sehingga
produsen ( penjual ) tidak bisa menjual melebihi harga maksimum.
- Melarang
Penimbunan Barang Yang Biasa Dilakukan Pedagang
Penimbunan
barang dapat menyebabkan langkanya barang dipasaran sehingga memicu kenaikan
harga-harga. Dengan melarang penimbunan berarti mencegah kenaikan harga-harga.
- Dengan
Menjaga Kestabilan Tingkat Upah
Dengan
menjaga kestabilan tingkat upah ( tidak membiarkan upah naik terus-menerus )
maka kenaikan biaya produksi dapat ditekan.
Sumber :
Selasa, 23 Mei 2017
Bursa Efek
Menurut UU yang mengatur
tentang pasar modal (UU Republik Indonesia no. 8 / 1995) yaitu pihak yang
menyelenggarakan dan menyediakan sistem dan atau sarana untuk mempertemukan
penawaran jual dan beli efek pihak-pihak yang lain dengan tujuan memperdagangkan
efek diantara mereka.
Secara garis besar surat berharga yang diperjual
belikan di Bursa Efek/ Stock Exchange terdiri atas :
·
Saham/ stocks Saham /
stocks merupakan bukti pemilikan perusahaan seseorang karena telah menyetor
penyertaan modal. Dalam hal ini, pemegang saham berhak atas bagian laba
sebanding dengan persentase modal yang ia setorkan terhadap modal perusahaan
seluruhnya.
·
Obligasi/ bonds
Obligasi/ bonds merupakan bukti peminjaman modal jangka panjang antara
perusahaan emiten dengan obligor (pemegang obligasi atau pemilik modal yang
membeli obligasi perusahaan).Berbeda dengan saham, obligor hanya merupakan
surat hutang jangka panjang sebuah perusahaan dan bukanlah serat kepemilikan
perusahaan.
Fungsi dan Tugas Bursa Efek
Fungsi Bursa Efek ( E. Tandelilin, 1991: 81 ) adalah sebagai
berikut :
·
Menciptakan pasar secara
terus menerus bagi efek yang telah ditawarkan kepada masyarakat
·
Menciptakan harga yang
wajar bagi efek yang bersangkutan melalui mekanisme pasar
·
Membantu pembelanjaan
dunia usaha
Kemudian menurut Tjiptono Darmadji ( 2001 : 95 ) tugas Bursa Efek
adalah sebagai berikut :
Tugas Bursa Efek sebagai fasilitator
·
Menyediakan sarana
perdagangan efek
·
Mengupayakan likuiditas
instrumen yaitu mengalirnya dana secara cepat pada efek-efek yang dijual
·
Menyebarluaskan
informasi bursa ke seluruh lapisan masyarakat
·
Memasyarakatkan pasar
modal, untuk menarik calon investor dan perusahan yang go public
·
Menciptakan instrumen
dan jasa baru
·
Tugas Bursa Efek sebagai SRO ( Self Regulatory Organization )
·
Membuat peraturan yang
berkaitan dengan kegiatan bursa
·
Mencegah praktek
transaksi yang dilarang melalui pelaksanaan fungsi pengawasan
·
Ketentuan Bursa Efek
mempunyai kekuatan hukum yang mengikat bagi pelaku pasar modal
Manfaat Bursa Efek
Tersedianya dana segar dan
relatif murah.
Pemodal (pemegang saham dari Emiten) “capital
gain’ dari setiap lembar efek yang disimpannya.
Perkembangan perdagangan
efek di Bursa Efek menjadi barometer kegiatan perekonomian.
Dari Indeks Harga Saham
Individual maupun Indeks Harga Saham Gabungan mencerminkan kinerja perekonomian
pada sektor maupun agregatnya dari para pemegang saham yang tersebar di
berbagai sektor ekonomi.
sumber:
Selasa, 18 April 2017
Harga Keseimbangan Pasar
Harga keseimbangan adalah harga yang terbentuk pada titik
pertemuan kurva permintaan dan kurva penawaran, atau dengan kata lain adalah
harga kesepakatan antara penjual dengan pembeli.
Pada harga keseimbangan produsen/penawaran bersedia melepas barang/jasa, sedangkan permintaan/konsumen bersedia membayar harganya. Dalam kurva harga keseimbangan terjadi titik temu antara kurva permintaan dan kurva penawaran, yang disebut Equilibrium Price.Terbentuknya harga dan kuantitas keseimbangan di pasar merupakan hasil kesepakatan antara pembeli (konsumen) dan penjual (produsen) di mana kuantitas yang diminta dan yang ditawarkan sama besarnya. Jika keseimbangan ini telah tercapai, biasanya titik keseimbangan ini akan bertahan lama dan menjadi patokan pihak pembeli dan pihak penjual dalam menentukan harga.
Pada harga keseimbangan produsen/penawaran bersedia melepas barang/jasa, sedangkan permintaan/konsumen bersedia membayar harganya. Dalam kurva harga keseimbangan terjadi titik temu antara kurva permintaan dan kurva penawaran, yang disebut Equilibrium Price.Terbentuknya harga dan kuantitas keseimbangan di pasar merupakan hasil kesepakatan antara pembeli (konsumen) dan penjual (produsen) di mana kuantitas yang diminta dan yang ditawarkan sama besarnya. Jika keseimbangan ini telah tercapai, biasanya titik keseimbangan ini akan bertahan lama dan menjadi patokan pihak pembeli dan pihak penjual dalam menentukan harga.
untuk lebih mudahnya silakan lihat grafik berikut :
Pada grafik
tersebut titik keseimbangan terletak pada huruf E, dimana terjadi kesepakatan
harga antara penjual dengan pembeli sebesar 0-P dengan jumlah barang 0-Q. Cara
menghitung harga keseimbangan sangat mudah jika disediakan tabel tinggal lihat
saja Q yang sama antara Qd dengan Qs, nah P nya pasti harga keseimbangan. Pada
tabel di atas harga keseimbangan adalah Rp 400,00 kenapa ? Karena pada saat
harga Rp 400,00 jumlah Qd (jumlah yang diminta) nya sama dengan Qs (jumlah yang
ditawarkan) yaitu 5.000 unit.
Proses Terbentuknya Harga
Keseimbangan
Proses terbentuknya harga keseimbangan berawal
dari adanya interaksi antara pembeli (permintaan) dan penjual (penawaran) yang
dilakukan secara wajar. Interaksi antara permintaan dan penawaran sangat
dipengaruhi oleh hukum permintaan dan penawaran karena hal berikut.
·
Hukum permintaan menyatakan
bahwa permintaan cenderung akan bertambah apabila harga berangsur turun.
·
Hukum penawaran menyatakan
bahwa penawaran cenderung akan bertambah jika harga berangsur naik.
Di pasar persaingan sempurna, pembentukan
harga sepenuhnya tergantung pada kekuatan permintaan dan penawaran. Permintaan
dan penawaran di pasar, langsung dapat memengaruhi pembentukan harga. Setiap
perubahan harga dapat mengubah permintaan dan penawaran, yang dapat digambarkan
pada penggabungan skala permintaan dan penawaran berikut ini.
Skala Permintaan dan Penawaran Sepatu
Dari skedul permintaan dan
penawaran di atas dapat dibuat grafik sebagai berikut.
Grafik harga keseimbangan
Sumbu OX menggambarkan tingkat permintaan dan
penawaran yang ada. Sumbu OY menggambarkan tingkat harga yang berlaku.
Titik E merupakan titik perpotongan kurva
permintaan dan penawaran, di mana terjadi pada harga Rp8.000,00 dan jumlah
permintaan seimbang dengan jumlah penawaran yaitu 300 kg. Keseimbangan harga
dan jumlah ini disebut harga pasar atau equilibrium price.
Sumber:
Keadaan Ekonomi Sulawesi Selatan
Menurut TribunNews.com, Bank Indonesia memprediksi perekonomian Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) tumbuh dalam kisaran 7,2-7,6 persen. Angka pertumbuhan ini lebih baik dibanding tahun ini yang diprediksi berada pada 7,0- 7,4 persen.
Minggu, 16 April 2017
Masalah Pokok Ekonomi
Teori-teori mulai
muncul untuk mencoba mengidentifikasi maslah ekonomi apakah yang sebenarnya
yang dihadapi manusia di muka bumi ini. Secara umum ada dua buah teori umum
yang mencoba untuk menjelaskan permasalahan yang ada dalam ekonomi, yaitu pokok
masalah ekonomi secara klasik dan modern.
1. Pokok Masalah Ekonomi
Klasik
Pokok maslaah
ekonomi klaskik merupakan bahasan teori ekonomi klasik. Teori ini berdasarkan
pemikiran Adam smith, David Ricardo, dan Jhon Stuart Mill yang mendominasi
pemikiran ekonomi sampai tahun 1870-an. Teori ekonomi klasik melihat
pentingnya masalah ekonomi sebagai kesatuan dari proses produksi,
distribusi, dan konsumsi untuk kesejahteraan (kemakmuran), dalam hal ini amat
menekankan kekuatan pasar sehingga menolak campur tangan pemerintah dalam
kegiatan ekonomi.
Masalah ekonomi klasik adalah ekonomi yang dilihat dari sudut pandang
sederhana. Pada dasarrnya pemikiran ini bertujuan pada satu hal, yaitu
kemakmuran. Pemecahan masalah ini adalah dengan melakukan apapun yang dianggap
perlu agar kemakmuran dpat dicapai. Yang disebut sebagai kemakmuran adalah
situasi dimana semua barang dan jasa yang dibutuhkan manusia telah tersedia.
Apabila dirincikan masalah ekonomi klasik dilihat dari segi produksi,
distibusi, dan konsumsi
a. Masalah Produksi
Permasalahan produksi adalah permasalahan bagaimana memproduksi semua
benda (barang dan jasa) yang dibutuhkan masyarakat banyak.
b. Masalah distribusi
Maslah distribusi terletak pada bagamana supaya benda-benda pemuas
kebutuhan bisa sampai ke tangan konsusmen yang membutuhkannya. Seperti yang
telah diketahui , barang dan jasa yang tidak sampai ke tangan konsumen yang
tepat, tidak ada nilai gunanya, dan tidak dpaat memuasakan kebutuhan.
c. Masalah Konsumsi
Maslaah konsumsi
menyangkut masalah apakah benda pemuas kebutuahn yang diproduksi memang
benda yang dapat dimiliki oleh konsumen. Barang yang diproduksi
haruslah barang yang tepat, yaitu barang yang memang dibutuhkan, diinginkan,
dan mampu dibeli oleh konsumen.
2. Pokok Masalah Ekonomi
Modern
Pokok permaslaaan
ekonomi modern terangkum dalam dua kata kunci, kelangkaan dan pilihan. Yang
pertama menjadi penyebab yang kedua sehingga muncul empat pertanyaan mendasar
tentang what, how, who, dan for whom tersebut. Walaupun setiap masyarakat
menghadapi pertanyaan yang sama, namun cara mengatasinya berbeda. Perbedaan
cara ini lah yang melahirkan sejumlah sistem ekonomi.
Kita dapat mendefinisikan empat maslaah fundamental perekonomian yang
dihadapi setiap masyarakat di era modern.
a. Apa (What)
Barang dan jasa
apa saja yang akan diproduksi dan dalam jumlah bera, harus ditentukan.
Dari sekian banyak barang dan jasa, manakah yang harus dipilih untuk
diproduksi!. Keputusan produksi tidak lagi hanya bertujuan untuk memenuhi kebutuhan,
namun juga untuk menghasilkan keuntungan maksimum.
b. Bagaimana (How)
Dengan cara
bagamana proses produksi akan dilakukan? Apakah akan mendatangkankeuntungan
yang besar? Apabila terdapat barang modal berupa bangunan apakah akan dijadikan
kantor atau gudang? Bila terdapat sebidang tanah apakah akan digunakan?
Ditanami padi, jagung, atau tebu?.
Pertanyaan-pertanyaan
seperti itu harus dijawab dengan bijaksana. Salah melakukan produksi akan
berakibat pada kerugiaa, Kelebihan atau kekurangan produksi juga dapat
menimbulkan kerugian, karena aktivitas produksi membutuhkan biaya.
Dengan cara
bagaimana (who) proses produksi akan dilakukan? Maksudnya adalah siapa yang
akan melaksanakan, menggunakan sumber daya apa saaja, dengan teknologi
apa barang-barang tersebut dihasilkan, dan seberapa besar skala produksinya.
Hai ini dibutuhkan dalam rangka penyesuaian perkembangan zaman. Beberapa
faktor yang terlibat dalam pengambilan keputusan ini yaitu:
–
Pilihan kombinasi sumber daya yang digunakan
–
Perencanaan proses produksi untuk mendapatkan keuntungan
–
Penentuan teknologi yang digunakan
– Pertimbangan
faktor eksternal: harga, perekonomian, suku bunga, biaya produksi, inflasi,
valuta asing dan lain-lain.
c. Siapa pelalu Produksi (Who)
Di zaman
modern, banyak pihak yang bisa melakukan produksi seperti, pemerintah,
swasta, atau koperasi. Inilah salah satu modernisasi, yaitu spesialisasi.
Spesialisasi berarti setiap pihak memiliki keterampilan dan keahlian
khusus yang tidak dimiliki pihak lain.
Pertimbangan
mengenai pelaku produksi merupakan hal yang penting karena setiap pihak
memiliki kelebihan untuk memproduksi lebih baik.
d. Untuk siapa (For Whom)
Untuk siapa (for
whom) barang di produksi apakah untuk segmen pasar tertentu, atau
masyarakat umum.
Menghadapi masalah
pokok ekonomi tersebut, bagaimana kita memecahkan pokok persoalan itu?
Secara garis besar,
kita mengenal empat sistem ekonomi yang tumbuh dan berkembang sesuai dengan
situasi kondisi dan ideologi negara yang bersangkutan. Keempat sistem ekonomi
tersebut adalah sistem ekonomi tradisional, sistem ekonomi terpusat, sistem
ekonomi pasar dan sistem ekonomi campuran.
|
–
|
Sistem
Ekonomi Tradisional
Sistem ekonomi ini merupakan sistem ekonomi yang dijalankan secara bersama untuk kepentingan bersama (demokratis), sesuai dengan tata cara yang biasa ditempuh oleh nenek moyang sebelumnya.
Dalam sistem ini
segala barang dan jasa yang diperlukan, dipenuhi sendiri oleh masyarakat itu
sendiri. Tentunya Anda akan bertanya apa tugas pemerintah dalam sistem
ekonomi tradisional ini?
Dalam sistem
ekonomi tradisional, tugas pemerintah hanya terbatas memberikan perlindungan
dalam bentuk pertahanan, dan menjaga ketertiban umum. Dengan kata lain
kegiatan ekonomi yaitu masalah apa dan berapa, bagaimana dan untuk siapa
barang diproduksi semuanya diatur oleh masyarakat.
Pada umumnya,
sistem perekonomian ini berlaku pada negara-negara yang belum maju, dan mulai
ditinggalkan.
|
–
|
Sistem
Ekonomi Terpusat
Pada sistem ekonomi ini, pemerintah bertindak sangat aktif, segala kebutuhan hidup termasuk keamanan dan pertahanan direncanakan oleh pemerintah secara terpusat. Pelaksanaan dilakukan oleh daerah-daerah di bawah satu komando dari pusat.
Dengan demikian,
masalah apa dan berapa, bagaimana dan untuk siapa barang diproduksi, semuanya
diatur oleh pemerintah secara terpusat. Kebebasan untuk melakukan kegiatan
ekonomi dibatasi sehingga inisiatif perorangan tidak dapat berkembang.
Pada umumnya sistem
ekonomi terpusat ini diterapkan pada negara-negara yang menganut paham
komunis. Namun karena kurang sesuai dengan aspirasi rakyat, akhir-akhir ini
sudah ditinggalkan.
|
–
|
Sistem
Ekonomi Pasar
Pada sistem ekonomi pasar, kehidupan ekonomi diharapkan dapat berjalan bebas sesuai dengan mekanisme pasar.
Siapa saja bebas
memproduksi barang dan jasa, sehingga mendorong masyarakat untuk bekerja
lebih giat dan efisien. Dengan demikian bagi produsen memungkinkan memperoleh
laba sebesar-besarnya. Jika barang atau jasa dapat dipasarkan, pada akhirnya
produsen akan menyesuaikan dengan keinginan dan daya beli konsumen.
Salah satu ciri
sistem ekonomi pasar adalah berlakunya persaingan secara bebas. Akibatnya
yang kuat bertambah kuat, sedang yang lemah semakin terdesak tidak berdaya.
Untuk mengatasi keadaan itu pemerintah ikut campur tangan melalui peraturan
perundang-undangan yang dianggap perlu, sehingga terbentuk sistem ekonomi
pasar yang terkendali, bukan ekonomi bebas lagi.
|
–
|
Sistem
Ekonomi Campuran
Sistem ekonomi campuran pada umumnya ditetapkan pada negara-negara berkembang. Dalam sistem ini sektor swasta dan pemerintah sama-sama diakui. Hal ini berarti di samping sektor swasta, terdapat pula badan perencana negara yang merencanakan arah dan perkembangan ekonomi.
Sistem ekonomi
campuran ini dasarnya merupakan perpaduan antara sistem ekonomi terpusat
dengan sistem ekonomi pasar.
|
Sumber:
Selasa, 11 April 2017
Pasar Persaingan Sempurna
Pengertian pasar secara sempit diartikan sebagai tempat bertemunya
antara penjual dan pembeli untuk saling bertransaksi baik barang ataupun jasa.
Akan tetapi ada pula pasar yang tidak mempertemukan antara penjual dan pembei,
misal saja pasar saham.
Selasa, 04 April 2017
Mengenal Tentang Produksi
Sofyan Assauri, pengertian produksi
adalah sebagai berikut : “Produksi
adalah segala kegiatan dalam menciptakan dan menambah kegunaan (utility)
sesuatu barang atau jasa, untuk kegiatan mana dibutuhkan faktor-faktor produksi
dalam ilmu ekonomi berupa tanah, tenaga kerja, dan skill (organization,
managerial, dan skills).
Sedangkan ahli lain mendefiniskan produksi sebagai berikut : “Produksi adalah segala kegiatan yang bertujuan untuk meningkatkan atau menambah guna atas suatu benda, atau segala kegiatan yang ditujukan untuk memuaskan orang lain melalui pertukaran.”
Sedangkan ahli lain mendefiniskan produksi sebagai berikut : “Produksi adalah segala kegiatan yang bertujuan untuk meningkatkan atau menambah guna atas suatu benda, atau segala kegiatan yang ditujukan untuk memuaskan orang lain melalui pertukaran.”
Menurut Murti Sumarti dan Jhon
Soeprihanto memberikan pengertian produksi sebagai berikut : “Produksi adalah
semua kegiatan dalam menciptakan atau menambah kegunaan barang atau jasa,
dimana untuk kegiatan tersebut diperlukan faktor-faktor produksi.”
Dari
pengertian tentang definisi produksi diatas, maka dapat diartikan bahwa
produksi
merupakan
suatu kegiatan untuk mentransformasikan faktor-faktor produksi, sehingga dapat
meningkatkan atau menambah faidah bentuk, waktu dan tempat suatu barang atau
jasa untuk memenuhi kebutuhan manusia yang diperoleh melalui pertukaran.
Luas Produksi.
Sedangkan
dalam arti ekonomi, Pengertian Produksi adalah sebagai kegiatan mengenai
penciptaan dan penambahan atau utilitas terhadap suatu barang dan jasa.
Berdasarkan dari pengertian produksi tersebut, terdapat dua konsep mengenai
kegiatan produksi antara lain sebagai berikut...
- Kegiatan menghasilkan barang dan jasa: Pengertian kegiatan produksi dalam menghasilkan barang dan jasa adalah menghasilkan barang dan jasa yang belum ada sehingga bertambah jumlahnya atau memperbesar ukurannya. Contohnya adalah usaha pertanian, peternakan dan perikanan.
- Kegiatan menambah nilai guna barang dan jasa: Pengertian kegiatan produksi dalam menambah nilai guna barang dan jasa adalah kegiatan yang menambah nilai guna barang dan jasa sehingga barang dan jasa menjadi lebih tinggi. Contohnya adalah tempe yang dibuat dari kedelai, kripik yang dibuat dari singkong, dan pakaian yang dibuat berasal dari kain.
·
Pengertian
Luas Produksi.
·
Pada
umumnya tujuan perusahaan adalah untuk memperoleh laba yang maksimal. Di satu
sisi sumber daya yang dimiliki oleh suatu perusahaan terbatas. Dengan demikian
seorang manajer perlu merencanakan dan menghitung dengan cermat mutu dan
kuantitas produk yang diproduksi dan dipasarkan, sehingga diperoleh keuntungan
yang maksimal.
·
“Luas
produksi adalah jumlah atau volume produksi yang seharusnya diproduksi oleh
suatu perusahaan dalam periode tertentu.”
·
Luas
produksi yang terlalu besar dapat berakibat pengeluaran biaya yang terlalu
besar, pemakaian bahan baku yang besar pula dan akhirnya memberikan akibat akan
merosotnya harga jual. Sedangkan luas produksi yang terlalu kecil mengakibatkan
perusahaan tersebut tidak mampu memenuhi permintaan pasar atau pelanggan,
sehingga pelanggan tersebut pindah ke produk perusahaan lain yang menjadi pesaing
perusahaan tersebut.
Faktor Penentuan Luas Produksi.
Suatu
perusahaan memerlukan sumber daya yang akan dipergunakan untuk produksi barang.
Sumber daya tersebut berupa bahan mentah, bahan pembantu, mesin-mesin,
peralatan lain, tenaga kerja, modal dan tanah. Selain sumber daya tersebut
jumlah permintaan merupakan penentu luas produksi yang paling menguntungkan.
Luas
produksi optimal suatu perusahaan akan terpenuhi oleh beberapa faktor :
1.
Tersedianya bahan dasar.
2.
Tersedianya kapasitas mesin-mesin
yang dimiliki.
3.
Tersedianya tenaga kerja.
4.
Besarnya permintaan akan hasil
produksi.
5.
Tersedianya faktor-faktor produksi
yang lain.
Luas
produksi bukan satu-satunya yang menentukan luas perusahaan, sebab untuk
mengukur luas perusahaan harus berdasarkan pada :
1.
Bahan dasar yang dipergunakan.
2.
Bahan yang dihasilkan.
3.
Mesin/peralatan yang digunakan.
4.
Jumlah tenaga kerja yang digunakan.
Luas
perusahaan tidak selalu sama ukurannya dengan luas produksi. Perbedaan lain
diantara keduanya yaitu luas perusahaan ditentukan oleh batas waktu dalam
jangka panjang, sedangkan luas produksi ditentukan oleh batas waktu jangka
pendek. Luas perusahaan relatif tetap, sedangkan luas produksi berubah-ubah
setiap waktu.
Sumber:
Langganan:
Postingan (Atom)











