.

Tampilkan postingan dengan label @B35-Varatri. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label @B35-Varatri. Tampilkan semua postingan

Kamis, 15 Juni 2017

Instrumen Kebijakan Moneter

@B35-Varatri
Oleh : Varatri Apriliani

                   I.            Abstract
Kebijakan moneter adalah proses mengatur persediaan uang sebuah negara untuk mencapai tujuan tertentu;

Senin, 05 Juni 2017

Pengangguran Teknologi



oleh : Varatri Apriliani 
@B35-Varatri 
Abstract 
Pengangguran atau tuna karya adalah istilah untuk orang yang tidak bekerja sama sekali, sedang mencari kerja, bekerja kurang dari dua hari selama seminggu, atau seseorang yang sedang berusaha mendapatkan pekerjaan yang layak.

Selasa, 30 Mei 2017

Bank Sentral Di Indonesia

@B35-Varatri
oleh : Varatri Apriliani

                   I.            Abstrak
Bank sentral adalah suatu institusi yang bertanggung jawab untuk menjaga stabilitas harga atau nilai suatu mata uang yang berlaku di negara tersebut, yang dalam hal ini dikenal dengan istilah inflasi atau naiknya harga-harga yang dalam arti lain turunnya suatu nilai uang.

Selasa, 23 Mei 2017

Investasi Jepang Berbagai Bidang di Indonesia

@B35-Varatri
Oleh : Varatri Apriliani 
                   I.            Abstrak
Investasi adalah mengeluarkan sejumlah uang atau menyimpan uang pada sesuatu dengan harapan suatu saat mendapat keuntungan financial. Contoh investasi adalah pembelian berupa asset financial seperti obligasi, saham , asuransi. Dapat juga pembelian berupa barang seperti mobil atau property seperti rumah atau tanah. (Ita. Anonym).
Jepang tercatat memiliki nilai investasi yang besar di Indonesia dibandingkan negara-negara lainnya. Kurun 6 tahun terakhir, total investasi Jepang di Indonesia mencapai US$ 19,7 miliar atau setara Rp 262,9 triliun. Jumlah perusahaan Jepang di Indonesia saat ini juga sudah mencapai lebih dari 1.750, dengan kegiatan utamanya di bidang infrastruktur, jasa dan manufaktur. (Nurmayanti, 2017)
Kata kunci : Investasi, investasi jepang di Indonesia.

                II.            Pendahuluan
Jepang telah mengalami pertumbuhan ekonomi hingga mampu melakukan ekspansi perusahaannya ke Asia sampai ke Indonesia. Keterbatasan sumber daya alam, tingginya upah angkatan kerja, dan sempitnya lahan-lahan industri merupakan latar belakang bagi Jepang untuk melakukan ekspansi ekonominya ke luar jepang. Indonesia merupakan salah satu Negara yang memiliki sumber daya yang diperlukan bagi Jepang. Indonesia telah membuka pintu lebar bagi investasi asing dengan mengeluarkan Undang-undang No.1 Tahun 1967 tentang penanaman modal asing. Melalui kebijakan tersebut pemerintah Indonesia mendorong pertumbuhan investasi asing di Indonesia. (Rizki, Miftahul. 2013).

Pengertian investasi menurut beberapa ahli yaitu sebagai berikut :

·         Pengertian Investasi menurut Fitz Gerald
Investasi ialah berkaitan dengan usaha penarikan sumber-sumber yang dipakai untuk mengadakan modal barang pada saat sekarang. Barang modal tersebut kemudian akan menghasilkan aliran produk baru di masa yang akan datang. Fitz Gerald juga kemudian mengungkapkan bahwa investasi ialah aktivitas yang berkaitan dengan usaha penarikan sumber-sumber untuk yang dipakai untuk mengadakan suatu barang. Dari modal itulah makan akan dihasilkan aliran produk baru di masa yang akan datang.
·         Pengertian investasi menurut Haming dan Basalamah
investasi ialah pengeluaran pada saat sekarang untuk membeli aktiva real (tanah, rumah, mobil, dan lain-lain) atau juga aktiva keuangan mempunyai tujuan untuk mendapatkan penghasilan yang lebih besar lagi dimasa yang mendatang, selanjutnya dikatakan juga investasi ialah aktivitas yang berkaitan dengan usaha penarikan sumber-sumber (dana) yang digunakan untuk mengadakan barang modal pada saat sekarang, dan  dengan barang modal tersebut akan dihasilkan aliran produk baru di masa yang akan datang.



·         Menurut KKBI
nvestasi/in·ves·ta·si/ /invĂ©stasi/ n penanaman uang atau modal dalam suatu perusahaan atau proyek untuk tujuan memperoleh keun-tungan: negara berkembang kurang memperhatikan -- nya di sektor pertanian;
Duta besar Jepang untuk Indonesia Yasuaki Tanizaki mengatakan hubungan kerjasama Indonesia dan Jepang terus meningkat. Hal ini terlihat di bidang ekonomi, pembangunan infrastruktur, hingga pariwisata. Tahun 2016, investasi langsung menjadi lebih dari US$5 miliar. (Suhada, Amirullah. 2017)
Di bidang infrastruktur, kerjasama Indonesia-Jepang di beberapa proyek di antaranya Pelabuhan Patimbang di Jawa Barat dan kereta semi-cepat Surabaya-Jakarta. Juga proyek pembangunan pulau-pulau terdepan seperti di Natuna dan Morotai. (Suhada, Amirullah. 2017).
Di bidang pariwisata, jumlah pengunjung Indonesia ke Jepang juga meningkat. Dua tahun lalu, kata Yasuaki, sebanyak 200 ribu orang berkunjung ke Jepang. Tapi pada 2016, kunjungan sudah mencapai 250 ribu orang. (Suhada, Amirullah. 2017).

             III.            Rumusan Masalah
1.      Dalam bidang apa sajakah kerja sama antara Indonesia dengan Jepang ?
2.      Alasan Jepang melakukan kerja sama dengan Indonesia
3.      4 kesepakatan utama Indonesia-Jepang tahun 2017


             IV.            Pembahasan
1.      Ketua Kansai Economic Federation (Kankeiren) Shosuke Mouri menegaskan perusahaan Jepang yang masih beroperasi di Indonesia tetap ingin berkontribusi di bidang infrastruktur, tenaga listrik, dan manufaktur. Peluang investasi lain yang berpotensi dirambah perusahaan Jepang adalah bidang kesehatan, industri farmasi, pengelolaan produk karet, industri perikanan, industri elektronik, pariwisata, industri kimia, sampai bahan baku barang setengah jadi. (Arief S, Stefanus).
Indonesia dan Jepang sepakat untuk memperkuat kerjasama keamanan maritim di tengah ketegangan dengan China di kawasan Laut Cina Selatan. Jepang akan membangun blok gas Masela dan pelabuhan Patimban di Jawa Barat. Presioden Jokowi dan pimpinan pemerintahan Jepang juga membicarakan proyek-proyek infrastruktur besar di Indonesia, termasuk pembangunan jalur kereta api kecepatan tinggi yang direncanakan menghubungkan dua kota terbesar di Pulau Jawa, Jakarta dan Surabaya. (Dw.com. 2017).
2.      Jepang telah mengalami pertumbuhan ekonomi hingga mampu melakukan ekspansi perusahaannya ke Asia sampai ke Indonesia. Keterbatasan sumber daya alam, tingginya upah angkatan kerja, dan sempitnya lahan-lahan industri merupakan latar belakang bagi Jepang untuk melakukan ekspansi ekonominya ke luar jepang. Indonesia merupakan salah satu Negara yang memiliki sumber daya yang diperlukan bagi Jepang. Indonesia telah membuka pintu lebar bagi investasi asing dengan mengeluarkan Undang-undang No.1 Tahun 1967 tentang penanaman modal asing. Melalui kebijakan tersebut pemerintah Indonesia mendorong pertumbuhan investasi asing di Indonesia. (Rizki, Miftakhul. 2013).
Menurut Okada Osamu, Motivasi Jepang untuk melakukan investasi asing berdasarkan hasil-hasil Questionnaire yang dilakukan oleh kementrian perdagangan Internasional maret 1977 dengan menanyakan motivasi-motivasi perusahaan-perusahaan Jepang untuk bergerak ke Asia. Terdapat tiga tujuan utama Jepang dalam ekspansi ekonomi keluar Jepang, yakni: (1) mendapat dan membuka pasar (2) Tersedianya tenaga kerja yang murah (3) memperoleh sumber-sumber alam. (Rizki, Miftahul. 2013).
3.      Presiden Joko Widodo, pada hari Minggu, 15 Januari 2017, menerima kunjungan kenegaraan Perdana Menteri (PM) Jepang Shinzo Abe. Kunjungan tersebut dilakukan di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat. Pertemuan yang berlangsung hangat, terbuka, dan produktif tersebut menghasilkan sejumlah kesepakatan dalam berbagai bidang. Kesepakatan tersebut tentunya dibuat dengan mengusung prinsip saling menguntungkan.

“Dalam pertemuan kali ini, Indonesia dan Jepang bersepakat untuk terus meningkatkan kerja sama di bidang politik, ekonomi, maritim, dan sosial budaya. Tentunya upaya peningkatan tersebut harus selalu disertai prinsip saling menguntungkan,” kata Jokowi kepada wartawan dalam pernyataan pers bersama Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe di Istana Kepresidenan Bogor, pada Minggu petang.

Menurut Jokowi, dari Januari hingga September 2016, investasi Jepang telah mencapai angka 4,498 miliar dolar AS. Angka tersebut mengalami peningkatan 2 kali lipat dibandingkan investasi Jepang di Indonesia pada 2015.

Sedangkan mengenai poin-poin yang dibahas dalam pertemuan tersebut adalah sebagai berikut:

a.       Pertama, kesepakatan agar kerja sama dalam konteks Two Plus Two (2+2) antara Menteri Luar Negeri dan Menteri Pertahanan kedua negara akan dilakukan tahun ini di Indonesia.
b.      Kedua, Indonesia meminta Jepang dapat membuka akses produk pertanian dan perikanan Indonesia, menyelesaikan review perjanjian penghindaran pajak berganda, meningkatkan akses dan kapasitas keperawatan Indonesia untuk dapat memenuhi pasar di Jepang, dan dimulainya general review Indonesia-Japan Economic Partnership Agreement pada tahun ini.
c.       Ketiga, Indonesia juga meminta Jepang untuk mempertimbangkan rencana peningkatan konektivitas udara, dengan pembukaan jalur penerbangan Garuda Indonesia rute Jakarta-Los Angeles (AS) via Tokyo (Jepang).
d.      Keempat, Indonesia-Jepang juga sepakat meningkatkan kerja sama ekonomi termasuk rencana pembangunan Pelabuhan Patimban (di Subang, Jawa Barat), pengembangan Blok Masela, diskusi awal mengenai pembangunan jalur kereta api Jakarta-Surabaya, serta pembahasan rencana kerja sama pembangunan sentra kelautan dan perikanan terpadu di pulau-pulau terdepan Indonesia.

Dalam kesempatan ini, Jokowi menambahkan bahwa tahun depan Indonesia dan Jepang akan merayakan 60 tahun hubungan diplomatik kedua negara dengan tema teknologi modern. (Rappler.com, 2017)

                V.            Kesimpulan
Indonesia dan Jepang memiliki hubungan kerja sama yang baik yang sudah berjalan selama 60 tahun dan saling menguntungkan bagi kedua belah pihak. Berbagai bentuk kerja sama antara Indonesia dan Jepang yaitu pada bidang infrastruktur, pariwisata, manufaktur, kesehatan, industri elektronik , dll.
Jepang tercatat memiliki nilai investasi yang besar di Indonesia dibandingkan negara-negara lainnya. Kurun 6 tahun terakhir, total investasi Jepang di Indonesia mencapai US$ 19,7 miliar atau setara Rp 262,9 triliun. Jumlah perusahaan Jepang di Indonesia saat ini juga sudah mencapai lebih dari 1.750, dengan kegiatan utamanya di bidang infrastruktur, jasa dan manufaktur. (Nurmayanti, 2017)
Daftar Pustaka :
Nurmayanti, 2017. Investasi Jepang di RI Capai US$ 19,7 Miliar dalam 6 Tahun. http://bisnis.liputan6.com/read/2878398/investasi-jepang-di-ri-capai-us-197-miliar-dalam-6-tahun
(Anonym. 2017) Indonesia dan Jepang Akan Perkuat Kerjasama Keamanan Maritim http://www.dw.com/id/indonesia-dan-jepang-akan-perkuat-kerjasama-keamanan-maritim/a-37145910
(Anonym. 2017) Indonesia – Jepang: Kerja Sama Saling Menguntungkan http://presidenri.go.id/kabar-terkini/indonesia-jepang-kerja-sama-saling-menguntungkan.html
 (Suhada, Amirullah. 2017). Duta Besar Jepang: Kerjasama Indonesia-Jepang Meningkat https://nasional.tempo.co/read/news/2017/03/27/078859998/duta-besar-jepang-kerjasama-indonesia-jepang-meningkat
(Anonym. 2017). 4 kesepakatan utama Indonesia-Jepang tahun ini http://www.rappler.com/indonesia/berita/158446-4-kesepakatan-indonesia-jepang-2017
Rizki, Miftakhul. 2013. INVESTASI ASING JEPANG DI INDONESIA MASA ORDE BARU  TAHUN 1967-1974. Volume 1, No 2. http://jurnalmahasiswa.unesa.ac.id/index.php/avatara/article/view/2391




Selasa, 09 Mei 2017

Distribusi Pendapatan dan Distribusi Kekayaan

@B35-Varatri
oleh : Varatri Apriliani
                               I.            Abstract
( Menurut KBBI ) Distribusi /dis·tri·bu·si/ n 1 penyaluran (pembagian, pengiriman) kepada beberapa orang atau ke beberapa tempat; 2 pembagian barang keperluan sehari-hari (terutama dalam masa darurat) oleh pemerintah kepada pegawai negeri, penduduk, dan sebagainya; 3 Ling semua posisi yang ditempati oleh unsur bahasa; 4 ark persebaran benda dalam suatu wilayah geografi tertentu;

Senin, 17 April 2017

Perkembangan Ekonomi di Provinsi Maluku

@B35-Varatri
Oleh : Varatri Apriliani

I.                   Abstrak
Ekonomi merupakan salah satu ilmu sosial yang mempelajari aktivitas manusia yang berhubungan dengan produksi, distribusi, dan konsumsi terhadap barang dan jasa.

Senin, 10 April 2017

Sistem Pasar Persaingan Sempurna

@B35-Varatri
Oleh : Varatri Apriliani

I. PEMBAHASAN
Pasar persaingan sempurna merupakan struktur pasar yang paling ideal, karena dianggap system pasar ini adalah struktur pasar yang akan menjamin terwujudnya kegiatan memproduksi barang atau jasa yang tinggi (optimal) efisiensinya. Dalam analisis ekonomi sering dimisalkan bahwa perekonomian merupakan pasar persaingan sempurna. Akan tetapi dalam prakteknya tidaklah mudah untuk menentukan jenis industry yang struktur organisasinya digolongkan kepada persaingan sempurna yang murni, yaitu yang secara cirri – cirinya sepenuhnya bersamaan dengan teori. Yang ada adalah yang mendekati ciri – cirinya, yaitu struktur pasar dari berbagai kegiatan di sector pertanian. ( Mardana, Ari. 2015)
A.      Pengertian Sistem Pasar Persaingan Sempurna
Pasar adalah pertemuan antara pembeli dan penjual untuk melakukan transaksi jual – beli barang dan jasa. Menurut Ilmu Ekonomi, pasar berkaitan dengan kegiatannya, bukan tempatnya. Ciri khas sebuah pasar adalah adanya kegiatan transaksi jual – beli. William J. Stanton 1993 mengemukakan pengertian pasar yang lebih luas. Pasar dikatakannya merupakan orang – orang yang mempunyai keinginan untuk puas, uang untuk berbelanja, dan kemauan untuk membelanjakannya. ( Mardana, Ari. 2015)
Sedangkan Pasar Persaingan Sempurna dapat didefinisikan sebagai struktur pasar atau industri di mana terdapat banyak penjual dan pembeli, dan setiap penjual ataupun pembeli tidak dapat memengaruhi keadaan di pasar. ( Mardana, Ari. 2015)
Secara teoritis ada dua kondisi ekstrim posisi perusahaan dalam pasar. Ekstrim pertama, perusahaan berada dalam pasar persaingan sempurna (perfect competion), dimana jumlah perusahaan begitu banyak dan kemampuan setiap perusahaan sangat kecil untuk memengaruhi harga pasar. Perusahaan ibarat setitik air di tengah samudra. Yang dapat di lakukan perusahaan adalah menyesuaikan jumlah output agar mencapai laba maksimum. Ekstrim kedua adalah perusahaan hanya satu-satunya (monopoli). Dalam posisi ini perusahaan mampu memengaruhi harga dan jumlah output dalam pasar. Namun kedua kondisi ekstrim tersebut jarang sekali terjadi. Yang ada umumnya adalah dua kondisi peralihan antara ekstrim pasar persaingan sempurna dan monopoli. ( Mardana, Ari. 2015)
B.      Ciri – Ciri Sistem Pasar Persaingan Sempurna
( Mardana, Ari. 2015) Adapun ciri – ciri dari Sistem Pasar Persaingan Sempurna, antara lain:
1.       Perusahaan Adalah Pengambil Harga
Pengambil harga atau price taker berarti suatu perusahaan yang ada di dalam pasar tidak tepat menentukan atau mengubah harga pasar. Apapun tindakan perusahaan dalam pasar, ia tidak akan menimbulkan perubahan ke atas harga pasar yang berlaku. Harga barang pasar ditentukan oleh interaksi diantara keseluruhan produsen dan keseluruhan konsumen. Seorang produsen adalah terlalu kecil peranannya di dalam pasar sehingga tidak dapat memengaruhi penentuan harga atau tingkat produksi di pasar. Peranannya yang sangat kecil tersebut disebabkan karena jumlah produksi yang diciptakan seorang produsen merupakan sebagian kecil saja dari keseluruhan jumlah barang yang dihasilkan dan diperjualbelikan.
2.       Setiap Perusahaan Mudah Keluar atau Masuk ke Pasar
Sekiranya perusahaan mengalami kerugian, dan ingin meninggalkan industry tersebut, langkah ini dapat dengan mudah dilakukan. Sebaliknya apabila ada produsen yang ingin melakukan kegiatan di industry tersebut, produsen tersebut dapat dengan mudah melakukan kegiatan yang diinginkannya tersebut. Sama sekali tidak dapat terdapat hambatan – hambatan, baik secara legal atau dalam bentuk lain secara keuangan atau secara kemampuan teknologi, misalnya kepada perusahaan – perusahaan untuk memasuki atau meninggalkan bidan usaha tersebut.
3.       Menghasilkan Barang Serupa
Barang yang dihasilkan berbagai perusahaan tidak mudah untuk dibeda – bedakan. Barang yang dihasilkan sangat sama atau serupa. Tidak terdapat perbedaan yang nyata diantara barang, yang dihasilkan suatu perusahaan dengan produksi perusahaan lainnya. Barang seperti itu dinamakan dengan istilah barang identical atau homogenous. Karena barang – barang tersebut adalah sangat serupa para pembeli tidak dapat membedakan yang mana yang dihasilkan oleh produsen A atau B atau produsen lainnya. Barang yang dihasilkan seorang produsen merupakan pengganti sempurna kepada barang yang dihasilkan produsen – produsen lain. Sebagai akibat dari sifat ini, tidak ada gunanya kepada perusahaan – perusahaan untuk melakukan persaingan yang berbentuk persaingan bukan harga atau non price competition yaitu persaingan dengan misalnya melakukan iklan dan promosi penjualan. Cara ini tidak efektif untuk menaikkan penjualan karena pembeli mengetahui bahwa barang – barang yang dihasilkan berbagai produsen dalam industry tersebut tidak bedanya sama sekali.
4.       Terdapat Banyak Perusahaan di Pasar
Sifat inilah yang menyebabkan perusahaan tidak mempunyai kekuasaan untuk mengubah harga. Sifat ini meliputi dua aspek, yaitu jumlah perusahaan sangat banyak dan masing – masing perusahaan adalah relative kecila kalau dibandingkan dengan keseluruhan jumlah perusahaan di dalam pasar. Sebagai akibatnya produksi setiap perusahaan adalah sangat sedikit kalau dibandingkan dengan jumlah produksi dalam industry tersebut. Sifat ini menyebabkan apapun yang dilakukan perusahaan, sperti menaikkan atau menurunkan harga dan menaikkan atau menurunkan produksi, sedikitpun ia tidak memengaruhi harga yang berlaku dalam pasar atau industry tersebut.
5.       Pembeli Mempunyai Pengetahuan Sempurna Mengenai Sempurna
Dalam pasar persaingan sempurna juga dimisalkan bahwa jumlah pembeli adalah sangat banyak. Namun demikian dimisalkan pula bahwa masing – masing pembeli tersebut mempunyai pengetahuan yang sempurna mengenai keadaan di pasar, yaitu mereka mengetahui tingkat harga yang berlaku dan perubahan – perubahan ke atas harga tersebut. Akibatnya para produsen tidak dapat menjual barangnya dengan harga yang lebih tinggi dari yang berlaku di pasar.
C.      Kelebihan dan Kekurangan Pasar Persaingan Sempurna
(Triyono. 2014) Pasar persaingan sempurna bagi masyarakat adalah pasar ini memberikan tingkat kemakmuran dan kenikmatan yang maksimal, karena :
a.       Harga  jual output barang dan jasa yang termurah, sebab skala produksi yang efisien.
b.      Jumlah output paling banyak sehingga rasio output per penduduk maksimal, karena setiap penduduk memperoleh barang dan jasa yang dibutuhkan dan ini berarti kemakmuran maksimal.
c.       Masyarakat merasa nyaman dalam mengkonsumsi karena tidak perlu membuang waktu untuk memilih barang dan jasa (produk yang homogen) dan tidak takut ditipu dalam kualitas dan harga (informasi sempurna).
d.      Diproduksi barang-barang yang diperlukan konsumen dengan ongkos produksi yang minimum, berarti semua skala ekonomi setelah dimanfaatkan, hal ini tergambar pada AC minimum.
(Triyono. 2014) Namun demikian, model pasar persaingan sempurna memiliki beberapa kelemahan, yaitu :
a.       Kelemahan dalam hal asumsi, di mana asumsi yang digunakan mustahil untuk terwujud dalam dunia nyata.
b.      Kelemahan dalam  pengembangan teknologi, sebab perusahaan tidak mempunyai dan cukup untuk kegiatan riset dan pengembangan produknya.
c.       Persaingan sempurna adakalanya menimbulkan biaya sosial kepada masyarakat, karena ada biaya sosial yang tidak tercakup dalam biaya perusahaan.
d.      Adanya barang-barang yang bisa dinikmati dan diproduksi secara kolektif (bersama-sama) dan tidak diperjual belikan dipasar. (misalnya : keamanan dan penegakan hukum)[5]
D.      Contoh Pasar Persaingan Sempurna :
(Tohir, Muhammad. 2015) Sangat mudah menemukan contoh pasar persaingan sempurna, yaitu dengan melihat kondisi produk yang dijual pada pasar ini, dalam kategori pasar persaingan sempurna disana banyak menjual produk – produk dari hasil pertanian atau sering disebut dengan barang yang bersifat makanan pokok, seperti beras, gandum, sayuran, buah – buahan, kentang dan lain sebagainya.
(Tohir, Muhammad. 2015) Dalam pasar ini, masing – masing petani secara individual tidak mampu mempengaruhi harga dalam pasar bila menentukan harga sendiri, karena jika mereka menjual murah akan mengalami kerugian dan jika terlalu mahal maka akan tidak laku, sehingga mau tidak mau harus mengikuti harga pasar yang telah ditentukan secara bersama.
E.       Pemaksimuman Keuntungan Jangka Pendek
(Triyono. 2014) Dalam bagian ini secara serentak akan ditunjukan contoh angka tentang biaya produksi, hasil enjualan dan penentuan keuntungan. Dalam contoh ini akan ditunjukan :
1.       Pertama cara menghitung total biaya, biaya rata-rata dan biaya marginal.
2.       Cara menghitung hasil penjualan total, penjualan rata-rata dan penjualan marjinal.
3.       Menunjukan caranya sesuatu perusahaan menentukan tingakat produksi yang akan memaksimumkan keuntungan.
Sebelum hal-hal yang dinyatakan diatas ditunjukan dan diterangkan, akan dirumuskan dua cara untuk menentukan pemaksimuman keuntungan oleh suatu perusahaan.
F.       Syarat pemaksimuman keuntungan
(Triyono. 2014) Di dalam jangka pendek, pemaksimuman untung oleh suatu perusahaan dapat diterangkan dengan dua cara sebagai berikut :
a.       Membandingkan hasil penjualan total dengan biaya total.
Keuntungan ditentukan dengan menghitung dan membandingkan hasil penjualan total dengan biaya total. Keuntungan adalah perbedaan antara hasil penjualan total yang diperoleh dengan biaya total yang dikeluarkan. Keuntungan akan mencapai maksimum apabila perbedaan diantara keduanya adalah maksimum. Maka dengan cara yang pertama ini keuntungan yang maksimum akan dicapai apabila perbedaan nilai antara hasil penjualan total dengan biaya total adalah yang paling maksimum.
b.      Menunjukan keadaan dimana hasil penjualan marjinal sama dengan biaya marjinal.
Dengan menggunakan bantuan kurva atau data baiya rata-rata dan biaya marginal. Pemaksimuman keuntungan dicapai pada tingkat produksi dimana hasil penjualan marjinal(MR) sama dengan biaya marjinal(MC) atau MR=MC. Suatu perusahaan akan menambah keuntunganya apabila menambah produksinya ketika MR>MC yaitu hasil penjualan marjinal (MR) melebihi biaya marjinal (MC). Dalam keadaan ini pertambahan produksi dan penjualan akan menabah keuntunganya. Dalam keadaan sebaliknya, yaitu apabila MR<MC , mengurangi produksi dan penjualan akan menambah untung. Maka keuntungan maksimum dicapai dalam keadaan dimana MR=MC berlaku. [6]
G.     Dalam Jangka Panjang
(Triyono. 2014) Dalam jangka panjang, semua input adalah variable. Keadaan ini bisa dianggap stage perencanaan sebelum perusahaan masuk kedalam industri. Pada stage ini perusahaan akan memutuskan fasilitas produksi sebesar apa yang harus dibangun (misalnya jumlah optimal dari fixed cost). Dalam jangka panjang, perusahaan juga tetap berusaha memaksimumkan profit. Harga ditetapkan pasar dan sama dengan MR. output akan naik selama MR < MC. Maksimum profit tercapai bila MR = MC.[7]
H.     Prinsip-Prinsip Pasar Persaingan Sempurna
(Triyono. 2014) Prinsip dasar profit maximization dari segi  out put ialah selama tambahan revenue dari ekspansi perusahaan (marginal cost), perusahaan tetap ekspansi  menambah produksi.perusahaan tidak akan menambah produksi bila marginal cost dari ekspansi lebih besar di bandingkan dengan marginal revenue dari ekspansi. Profit adalah selisih antara revenue dan biaya. Misalnya, untuk satu perusahaan yang memproduksi kayu dengan harga pasar 200 per meter kubik, marginal revenue untuk setiap tambahan satu kubik adalah 200. Pemilik perusahaan akan menaikkan produksi kayu sepanjang marginal cost untuk setiap tambahan satu kubik kurang dari 200.bila marginal cost lebih besar dari 200, perusahaan akan menambah produksi.
(Triyono. 2014) Untuk profit maximization dari segi penggunaan input, selama kenaikan penggunaan input (factor produksi) dalam proses produksi menambah revenue lebih besar dari cost, kenaikan tersebut akan menambah profit perusahaan. Bila kenaikan input menambah cost lebih besar besar dari revenue,kenaikan tersebut akan menurunkan input. Jadi,perusahaan akan memilih tingkat pengunaan input di mana tambahan revenue akibat tambahan satu unit input (marginal revenue product / MRP) sama dengan tambahan biaya akibat tanbahan satu unit input (marginal factor cost /MFC). Karena pada persaingan sempurna harga di tetapkan  pasar, berarti marginal factor cost dari input sama  dengan harga. Misalnya , suatu perusahaan dapat menyewa tenaga kerja  (labor/ L) dengan biaya 10 perjam atau 80 perhari (untuk 8 jam). Perusahaan akan meningkatkan penggunaan tenaga kerja selama setiap tambahan , L akan menigkatkan revenue lebih besar dari 80 perhari. Perusahaan tidak akan menambah jumlah labor (L)bila kenaikan satu Lhanya menambahkan semua input. MRP  harus  sama dengan harga untuk memaksimumkan profit. Profit di sini adalah pure economic profit,yakni return di atas semua cost termasuk implicit cost.[8]
II.                  Kesimpulan
Secara teoritis tidak dapat dipungkiri bahwa dengan sistem pasar persaingan sempurna akan memberikan distorsi ekonomi yang minimal. Masyarakat akan diuntungkan karena perusahaan hanya mendapatkan laba normal, bukan laba super, sehingga masyarakat hanya membayar harga equilibrium (harga normal) saja. Perusahaan harus beroperasi secara efisien, sebab bila tidak efisien akan kalah bersaing. Di sisi lain apabila tanpa intervensi pemerintah melalui kebijakan yang berpihak kepada si lemah, misal dengan subsidi pupuk untuk petani dan menentukan harga dasar gabah yang wajar, sama saja membiarkan petani meti secara perlahan. Hal ini disebabkan petani tidak memiliki bargaining yang cukup untuk menahan padi hasil panennya untuk dijual pada saat harga sudah membaik. Seperti diketahui bahwa harga pada saat panen raya pasti jatuh akibat permainan tengkulak. Dengan penetapan harga beli BULOG diharapkan harga relatif stabil, meski menyalahi konsep pasar persaingan sempurna Kata Kunci: Pasar Persaingan Sempurna, Equilibrium, Intervensi Pemerintah. (isstianto, Sunarto. 2010. Vol 23. No 41)

Daftar Pustaka :
Tohir, Muhammad. 2015. Pasar persaingan sempurna dan contohnya. http://www.lebahmaster.com/pengertian-pasar-persaingan-sempurna-dan-contohnya/ (Di Akses 10 April 2017)
Triyono. 2014. Pasar persaingan sempurna. http://triyono94.blogspot.co.id/2014/09/pasar-persaingan-sempurna.html (Di Akses 10 April 2017)
Mardana, Ari. 2015. Pasar persaingan sempurna sistem ekonomi indonesia. http://arimardana.blog.fisip.uns.ac.id/2015/03/26/pasar-persaingan-sempurna-sistem-ekonomi-indonesia/ (Di Akses 10 April 2017)
isstianto, Sunarto. 2010. Vol 23. No 41. Evaluasi terhadap pasar persaingan sempurna pada produk pertanian di Indonesia. http://id.portalgaruda.org/?ref=browse&mod=viewarticle&article=142136 (Di Akses 10 April 2017)
Rahardja, Prathama. Dan Manurung, Mandala. 2008. Pengantar Ilmu Ekonomi (Mikroekonomi & Makroekonomi). Jakarta : Lembaga Penerbit Fakultas Ekonomi Indonesia.






Senin, 03 April 2017

Cara Meminimumkan Biaya Produksi

@B35-Varatri

Oleh : Varatri Apriliani

Sebelum mengetahui bagaimana cara meminimumkan biaya produksi,kita harus tahu dahulu apa itu biaya produksi .
Biaya produksi dapat didefinisikan sebagai semua pengeluaran yang dilakukan oleh perusahaan untuk memperoleh faktor-faktor produksi dan bahan- bahan mentah yang akan di gunakan untuk menciptakan barang-barang yang di produksi perusahaan tersebut. Biaya produksi yang di keluarkan setiap perusahaan dapat di bedakan dalam 2 jenis, yaitu :

Senin, 20 Maret 2017

Mengetahui Apa itu Pendekatan Konsumen Kardinal dan Perilaku Konsumen

@35-Varatri

Oleh : Varatri apriliani

Abstrak
Konsumen adalah setiap orang pemakai barang dan/atau jasa yang tersedia dalam masyarakat, baik bagi kepentingan diri sendiri, keluarga, orang lain, maupun makhluk hidup lain dan tidak untuk diperdagangkan.(Wikipedia,2014)

Selasa, 14 Maret 2017

Mengetahui Apa Itu Kegagalan Pasar?

@B35-Varatri 

Oleh : Varatri Apriliani


1. Pengertian
Pasar dapat menjadi alokasi sumber daya yang efisien, bila asumsi-asumsi nya terpenuhi , antara lain pelaku bersifat rasional, memiliki informasi sempurna, pasar berbentuk persaingan sempurna dan barang bersifat privat.

Senin, 06 Maret 2017

Permasalahan Ekonomi yang Ada Di Indonesia

@A35-Varatri

Oleh : Varatri apriliani

Permasalahan ekonomi merupakan sebuah hal yang penting yang dapat menentukan bahwa negera tersebut sudah maju atau tidak. Jika sebuah negara bisa memperkecil permasalahan ekonomi yang ada dinegaranya, maka negara tersebut akan menjadi negara yang makmur dan maju.