.

Tampilkan postingan dengan label @B08-Irfan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label @B08-Irfan. Tampilkan semua postingan

Selasa, 11 Juli 2017

Pendapan Nasional

Oleh : Mochamad Irfan (41616010011)

Pendapatan nasional
Jumlah pendapatan yang diterima oleh seluruh rumah tangga keluarga (RTK) di suatu negara dari penyerahan faktor-faktor produksi dalam satu periode,biasanya selama satu tahun.

Senin, 10 Juli 2017

Laporan Inflasi Di Negara Indonesia

Oleh :Mochamad Irfan (41616010011)

1.Definisi Inflasi
Secara umum, Pengertian inflasi adalah suatu keadaan perekonomian dimana harga-harga secara umum mengalami kenaikan dalam waktu yang panjang.

Selasa, 13 Juni 2017

KEBIJAKAN MONETER

Oleh: Mochamad Irfan (41616010011)
Kebijakan Moneter 
•Kebijakan moneter merupakan kebijakan yang dibuat Bank Indonesia selaku otoritas moneter untuk menjaga stabilitas ekonomi makro
•Stabilitas makro tercermin dari
–Laju inflasi yang rendah
–Pertumbuhan ekonomi meningkat
–Lapangan kerja meningkat
–Pendapatan masyarakat meningkat
A.Instrumen Kebijakan Moneter
1. Operasi Pasar Terbuka (Open Market Operation) Operasi Pasar Terbuka (OPT) merupakan instrumen kebijakan moneter yang penting, karena melalui OPT bank sentral dapat mempengaruhi sasaran operasionalnya (jumlah uang beredar atau suku bunga) secara lebih efektif. Dikatakan demikian karena sinyal arah kebijakan moneter dapat disampaikan 25 melalui OPT, yang pelaksanaannya dilakukan secara terbuka dan pembentukan suku bunganya dilakukan atas inisiatif bank sentral dengan frekuensi dan kuantitas sesuai dengan yang diinginkan.
2. Cadangan Wajib Minimun (Reserve Requirment) Cadangan wajib minimum adalah instrumen yang merupakan ketentuan bank sentral yang mewajibkan sistem perbankan untuk memelihara sejumlah aset likuid sebesar presentase tertenntu dari kewajiban lancarnya. Sebagian aset likuid tersebut harus dipelihara dalam bentuk kas dan sebagian lainnya dalam bentuk rekening giro pada bank sentral. Cadangan wajib minimum ini banyak digunakan oleh bank sentral sebagai instrumen pengendalian moneter disamping sebagai ketentuan prudential regulation yang berfungsi untuk memastikan bahwa bank-bank memiliki likuiditas yang cukup setiap saat apabila nasabah melakukan penarikan simpanannya.
3. Fasilitas Diskonto (Discount Facility) Fasilitas diskonto adalah fasilitas kredit (dan/atau simpanan) yang diberikan oleh bank sentral kepada bank-bank dengan jaminan surat-surat berharga dan tingkat diskonto yang ditetapkan oleh bank sentral sesuai dengan arah kebijakan moneter. Tinggi rendahnya tingkat diskonto akan mempengaruhi permintaan kredit dari sistem perbankan .Tingkat diskonto yang ditetapkan pada instrumen ini ada yang berada di atas suku bunga pasar uang antar bank (PUAB) dan ada pula yang berada dibawah suku bunga PUAB. Pada umumnya, penggunaan fasilitas diskonto ini oleh sistem perbankan akan dikenakan penalty agar perbankan tidak sering menggunakan fasilitas diskonto dari bank sentral mengingat instrumen ini berfungsi sebagai mekanisme yang bertujuan untuk menjaga stabilitas di pasar uang
 4. Himbauan Moral (Moral Suasion) Himbauan moral adalah kebijakan moneter untuk mengatur jumlah uang beredar dengan jalan memberi imbauan kepada pelaku ekonomi. Contohnya seperti menghimbau perbankan pemberi kredit untuk berhati-hati dalam mengeluarkan kredit untuk mengurangi jumlah uang beredar dan menghimbau agar bank meminjam uang lebih ke bank sentral untuk memperbanyak jumlah uang beredar pada perekonomian.
B. Perkembangan Kebijakan Moneter BI 2000:01-2013:12 
1. Penargetan Besaran Moneter (Base Money Targeting Framework)
Pada penargetan moneter bank sentral menggunakan sasaran operasional uang primer untuk dapat mencapai sasaran akhir kebijakan moneter yaitu stabilitas harga. Kelebihan utama dari penargetan moneter dibandingkan penargetan nilai tukar adalah kemungkinan kebijakan moneter yang independen sehingga Bank Indonesia dapat memfokuskan pencapaian tujuan yang ditetapkan seperti kestabilan inflasi dan pertumbuhan ekonomi.
2. Penargetan Inflasi (Inflation Targeting Framework) Melemahnya hubungan antara besaran moneter dan sasaran akhir darikebijakan moneter membuat banyak Negara mulai mengadopsi atau menggunakan penargetan inflasi pada kebijakan moneternya
C. Teori Kuantitas Uang 
Menurut teori kuantitas uang yang dikembangkan oleh Irving Fisher penyebab utama dari inflasi adalah jumlah uang beredar yang melebihi kapasitasnya. Teori ini pada dasarnya menggambarkan kerangka kerja yang jelas mengenai analisis hubungan langsung yang sistematis antara pertumbuhan jumlah uang beredar dan inflasi, yang dinyatakan dalam suatu identitas dan dikenal sebagai “The Equation of Exchange”
D. Produk Domestik Bruto 
Pertumbuhan ekonomi adalah proses dimana terjadi kenaikan pada Produk Nasional Bruto (PDB) Rill atau Pendapatan Nasional Rill. Jadi pertumbuhan dikatakan tumbuh atau berkembang bila terjadi peningkatan output riil. Pertumbuhan ekonomi diartikan sebagai kegiatan dalam perekonomian yang menyebabkan barang dan jasa yang diproduksi dalam masyarakat bertambah dan kemakmuran masyarakat meningkat, dalam hal ini berarti terdapat kenaikan dalam pendapatan nasional yang ditunjukkan oleh PDB (Sukirno, 2000).
E. Uang Primer (M0)
Pengertian dasar dari uang adalah suatu benda yang dapat ditukarkan dengan benda lain dan dapat digunakan untuk menilai benda lain. Uang dapat berfungsi antara lain sebagai Alat tukar (barter), Alat penyimpan nilai (penyimpan kekayaan), Satuan hitung, Ukuran pembayaran yang tertunda (transaksi hutang). Uang primer didefinisikan sebagai kewajiban otoritas moneter (Bank Indonesia) terhadap sektor swasta domestic dan bank umum, berupa uang logam dan uang kertas yang berada di luar Bank Indonesia (Bank Indonesia, 2002).
F. Suku Bunga Bank Indonesia (BI rate) 
BI Rate adalah suku bunga dengan tenor satu bulan yang diumumkan oleh Bank Indonesia secara periodik untuk jangka waktu tertentu yang berfungsi sebagai sinyal (stance) kebijakan moneter (Siamat, 2001).
G. Nilai Tukar
 Kurs atau nilai tukar (exchange rate) adalah harga sebuah mata uang dari suatu Negara yang dinyatakan atau diukur dalam mata uang lainnya. Kurs memainkan peranan yang amat penting dalam keputusan-keputusan pembelanjaan, karena kurs memungkinkan kita menerjemahkan harga-harga dari berbagai negara ke dalam mata uang lain (Krugman dan Obstfeld, 2004).

Daftar Pustaka :

http://file.upi.edu/Direktori/FPIPS/LAINNYA/ERRY_SUPRIAH/EKO_WK14_Kebijakan_Moneter_%5BCompatibility_Mode%5D.pdf (Erry Sukriah, SE, MSE)

http://elearning.gunadarma.ac.id/docmodul/kebijakan_fiskal_moneter/bab5-kebijakan_moneter.pdf

http://digilib.unila.ac.id/4673/15/BAB%20II.pdf

Selasa, 30 Mei 2017

KREDIT dan PINJAMAN...

Oleh : Mochamad Irfan 

1.Pengertian kredit
                   Secara etimologis istilah kredit berasal dari bahasa latin, credere, yang berarti kepercayaan. Misalkan, seorang nasabah debitur yang memperoleh kredit dari bank adalah tentu seseorang yang mendapat kepercayaan dari bank.

Selasa, 23 Mei 2017

KRITERIS INVESTASI

0leh; Mochamad Irfan (41616010011)



PENDAHULUAN
·         Hasil perhitungan kriteria investasi merupakan indikator dari modal yang diinvestasikan diinvestasikan, yaitu perbandingan perbandingan antara total benefit benefit yang diterima dengan total biaya yang dikeluarkan dalam bentuk present value selama umur ekonomis.
·         Perkiraan benefit (cash in flows) dan perkiraan cost (Cash out flows) merupakan alat kontrol dalam pengendalian biaya untuk memudahkan dalam mencapai tujuan usaha/proyek.
·         Hasil perhitungan kriteria investasi dapat digunakan sebagai bahan pertimbangan dalam mengambil keputusan penanaman modal.
·         Kriteria investasi yang dapat digunakan: NPV, IRR, Net B/C,Gross B/C,PR
·         Keputusan yang timbul dari hasil analisis: menerima atau menolak,memilih satu atau beberapa proyek, atau menetapkan skala prioritasdari proyek yang layak.
MACAM-MACAM KRITERIA INVESTASI
1. Net PresentValue (NPV)
NPV merupakan net benefit yang telah didiskon dengan menggunakan social opportunity cost of capital sebagai diskon faktor.
Kriteria:
NPV > 0 (nol) → usaha/proyek layak (feasible) untuk dilaksanakan
NPV < 0 (nol) → usaha/p y ro ek tidak layak ( ) feasible) untuk dilaksanakan
NPV = 0 (nol) → usaha/proyek berada dalam keadaan BEP dimana
TR=TC dalam bentuk present value.
Untuk menghitung NPV diperlukan data tentang perkiraan biaya investasi, biaya operasi, dan peme
2. Gross Benefit - Cost Ratio
• Gross B/C ratio merupakan kriteria kelayakan lain yang biasa digunakan dalam analisis bisnis. Baik manfaat maupun biaya adalah nilai
kotor (gross).
• Dengan menggunakan kriteria ini akan lebih menggambarkan pengaruh dari adanya tambahan biaya terhadap tambahan manfaat yang
Diterima
3. Net Benefit - Cost Ratio
• Net B/C ratio adalah rasio antara manfaat bersih yang bernilai positif dengan manfaat bersih yang bernilai negatif.
• Dengan kata lain, manfaat bersih yang menguntungkan bisnis yang dihasilkan terhadap setiap satu satuan kerugian dari bisnis
tersebut.
4. Internal Rate Of Return (IRR)
• IRR adalah tingkat discount rate (DR) yang menghasilkan NPV sama dengan 0.
• Besaran yang dihasilkan dari perhitungan ini adalah dalam satuan persentase (%).
• Sebuah bisnis dikatakan layak apabila IRR-nya lebih besar dari opportunity cost of capital-nya (DR).
• Di dalam prakteknya menghitung tingkat IRR umumnya dilakukan dengan menggunakan metoda interpolasi di antara tingkat discount rate yang lebih rendah (yang menghasilkan NPV positif) dengan tingkat discount yang lebih tinggi (yang menghasilkan NPV negatif).
5. Profitability Ratio (PV/K)
• Profitability Ratio menunjukkan perbandingan antara penerimaan (benefit) dengan biaya modal (K) yang digunakan.
• Rasio ini dipakai sebagai perhitungan rentabilitas dari suatu investasi. Nilainya akan mendekati hasil perhitungan Net B/C rasio.
• Bila PV/K >1, maka bisnis layak dilaksanakan (dipilih).
• Bila PV/K <1, maka bisnis tidak layak untuk dilaksanakan
6. Payback Period
• Metoda ini mencoba mengukur seberapa cepat investasi bisa kembali.
• Bisnis yang payback period-nya singkat atau cepat pengembaliannya termasuk kemungkinan besar akan dipilih.
• Masalah utama dari metoda ini adalah sulitnya menentukan periode payback maksimum yang diisyaratkan, untuk dipergunakan sebagai angka pembanding.
• Secara normatif, tidak ada pedoman yang bisa dipakai untuk menentukan payback maksimum ini. Dalam prakteknya, dipergunakan payback yang umumnya terjadi dari perusahaan yang sejenis.
Konsep Nilai Waktu Uang
Jika Anda dihadapkan pada 2 pilihan di mana pilihan pertama adalah diberi uang pada saat ini (misalkan tanggal 1 Januari 2001) diberi uang sebesar Rp1.000.000,00, dan yang kedua Anda akan diberi uang dengan jumlah yang sama tetapi pada tahun berikutnya (1 Januari 2002) dengan tingkat kepastiaan 100%, artinya Anda pasti menerimanya tanpa ada pengurangan. Maka Anda akan menerima uang sebesar Rp1.000.000,00 pada tanggal 1 Januari 2001,. Demikian juga sebaliknya jika Anda disuruh membayar Rp1.000.000,00 pada saat ini dengan membayar untuk jangka 1 tahun berikutnya, maka Anda akan memilih pembayaran akan dilakukan pada tanggal 1 Januari 2002 dibanding tanggal 1 Januari 2001. Dari urain di atas menunjukkan bahwa sebenarnva kita menghargai uang secara berbeda, apabila waktunya tidak sama. Dengan kata lain kita mengakui bahwa uang mempunyai nilai waktu. Anda menyukai menerima Rp 1.000.000,- saat ini dari pada nanti, karena kita menganggap bahwa nilai sekarang dari Rp100,00 saat ini adalah lebih besar dari pada nilai sekarang Rp1.000.000,00 pada waktu yang akan datang. Sebaliknya kalau kita membayar, kita lebih suka membayar nanti/waktu yang akan datang, karena kita menyadari bahwa Rp1.000.000,00 nanti nilainya lebih kecil dari pada Rp1.000.000,00 pada saat ini. Inilah yang disebut konsep nilai waktu uang (time value of money).
BUNGA MAJEMUK
Bunga majemuk, juga sering disebut sebagai bunga berbunga, menunjukkan bunga dari suatu pokok pinjaman misalnya, juga akan dikenakan bunga pada periode selanjutnya. Pengertian ini sangatlah penting bagi kita nantinya.
NILAI SEKARANG (PRESENT VALUE)
Nilai sekarang (Present Value) menunjukkan berapa nilai uang pada saat ini (sekarang) untuk jumlah nilai tertentu di masa yanga akan datang. Misalnya kita hendak beli telpon gemgam merk Nokia 3310, diperkirakan harga telepon tersebut adalah sebesar Rp1.000.000,00; sedangkan tingkat bunga yang berlaku di bank (SBI) adalah 15% per tahun. Jika kita hendak membeli telepon gemgam untuk satu tahun yang akamn datang, berapakah jumlah uang yang harus kita tanamkan (tabung) di bank tersebut pada saat ini (sekarang)?.
Nilai Sekarang Anuitas (Present Value Anuity)
Nilai sekarang suatu anuitas menyangkut pemecahan kasus pencarian/penghitungan nilai sekarang suatu anuitas dengan dasar besarnya anuitas dan data lain seperti i (interest) dan n (periode) diketahui atau sebaliknya mencari nilai NSA (Nilai Sekarang Anuitas) untuk nilai sekarang yang sudah diketahui, termasuk tingkat bunga, i dari n. Nilai sekarang suatu anuitas, pembayaran maupun penerimaan dilakukan pada setiap akhir periode. Nilai sekarang suatu anuitas dapat berupa penerimaan maupun pembayaran.
 TEKNIK ANALISIS INVESTASI
Pada umumnya di dalam menganalisis suatu investasi dikenal ada 7(tujuh) model, di antaranya :
1. Intuisi
2. Metode periode pengembalian (payback period)
3. Metode rata-rata tingkat pengembalian akuntansi (average annual accounting
rate of return)
4. Metode nilai bersih sekarang (net present value)
5. Indek provitabilitas (provitability index)
6. Metode tingkat kembalian internal; dan
7. MIRR

Selasa, 18 April 2017

Perkembangan Perekonomian Provinsi Riau

Oleh : Mochamad Irfan  
Pertumbuhan Ekonomi Triwulan IV-2016 Terhadap Triwulan IV-2015 (y-on-y)
Pada triwulan IV-2016 ekonomi Riau tumbuh 2,22 persen bila dibandingkan triwulan IV-2015 (y-on-y). Pertumbuhan terjadi pada seluruh lapangan usaha, kecuali pada lapangan usaha Pertambangan dan Penggalian;

Selasa, 11 April 2017

Pasar Yang Persaingannya Sempurna


Oleh : Mochamad Irfan
Pengertian Pasar Persaingan Sempurna
Pasar persaingan sempurna (penerima harga (price-taker). Barang dan jasa yang dijual di pasar ini bersifat homogen dan tidak dapat dibedakan. Semua produk terlihat identik. Pembeli tidak dapat membedakan perfect competition) adalah sebuah jenis pasar dengan jumlah penjual dan pembeli yang sangat banyak dan produk yang dijual bersifat homogen. Harga terbentuk melalui mekanisme pasar dan hasil interaksi antara penawaran dan permintaan sehingga penjual dan pembeli di pasar ini tidak dapat memengaruhi harga dan hanya berperan sebagai peapakah suatu barang berasal dari produsen A, produsen B, atau produsen C? Oleh karena itu, promosi dengan iklan tidak akan memberikan pengaruh terhadap penjualan produk.
Ciri-Ciri Pasar Persaingan Sempurna
Pasar disebut bersaing sempurna jika:
  1. Terdapat sejumlah besar penjual dan pembeli komoditi sehingga tindakan dari seorang individu baik penjual maupun pembeli tidak dapat mempengaruhi harga komoditi tersebut.
  2. Perusahaan menerima harga dari pasar bukan menentukan harga pasar.
  3. Produk dari seluruh perusahaan di dalam pasar adalah homogen. Dengan semua produk yang ditawarkan adalah homogen maka dalam menentukan pembeliannya, konsumen tidak tergantung pada siapa yang menjual komoditas tersebut melainkan pada tingkat harga komoditas tersebut.
  4. Terdapat mobilitas sumber daya yang sempurna.
  5. Konsumen, pemilik produksi, dan perusahaan di dalam pasar mempunai pengetahuan yang sempurna mengenai harga-harga dan biaya-biaya yang sekarang dan yang akan datang.
KEKURANGAN DAN KELEBIHAN PASAR PERSAINGAN SEMPURNA
Dalam pasar persaingan sempurna terdapat beberapa kelebihan, diantaranya yaitu:
  1. Mampu mendorong efisiensi dalam produksi. Dengan jumlah produsen atau penjual yang banyak, maka produsen akan berlomba-lomba untuk meningkatkan mutu barang yang dijualanya.
  2. Tidak memerlukan iklan. Dengan sifat homogen di pasar persaingan sempurna, maka pemasangan iklan sama sekali tidak dibutuhkan karena jenis barang yang di perjual-belikan sama.
  3. Pembeli dan penjual bebas bertindak. Produsen dan konsumen memiliki kebebasan dalam keluar masuk pasar. Bagi produsen yang memiliki modal untuk menjual produknya dapat memasuki pasar. Bagi produsen yang merasa rugi dapat segera keluar dari pasar. Dan konsumen memiliki kebebasan untuk membeli barang di pasar kapanpun.
  4. Harga tidak ditentukan oleh satu penjual atau oleh satu pembeli. Harga di pasar persaingan sempurna ditentukan oleh hasil transaksi tawar-menawar di pasar.
Selain memiliki kelebihan, pasar persaingan sempurna juga memiliki beberapa kekurangan. diantaranya sebagai berikut:

        1.  Barang yang diperjualbelikan bersifat homogen dan kurang variatif sehingga konsumen akan cepat merasa bosan.

        2. Tidak adanya inovasi dan pengembangan produk yang dilakukan perusahaan karena sebagian besar yang ikut dalam pasar persaingan sempurna adalah perusahaan kecil.
Kesimpulan

            Pasar persaingan sempurna dapat didefinisikan sebagai suatu struktur pasar atau industri dimana terdapat banyak penjual dan pembeli, dan setiap penjual atau pun pembeli tidak dapat mempengaruhi keadaan di pasar. Ciri-ciri dari pasar persaingan sempurna adalah perusahaan adalah pengambil harga, setiap perusahaan mudah keluar atau masuk, menghasilkan barang yang serupa, terdapat banyak perusahaan di pasar, dan pembeli mempunyai pengetahuan yang sempurna. Didalam jangka pendek, pemaksimuman untung oleh suatu perusahaan dapat diterangkan dengan dua cara, yaitu dengan membandingkan hasil penjualan total dengan biaya total dan menunjukkan keadaan di mana hasil penjualan marjinal sama dengan biaya marjinal. Pasar persaingan sempurna memiliki kebaikan dan keburukan diantaranya, yaitu persaingan sempurna memaksimumkan efisiensi dan kebebasan bertindak dan memilih, sedangkan keburukannya adalah persaingan sempurna tidak mendorong inovasi, persaingan sempurna adakalanya menimbulkan biaya sosial, membatasi pilihan konsumen, biaya dalam pasar persaingan sempurna mungkin lebih tinggi, dan distribusi pendapatan tidak selalu rata.

DAFTAR PUSTAKA


S., Alam (2007). Ekonomi 1 Untuk SMA Kelas X. Jakarta: Esis/Erlangga. https://id.wikipedia.org/wiki/Pasar_persaingan_sempurna

Astiyah, S. and Husman, J.A., 2006. Fungsi Intermediasi dalam Efisiensi Perbankan di Indonesia: Derivasi Fungsi Profit. Buletin Ekonomi Moneter dan Perbankan, 8(4), pp.529-544.

Utomo, T.J., 2010. Lingkungan Bisnis dan Persaingan Bisnis Ritel. Fokus Ekonomi, 5(1), pp.70-80.
Mikro Ekonomi Pengantar edisi Ketiga, Sadono Sukirno (Diunduh pada hari Rabu, 19/11/2014)
http://ranggaadhityap.blogspot.com/2010/06/pasar-persaingan-sempurna.htmlsource:%20ahim.staff.gunadarma.ac.id/Downloads/.../STRUKTUR+PASAR.ppt