.

Sabtu, 15 April 2017

Ekonomi Bali

@A22-Tia

Oleh : Tia Afrilia

ABSTRAK
Ekonomi merupakan hal yang tidak dapat dipisahkan dari kehidupan manusia. Seiring perkembangan zaman ,tentu kebutuhan terhadap manusia bertambah oleh karena itu ekonomi secara terus-menerus mengalami pertumbuhan dan perubahan.


PENDAHULUAN
Bali adalah salah satu provinsi yang ada di Indonesia dan merupakan daerah yang terkenal akan tujuan wisatanya bagi wisatawan mancanegara atau domestik. Tujuan wisata Pulau Bali bermacam-macam, mulai dari daerah pedesaannya yang tenang dan asri seperti Desa Ubud hingga wilayah pesisirnya yang ramai dan indah. Akan tetapi wilayah pesisirnya yang ramai dan indah memiliki daya tarik tersendiri terutama daya tarik keindahan alamnya, yang ada di sepanjang garis pantai hingga sepanjang lautnya

RUMUSAN MASALAH
1.      Sejarah Perekonomian Bali
2.      Apa itu Pendapatan Asli Daerah (PAD)
3.   Bagaimana Prospek Perkembangan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Provinsi Bali Tahun 2010- 2014
4.      Perekonomian Di Pantai Kuta


PEMBAHASAN
1.      SEJARAH PEREKONOMIAN BALI
Struktur perekonomian Bali sangat spesifik dan mempunyai karateristik tersendiri dibandingkan dengan propinsi lainnya di Indonesia. Spesifik perekonomian Bali itu dibangun dengan mengandalkan industri pariwisata sebagai leading sector, telah mampu mendorong terjadinya suatu perubahan struktur.
Bila dilihat dari segi pendapatan, maka peran sektor tersier dan sekunder dari tahun ke tahun terus mengalami peningkatan, seperti pada tahun 2000 sektor tersier 69,71% dan sekunder 10,31%. Begitu juga pada awal 2007, sektor tersier menjadi 63,03% dan sekunder sebesar 14,81%. Perubahan struktur ekonomi Bali tidak saja dilihat dari segi pendapatan saja, namun juga dari kesempatan kerja. Presentase pekerja di Bali turun setiap tahunnya sebesar 43,12% di sektor pertanian,yang mengalami fluktuasi pertumbuhan penyerapan tenaga kerja dari 2,6% menjadi 1,3%. 
Membaiknya pertumbuhan ekonomi Bali menjadi salah satu indikator semakin meningkatkan kesejahteraan masyarakat Pulau Dewata. Struktur ekonomi Bali masih didominasi sektor tersier sebesar 65,58%, menyusul sektor primer 18,86% dan sektor sekunder 15,56%. Sektor pertanian memberikan andil sebesar 18,21%, pertambangan dan penggalian 0,65%, sektor industry pengolahan 9,16%, serta listrik, gas dan air bersih 2%.
Sektor bangunan menyumbang sekitar 4,4%, perdagangan, hotel dan restoran 30%, angkutan dan komunikasi 13,76%, sektor keuangan, persewaan dan jasa perusahaan 7,11% dan sektor jasa-jasa lainnya 14,72%.

2.      PENDAPATAN ASLI DAERAH (PAD) BALI
Pendapatan Asli Daerah (PAD) adalah merupakan salah satu indikator dari kemadirian otonomi daerah dalam menggali potensi untuk meningkatkan sumber-sumber penerimaan. Semakin besar PAD maka semakin mandiri daerah dalam mengambil keputusan dan kebijakan pembangunan. Besarnya kontribusi pengeluaran pemerintah daerah terhadap pertumbuhan ekonomi daerah seharusnya merupakan sebuah peluang yang dapat dimanfaatkan secara optimal untuk mendorong perekonomian daerah.
PAD merupakan sumber penerimaan rutin terbesar pemerintah Provinsi Bali dalam APBD. Berdasarkan publikasi BPS Provinsi Bali (2010), menunjukkan bahwa rata-rata kontribusi PAD terhadap APBD Provinsi Bali pertahun selama Tahun 2005-2009 adalah sebesar 64,44 persen. Melihat besarnya kontribusi tersebut, pemerintah daerah setiap tahunnya selalu menetapkan target yang harus dicapai setiap tahunnya. Rata-rata penerimaan PAD terhadap target yang ditentukan selama Tahun 2005-2009 adalah sebesar 117,30 pesen. Karena itulah, setiap tahunnya terlihat bahwa target dan realisasi PAD Provinsi Bali selalu mengalami peningkatan. Kontribusi terbesar dalam peningkatan PAD adalah pajak daerah. Rata-rata kontribusi pajak daerah terhadap PAD Tahun 2007-2010 adalah sebesar 88,21 persen. Karena itulah penerimaan pajak daerah sangat mempengaruhi penerimaan PAD setiap tahunnya.

3.  PROSPEK PERKEMBANGAN PENDAPATAN ASLI DAERAH (PAD) PROVINSI BALI TAHUN 2010- 2014
Hasil penelitian dengan menggunakan analisis ARIMA (Autoregresive Integrated Moving Avarage) menunjukkan bahwa prospek perkembangan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Provinsi Bali Periode 2010-2014 memiliki prospektif yang positif atau mengalami peningkatan tetapi peningkatannya tidak terlalu tajam, di mana pada Tahun 2010 nilai peramalan Pendapatan Asli daerah (PAD) Provinsi Bali sebesar 1.961.853,84 juta rupiah, Tahun 2011 sebesar 2.158.663,66 juta rupiah, Tahun 2012 yaitu sebesar 2.364.554,21 juta rupiah, Tahun 2013 2.579.710,60 juta rupiah dan Tahun 2014 sebesar 2.799.009,01 juta 730 rupiah, dengan rata-rata perkembangan sebesar 7,30 persen per tahun dan menggunakan tahun dasar selama 19 tahun, yaitu dari tahun 1991 sampai dengan tahun 2009.
Dalam hal ini diasumsikan keadaan perekonomian di Provinsi Bali konstan seperti tahun-tahun sebelumnya, di mana tidak terjadi perubahan kebijakan yang mendasar yang sangat mempengaruhi Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan keadaan wilayah juga dianggap sama seperti tahun-tahun sebelumnya. Meningkatnya Pendapatan Asli Daerah (PAD) Provinsi Bali tiap tahunnya, juga akan meningkatkan penerimaan APBD (Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah) Provinsi Bali dari sisi pendapatan daerah yang digunakan untuk belanja daerah dan pembiayaan pemerintah daerah. Sehingga dengan hal tersebut dapat menggerakkan perekonomian Bali pada nantinya. Seperti yang terjadi pada Tahun 2008, besarnya Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang diperoleh adalah sebesar 1.055.500,06 juta rupiah dan penerimaan APBD (Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah) dari sisi pendapatan daerah sebesar 1.667.342,65 juta rupiah. Di mana pada Tahun 2009 Pendapatan Asli Daerah (PAD) mengalami peningkatan yaitu sebesar 1.163.947,55 juta rupiah dan juga meningkatkan penerimaan APBD Provinsi Bali dari sisi pendapatan daerah yaitu sebesar 1.902.227,54 juta rupiah.

4.      PEREKONOMIAN DI PANTAI KUTA
Sektor perekonomian yang ada di Pantai Kuta memberi dampak negatif dan dampak positif.  Dampak negatif didudukung oleh banyaknya investor asing yang masuk ke bali sehingga produk-produk asli bali tersingkir oleh merk-merk luar negeri. Dampak negatif lainnya yaitu Pulau Bali hanya menggantungkan perekonomi pada sektor pariwisata saja. Karena hanya menggantungkan pada sektor pariwisata saja maka para pekerja tidak memiliki lahan pekerjaan yang pasti. Meskipun memiliki dampak negatif namun sektor perekonomian Bali juga memiliki banyak sisi positifnya contohnya yaitu pendapatan perkapita yang tinggi, objek wisata Indonesia dapat terkenal  di mancanegara, dan masyarakat hidupnya menjadi sejahtera. Untuk menambah penghasilan maka seharusnya sektor pariwisata di Bali dijaga dengan baik untuk menjaga kelestarian dan keindahannya.



KESIMPULAN
Pembangunan pariwisata berpengaruh kuat terhadap perubahan struktur dan peningkatan perekonomian di Kota Denpasar. Namun struktur perekonomian Kota Denpasar sedikit berbeda bila dibandingkan dengan struktur perekonomian Provinsi Bali pada umumnya, dengan menempatkan sektor perdaganganhotel dan restoran mendominasi pembentukan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kota Denpasar.



DAFTAR PUSTAKA
Wardani. Z. 2015. Perekonomian Di Pantai Kuta Bali.

Sari. P. 2013. Analisis Variabel-Variabel Yang Mempengaruhi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Provinsi Bali. Dalam jurnal dinamika Vol.2,  No. 2, Juni 2013.

Ardiyani. Laily. 2011. Perekonomian Provinsi Bali.

Diana. 2013. Perekonomian Provinsi Bali.

Anonim. 2011. Kota Denpasar.





Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.