.

Minggu, 04 Juni 2017

INDEKS HARGA (Pengertian, Ciri - ciri, dan Metode Pengukuran)

 @A10-Rona

   Oleh : Rona Tasya Oktaviani
              41616010023










ABSTRAK
Indeks harga adalah angka yang di harapkan dapat di pakai untuk menunjukkan perubahan mengenai harga-harga,baik harga untuk semacam maupun beberapa macam barang dalam waktu dan tempat yang sama atau berlainan.  Indeks harga sangat dibutuhkan oleh beberapa pihak, baik perusahaan, pemerintah, maupun akademisi sehingga Indeks harga  memiliki peranan yang sangat penting dalam perekonomian, seperti sebagai petunjuk kondisi perekonomian secara umum atau digunakan sebagai pedoman bagi pembelian barang.
Berbicara mengenai indeks harga maka kita akan berbicara tentang perekonomian. Dari masa ke masa, perekonomian berjalan fluktuatif, naik turun atau maju mundur. Ada masanya produksi bisa meningkat, tetapi disaat tertentu juga terjadi penurunan. Begitupun dengan keuntungan perusahaan, harga barang dan biaya hidup atau pendapatan nasional. Untuk melakukan sebuah perbandingan antar variabel yang sama dalam kurun 2 (dua) waktu yang berbeda maka dibutuhkan angka indeks. Lewat angka indeks tersebut kita bisa mengetahui pergerakan perekonomian berupa naik turunnya pendapatan, harga dan sebagainya.
Adapun salah satu masalah makro ekonomi yang sangat penting dan hampir ditemukan pada setiap negara di dunia, yaitu Inflasi. Mengingat pentingnya Inflasi dalam suatu perekonomian menjadi penting bagi para pengambil kebijakan makro ekonomi. Inflasi adalah gejala kenaikan tingkat harga umum dari barang atau jasa serta faktor – faktor produksi secara terus menerus. Kebalikan dari inflasi adalah deflasi. Deflasi adalah suatu proses atau peristiwa penurunan tingkat harga secara umum.
Kata Kunci      : Indeks Harga, perekonomian, inflasi

PENDAHULUAN
Sebelum membahas tentang indeks harga, kita harus terlebih dahulu mengetahui pengertian dari angka indeks.  Angka indeks adalah sebuah rasio yang pada umumnya dinyatakan dalam persentase yang mengukur satu variabel pada kurun waktu/lokasi tertentu relatif terhadap besarnya variabel yang sama pada waktu atau lokasi lainnya. Tujuan pembuatan angka indeks adalah untuk mengukur secara kuantitatif terjadinya perubahan dalam periode waktu yang berlainan. Angka indeks yang paling banyak dibicarakan adalah indeks harga. Indeks Harga adalah bilangan indeks yang menggabungkan beberapa macam deret harga menjadi suatu deret yang mencerminkan taraf harga rata rata. Ada beberapa maca Metode perhitungan indeks harga dengan cara sederhana diperoleh dengan cara menjumlahkan harga barang dan jasa setiap tahun dibagi dengan harga pada tahun dasar dikalikan 100. Salah satu peran Indeks Harga yaitu sebagai petunjuk atau barometer kondisi ekonomi umum Yang perlu diperhatikan dalam perhitungan angka indeks diantaranya perumusan tentang tujuan penyusunan angka indeks dan sumber dan syarat perbandingan dataInflasi adalah gejala kenaikan tingkat harga umum dari barang atau jasa serta faktor-faktor produksi secara terus-menerus.  Sebab sebab timbulnya inflasi yaitu karena adanya pemanfaatan sumber daya yang telah mencapai tingkat maksimun tidak dapat ditingkatkan secepatnya untuk mengimbangi permintaan yang semakin meningkat atau bertambah.Menurut Boediono, inflasi dapat dibedakan menjadi inflasi 30% pertahun, Inflasi berat, dan Hiperinflasi
Dampak inflasi diantaranya adalah menurunnya kualitas ekonomi dan menurunnya nilai mata uang negara. Hal tersebut dapat diatasi dengan mengatur jumlah uang yang beredar agar sesuai dengan kebutuhan negara dan masyarakat.
RUMUSAN MASALAH
1.      Apa Pengertian dari Indeks Harga ?
2.      Bagaimana Ciri – ciri dari Indeks Harga ?
3.      Bagaimana Cara atau Metode yang Dilakukan Dalam Perhitungan Indeks Harga ?
  

PEMBAHASAN

A.   Pengertian Indeks Harga
Indeks harga adalah suatu rasio yang pada umumnya sudah dinyatakan dalam sebuah persentase yang mengukur satu variabel dalam waktu tertentu atau lokasi relatif terhadap besarnya variabel yang sama di waktu atau lokasi yang lainnya. Indeks harga bisa kita artikan sebagai suatu ukuran yang menunjukkan tentang berbagai macam perubahan yang telah terjadi pada harga berdasarkan waktu ke waktu. Pengertian indeks harga adalah suatu ukuran yang menginformasikan tentang perubahan yang terjadi pada harga dari setiap waktu atau dari satu periode ke periode lainnya. Sebelum membahas Indeks Harga, kita harus mengetahui terlebih dahulu pengertian Angka Indeks.
Menurut J. Supranto, 1990 , Angka indeks atau sering disebut indeks saja, pada dasarnya merupakan suatu angka yang dibuat sedemikian rupa sehingga dapat dipergunakan untuk melakukan perbandingan antara kegiatan yang sama (produksi, ekspor, hasil penjualan, jumlah uang beredar, dan lain sebagainya) dalam waktu yang berbeda.
Dari angka indeks bisa diketahui maju mundurnya atau naik turunnya suatu usaha atau kegiatan. Jadi tujuan pembuatan angka indeks sebetulnya untuk mengukur secara kuantitatif terjadinya suatu perubahan dalam dua waktu yang berlainan, misalnya indeks harga untuk mengukur perubahan harga (berapa persen kenaikan dan penurunannya), indeks produksi untuk mengetahui perubahan yang terjadi di dalam kegiatan produksi, indeks biaya hidup sering digunakan untuk mengukur tingkat inflasi dan lain sebagainya. Dengan demikian angka indeks sangat diperlukan untuk  siapa saja yang ingin mengetahui maju mundurnya kegiatan atau usaha yang dilaksanakan.
Menurut Singgih Santoso, 2003 , Ciri khas dari angka indeks ini adalah perhitungan rasio (pembagian), dimana hasil rasio tersebut selalu dikalikan dengan bilangan 100 untuk menunjukkan perubahan tersebut dalam persentase. Dengan demikian, basis dari angka indeks apapun selalu 100. Menurut J. Supranto, 1990, di dalam membuat angka indeks diperlukan dua macam waktu, yaitu waktu dasar (base period) dan waktu yang bersangkutan atau sedang berjalan (current period). Waktu dasar adalah waktu dimana suatu kegiatan (kejadian) dipergunakan untuk dasar perbandingan, sedangkan waktu yang bersangkutan ialah waktu dimana suatu kegiatan (kejadian) akan diperbandingkan terhadap kegiatan (kejadian) pada  waktu dasar.

B.   Ciri – ciri Indeks Harga
1.      Indeks harga mempunyai ciri-ciri di antaranya adalah sebagai berikut.
2.      Indeks harga sebagai standar sebagai perbandingan harga dari waktu ke waktu.
3.      Penetapan indeks harga didasarkan pada data yang relevan.
4.      Indeks harga ditetapkan oleh sampel, bukan populasi.
5.      Indeks harga dihitung berdasarkan waktu yang kondisi ekonominya stabil.
6.      Penghitungan indeks harga menggunakan metode yang sesuai dan tepat.
7.      Penghitungan indeks harga dilakukan dengan cara membagi harga tahun yang akan dihitung indeksnya dengan harga tahun dasar dikali 100.

Adapun Macam – macam dari Indeks Harga :

1.      Indeks Harga Konsumen (IHK)
Menurut Suharyadi, Purwanto S.K, 2003, Indeks Harga Konsumen (IHK) merupakan indeks yang memperhatikan harga-harga yang harus dibayar konsumen baik di perkotaan maupun pedesaan. IHK mengukur rata-rata perubahan harga dari suatu paket komoditas yang dikonsumsi oleh masyarakat/rumah tangga di suatu daerah (urban) dalam kurun waktu tertentu. Persentase perubahan Indeks Harga Konsumen (IHK) bisa bernilai positif atau negatif. Bila persentase perubahan IHK positif dapat dikatakan terjadi inflasi (kenaikan harga eceran secara umum) dan sebaliknya bila persentase perubahan IHK bernilai negatif berarti terjadi deflasi (penurunan harga secara umum).
Kegunaan Indeks Harga Konsumen antara lain :
·         Dapat digunakan sebagai barometer nilai tukar rupiah atau sebagai indikator inflasi.
·         Dipakai sebagai landasan untuk memperbaiki/menyesuaikan gaji dan upah karyawan.
·         Merupakan pengukur perubahan harga konsumen.
·         Indikator perubahan pengeluaran rumah tangga

2.      Indeks Harga Perdagangan Besar (IHPB)
Indeks harga perdagangan besar adalah indeks harga yang berguna untuk mengukur perubahan harga selama dua periode, bukan perubahan kualitas,kuantitas,atau penjualan. Indeks harga perdagangan besar merupakan indikator yang digunakan untuk melihat perekonomian suatu negara, yang pada hakekatnya menyangkut komoditi yang diperjualbelikan di suatu negara pada tingkat perdagangan besar/grosir. Indeks harga perdagangan besar adalah indeks harga yang berguna untuk mengukur perubahan harga selama dua periode, bukan perubahan kualitas,kuantitas,atau penjualan.

3.      Indeks Nilai Tukar Petani

Indeks harga yang dibayar dan diterima petani adalah indeks harga barang-barang yang dibeli dan dibayar oleh petani untuk melakukan proses produksi dan mencukupi kebutuhan hidup. Indeks harga yang dibayar petani digunakan untuk mengukur perubahan harga dan dipengaruhi oleh perubahan kualitas barang-barang yang disimpan oleh para pedagang. Untuk melihat fluktuasi harga barang-barang yang dihasilkan petani dari tahun ke tahun digunakan indeks harga yang diterima petani, yang merupakan rata-rata harga produsen dari hasil produksi petani sebelum farm gate atau yang disebut dengan harga di sawah setelah petik. Dengan membandingkan indeks yang diterima petani (IT) terhadap indeks harga yang dibayar petani (IB), maka akan diperoleh nilai tukar petani. Indeks harga yang diterima petani (IT) merupakan suatu ukuran perubahan harga yang terjadi pada rata-rata harga yang diterima petani untuk produksi pertaniannya. Sedang indeks yang dibayar petani (IB) merupakan ukuran perubahan harga yang dibayar petani untuk barang dan jasa baik untuk keperluan rumah tangga maupun produksi pertanian. Apabila Nilai Tukar Petani (NTP) lebih dari 100, maka kondisi petani lebih baik dari tahun dasar dan begitu sebaliknya.

C.   Metode Perhitungan Harga Indeks



Secara garis besar, ada dua metode penghitungan indeks harga, yakni metode tidak tertimbang dan metode tertimbang.
Metode Tidak Tertimbang adalah metode yang tidak menggunakan faktor penimbang dalam menghitung indeks harga. Ada duajenis metode tidak tertimbang, yaitu:

1. Metode Agregatif Sederhana










2.      Metode Rata – rata relatif Harga




Metode Tertimbang adalah metode yang menggunakan faktor penimbang dalam menghitung indeks harga. 
Faktor penimbang adalah faktor yang digunakan untuk membedakan pentingnya suatu barang terhadap barang-barang yang lain. Itu berarti metode tertimbang tidak menyamaratakan kedudukan tiap barang. Metode tertimbang merupakan jalan keluar dari metode tidak tertimbang yang memiliki kelemahan.
Kelemahan metode tidak tertimbang adalah semua barang dianggap sama penting, padahal tiap barang memiliki karakteristik yang berbeda.

Ada dua Metode Terimbang, yaitu :

1.      Metode Laspeyres

Metode ini dibuat oleh Laspeyres. Metode Laspeyres adalah metode tertimbang yang menggunakan kuantitas (jumlah) pada tahun dasar (Qo) sebagai faktor penimbang. Paasche dirumuskan sebagai berikut:





2.      Metode Paasche

Metode ini dikemukakan oleh Paasche. Metode Paasche adalah metode tertimbang yang menggunakan kuantitas (jumlah) pada tahun yang dihitung indeks harganya (Qn) sebagai faktor penimbang.
Indeks harga Paasche dirumuskan sebagai berikut:





KESIMPULAN
Indeks harga adalah angka yang di harapkan dapat di pakai untuk menunjukkan perubahan mengenai harga-harga,baik harga untuk semacam maupun beberapa macam barang dalam waktu dan tempat yang sama atau berlainan. Ada beberapa maca Metode perhitungan indeks harga dengan cara sederhana diperoleh dengan cara menjumlahkan harga barang dan jasa setiap tahun dibagi dengan harga pada tahun dasar dikalikan 100. Salah satu peran Indeks Harga yaitu sebagai petunjuk atau barometer kondisi ekonomi umum Yang perlu diperhatikan dalam perhitungan angka indeks diantaranya perumusan tentang tujuan penyusunan angka indeks dan sumber dan syarat perbandingan dataInflasi adalah gejala kenaikan tingkat harga umum dari barang atau jasa serta faktor-faktor produksi secara terus-menerus.

DAFTAR PUSTAKA
Hasany, Tifani Dame. 2013. Pengembangan Permodelan Harga Saham Menggunakan Faktor Ekonomi Makro Dan Indeks Saham Regional. Jurnal Ilmiah Universitas Bakrie Vol 1, No 04 (2013): Juli 2013. Dalam :

Wahyuni, Susi Tri. 2012. Peramalan Volatilitas Indeks Harga Saham Menggunakan Model Asimetrik Garch (Generalized Autoregressive Conditional Heteroscedasticity) Dengan Distribusi Skewed Student-t. Matematika  Vol 8, No 1 (2005): Jurnal Matematika. Dalam : http://id.portalgaruda.org/index.php?ref=browse&mod=viewarticle&article=22656

Ekonomiholic. 2012. Pengertian, Ciri dan Peranan Indeks Harga. Dalam : http://www.ekonomi-holic.com/2012/06/pengertian-ciri-dan-peranan-indeks.html

Informasiana. 2016. Pengertian Indeks Harga, Jenis-jenis, Fungsi dan Manfaatnya. Dalam : https://informasiana.com/pengertian-indeks-harga/
                              
IlmuEkonomi. 2015. 2 Metode dan Cara Menghitung Indeks Harga. Dalam : http://www.ilmuekonomi.net/2015/12/2-metode-dan-cara-menghitung-indeks-harga.html 


Yunia, Danty. 2017. Indeks Harga. Dalam : http://www.academia.edu/10448662/indeks_harga    

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.