.

Senin, 26 Maret 2018

MODEL PRODUKSI DENGAN DUA FAKTOR PRODUKSI VARIABEL

 @C12-Ridho, @Proyek-04
Disusun Oleh Ridho Fatahillah Fadli

 ABSTRAK: 

Dalam bagian ini kita melonggarkan asumsi adanya faktor produksi tetap. Baik barang modal maupun tenaga kerja sekarang bersifat variabel. Namun yang harus diingat bahwa pelonggaran asumsi ini masih tetap terlalu menyederhanakan persoalan. Sebab dalam kenyataan, faktor produksi variabel yang digunakan dalam proses produksi lebih dari dua maca. Dalam model produksi dua faktor produksi variabel ini, analisis cukup menggunakan penjelasan grafis matematika sederhana. 

KATA KUNCI : PRODUSEN, PRODUKSI, MODEL PRODUKSI DENGAN SATU FAKTOR PRODUKSI VARIABEL

PENDAHULUAN: 

Dewasa ini sangat peting untuk memahami tingkah laku konsumen yang sangat mempengaruhi sifat permintaan para pembeli dipasar. Memproduksi suatu barang harus mempunyai hubungan dengan kebutuhan manusia. Berarti barang itu harus diproduksi untuk  memenuhi  kebutuhan  manusia,  bukan  untuk  memproduksi  barang  mewah secara berlebihan yang tidak sesuai dengan kebutuhan manusia, karenanya tenagakerja yang dikeluarkan untuk memproduksi barang tersebut dianggap tidak produktif. 
Perlu memperhatikan, memahami, dan mempelajari kegiatan perusahaan dalam menawarkan dan memproduksi barang yang diproduksinya. Salah satu faktor yang mempengaruhi penawaran adalah biaya produksi.  Dalam ekonomi yang sudah modern, dimana peranan uang amat penting , maka ukuran efisiensi yang paling baik adalah uang. Akhirnya bila konsumen berupaya mencapai kepuasan maksimum, maka produsen berupaya mencapai tingkat produksi maksimum.  

RUMUSAN MASALAH: 

1.      Apakah pengertian dari Teori Produksi ? 
2.      Bagaimana penggolongan Faktor Produksi? 
3.      Apakah Tujuan dan Fungsi  Produksi yang harus diterapkan? 
4.      Model Produksi dengan Dua Faktor Produksi Variabel 

PEMBAHASAN 

1.1 Pengertian produksi 
Produksi adalah usaha menciptakan dan meningkatkan kegunaan suatu barang untuk memenuhi kebutuhan. Produksi adalah rangkaian proses yang meliputi semua kegiatan yang dapat menambah atau menciptakan nilai guna dari barang dan jasa. Pelaku produksi adalah produsen yaitu, individu atau perusahaan yang memproduksikan hasil pertanian yang menggunakan input sumber daya yang ada antara lain ; tanah, tenaga kerja, modal dan management. Produksi adalah kegiatan produsen untuk mengubah input menjadi output. Produsen merupakan pembuat barang dan jasa tidak berguna menjadi berguna, barang berguna menjadi barang lebih berguna atau kegiatan produksi dapat menambah nilai guna suatu barang menjadi nilai barang lebih dari barang sebelumnya.  
Yang dimaksud dengan teori produksi adalah teori yang menjelaskan hubungan antara tingkat produksi dengan jumlah faktor-faktor produksi dan hasil penjualan outputnya 

1.2 Penggolongan faktor produksi 
Kegiatan produksi tentunya memerlukan unsur-unsur yang dapat digunakan dalam proses produksi yang disebut faktor produksi. Faktor produksi yang bisa digunakan dalam proses produksi terdiri atas sumberdaya alam, tenaga kerja manusia, modal dan kewirausahaan. 

A.      Sumberdaya Alam 
Sumberdaya alam adalah segala sesuatu yang disediakan oleh alam yang dapat dimanfaatkan manusia untuk memenuhi kebutuhannya. Sumberdaya alam di sini meliputi segala sesuatu yang ada di dalam bumi, seperti 
  1. Tanah, mengandung  pengertian  yang  luasyaitu  termasuk  semua  sumber yang  kita  peroleh  dari  udaralautgunungdan  sebagainyasampai  keadaan geografi, angin, dan iklim yang terkandung dalam tanah. 
  2. Hutan, merupakan sumber kekayaan alam yang penting. Hutan memberikan bahan  apibahan-bahan mentah untuk  industri  kertasdamarperkapalan, perabotan rumah tangga, dan sebagainya. 
  3. Hewan, mempunyai kegunaan memberikan daging, susu, dan  lemak untuk tujuan ekonomi, industri dan perhiasan. Sebagian lagi digunakan untuk kerja dan pengangkutan. 
  4. Udara, sinar matahari, hujan. 
  5. Bahan tambang, dan lain sebagainya. 

B. Sumberdaya Manusia (Tenaga Kerja Manusia) 
Tenaga kerja manusia adalah segala kegiatan manusia baik jasmani maupun rohani yang dicurahkan dalam proses produksi untuk menghasilkan barang dan jasa maupun faedah suatu barang. 
Tenaga kerja atau buruh merupakan faktor produksi yang diakui di setiap sistem  ekonomi  terlepas  dari  kecenderungan  ideologi  mereka.  Kekhususan perburuhan seperti kemusnahan, keadaan yang  tidak  terpisahkan dari buruh itu  sendiriketidakpekaan  jangka  pendek  terhadap  permintaan  buruhdan yang mempunyai  sikap  dalam  penentuan  upah, merupakan  hal  yang  sama pada semua sistem. 
Tenaga kerja manusia dapat diklasifikasikan menurut tingkatannya (kualitasnya) yang terbagi atas: 
  1. Tenaga kerjaterdidik (skilled labour), adalahtenagakerja yang memperolehpendidikanbaik formal maupunnon formal
  2. Tenaga kerjaterdidik (skilled labour), adalahtenagakerja yang memperolehpendidikanbaik formal maupunnon formal. 
  3. Tenaga kerjaterdidik (skilled labour), adalahtenagakerja yang memperolehpendidikanbaik formal maupunnon formal.
1.3 Tujuan Dan Fungsi Produksi 
A.  Tujuan Produksi: 
Tujuan  dari  kegiatan produksi   mencapai  dua hal pokok  yaitu: 
     a) Memenuhi  kebutuhan  setiap  individu 
     b) Merealisasikan  kemandirian
Dalam  upaya merealisasikan  pemenuhan  kebutuhan ada  beberapa  hal  yang perlu dilakukan, yaitu:
Melakukan perencanaan. Perencanaannya  mencakup produksi, penyimpanan, pengeluaran dan distribusi.
b.      Mempersiapkan sumberdaya manusia dan pembagian tugas yang baik. 
c.       Memperlakukan sumber daya alam dengan baik. 
d.      Keragaman produksi dalam rangka memenuhi kebutuhan konsumen 
e.       Mengoptimalkan fungsi kekayaan berupa mata uang.  
B. Fungsi Produksi: 
Kegiatan produksi melibatkan dua variabel yang mempunyai hubungan fungsional atau saling memengaruhi, yaitu:
  1. Berapa output yang harus diproduksi; dan 
  2. Berapa input yang akandipergunakan
Dengan demikian, yang disebut fungsi produksi adalah hubungan fungsional atau sebab akibat antara input dan output. Dalam hal ini input sebagai sebab, dan output sebagai akibat. Atau input sebagai variabel bebas dan output sebagai variabel tak bebas. Input produksi dikenal juga dengan factor-faktor produksi, dan ouput produksi dikenal juga dengan jumlah produksi. 

1.4 Model Produksi dengan Dua Faktor Produksi Variabel 
Teori Produksi Dengan Dua Input Variabel: 
Jika factor produksi yang dapat berubah adalah jumlah tenaga kerja dan jumlah modal atau sarana yang digunakan, maka fungsi produksi dapat dinyatakan sebagai berikut : 
 Q = f(L, C) 
Pada fungsi produksi ini diketahui, bahwa tingkat produksi dapat berubah dengan merubah faktor tenaga kerja dan atau jumlah modal. Perusahaan mempunyai dua alternative jika berkeinginan untuk menambah tingkat produksinya. Perusahaan dapat meningkatkan produksi dengan menambah tenaga kerja, atau menambah modal atau menambah tenaga kerja dan modal. 
Produksi dengan Menggunakan 2 Variabel yaitu terdapat kombinasi antara dua faktor produksi untuk menghasilkan output (yang sama). Kombinasi itu bisa antara tanah dan tenaga kerja, TK dan modal, atau dengan teknologi (perkecualian, dengan teknologi, yang tidak mudah harus diubah, karena memerlukan waktu yang relative lama lama). Yang paling mudah dikombinasikan adalah antara faktor produksi TK dan modal. Dalam berproduksi, seorang produsen tentu saja diperhadapkan pada bagaimana menggunakan faktor produksinya secara efisien untuk hasil yang maksimum. Oleh karena itu, produsen akan berusaha mencari kombinasi terbaik antara dua faktor input tersebut. 
Hasil produksi sama dalam teori ini akan ditunjukan oleh suatu kurva yang diberi nama isoquant curve (biasanya disebut isoquant sisi. Sedangkan biaya yang digunakan dalam rangka menghasilkan produk tersebut disebut isoqost (biaya sama). 

KESIMPULAN: 
Setiap  kegiatan  produksi  hendaknya  ditujukan  untuk  meningkatkan  manfaat dari suatu materi. Produksi harus memerhatikan tata cara dan prosedur agar proses produksi dapat berjalan lancar dan menguntungkan. Dan ada target-target tertentu yang harus dicapai Penggunaan  faktor-faktor produksi  secara  efisien  terutama  yang  berasal dari sumberdaya bertujuan untuk  menjaga keseimbangan alam. Penentuan  upah  harus  didasarkan  pada  beberapa  kriteria  seperti  kebutuhan  hidup, produktivitas dan kemampuan perusahaan. 

DAFTAR PUSTAKA: 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.