.

Kamis, 08 Juni 2017

Indeks Harga




Dari masa ke masa, perekonomian selalu mengalami kemajuan dan juga kemundurun. Disuatu saat produksi akan meningkat, tetapi disaat tertentu juga akan menurun. Begitu pula dengan keuntungan pada suatu perusahaan, harga barang, serta biaya hidup ataupun pendapatan nasional. Untuk melakukan sebuah perbandingan antar variabel yang sama dalam kurun dua waktu berbeda, diperlukan angka indeks. Melalui angka indeks tersebut dapat mengetahui maju mundurnya suatu usaha, naik turunnya pendapatan, harga, dan sebagainya.

Jadi, pengertian indeks harga adalah rasio yang pada umumnya dinyatakan dalam sebuah persentase yang mengukur satu variabel pada suatu waktu tertentu atau lokasi relatif terhadap besarnya variabel yang sama pada waktu atau lokasi lainnya. Indeks harga dapat diartikan sebagai suatu ukuran yang menunjukkan mengenai berbagai perubahan yang terjadi pada harga dari waktu ke waktu.
Indeks harga mempunyai ciri-ciri di antaranya adalah sebagai berikut.
  1. Indeks harga sebagai standar sebagai perbandingan harga dari waktu ke waktu.
  2. Penetapan indeks harga didasarkan pada data yang relevan.
  3. Indeks harga ditetapkan oleh sampel, bukan populasi.
  4. Indeks harga dihitung berdasarkan waktu yang kondisi ekonominya stabil.
  5. Penghitungan indeks harga menggunakan metode yang sesuai dan tepat.
  6. Penghitungan indeks harga dilakukan dengan cara membagi harga tahun yang akan dihitung indeksnya dengan harga tahun dasar dikali 100
Beberapa macam indeks harga adalah sebagai berikut. 

  1. Indeks harga konsumen (IHK) adalah angka yang menggambarkan perbandingan perubahan harga barang dan jasa yang dihitung dianggap mewakili belanja konsumen, kelompok barang yang dihitung bisa berubah-ubah disesuaikan dengan pola konsimsi aktual masyarakat.
  2. Indeks harga produsen (IHP) adalah perbandingan perubahan barang dan jasa yang dibeli oleh produsen pada waktu tertentu, yang dibeli oleh produsen meliputi bahan mentah dan bahan setengah jadi. Perbedaannya dengan IHK adalah kalau IHP mengukur tingkat harga pada awal sistem distribusi, IHK mengukur harga langsung yang dibayar oleh konsumen pada tingkat harga eceran. Indeks harga produsen biasa disebut juga indeks harga grosir (wholesale price index).
  3. Indeks harga yang harus dibayar dan diterima oleh petani. Indeks harga barang-barang yang dibayar oleh petani baik untuk biaya hidup maupun untuk biaya proses produksi, apabila dalam menghitung indeks dimasukkan unsur jumlah biaya hipotek, pajak, upah pekerja yang dibayar oleh petani, indeks yang diperoleh disebut indeks paritas. Rasio antara indeks harga yang harus dibayar oleh petani dengan indeks paritas dalam waktu tertentu disebut rasio paritas (parity ratio).

Metode Penghitungan Indeks Harga

Secara garis besar, ada dua metode penghitungan indeks harga, yakni metode tidak tertimbang dan metode tertimbang.

a. Metode tidak tertimbang 

Yaitu metode yang tidak menggunakan faktor penimbang dalam menghitung indeks harga. Karena tidak menggunakan faktor penimbang maka semua barang dianggap sama penting.

Ada dua jenis metode tidak tertimbang, yaitu:

1)
 Metode agregatif sederhana, yang dirumuskan sebagai berikut:
Contoh soal

Diketahui harga rata-rata 6 macam barang adalah sebagai berikut:
Jika tahun 2001 dijadikan sebagai tahun dasar maka dengan menggunakan metode agregatif sederhana, indeks harga tahun 2002 dan 2003 bisa dihitung sebagai berikut:


Metode Perhitungan Indeks harga Secara Garis Besar

2) Metode rata-rata relatif harga, yang dirumuskan sebagai berikut:

Diketahui harga rata-rata lima macam buah adalah sebagai berikut:
Metode Perhitungan Indeks harga Secara Garis Besar
Metode Perhitungan Indeks harga Secara Garis Besar

b. Metode tertimbang

Yaitu metode yang menggunakan faktor penimbang dalam menghitung indeks harga. Faktor penimbang adalah faktor yang digunakan untuk membedakan pentingnya suatu barang terhadap barang-barang yang lain. 

Itu berarti metode tertimbang tidak menyamaratakan kedudukan tiap barang. Metode tertimbang merupakan jalan keluar dari metode tidak tertimbang yang memiliki kelemahan. 

Kelemahan metode tidak tertimbang adalah semua barang dianggap sama penting, padahal tiap barang memiliki karakteristik yang berbeda.
Dalam metode tertimbang, faktor penimbang yang bisa digunakan adalah tingkat penggunaan, jumlah yang terjual, jumlah yang diproduksi dan lain-lain. Secara umum, metode tertimbang dirumuskan sebagai berikut:
Metode Perhitungan Indeks harga Secara Garis Besar
Contoh Soal
Diketahui harga rata-rata enam macam barang beserta tingkat penggunaannya sebagai faktor penimbang adalah sebagai berikut. (Dalam hal ini tahun 2000 dianggap sebagai tahun dasar).
Metode Perhitungan Indeks harga Secara Garis Besar Beserta Contoh Soal
Metode Perhitungan Indeks harga Secara Garis Besar Beserta Contoh Soal
Selain itu, dalam metode tertimbang dikenal metode Laspeyres, metode Paasche dan metode Marshall.

1) Metode Laspeyres

Metode ini dibuat oleh Laspeyres. Metode Laspeyres adalah metode tertimbang yang menggunakan kuantitas (jumlah) pada tahun dasar (Qo) sebagai faktor penimbang. Indeks harga Laspeyres dirumuskan sebagai berikut:
Metode Perhitungan Indeks harga Secara Garis Besar Beserta Contoh Soal
Contoh Soal
Diketahui harga rata-rata dan kuantitas 4 macam buah-buahan sebagai berikut. Dari data tersebut, hitung indeks harga Laspeyresnya.
Metode Perhitungan Indeks harga Secara Garis Besar Beserta Contoh Soal
Metode Perhitungan Indeks harga Secara Garis Besar Beserta Contoh Soal
2) Metode Paasche
Metode ini dikemukakan oleh Paasche. Metode Paasche adalah metode tertimbang yang menggunakan kuantitas (jumlah) pada tahun yang dihitung indeks harganya (Qn) sebagai faktor penimbang. 
Indeks harga Paasche dirumuskan sebagai berikut:
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiysZv5wR3leYMvJhcUofIbB5fmJw9jXRFkCS-pbw6HM-T2zsp4P1nRr-SF3GxOz4rd2XsVjpHt8jpuOIpkUmkYK7-txr6kNSujos4t4TgCy_Q5Ow7k2DGYyHKLtMK8Sz2YGQFwdSs3xMc/s320/hg.PNG
Dengan soal yang sama dengan indeks harga Laspeyres di atas, kita akan menghitung indeks harga Paasche untuk tahun 1999.
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhFPkwGm6H5nKvaAh9nSKIkbyKw3DtTD48SHnr6FCsY0Nd_0Frp6b1ojq65686omkOqlzITnCG4DDSBJEUBgPbg-mT1c_Mwz57LAZTseHq0op8oXwNJ8YKTXfU74kr4OvDcwpa772gDUqQ/s320/re.PNG
3) Metode Marshall
Sesuai dengan namanya, metode ini dikemukakan oleh Marshall. Metode Marshall adalah metode tertimbang yang menggabungkan kuantitas pada tahun dasar (Qo) dan kuantitas pada tahun yang dihitung indeks harganya (Qn) sebagai faktor penimbang. Indeks harga Marshall dirumuskan sebagai berikut:
Metode Perhitungan Indeks harga Secara Garis Besar Beserta Contoh Soal

Dengan harga yang sama pada penghitungan indeks harga Laspeyres di atas, kita akan menghitung indeks harga Marshall tahun 1999.
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg3H5mE41S9lAZE3dxDO7CEJY1HsaglYtsoy6qezXTV1_ypltpygQvuNq4bCfuVdiArlkkkqo1FPwUnaR1psFOiZZ45Grpt4ao1I0n2UD43cAC8xu9CXz8tay_uhfySq7AOu23Vgephzf0/s320/1q.PNG
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgZvVwMDTA2ns3kgJg6dgFKe8vCmOosKwiVxvcIIjC1ViZ64cHADQGonQoWIdtnuL55MadUWaY9yzil_OFr_pHda_MChrq2oELPG891KRH4GMBveQU8WtMnkWSiTOJEGYahyphenhyphenZH0hwf0c1s/s320/2q.PNG
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg_TUvoye84ZI02ey_UGWOnmkAOHH9zIEsC8iwZVlmm3vAD-AROoNIgeCyKgP0PYDrnSav2Jc9CHL7IIhCvrFyxuB1_XFhtGVG5zmC7YOj5cVt5RDTB6DvTk3Q-rc7JlYeDIQ3LmcUCejM/s320/3q.PNG

Dari ketiga perhitungan di atas, tampak bahwa dengan data yang sama, bila dihitung dengan menggunakan metode yang berbeda akan menghasilkan indeks harga yang berbeda pula walaupun dengan selisih yang kecil.

Sumber :






Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.