.

Tampilkan postingan dengan label @A20-Dwi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label @A20-Dwi. Tampilkan semua postingan

Selasa, 11 Juli 2017

Inflasi yang Terjadi di Pulau Dewata



 Oleh : Dwi Afriyanti

 @A20-Dwi

Abstrak


Meningkatnya jumlah penduduk yang ada di suatu daerah membuat daerah tersebut mengalami inflasi .

Selasa, 13 Juni 2017

Kebijakan Anggaran di Indonesia

Oleh Dwi Afriyanti

@A20-Dwi




Abstrak

Kebutuhan dan kepentingan suatu daerah memiliki porsi anggarannya masing – masing, bila tidak di ukur dengan adil dan baik, akan menimbulkan kecemburuan sosial. Oleh sebab itu, terdapat kebijakan dalam menyusun anggaran bagi daerah – daerah yang ada di Indonesia.
Akan tetapi, kebijakan anggaran yang tidak sesuai atau yang tidak disetujui oleh masyarakat, dapat membuat disintegrasi bangsa ini. Oleh karena itu, ada baiknya sebelum membuat keputusan harus memikirkan baik buruknya terlebih dahulu.

Pendahuluan

Secara umum anggaran diartikan sebagai rencana keuangan yang mencerminkan pilihan kebijakan suatu institusi. Pengertian anggaran tersebut mencakup pengertian secara umum, baik anggaran negara, anggaran perusahaan maupun anggaran institusi atau lembaga lainnya. Pada lingkup daerah, anggaran dituangkan dalam dokumen Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
Anggaran merupakan proses perencanaan yang sangat penting dalam hal keuangan, karena anggaran akan menjadi pedoman dalam mengelola keuangan Negara atau daerah pada satu periode ke depan. Namun karena proses penyusunan dan pertanggung jawaban keuangan Negara atau daerah tidak lepas dari keterlibatan lembaga perwakilan rakyat, maka anggaran bisa dijadikan sebagai alat pengawasan bagi masyarakat terhadap pemerintah. Jadi, dapat disimpulkan bahwa penganggaran merupakan aktivitas politik, dengan demikian proses maupun produknya adalah produk politik (Merliyani, 2016)

Rumusan Masalah

Apa itu kebijakan (politik) Anggaran ?
Apakah Politik Anggaran dapat menjadi Strategi Menuju Pembangunan Daerah yang Berkeadilan?
Apakah Politik Anggaran juga dapat mengakibatkan Disintegrasi Bangsa?

Pembahasan

I.                   Politik Anggaran

Politik anggaran dapat dimaknai sebagai proses pengalokasian anggaran berdasarkan kemauan dan proses politik, baik dilakukan oleh perorangan maupun kelompok. Tidak dapat dihindari bahwa penggunaan dana publik akan ditentukan kepentingan politik. Irene S. Rubin dalam The Politics of Public Budgeting (2000) mengatakan, dalam penentuan besaran maupun alokasi dana untuk rakyat senantiasa ada kepentingan politik yang diakomodasi oleh pejabat. Bahwa alokasi anggaran acap juga mencerminkan kepentingan perumus kebijakan terkait dengan konstituennya (Ikhsan, 2012).

II.                Politik Anggaran bagi strategi pembangunan derah yang berkeadilan

Dilihat dari konsep dan prakteknya, proses penyusunan anggaran terdiri dari dua hal, yaitu perencanaan dan penganggaran (Iksan, M. 2012). Serta dari sifatnya, perencanaan dan penganggaran di pemerintahan daerah dilaksanakan secara terintegrasi dengan berlandaskan pada konsep penggunaan sumberdaya/dana yang ada untuk pemenuhan kebutuhan Masyarakat. Anggaran disusun sesuai dengan kebutuhan pembangunan dan pelayanan yang ada di daerah, yang telah direncanakan sebelumnya sebelum tahun anggaran berjalan. Untuk mendapatkan anggaran dari perencanaan yang telah tersusun tersebut, daerah banyak berharap dari kebijakan pemerintahan pusat, sehingga disinilah muncul peranan pemerintahan pusat dalam politik anggaran.

III.             Politik Anggaran dapat mengakibatkan disintegrasi bangsa

Politik anggaran dapat menyebabkan diintegrasi bangsa, karna ada sebuah kebijakan yang menyamakan tujuan kebijakan daerah yang berlandaskan kebijakan yang ditetapkan pemerintah pusat, ketika kebijakan daerah telah sejalan dengan kebijakan pusat maka pemerintahan pusat dapat memberikan sebuah reward and punishment, yakni dengan mengalirkan pengganggaran melalui transfer anggaran kedaerah dengan adil dan merata bagi daerah yang mengikuti kebijakan pemerintah pusat, dan bisa juga dengan memangkas penggangran untuk menghukum daerah yang membalelo (Admaja, 2015).

Khadafi, U.S. dalam Tribunnews (2014) berpendapat bahwa Penerapan politik anggaran dan wacana pemotongan anggaran daerah diprediksi akan membuat Indonesia kacau. Khadafi, U.S menilai daerah tidak akan begitu saja mengikuti pusat.  Kalau pemotongan anggaran daerah maka dapat memicu ketegangan di masyarakat dan akan terjadi demo. Kalau anggaran daerah dipotong-potong Indonesia akan semakin kacau, apalagi anggaran tidak disetujui, sudah jelas kesatuan NKRI makin terancam, Selain itu untuk menerapkan politik anggaran tersebut, harus berhadapan dengan birokasi dan undang-undang. Jangankan tidak menyetujui atau memotong anggaran, saat pengucuran anggaran telat saja sudah memicu kemarahan. Kalau uang itu tidak dikucurkan ke daerah, itu masalah besar.

Kesimpulan

Politik anggaran amat sangat penting bagi masyarakat, karena mereka (di daerah – daerah ) dapat memiliki fasilitas yang sama satu dengan yang lainnya. Karena pada saat ini masih terdapat beberapa wilayah yang masih kurang anggarannya untuk membangun wilayahnya. Serta, para orang penting yang berkecimpung di bidang ini seharusnya menggunakan anggarannya sesuai dengan kebutuhannya, tanpa melebih atau menguranginya bagi kepentingan sendiri (korupsi),

Daftar Pustaka

Merliyani. 2016. POLITIK ANGGARAN DALAM KEBIJAKAN INFRASTRUKTUR DI KABUPATEN TANGGAMUS TAHUN 2015.
Ikhsan, Mokhamad. 2012. Politik Anggaran.
Admaja, Hendra. 2015. Politik Anggaran Strategi Pembangunan Daerah yang Berkeadilan Atau Menuju Disintegrasi Bangsa

Khadafi, U.S. (2014). Indonesia Bisa Kacau Jika Politik Anggaran Jokowi Diterapkan [online]. http://www.tribunnews.com/pemilu-2014/2014/06/13/indonesia-bisa-kacau-jika-politik-anggaran-jokowi-diterapkan

Selasa, 30 Mei 2017

Pentingnya Asuransi bagi Kehidupan



Oleh : Dwi Afriyanti
@A20-Dwi 

Abstrak

Asuransi merupakan istilah yang digunakan untuk merujuk pada tindakan, sistem, atau bisnis di mana perlindungan finansial (atau ganti rugi secara finansial) untuk jiwa, properti,

Senin, 22 Mei 2017

Investasi Jepang di Indonesia



Abstrak

Indonesia memiliki banyak sekali SDA (sumber daya alam) serta SDM (sumber daya manusia) yang berkualitas. Oleh sebab itu banyak sekali negara – negara asing yang menanamkan modal di Indonesia, contohnya Jepang. Penanaman modal (investasi) setiap negara berbeda – beda satu dengan yang lainnya. Saat ini, Jepang merupakan investor nomer 1 di Indonesia yang berani berinvestasi besar. jepang menaruh harapan besar terhadap hasil investasinya.

Kata Kunci : Investasi, Investor Jepang

Pendahuluan

Tingkat perekonomian masyarakat di Jepang termasuk kedalam menengah keatas. Hal ini dikarenakan sifat dari warga negara Jepang yang tidak pantang menyerah serta pintar dalam melihatat peluang yang ada, oleh  karena nya, mereka berinvestasi di Indonesia. Pemerintah Jepang tidak tanggung – tanggung dalam menanamkan modalnya kepada Indonesia, sebesar US$ 19,7 Miliar.

Rumusan Masalah

Alasan jepang menjadikan indonesia sebagai negara yang di investasikan
Bagaimana cara menangani atau menahan investor yang ada
Bagaimana cara mendapatkan seorang investor

Pembahasan

Jepang berinvestasi di Indonesia, untuk menambah pundi – pundi kekayaannya, mereka dapat melihat prospek yang bagus di Indonesia. Hal ini dikarenakan lahan Indonesia yang luas serta SDM yang banyak dan berkompeten.
Cara menangani investor dengan bersikap ramah dan selalu membertimbangkan apa yang akan dilakukan sebelum terjadi hal yang tidak diinginkan.
Pemerintah mengadakan acara spesial,  dimana acara tersebut mengundang beberapa anggota negara untuk membicarakan hasil kerjasama yang ada. Kita pun sebagai tour guide yang ada harus dapat memaklumi sifat para tamu yang hadir.

Kesimpulan

Jangan pernah mengecewakan para investor yang telah berinvestasi di Indonesia. Apabila kita mengecewakan para investor, bisa saja mereka mencabut kembali uang yang seharusnya mereka danai. Serta mereka bisa saja kapok dan tidak mau lagi berinvestasi di Indonesia.

Senin, 08 Mei 2017

Aspek yang Mempengaruhi Tingkat Konsumsi



@A20-Dwi
 Oleh : Dwi Afriyanti

 

 

Abstrak

Konsumsi ialah suatu kegiatan yang bertujuan mengurangi atau menghabiskan daya guna suatu benda, baik berupa barang maupun jasa, untuk memenuhi kebutuhan dan kepuasan secara langsung (wikipedia)Tingkat konsumsi seorang konsumen berbeda satu sama lainnya, mereka membeli suatu produk dengan kebutuhan tersendiri. Oleh sebab itu terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi tingkat konsumsi seseorang.

Kata kunci : Konsumsi, kebutuhan, faktor

Pendahuluan

Pada masa kini, terdapat banyak sekali kebutuhan seseorang untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Akan tetapi, ada saja kendala-kendala orang tersebut dalam memenuhi itu semua, terdapat pula konsumen yang membeli barang tersebut tetapi tidak memikirkan kegunaannya. Faktor – faktor ini lah yang mempengaruhi kebutuhan tingkat konsumsi seorang konsumen.

Rumusan masalah

  1. Faktor apa saja yang mempengaruhi tingkat konsumsi? Jelaskan ! 
  2. Apa pengaruh faktor tersebut terhadap keberlangsungan produksi? 
  3. Bagaimana cara produsen dalam menghadapi faktor tersebut?

Pembahasan

I. Faktor – faktor yang mempengaruhi tingkat konsumsi
Banyak faktor yang mempengaruhi tingkat konsumsi seseorang, faktor tersebut dapat diklasifikasikan menjadi 3 besar :

A. Faktor Ekonomi
  • Pendapatan Rumah Tangga (Household Income)
Pendapatan rumah tangga amat besar pengaruhnya terhadap tingkat konsumsi. Biasanya makin baik tingkat pendapatan, tongkat konsumsi makin tinggi. Karena ketika tingkat pendapatan meningkat, kemampuan rumah tangga untuk membeli aneka kebutuhan konsumsi menjadi semakin besar atau mungkin juga pola hidup menjadi semakin konsumtif.
  • Kekayaan Rumah Tangga (Household Wealth)
Tercakup dalam pengertian kekayaaan rumah tangga adalah kekayaan rill (rumah, tanah, dan mobil) dan financial (deposito berjangka, saham, dan surat-surat berharga). Kekayaan tersebut dapat meningkatkan konsumsi, karena menambah pendapatan disposable (Rama, 2014).
  • Tingkat Bunga
Bunga bank yang tinggi akan mengurangi tingkat konsumsi yang tinggi karena orang lebih tertarik menabung di bank dengan bunga tetap tabungan atau deposito yang tinggi dibanding dengan membelanjakan banyak uang (Huda, 2012)
  • Perkiraan Tentang Masa Depan
Faktor-faktor internal yang dipergunakan untuk memperkirakan prospek masa depan rumah tangga antara lain pekerjaan, karier dan gaji yang menjanjikan, banyak anggota keluarga yang telah bekerja. Sedangkan faktor-faktor eksternal yang mempengaruhi antara lain kondisi perekonomian domestik dan internasional, jenis-jenis dan arah kebijakan ekonomi yang dijalankan pemerintah (Rama, 2014)
  • Kebijakan Pemerintah  Mengurangi Ketimpangan Distribusi Pendapatan
Keinginan pemerintah untuk mengurangi ketimpangan dalam distribusi pendapatan ternyata akan menyebabkan bertambhanya pengeluaran konsumsi masyarakat secara keseluruhan.
  • Jumlah Barang Konsumsi Tahan Lama
Pengeluaran konsumsi masyarakat juga dipengaruhi oleh jumlah barang-barang konsumsi tahan lama (consumers durables). Pengaruhnya terhadap tingkat konsumsi bisa bersifat positif (menambah) dan negatif (mengurangi). Barang-barang tahan lama biasnya harganya mahal, yang untuk memperolehnya dibutuhkan waktu untuk menabung. Apabila membelinya secara tunai, maka sebelum membeli harus banyak menabung (Mandala, 2008).

B. Faktor Demografi (Kependudukan)
  • Jumlah Penduduk
Jumlah penduduk yang banyak akan memperbesar pengeluaran konsumsi secara menyeluruh, walaupun pengeluaran rata-rata per orang atau per keluarga relative rendah. Pengeluaran konsumsi suatu negara akan sangat besar, bila jumlah penduduk sangat banyak dan pendapatan per kapita sangat tinggi.
  • Komposisi Penduduk

Pengaruh komposisi penduduk terhadap tingkat konsumsi, antara lain (Rama, 2014) :
1. Makin banyak penduduk yang berusia kerja atua produktif (15-64 tahun), makin besar tingkat konsumsi. Sebab makinpendudukyang bekerja, penghasilan juga makin besar.
2.  Makin tinggi tingkat pendidikan masyarakat, tingkat konsumsinya juga makin tinggi, sebab pada saat seseorang atau suatu keluarga makin berpendidikan tinggi maka kebutuhan hidupnya makin banyak.
3.  Makin banyak penduduk yang tinggal di wilayah perkotaan (urban), pengeluaran konsumsi juga semakin tinggi. Sebab umumnya pola hidup masyarakat perkotaan lebih konsumtif dibanding masyarakat pedesaan.


C. Faktor Non- Ekonomi
  • Kebiasaan Adat Sosial Budaya
Suatu kebiasaan di suatu wilayah dapat mempengaruhi tingkat konsumsi seseorang. Di daerah yang memegang teguh adat istiadat untuk hidup sederhana biasanya akan memiliki tingkat konsumsi yang kecil.
  • Gaya Hidup Seseorang
Seseorang yang berpenghasilan rendah dapat memiliki tingkat pengeluaran yang tinggi jika orang itu menyukai gaya hidup yang mewah dan gemar berhutang baik kepada orang lain maupun dengan kartu kredit.

II. Pengaruh Faktor diatas Terhadap Keberlangsungan Produksi

Pengaruh faktor tersebut dengan keberlangsungan produksi amat sangat penting. Apabila kita tidak memikirkan hal tersebut, kita tidak akan mengetahui seberapa besar tingkat konsumsi masyarakat dengan produk yang akan kita produksi. Oleh sebab itu, jika para produsen ingin memiliki/mendapatkan profit yang besar, mereka harus mengetahui hal tersebut terlebih dahulu.

III. Strategi Produsen dalam Menghadapi Hal tersebut

 Strategi atau tips and trick setiap produsen dalam menghadapi masalah berbeda satu dengan yang lainnya. Namun bila sudah mengetahui hal apa yang akan dihadapi nanti kedepannya, akan lebih mudah menghadapi masalah tersebut ketimbang tidak tahu sama sekali.

Kesimpulan

Tingkat kebutuhan setiap orang berbeda satu dengan yang lainnya, akan lebih bijak bila kita membeli suatu barang yang memang kita butuhkan daripada membeli/ mengonsumsi suatu hal yang sama sekali tidak kita butuhkan. Karena hal tersebut amat sangat pemborosan dan tidak bermanfaat. Lebih baik memberikan uang yang kita punya kepada yang memerlukan.

Daftar Pustaka

Huda, Mifta. 2012. faktor yang mempengaruhi tingkat konsumsi.

Rahardja, Prathama dan Mandala Manurung. 2008. Pengantar Ilmu Ekonomi. Jakarta: Lembaga Penerbit Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia.

Rama, Ade. 2014. FAKTOR YANG MEMPENGARUHI TINGKAT KONSUMSI.
http://youngamq.blogspot.co.id/2014/07/faktor-yang-mampengaruhi-tingkat.html