.

Sabtu, 31 Maret 2018

Memaksimumkan Laba : Pendekatan Marjinal

 












@Proyek-05, @C18-Devi
Oleh : Devi Yanti Naibaho

 Abstrak
Di dalam dunia usaha saat ini persaingan semakin ketat antara satu perusahaan dengan perusahaan yang lain. Ada sebagian perusahaan yang lebih mengambil keuntungan dengan menekan penjualannya (hasil produksi), ada pula yang memasukkan unsur politik didalam penentuan tingkat produksi yang akan tercapai. Untuk itu setiap perusahaan atau pengusaha dituntut untuk melakukan strategi-strategi pemasaran yang tepat agar tidak kalah dengan perusahaan lainnya, karena semua perusahaan itu mempunyai tujuan yang sama yaitu memaksimalkan keuntungan (laba). Jadi, setiap perusahaan memiliki kriteria tersendiri dalam memaksimumkan laba yang akan diperolehnya.

Kata Kunci : Memaksimumkan laba atau keuntungan, pendekatan marjinal.

Pendahuluan
Perkembangan dunia usaha yang semakin pesat dengan pembangunan teknologi yang semakin maju membawa pengaruh yang besar terhadap produksi yang dihasilkan oleh industri sehingga persaingan semakin ketat antara satu perusahaan dengan perusahaan lainnya yang memproduksi barang sejenis. Seperti halnya industri lain, setiap industri juga bertujuan untuk memperoleh laba guna mempertahankan kelangsungan hidupnya, karena hampir semua perusahaan itu mempunyai tujuan yang sama yaitu memaksimalkan keuntungan. Untuk itu setiap perusahaan atau pengusaha dituntut untuk melakukan strategi-strategi pemasaran yang tepat agar tidak kalah dengan perusahaan lainnya. Laba yang dihasilkan tidak terlepas dari beberapa faktor antara lain jumlah produk yang dalam hal ini adalah jumlah hasil produksinya, modal, dan total upah tenaga kerja.

Permasalahan
1)      Apa pengertian laba atau keuntungan ?
2)      Bagaimana pendekatan marjinal itu ?

Pembahasan
A.    Pengertian Laba atau Keuntungan
Keuntungan (laba) merupakan tujuan utama suatu pengusaha dalam menjalankan usahanya. Proses produksi dilaksanakan seefisien mungkin dengan tujuan untuk meningkatkan keuntungan.
Menurut Sunaryo, keuntungan (laba) adalah selisih antaratotal pendapatan dengan total biaya, yang merupakan insentif bagi produsen untuk melakukan produksi. Keuntungan inilah yang mengarahkan produsen untuk mengalokasikan sumber daya ke proses produksi tertentu.
Menurut Domonick Salvatore, keuntungan merupakan penerimaan total (TR) dikurangi dengan biaya total (TC). Keuntungan maksimum akan tercapai apabila selisih positif antara TR dan TC mencapai angka terbesar. Perusahaaan dikatakan memperoleh laba apabila nilai TR > TC. Secara sistematis laba dapat dirumuskan laba maksimum = TR – TC
Keuntungan total merupakan penerimaan total (TR) dikurangi dengan biaya total (TC), Keuntungan total akan mencapai maksimum apabila selisih positif antara TR  dengan TC mencapai angka terbesar. Secara sistematis laba dapat dirumuskan π=TR-TC, perusahaan dapat dikatakan memperoleh keuntungan apabila selisihnya bernilai positif (π>0) dimana TR harus lebih besar dari pada TC (TR-TC).
Di dalam memaksimumkan laba (keuntungan), terdapat tiga pendekatan yaitu pendekatan totalitas (totality approach), marjinal (marjinal approach), dan rata-rata (average approach). Tapi dalam pembahasan kali ini kita hanya akan membahas tentang pendekatan marjinal (marjinal approach)

B.     Pendekatan Marjinal (Marjinal Approach)
Dalam pendekatan marginal perhitungan laba dilakukan dengan membadingkan biaya marginal (MC) dan pendapatan marginal (MR). Laba maksimum akan tercapai pada saat MR=MC. Suatu perusahaan akan menambah keuntungannya apabila menambah produksinya pada saat MR>MC  yaitu hasil penjualan marginal (MR) melebihi biaya marginal (MC). Dalam keadaan ini pertambahan produksi dan penjualan akan menambah keuntungannya. Dalam keadaan sebaliknya, yaitu apabila MR<MC, mengurangi produksi dan penjualan akan mmenambah untung. Maka keuntungan maksimum di capai dengan keadaan di mana MR=MC berlaku sehingga π=TR-TC.

Pada tabel di atas dicari kondisi pada saat MR=MC dimana pada kondisi tersebut jumlah output yang dihasilkan adalah 8 unit dan tingkat keuntungan yang diperoleh adalah sebesar 7,5.

Kesimpulan
Laba adalah kenaikan modal (aktiva bersih) yang berasal dari transaksi sampingan atau transaksi yang jarang terjadi dari suatu badan usaha, dan dari semua transaksi atau kejadian lain yang mempunyai badan usaha selama satu periode, kecuali yang timbul dari pendapatan (revenue) atau investasi pemilik (Baridwan, 1992: 55). Laba atau rugi sering dimanfaatkan sebagai ukuran untuk menilai prestasi perusahaan atau sebagai dasar ukuran penilaian yang lain, seperti laba per lembar saham. Unsur-unsur yang menjadi bagian pembentuk laba adalah pendapatan dan biaya. Dengan mengelompokkan unsur-unsur pendapatan dan biaya, akan dapat diperoleh hasil pengukuran laba yang berbeda antara lain: laba kotor, laba operasional, laba sebelum pajak, dan laba bersih.

Daftar Pustaka
§  Rahardja, Pratama., dan Mandala Manurung. 2008. Pengantar Ilmu Ekonomi (Mikroekonomi & Makroekonomi) Edisi Ketiga. Jakarta : Lembaga Penerbit FEUI.
§  Sukirno, Sadono. Pengantar Teori Ekonomi Mikro. PT Raja Gafindo Persada. Jakarta: 2002
§  Sukaesar, Singgih. 2015. Memahami Konsep Laba (Memaksimumkan Laba). Dalam http://singgihsukaesar14046.blogspot.co.id/2015/04/bab-5-memahami-konsep-laba.html. [Diakses 29 Maret 2018]
§  Ridwan, Murtadho. 2013. Memaksimumkan Laba. Dalam http://layyino.blogspot.co.id/2014/02/makalah-memaksimumkan-laba.html. [Diakses 29 Maret 2018]
§  Prasetyo, Budi. 2015. Memaksimumkan Laba. Dalam https://www.slideshare.net/budideli/makalah-memaksimumkan-laba. [Diunduh 29 Maret 2018]

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.