Di buat oleh: Thoriq el habibi
ABSTRAK
Inflasi
adalah suatu keadaan perekonomian dimana harga-harga secara umum mengalami
kenaikan dalam waktu yang panjang. Kebijakan moneter adalah proses
mengatur persediaan uang sebuah negara untuk mencapai tujuan tertentu;
seperti menahan inflasi, mencapai pekerja penuh atau lebih sejahtera.
PENDAHULUAN
Kebijakan
moneter adalah alat yang digunakan untuk mengatasi perekonomian yang terganggu.
Karena itulah kebijakan moneter ini sangat penting keberadaanya bagi sebuah
negara. Kebijakan moneter terbagi menjadi 2 jenis, yaitu kebijakan moneter
kontraktif dan kebijakan moneter ekspansif. Kebijakan moneter kontraktif maupun
ekspansif, keduanya digunakan pada kondisi yang berbeda.
RUMUSAN MASALAH
Apa saja jenis jenis inflasi
Penyebab terjadinya Inflasi
Bagaimana kebijakan moneter mengatasi inflasi itu sendiri
Tujuan kebijakan moneter
PEMBAHASAN
1. JENIS JENIS INFLASI
Menurut
Riesslfet, Jenis jenis inflasi dapat dibedakan berdasarkan tingkat
keparahannya, sumber dan penyebabnya.
A.) Jenis-Jenis Inflasi Berdasarkan Tingkat KeparahannyaBerdasarkan tingkat
keparahannya, inflasi dapat dibedakan atas ringan, sedang, berat, dan sangat
berat.
1)Inflasi
ringan : Inflasi ringan adalah inflasi yang masih belum begitu mengganggu
keadaan ekonomi. Inflasi ini dapat dengan mudah dikendalikan. Harga-harga yang
naik secara umum, namun belum menimbulkan krisis di bidang ekonomi. Inflasi ringan
berada di bawah 10% per tahun.
2 Inflasi
sedang : Inflasi ini belum membahayakan kegiatan ekonomi. Tetapi inflasi ini
bias menurunkan kesejahteraan
orang-orang berpenghasilan tetap. Inflasi sedang berkisar antara 10%-30% per
tahun.
3)Inflasi
berat : Inflasi ini sudah mengacaukan kondisi perekonomian. Pada inflasi berat
ini, biasanya orang cenderung menyimpan
barang. Dan pada umumnya orang mengurungkan niatnya untuk menabung, karena
bunga pada tabungan lebih rendah daripada laju inflasi. Inflasi berat berkisar
antara 30%-100% per tahun.
4)Inflasi
sangat berat (Hyperinflation) : Inflasi jenis ini sudah mengacaukan kondisi
perekonomian dan susah dikendalikan walaupun dengan kebijakan moneter dan
kebijakan fiskal. Inflasi yang sangat berat berada pada 100% keatas setiap
tahun.
B)Jenis-Jenis Inflasi Berdasarkan Sumbernya
Berdasarkan sumbernya, inflasi dibedakan atas inflasi yang bersumber dari luar
negeri dan inflasi yang bersumber dari dalam negeri.
1) Inflasi
yang bersumber dari luar negeri : Inflasi ini terjadi karena ada kenaikan harga
di luar negeri. Pada perdagangan bebas, banyak negara yang saling berhubungan
dalam perdagangan. Bila suatu negara mengimpor barang pada negara yang
mengalami inflasi, maka otomatis kenaikan harga
tersebut (inflasi) akan memengaruhi harga-harga dalam negerinya sehingga
menimbulkan inflasi. Contoh, Indonesia banyak mengimpor barang-barang modal
dari negara lain. Jika di negara itu harga barang-barang modal naik, maka
kenaikannya itu akan turut berpengaruh di Indonesia sehingga menimbulkan
inflasi.
2) Inflasi
yang bersumber dari dalam negeri : Inflasi yang bersumber dari dalam negeri
dapat terjadi karena pencetakan uang baru oleh pemerintah atau penerapan
anggaran defisit. Inflasi yang bersumber dari dalam negeri juga dapat terjadi
karena kegagalan panen. Kegagalan panen menyebabkan penawaran pada suatu jenis
barang berkurang, sedangkan permintaan tetap, sehingga harga-harga akan
naik.
C)Jenis-Jenis Inflasi Berdasarkan
Penyebabnya
Berdasarkan penyebabnya, inflasi dapat dibedakan atas inflasi karena kenaikan
permintaan dan inflasi karena biaya produksi
1)Inflasi
karena kenaikan permintaan : Kenaikan permintaan terkadang tidak dapat dipenuhi
produsen. Oleh karena itu, harga-harga cenderung naik. Hal ini sesuai dengan
hukum ekonomi "jika permintaan naik sedangkan penawaran tetap, maka harga
cenderung naik.
2)Inflasi
karena kenaikan biaya produksi : Kenaikan biaya produksi mengakibatkan harga
penawaran barang naik, sehingga dapat menimbulkan inflasi.
2. Penyebab Terjadinya
Inflasi
Inflasi disebabkan oleh kenaikan permintaan dan kenaikan biaya produksi.
Penjelasan lebih lanjut untuk kedua penyebab inflasi tersebut adalah sebagai
berikut :
A.) Inflasi
karena kenaikan permintaan (Demand Pull Inflation). Inflasi seperti ini terjadi karena adanya
kenaikan permintaan untuk beberapa jenis barang. Dalam hal ini, permintaan
masyarakat meningkatkan secara agregat (aggregate demand). Peningkatan
permintaan ini dapat terjadi karena peningkatan belanja pada pemerintah,
peningkatan permintaan akan barang untuk diekspor, dan peningkatan permintaan
barang bagi kebutuhan swasta. Kenaikan permintaan masyarakat (aggregate demand)
ini mengakibatkan harga-harga naik karena penawaran tetap.
B.) Inflasi
karena biaya produksi (Cos Pull Inflation). Inflasi seperti ini terjadi karena
adanya kenaikan biaya produksi. Kenaikan pada biaya produksi terjadi akibat
karena kenaikan harga-harga bahan baku, misalnya karena keberhasilan serikat
buruh dalam menaikkan upah atau karena kenaikan harga bahan bakar minyak.
Kenaikan biaya produksi mengakibatkan harga naik dan terjadilah inflasi.
C.) Inflasi
karena jumlah uang yang beredar bertambah. Teori ini diajukan oleh kaum klasik
yang mengatakan bahwa ada hubungan antara jumlah uang yang beredar dan
harga-harga. Bila jumlah barang itu tetap, sedangkan uang beredar bertambah dua
kali lipat maka harga akan naik dua kali lipat. Penambahan jumlah uang yang
beredar dapat terjadi misalnya kalau pemerintah memakai sistem anggaran defisit.
Kekurangan anggaran ditutup dengan melakukan pencetakan uang baru yang
mengakibatkan harga-harga naik.
3. Kebijakan Moneter Mengatasi
Inflasi
Menurut Dania (2010), Kebijakan moneter dapat dilakukan melalui
instrument-instrumen berikut:
1.
Politik diskoto (Politik uang ketat): bank menaikkan suku bunga sehingga jumlah
uang yang beredar dapat dikurangi.Kebijakan diskonto dilakukan dengan menaikkan
tingkat bunga sehingga mengurang
keinginan badan-badan pemberi kredit untuk mengeluarkan pinjaman guna memenuhi
permintaan pinjaman dari masyarakat. Akibatnya, jumlah kredit yang dikeluarkan
oleh badan-badan kredit akan berkurang, yang pada akhirnya mengurangi tekanan
inflasi.
2.
Politik pasar terbuka: bank sentral menjual obligasi atau surat berharga ke pasar
modal untuk menyerap uang dari masyarakat dan dengan menjual surat berharga
bank sentral dapat menekan perkembangan jumlah uang beredar sehingga jumlah
uang beredar dapat dikurangi dan laju inflasi dapat lebih rendah.Operasi pasar
terbuka (open market operation), biasa disebut dengan kebijakan uang ketat
(tight money policy), dilakukan dengan menjual surat-surat berharga, seperti
obligasi negara, kepada masyarakat dan bank-bank. Akibatnya, jumlah uang
beredar di masyarakat dan pemberian kredit oleh badan-badan kredit (bank)
berkurang, yang pada akhirnya dapat mengurangi tekanan inflasi.
3.
Peningkatan cash ratio:Kebijakan persediaan kas artinya cadangan yang
diwajibkan oleh Bank Sentral kepada bank-bank umum yang besarnya tergantung
kepada keputusan dari bank sentral/pemerintah. Dengan jalan menaikan
perbandingan antara uang yang beredar dengan uang yang mengendap di dalam kas
mengakibatkan kemampuan bank untuk menciptakan kredit berkurang sehingga jumlah
uang yang beredar akan berkurang. Menaikkan cadangan uang kas yang ada di bank
sehingga jumlah uang bank yang dapat dipinjamkan kepada debitur/masyarakat
menjadi berkurang. Hal ini berarti dapat mengurangi jumlah uang yang beredar.
4. Tujuan kebijakan Moneter
1. Stabilitas harga
2. Pertumbuhan ekonomi
3. Perluasan kesempatan kerja (high
employment)
4. Keseimbangan neraca pembayaran
5. Stabilitas financial markets
6. Stabilitas pasar valuta asing
KESIMPULAN
Inflasi adalah suatu keadaan perekonomian dimana harga-harga secara umum
mengalami kenaikan dalam waktu yang panjang. Inflasi secara umum dapat terjadi
karena jumlah uang beredar lebih banyak daripada yang dibutuhkan. Inflasi
merupakan suatu gejala ekonomi yang tidak pernah dapat dihilangkan dengan
tuntas. Usaha-usaha yang dilakukan biasanya hanya sampai sebatas mengurangi dan
mengendalikannya. Tindakan yang dapat diambil untuk mengatasi inflasi dapat
berupa salah satunya adalah kebijakan moneter.