.

Kamis, 28 Juni 2018

Kebijakan Moneter dan Keseimbangan Ekonomi IS-LM


Kebijakan Moneter dan Keseimbangan Ekonomi IS-LM
@C03-Tasya


Abstrak
Pertumbuhan ekonomi merupakan suatu gambaran mengenai dampak kebijakan pemerintah yang dilaksanakan khususnya dalam bidang ekonomi. Pertumbuhan ekonomi merupakam laju pertumbuhan yang dibentuk dari berbagai macam sektor ekonomi yang secara tidak langsung menggambarkan tingkat pertumbuhan ekonomi yang terjadi. Untuk dapat mencapai pertumbuhan ekonomi yang tinggi tetapi stabil tidaklah pekerjaan yang mudah untuk dilaksanakan, ini gambarkan seperti mata uang dua sisi, kadang dicapai pertumbuhan ekonomi yang tinggi tapi tidak stabil. Untuk mencapai inilah diperlukan kebijakan moneter.
Kebijakan moneter bertujuan mengarahkan perekonomian makro ke kondisi yang lebih baik dan atau diinginkan. Kondisi-kondisi tersebut diukur dengan menggunakan indikator-indikator makro utama seperti terpeliharanya pertumbuhan ekonomi yang baik, stabilitas harga umum yang terkendali, dan menurunnya tingkat pengangguran. Sesuai dengan kondisi perekonomian masyarakat Indonesia yang kegiatannya bertumpu pada aset keuangan kredit perbankan, maka pemerintah perlu melaksanakan kebijakan moneter melalui pengelolaan instrumen-instrumen kebijakan moneter itu sendiri, sesuai dengan kebutuhan dan kondisi struktur potensi ekonomi masyarakat  yang akan digerakkan. 
Kata kunci: Kebijakan moneter, keseimbangan ekonomi IS-LM

Pendahuluan
Kebijakan Moneter adalah suatu usaha dalam mengendalikan keadaan ekonomi makro agar dapat berjalan sesuai dengan yang diinginkan melalui pengaturan jumlah uang yang beredar dalam perekonomian. Usaha tersebut dilakukan agar terjadi kestabilan harga dan inflasi serta terjadinya peningkatan output keseimbangan dan atau terpeliharanya stabilitas harga (inflasi terkontrol). Melalui kebijakan moneter pemerintah dapat mempertahankan,menambah atau mengurangi jumlah uang beredar dalam upaya mempertahankan kemampuan ekonomi bertumbuh,sekaligus mengendalikan inflasi.
Kebijakan Moneter dan Keseimbangan Ekonomi: Analisis IS-LM
            Kebijakan moneter dikatakan efektif bila mampu mengendalikan tingkat output dan atau harga. Untuk mengevaluasi efektivitas kebijakan moneter, peralatan analisis yang paling sederhana namun komprehensif adalah kurva IS-LM

1.       Pengaruh Kebijakan Moneter Terhadap Keseimbangan Pasar Uang-Modal
                Pasar Uang adalah yang menemukan permintaan uang (L) dan penawaran uang (M). Menurut John Maynard Keynes, motif permintaan uang masyarakat ada tiga yaitu untuk transaksi, berjaga-jaga dan untuk spekulasi. Kurva LM adalah kurva yang menunjukan besarnya pendapatan nasional pada berbagai tingkat bunga yang memenuhi syarat keseimbangan di pasar uang. Syarat keseimbangan di pasar uang adalah L sama dengan M (L=M)
            Keseimbangan di Pasar Modal)/Capital Assets Pricing Model (CAPM)
CAPM merupakan suatu alat untuk memprediksi keseimbangan return yang diharapkan dari suatu asset berisiko dengan risiko dari asset tersebut saat pasar dalam kondisi seimbang. CAPM dapat digunakan untuk mengestimasikan return suatu sekuritas dan dapat membantu menyederhanakan gambaran realitas hubungan return dan risiko dalam dunia nyata yang terkadang sangat kompleks.
Garis Pasar Modal (CML: Capital Market Line) merupakan garis yang menunjukkan semua kemungkinan kombinasi portofolio efisien yang terdiri dari aktiva-aktiva berisiko dan aktiva bebas risiko. Harga pasar dan risiko menunjukkan tambahan return yang dituntut oleh pasar karena adanya kenaikan risiko portofolio relative terhadap risiko pasar.
            Keseimbangan pasar uang-modal tercapai bila permintaan uang (liquidity preference, disingkat L) telah sama dengan penawaran uang (money supply, disingkat M).  Secara grafis kondisi keseimbangan pasar uang dan modal digambarkan oleh kurva LM. Untuk menurunkan kurva LM dibutuhkan kurva penawaran uang dan kurva permintaan uang, LM menunjukan kondisi ketidak seimbangan pasar uang dan modal.

2.       Pengaruh Kebijakan Moneter Terhadap Keseimbangan Ekonomi
       Pergeseran kurva LM karena pengaruh perubahan jumlah uang beredar yang dilakukan pemerintah akan mempengaruhi keseimbangan ekonomi, karna mengubah titik potong kurva IS-LM, yang berarti mengubah titik potong keseimbangan ekonomi .  Diagram 3 berikut ini menunjukan kondisi keseimbangan awal terjadi pada tingkat pendapatan Y* 0 dan tingkat bunga R0 . Jika pemerintah menambah jumlah uang yang beredar, kurva LM bergeser ke kanan (dari LM 0 ke LM 1 ), sehingga titik keseimbangan juga bergeser dari  ke E1. pada titik keseimbangan yang baru (E1), outputkeseimbangan adalah Y*1 yang lebih besar daripada  Y*0, sedangkat tingkat bunga adalah r1 yang lebih daripada R 0. Dengan kata lain, kebijakan moneter ekspansif dalam konteks diagram 3 telah berhasil memacu pertumbuhan ekonomi dan menurunkan tingkat bunga. Dalam perekonomian pasar, kenaikan tingkat bunga mengindikasikan telah terjadinya kelebihan permintaan investasi. Akibatnya dapat dilihat dari dua sisi:
A.      Sisi Output
Kenaikan tingkat bunga akan menyebabkan ada beberapa rencana investasi yang dibatalkan, sebagai akibatnya pertambahan kapasitas produksi menjadi lebih kecil.
B.      Sisi Biaya
Kenaikan tingkat bung akan menaikan biaya produksi dikarenakan naiknya biaya modal.
Dari kedua hal diatas, akibatnya kenaikan tingkat bunga akan memicu terjadinya inflasi.

Daftar Pustaka:

Rabu, 27 Juni 2018

Efektivitas Kebijakan Moneter



Efektivitas Kebijakan Moneter
Oleh                : Lucia Debby Gracella Sihombing
Kode Peserta   : @C13-Lucia, @Proyek-06
Abstrak
Penulisan tulisan ini bertujuan untuk membantu pembaca dan juga penulis dalam memahami kebijakan moneter dan pengaruhnya ataupun hal-hal yang timbul karena kebijakan moneter ini. Adapun latar belakang penulisan tulisan ini adalah masih banyaknya kekurangpahaman masyarakat atau kelompok terhadap pengertian ataupun akibat-akibat yang ditimbulkan oleh kebijakan moneter yang sebenarnya dapat menambah wawasan tersendiri bagi yang mempelajari atau memahaminya dengan seksama.
Kata kunci: Kebijakan, Moneter.
Pendahuluan
Dewasa ini, banyak sekali permasalahan ekonomi yang dapat kita lihat bahkan alami dikehidupan sehari-hari. Dalam permasalahan kali ini akan lebih mendalam menjelaskan tentang kebijakan moneter yang ada di negara kita Indonesia ini. Sudah pantaskah atau secara layakkah kebijakan moneter ini berjalan?.
Sepengetahuan penulis, buku-buku, teks, dan artikel-artikel ilmiah yang dibuat dalam jurnal yang ditulis para ahli tentang bidang ekonomi adalah sebagai berikut:
(1) Jurnal yang berjudul “ Efektifitas Kebijakan Moneter Terhadap Inflasi Di Indonesia Oleh Andi Rachman”
(2) Buku yang berjudul “ Sejarah kebijakan moneter oleh drs.Oey Beng To”
(3) Buku yang berjudul “ Potret Kebijakan moneter Indonesia oleh Aulia Pohan”.

Hasil penelitian dan pembahasan tentang efektivitas kebijakan moneter, sekurang-kurangnya hasil penelitian ini dapat mengembangkan dan menyempurnakan teori pengantar ekonomi , teori perkembangan ekonomi, teori pengaruh ekonomi masa kini. Jika ditinjau dari sudut pandang praktikal, hasil penelitian tentang pemahaman ekonomi dimasa kini  menghasilkan konsep, strategi, prinsip, skema dan alur proses yang dimanfaatkan dan diaplikasikan secara praktis oleh user penelitian untuk menyelesaikan permasalahan yang ada. Dalam konteks penelitian ini pengguna penelitian yang dapat memanfaatkan penelitian ini.
  Identifikasi masalah
Berdasarkan masalah yang telah dituliskan pada pendahuluan, kita dapat mengidentifikasi beberapa masalah yang harapannya dapat diselesaikan yaitu sebagai berikut:
1.      Memahami arti kebijakan moneter
2.      Memahami pengaruh dan efektivitas kebijakan moneter

Pembahasan
1.      Kebijakan moneter
Moneter adalah sesuatu yang berhubungan dengan uang, dan dapat kita simpulkan bahwa kebijakan moneter itu adalah kebijakan yang bergerak dalam bidang keuangan.
kebijakan moneter adalah tindakan yang dilakukan oleh penguasa moneter (biasanya bank sentral) untuk mempengaruhi jumlah uang beredar dan kredit yang pada gilirannya akan mempengaruhi kegiatan ekonomi masyarakat (Nopirin, 1992:45)

2.      Pengaruh dan Efektivitas Kebijakan Moneter
Yang dimaksud dengan efektifitas kebijakan moneter adalah, sejauh mana kebijakan moneter yang ditempuh pemerintah (apapun bentuknya), memberi dampak positif bagi perekonomian dan masyarakat, dalam arti :
a. dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi
b. dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat
c. dapat meningkatkan kesempatan kerja
d. dapat meningkatkan penerimaan devisa negara
e. serta memberi pengaruh pada kebijakan makro lainnya
 ada beberapa teori yang dapat menjelaskan efektivitas kebijakan moneter.
Teori yang membicarakan mengenai efektifitas kebijakan moneter ini diantaranya adalah :
1. Teori Natural Rate Hypothesis, yang percaya bahwa kebijakan hanya akan
efektif dan memberi dampak dalam jangka pendek saja, namun tidak akan
efektif untuk jangka panjang
2. Teori Rational Expectation Hypothesis, yang percaya bahwa baik dalam
jangka pendek maupun dalam jangka panjang, kebijakan moneter tidak akan
      efektif.

Kesimpulan
         Kebijakan moneter berbicara tentang kebijakan dalam keuangan, tidak terlepas dari itu pengaruh ataupun aktivitas serta efektivitas kerja kebijakan moneter ini dapat diihat dari beberapa teori yang telah dibahas pada tulisan di atas.
Daftar Pustaka
Mariana, Novita. 2012. Kebijakan Moneter dan Perbankan dalam upaya mengalami krisis Ekonomi Indonesia. Dalam http://id.portalgaruda.org/?ref=browse&mod=viewarticle&article=7503. Diunduh 30 Juli 2012.
Anonim. 2012. Efektivitas kebijakan moneter. Dalam https://hafidzdotorg.wordpress.com/2012/03/10/efektifitas-kebijakan-moneter/. Diunduh 10 Maret 2012.
Anonim.KBBI. Pengertian Kebijakan Moneter. Dalam https://kbbi.web.id/moneter. Disearch pada 26 Juni 2018.
Andi, rachman. 2012. Efektivitas kebijakan moneter terhadap inflasi indonesia. Dalam http://id.portalgaruda.org/?ref=browse&mod=viewarticle&article=97747. Diunduh 10 Juli 2012.
Wolok, Tineke. 2009.Reorientasi kebijakan moneter. Dalam http://id.portalgaruda.org/?ref=browse&mod=viewarticle&article=40623. Diunduh 5 Mei 2009.


                                                              

Kebijakan Moneter dan Keseimbangan Ekonomi IS-LM Abstrak


Kebijakan Moneter dan Keseimbangan Ekonomi IS-LM
Abstrak
Pertumbuhan ekonomi merupakan suatu gambaran mengenai dampak kebijakan pemerintah yang dilaksanakan khususnya dalam bidang ekonomi. Pertumbuhan ekonomi merupakam laju pertumbuhan yang dibentuk dari berbagai macam sektor ekonomi yang secara tidak langsung menggambarkan tingkat pertumbuhan ekonomi yang terjadi.
Untuk dapat mencapai pertumbuhan ekonomi yang tinggi tetapi stabil tidaklah pekerjaan yang mudah untuk dilaksanakan, ini gambarkan seperti mata uang dua sisi, kadang dicapai pertumbuhan ekonomi yang tinggi tapi tidak stabil. Untuk mencapai inilah diperlukan kebijakan moneter.
Kata Kunci
Kebijakan Moneter , Keseimbangan Ekonomi, IS-LM
Pendahuluan
Kebijakan moneter bertujuan mengarahkan perekonomian makro ke kondisi yang lebih baik dan atau diinginkan. Kondisi-kondisi tersebut diukur dengan menggunakan indikator-indikator makro utama seperti terpeliharanya pertumbuhan ekonomi yang baik, stabilitas harga umum yang terkendali, dan menurunnya tingkat pengangguran.
Sesuai dengan kondisi perekonomian masyarakat Indonesia yang kegiatannya bertumpu pada aset keuangan kredit perbankan, maka pemerintah perlu melaksanakan kebijakan moneter melalui pengelolaan instrumen-instrumen kebijakan moneter itu sendiri, sesuai dengan kebutuhan dan kondisi struktur potensi ekonomi masyarakat  yang akan digerakkan. Kebijakan moneter tujuannya adalah untuk mencapai stabilisasi ekonomi. Berhasil tidaknya tujuan dari kebijakan moneter tersebut dipengaruhi oleh dua faktor, pertama: kuat tidaknya hubungan kebijakan moneter dengan kegiatan ekonomi tersebut, kedua: jangka waktu perubahan kebijakan moneter terhadap kegiatan ekonomi.
Permasalahan
1.      Apa difinisi dan pengertian dari kebijakan moneter?
2.      Pengertian dan Konsep IS-LM?
3.      Apa saja instrumen dari kebijakan moneter dan pengertiannya?
4.      Pengaruh Kebijakan Moneter terhadap Kurva IS – LM?
Pembahasan
1.      Kebijakan Moneter
Kebijakan Moneter adalah suatu usaha dalam mengendalikan keadaan ekonomi makro agar dapat berjalan sesuai dengan yang diinginkan melalui pengaturan jumlah uang yang beredar dalam perekonomian. Usaha tersebut dilakukan agar terjadi kestabilan harga dan inflasi serta terjadinya peningkatan output keseimbangan dan atau terpeliharanya stabilitas harga (inflasi terkontrol). Melalui kebijakan moneter pemerintah dapat mempertahankan,menambah atau mengurangi jumlah uang beredar dalam upaya mempertahankan kemampuan ekonomi bertumbuh,sekaligus mengendalikan inflasi.
Jika yang di lakukan menambah uang beredar,maka pemerintah dikataan menempuh kebijkan moneter ekspnsif (monetary expansive). Sebaliknya jika jumlah uang beredar dikurangi, pemerintah menempuh kebijakan moneter kontraktif (monetary contractive) (Mahasiswa.com)
2.      Konsep IS-LM
Model IS-LM memunculkan titik ekubilibrium tentang suku bunga dan pengeluaran diberikan oleh ekulibrium di dalam pasar barang dan uang. Pasar barang diwakilkan oleh ekuilibrium antara investasi dan tabungan (IS), dan pasar uang diwakilkan oleh penawaran uang dan preferensi likuiditas. Kurva IS termasuk oleh titik-titik dimana investasi, berdasarkan suku bunga, setara dengan tabungan, berdasarkan keluaran. 
Kurva IS melandai kebawah karena keluaran dan suku bunga memiliki hubungan berbanding terbalik di pasar barang: Apabila keluaran meningkat maka akan lebih banyak uang yang ditabung, yang artinya suku bunga haruslah diturunkan untuk mendorong investasi yang cukup sehingga sepantaran dengan tabungan. Kurva LM melandai keatas karena suku bunga dan keluaran memiliki relasi positif di pasar uang. Dengan meningkatknya keluaran, permintaan untuk uang akan naik, dan suku bunga akan turut naik. (Selvy Yuliani.2014)
3.      Instrumen dari kebijakan moneter dan pengertiannya
Kebijakan moneter dapat dilakukan dengan menjalankan instrumen kebijakan moneter, yaitu antara lain :
a.       Operasi Pasar Terbuka (Open Market Operation)
b.        Fasilitas Diskonto (Discount Rate)
c.       Rasio Cadangan Wajib
d.      Imbauan moral (moral persuasion)
4.      Pengaruh Kebijakan Moneter terhadap Kurva IS – LM
Efektifitas kebijakan moneter tergantung pertama, dari tingkat kemiringan kurva LM. Bila kurva LM vertical maka semakin besar dampak dari kebijakan moneter terhadap perubahan income dan sebaliknya bila kurva LM semakin miring maka semakin kurang efektif kebijakan moneter tersebut karena sangat kecil dampaknya terhadap penambahan income. Berarti efektifitas kebijakan moneter akan dipengaruhi oleh factor yang menentukan kemiringan kurva LM. Kemiringan kurva LM tergantung dengan tingkat sensitifitas permintaan uang terhadap tingkat bunga (koefisien b pada persamaan 6.5). Bila permintaan uang sangat sensitive terhadap perubahan bunga (b besar) maka kurva LM akan miring. Ini berarti bahwa sedikit perubahan tingkat bunga mengakibatkan penurunan tingkat bunga sehingga pengeluaran investasi akan semakin besar.
Faktor kedua yang mempengaruhi efektifitas kebijakan moneter adalah kemiringan kurva IS, semakin tegak kurva IS maka semakin tidak efektif kebijakan moneter, sebaliknya bila kurva IS semakin datar maka kebijakan moneter akan semakin efektif. Kemiringan kurva IS tergantung dengan tingkat sensifitas investasi terhadap perubahan tingkat bunga. Bila pengeluaran investasi sangat sensitif terhadap perubahan bunga maka sedikit perubahan tingkat bunga akan mengakibatkan perubahan investasi yang relative lebih besar. Dalam keadaan seperti ini maka bentuk kurva IS akan semakin mendatar. Pengeluaran investasi yang sensitive terhadap bunga merupakan indikasi bahwa ekonomi berada dalam keadaan tidak full employment, artinya masih banyak factor produksi yang belum dipakai penuh. Bila ekonomi berada dalam keadaan full employment maka pengeluaran investasi menjadi tidak sensitive terhadap perubahan bunga dan bentuk kurva IS adalah vertical. Dalam keadaan seperti ini maka bila stok uang ditambah (kebijakan moneter) maka income tidak akan naik walupun tingkat bunga turun. Keadaan ini disebabkan karena investasi tidak respon terhadap penurunan bunga. (Bayu Bzet. 2014)




Daftar Pustaka
Anonim. 2016. Kebijakan Moneter. Mahasiswa. Dalam https://mahasiswasuksesmulia.blogspot.com/2016/08/kebijakan-moneter.html
Bayu Bzet. 2014. Pengaruh Kebijakan Moneter terhadap Kurva IS – LM.  Rumah Belajar Bzat dalam  http://rumah-belajar-bzet.blogspot.com/2014/10/pengaruh-kebijakan-moneter-terhadap.html
Selvy Yuliani. 2014. Konsep Kurva IS-LM. Privateselv. Dalam http://privateselv.blogspot.com/2014/10/keseimbangan-kurva-is-lm.html



Politik Anggaran




Abstrak

Anggaran adalah suatu dasar bagi manajemen untuk menentukan kegiatan
apa saja yang akan dilakukan, sasaran-sasaran apa yang akan dituju dan bagaimana seluruh sumber daya yang tersedia dan melihat sejauh mana hasil yang telah dicapai sesuai dengan yang telah direncanakan semula.  

Kata kunci: politik, anggran


Pendahuluan

Anggaran merupakan instrumen kebijakan yang dimiliki oleh Pemerintah
untuk menggambarkan pernyataan komprehensif tentang prioritas negara. Anggaran juga mempunyai pengertian sebagai pernyataan mengenai estimasi kinerja yang hendak dicapai selama periode waktu tertentu yang dinyatakan dalam ukuran financial (Yuna Farhan, Menelaah Arah Politik Anggaran di Indonesia, dalam Herzon,Tesis, UGM, 29).

Dengan demikian setiap anggaran belanja yang dikeluarkan oleh
Pemerintah daerah harus dapat dipertanggungjawabkan kinerjanya, sehingga setiap
belanja harus berdasarkan pada usaha untuk mewujudkan tercapainya tujuan
pemerintah daerah. Politik bisa terlibat dalam segala urusan kenegaraan, termasuk didalamnya urusan finansial publik, baik itu dalam perencanaan, pelaksanaan hingga
tahap evaluasi. Teori politik keuangan negara yang baik adalah relatif tergantung ideologi suatu negara,artinya teori politik keuangan negara yang baik bagi suatu negara belum tentu baik bagi negara lain. Aktivitas politik dalam keuangan negara tergantung pada derajat demokrasi, yang memberi keleluasaan/kebebasan aktivitas politik dalam suatu Negara
(Noer Fauzi dan R Yando Zakaria, dalam Bambang Utoyo, 2013, Bahan Kuliah Politik
Keuangan Negara, Unila).

Politik anggaran adalah upaya-upaya untuk mengelola sumber daya, terutama yang dapat dinilai dengan uang dan barang serta mengalokasikan nilai-nilai tersebut untuk kepentingan bersama didalam kehidupan bermasyarakat. Dalam maknanya yang lebih luas, politik juga senantiasa berkenaan dengan produksi, distribusi dan penggunaan sumber-sumber daya untuk mempertahankan hidup.

David Easton menyatakan bahwa politik itu adalah alokasi nilai-nilai.Ia menjelaskan politik itu adalah alokasi nilai-nilai, dan dalam konsep politik nilai-nilai itu adalah kekuasaan. Kekuasaan untuk mengalokasikan sumber daya alam dan sumber daya manusia yang hendak ditujukan untuk kebaikan bersama, kepentingan umum dan kesejahteraan sosial.

Permasalahan

1.    Apa saja penggolongan politik anggaran ?

Pembahasan

Dilihat dari perbandingan nilai persamaan (T) dan pengeluaran (G) politik anggaran dibedakan menjadi anggaran tidak berimbang dan anggaran berimbang.



Ø  Anggaran tidak berimbang

a.     Anggaran defisit
Adalah anggaran yang memang direncanakan defisit, sebab (T< G atau G > T ). Politik ini biasanya ditempuh bila pemerintah ingin menstimulir pertumbuhan ekonomi. Jadi apabila politik anggarannya defisit maka pengaruhnya terhadap pertumbuhan pendapatan lebih besar disbanding besarnya defisit pengeluaran yang direncanakan.
b.    Anggaran surplus
Dalam anggaran surplus pemerintah merencanakan penerimaan lebih besar dari pengeluaran ( T > G atau G < T). Politik anggaran ini dilakukan bila perekonomian sedang dalam tahap ekspansi dan terus memanas.

Ø  Anggaran berimbang
Pemerintah dikatakan menempuh politik anggaran berimbang bila pengeluaran direncanakan akan sama dengan penerimaan ( G = T ). Dua hal utama yang ingin dicapai adalah peningkatan disiplin dan kepastian anggaran.

Kesimpulan
Kebijakan ekonomi yang digunakan pemerintah untuk mengelolah / mengarahkan perekonomian ke kondisi yang lebih baik atau diinginkan dengan cara mengubah-ubah penerimaan dan pengeluaran pemerintah salah satunya dengan melakukan politik anggaran. Dalam kegiatan politik anggaran terdapat beberapa jenis politik anggaran yaitu yang utamanya anggaran berimbang dan anggaran tidak berimbang.

Daftar pustaka

1.    (Yuna Farhan, Menelaah Arah Politik Anggaran di Indonesia, dalam Herzon,Tesis, UGM, 29).
2.    (Noer Fauzi dan R Yando Zakaria, dalam Bambang Utoyo, 2013, Bahan Kuliah Politik Keuangan Negara, Unila).
3.    Dalam Makalah: Perbaikan Pengelolaan Keuangan Negara Dalam Era Reformasi. Oleh Prof. Dr. Anwar Nasution Guru Besar (Emeritus) Ilmu Ekonomi,  Universitas Indonesia, dan Ketua Badan Pemeriksa Keuangan R.I., periode 2004-2009.
4.    Syamsuddin Haris. 2007. Desentralisasi dan Otonomi Daerah: Desentralisasi, Demokratisasi, dan Akuntabilitas Pemerintahan Daerah. Jakarta: LIPI Press. Hal. 10.
5.      AG.Subarsono. 2009. Analisis Kebijakan Publik. Yogjakarta: Pustaka Pelajar. Hal 103