.

Tampilkan postingan dengan label @B34-Fauzi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label @B34-Fauzi. Tampilkan semua postingan

Minggu, 09 Juli 2017

Sistem Ekonomi Pancasila



Oleh: Muhammat Fauzi
@B34-Fauzi

 
Pengertian Sistem Ekonomi Pancasila
Sistem ekonomi Pancasila adalah salah satu tata ekonomi yang dijiwai oleh ideologi Pancasila, yang di dalamnya terkandung makna demokrasi ekonomi yaitu kegiatan ekonomi yang dilakukan berdasarkan usaha bersama berasaskan kekeluargaan dan kegotongroyongan dari, oleh, dan untuk rakyat di bawah pimpinan dan pengawasan pemerintah.

Rabu, 07 Juni 2017

Pengangguran Konjungtural

Oleh: Muhammat Fauzi
@B34-Fauzi



Pengangguran Konjungtural
Pengangguran adalah penduduk yang tidak bekerja tetapi sedang mencari pekerjaan atau mempersiapkan suatu usaha baru atau penduduk yang tidak mencari pekerjaan karena merasa tidak mungkin mendapatkan pekerjaan atau penduduk yang tidak mencari pekerjaan karena sudah diterima bekerja/ mempunyai pekerjaan tetapi belum mulai bekerja.
Menurut Sakernas (Survey Keadaan Angkatan Kerja Nasional), pengangguran didefinisikan antara lain sebagai berikut
  • Mereka yang sedang mencari pekerjaan dan saat itu tidak bekerja
  • Mereka yang mempersiapkan usaha yaitu suatu kegiatan yang dilakukan oleh seseorang dalam rangka untuk mempersiapkan suatu usaha atau pekerjaan yang baru 
  • Mereka yang tidak mencari pekerjaan, karena merasa tidak mungkin dalam mendapatkan pekerjaan, hal ini disebut dengan penganggur putus asa
  • Mereka yang telah memiliki pekerjaan, namun belum mulai bekerja. 
Pengangguran Konjungtural merupakan pengangguran yang diakibatkan oleh perubahan gelombang (naik turunnya) kehidupan perekonomian. Pada saat perekonomian mengalami masa resesi (kemunduran) dan masa depresi (kehancuran), perusahaan banyak yang mengalami kerugian. Jika perusahaan dalam keadaan merugi, sebagian tenaga kerja yang dipekerjakan tidak dapat diberi gaji sehingga perusahaan  akan mengambil kebijakan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap sebagian para pekerjanya. Mereka yang di PHK  akan menjadi penganggur. Penganggur demikian disebut pengangguran konjungtural.
Cara Mengatasi Pengangguran Konjungtural
Pengangguran Konjungtural, atau yang biasanya disebut siklikal merupakan jenis pengangguran yang disebabkan karena ketidakstabilan ekonomi suatu Negara yang terjadi karena daya beli masyarakat mengalami penurunan sehingga kebutuhan akan jasa dan barang pun ikut menurun. Adapun bebrapa cara mengatasi Pengangguran Konjungtural sebagai berikut:
1.      Memperbanyak proyek yang dapat mendorong daya beli masyarakat. Pemerintah bisa mulai merancang proyek yang akan memberikan dampak secara langsung pada masyarakat.
2.      Dengan meningkatkan ekonomi masyarakat, maka permintaan akan jasa dan barang pun meningkat karena masyarakat mampu memenuhi kebutuhannya.
3.      Merancang strategi promosi yang baik sehingga masyarakat tertarik untuk mengkonsumsi barang dan jasa yang dipasarkan.
DAMPAK PENGANGGURAN
1.    Dampak Ekonomi : seperti nilai GDP akan menurun, dan pendapatan nasional akan berkurang bersamaan denga turunnya standar hidup
2.    Dampak Sosial : seperti naiknya tingkat kejahatan, naiknya ketergantungan narkoba dan alkohol, hilangnya harga diri serta kepercayaan diri para pengangguran, dll
3.    Dampak Individu dan Keluarga : jumlah konsumsi akan bekurang, meningkatkan ketergantungan dengan pihak lain yang menjadi tumpangan mereka selama menganggur
Daftar Pustaka
-          Fathoni, Ahmad. 2014. Pengangguran Pengertian Jenis Penyebab. Indonesia. Zonasiswa.
-          Rizki, Rahmat. 2013. Penyebab Pengangguran dan Cara. Indonesia. Anonim.
-           Anonim. 2017. Cara Mengatasi Pengangguran Konjungtural. Indonesia. Anonim.

Selasa, 30 Mei 2017

Uang Uang Uang

Oleh: Muhammat Fauzi
@B34-Fauzi



Uang
Uang adalah alat tukar menukar yang diterima masyarakat dan digunakan sebagai alat untuk membayar berbagai barang atau jasa secara sah. Uang dalam ilmu ekonomi tradisional,

Senin, 22 Mei 2017

Investasi

Oleh: Muhammat Fauzi
          @B34- Fauzi




Investasi
Investasi adalah suatu istilah dengan beberapa pengertian yang berhubungan dengan keuangan dan ekonomi. Istilah tersebut berkaitan dengan akumulasi suatu bentuk aktiva dengan suatu harapan mendapatkan keuntungan pada masa depan. Terkadang, investasi disebut juga sebagai penanaman modal.
Menutut beberapa ahli
1.       James C Van Horn (1981) :Yaitu kegiatan yang dilangsungkan dengan memanfaatkan kas pada masa sekarang ini, dengan tujuan untuk menghasilkan barang di masa yang akan datang.
2.      Henry Simamora (2000:438) : Investasi adalah suatu aktiva yang digunakan oleh perusahaan untuk pertumbuhan kekayaannya melalui distribusi hasil investasi (seperti pedapatan bunga, royalty, deviden, pendapatan sewa dan lain – lain), untuk apresiasi nilai investasi, atau untuk manfaat lain bagi perusahaan yang berinvestasi, seperti manfaat yang diperoleh melalui hubungan dagang.
3.      Fitz Gerald (1978): Yaitu aktivitas yang berkaitan dengan usaha penarikan sumber-sumber yang dipakai untuk mengadakan modal barang pada saat sekarang ini. Barang modal tersebut akan menghasilkan aliran produk baru di masa yang akan datang.
Investasi di Indonesia
Sekarang bangsa Indonesia sudah banyak berkembang termasuk dalam bisnis dan keuangan, salah satunya investasi. Sudah banyak yang tertarik dan terjun dalam dunia investasi, bukan untuk melipatgandakan kekayaan, namun bertujuan untuk memikirkan masa depan.
Fungsinya sama seperti tunjangan hari tua atau juga kesehatan. Namun investasi dilakukan masuk kedalam rencana sendiri, sehingga anda dapat mengatur keuangan anda baik sekarang atau masa depan. Ada baiknya jika anda memiliki uang atau kekayaan lebih maka lakukan investasi.
Manfaat Investasi

Dilihat dari manfaat yang ditimbulkannya, investasi dapat dikelompokkan sebagai berikut:

A. Investasi yang bermanfaat untuk umum (Publik)

Investasi yang bermanfaat untuk umum (public, investasi dibidang infrastruktur (jalan, jembatan, pelabuhan, pasar dan seterusnya), investasi dibidang konservasi alam, investasi dibidang pengelolaan sampah investasi dibidang teknologi, investasi dibidang penelitian dan pengembangan, investasi dibidang olah raga, investasi di bidang pertahanan dan keamanan, serta investasi di bidang lainnya yang bermanfaat bagi masyarakat luas.

B. Investasi yang bermanfaat untuk kelompok tertentu

Investasi yang mendatangkan manfaat pada kelompok masyarakat tertentu, dan lingkungan tertentu, seperti Investasi di bidangg keagamaan, membangun sarana ibadah tertentu, investasi dibidang olahraga tertentu, investasi di bidang infrastruktur tertentu, investasi dibidang konservasi alam/lingkungan tertentu, investasi di bidang pengelolaan sampah di lingkungan tertentu, serta investasi di bidang lainnya yang bermanfaat bagi masyarakat atau kelompok tertentu.

C. Investasi yang bermanfaat untuk pribadi atau rumah tangga

Investasi yang mendatangkan manfaat bagi pribadi atau rumah tangga, dalam rangka memenuhi kebutuhan dan keinginannya di masa datang, seperti Investasi untuk perumahan pribadi maupun keluarga, investasi untuk pendidikan pribadi maupun keluarga, investasi dibidang kagamaan, investasi untuk usaha (mendapatkan penghasilan), serta investasi di bidang lainnya yang bermanfaat bagi pribadi maupun keluarga.

Proses Investasi 
Proses investasi menunjukkan bagaimana seharusnya seorang investor membuat keputusan investasi pada efek-efek yang bisa dipasarkan , dan kapan dilakukan. Untuk itu diperlukan tahapan sebagai berikut.
a.       Menentukan tujuan investasi
b.      Melakukan analisis Investor
c.       Melakukan pembentukan portofolio
d.      Melakukan evaluasi kinerja portofolio
e.       Melakukan revisi kinerja portofolio
Risiko dalam Investasi
        Dalam konteks manajemen investasi, risiko merupakan besarnya penyimpangan antara pengambilan yang diharapkan (expected return) dengan tingkat pengembalian yang dicapai secara nyata (actual return). Semakin besar penyimpangannya berarti semakin besar tingkat risikonya. Apabila risiko dinyatakan sebagai seberapa jauh hasil yang diperoleh bisa menyimpang dari hasil yang diharapkan, maka digunakan ukuran penyebaran. Alat statistik yang digunakan sebagai ukuran penyebaran tersebut adalah varians atau deviasi standar. Semakin besar nilainya, berarti semakin besar penyimpangannya (risikonya semakin tinggi).

Apabila dikaitkan dengan preferensi investor terhadap risiko, maka risiko dibedakan menjadi tiga, yaitu:
a.       Investor yang suka terhadap risiko (risk seeker)
Investor yang suka terhadap risiko (risk seeker) merupakan investor yang apabila dihadapkan pada dua pilihan investasi yang memberikan tingkat pengembalian yang sama dengan risiko yang berbeda, maka ia akan lebih suka mengambil investasi dengan risiko yang lebih besar. Biasanya investor jenis ini bersikap agresif dan spekulatif dalam mengambil keputusan investasi.
b.      Investor yang netral terhadap risiko (risk neutrality)
Investor yang netral terhadap risiko (risk neutrality) merupakan investor yang akan meminta kenaikan tingkat pengembalian yang sama untuk setiap kenaikan risiko. Investor jenis ini umumnya cukup fleksibel  dan bersikap hati-hati (prudent) dalam mengambil keputusan investasi.
c.       Investor yang tidak suka terhadap risiko (risk averter)
Investor yang tidak suka terhadap risiko (risk averter) merupakan investor yang  apabila dihadapkan pada dua pilihan investasi yang memberikan tingkat pengembalian  yang sama dengan risiko yang berbeda, maka ia akan lebih suka mengambil investasi dengan risiko lebih kecil. Biasanya investor jenis ini cenderung selalu mempertimbangkan secara matang dan terencana atas keputusan investasinya.
Jenis-jenis atau macam-macam investasi
a.       Reksa dana
yaitu wadah yang digunakan untuk menghimpun dana dari masyarakat yang dikelola oleh badan hukum yang bernama Manajer Investasi untuk kemudian diinvestasikan ke aset finansial lainnya. Dana itu biasanya disimpan di bank penyimpanan yang disebut dengan bank kustodian. Reksa dana adalah solusi bagi orang yang ingin berinvestasi dalam banyak aset namun memiliki dana yang terbatas. Hal ini dimungkinkan karena dana yang dihimpun dari banyak pihak cukup besar untuk kemudian dapat diinvestasikan pada saham, obligasi dan instrumen pasar uang sesuai dengan kebijakan dari Manajer Investasi.
b.      Mata uang asing
Segala macam mata uang asing biasanya dapat dijadikan alat investasi. Investasi dalam mata uang asing ini lebih beresiko dibandingkan dengan investasi lain seperti saham, karena nilai mata uang asing di Indonesia menganut sistem mengambang bebas (free float) yaitu benar-benar tergantung pada permintaan dan penawaran di pasaran. Di Indonesia mengambang bebas membuat nilai mata uang rupiah sangat fluktuatif.
c.       Properti
Investasi dalam properti yaitu investasi dalam bentuk tanah atau rumah.
Kesimpulan
Investasi adalah penggunaan suatu aktiva untuk pertumbuhan kekayaan (accreation of wealth) melalui distribusi hasil investasi (seperti bunga, royalti,dividen dan uang sewa) untuk apresiasi nilai investasi, atau untuk manfaat lain bagi perusahaan yang berinvestasi seperti manfaat yang diperoleh melalui hubungan perdagangan.
Daftar Pustaka
-          Anonim. 2016. Makalah Investasi. Indonesia. Tugas Makalah.
-          Ades, Panji. 2016. Materi Investasi Pengertian Proses. Indonesia. Anonim.
-          Kawaguchi, Hasan. 2014. Konsep Dan Pengertian Investasi. Indonesia. Anonim.
-          Anonim. 2017. Pemahaman Investasi Dan Conthnya. Indonesia. Notarisdanppt.
-          Anonim. 2017. Investasi. Indonesia. Wikipedia.


Selasa, 09 Mei 2017

Metode Penghitungan Pendapatan Nasional

@B34-Fauzi
Muhammat Fauzi





Abstrak
National income (pendapatan nasional) adalah salah satu aspek untuk menentukan tingkat perekonomian suatu negara. Pendapatan nasional baru dapat dihitung setelah diketahui nilai dari unsur-unsur ekonomi negara lainnya, antara lain GDP (Gross Domestic Product).

Senin, 17 April 2017

Perekonomian Di Maluku Utara

@B34- Fauzi
Oleh: Muhammat Fauzi

Perekonomian Maluku Utara



Provinsi Maluku Utara merupakan daerah hasil pemekaran dari Provinsi Maluku yang resmi berpisah pada tanggal 12 Oktober 1999. Provinsi Maluku Utara berada diantara 3º Lintang Utara sampai 3º Lintang Selatan dan 124º – 129º Bujur Timur. Provinsi Maluku Utara merupakan daerah kepulauan yang terdiri dari 805 buah pulau besar dan kecil, sekitar 82 pulau yang dihuni dan 723 pulau yang belum dihuni.
Luas wilayah Provinsi Maluku Utara 145.801,10 km2, terdiri dari luas lautan 113.796,53 km2 atau 69,08 persen dan luas daratan 32.004,57 km 2 atau 30,92 persen.
Pergerakan perekonomian daerah di Maluku Utara sebagian besar bersumber dari perekonomian rakyat yang bertumpu pada sektor pertanian, perikanan dan jenis hasil laut lainnya. Komoditas utama yang mendukung nadi perekonomian di Maluku Utara meliputi:
  1. Kopra
  2. Buah Pala
  3. Cengkeh
  4. Perikanan, yang sebagian telah diekspor ke Jepang
  5. Emas
  6. Nikel, yang sebagian telah diekspor ke Jepang
Tingkat Pertumbuhan Ekonomi Maluku Utara Membaik
Ternate (Antara Maluku) - Bank Indonesia (BI) mencatat pertumbuhan ekonomi Provinsi Maluku Utara (Malut), pada triwulan II 2013 sebesar 6,3 persen, melebihi pertumbuhan ekonomi nasional 5,8 persen..
Pertumbuhan ekonomi masih disumbang besar dari sektor pertambangan, sementara sektor lain terus memberikan sumbangan bagi pertumbuhan ekonomi, namun belum terlalu signifikan.
Pada 2011 inflasi terjadi sebesar 4,57 persen, sementara secara tahunan inflasi pada Juli 2013 tercatat sebesar 7,68 persen dengan faktor penyebab terbesar adalah dampak lanjutan naiknya harga BBM, permintaan selama Ramadhan dan Idul Fitri serta kondisi cuaca yang menghambat distribusi barang dan jasa.
Ekonomi Kreatif  Kunci Pertumbuhan Ekonomi Maluku Utara
Ekonomi kreatif merupakan aktivitas ekonomi yang dihasilkan sebagai output dari daya pikir, kreativitas, ide yang bersifat inovatif dan mengelaborasikannya dengan kemajuan teknologi informasi. Begitu ketatnya persaingan ekonomi di antara negara-negara maju dan berkembang saat ini, ekonomi kreatif berada pada posisi kunci, terutama bagi Indonesia.
Ketersediaan Sumber Daya Manusia (SDM) yang didukung dengan Sumber Daya Alam (SDA) yang memadai, program ekonomi kreatif sangat potensial untuk dikembangkan di seluruh wilayah Indonesia. Seperti halnya bila ekonomi kreatif dikembangkan di wilayah Maluku Utara, pengembangan ekonomi kreatif hingga kini terus dilanjutkan oleh pemerintah. Mengingat pula pertumbuhan ekonomi Maluku Utara juga semakin membaik dan menunjukkan kualitasnya. Menurut data yang dilansir Badan Pusat Statistik (BPS) Maluku Utara, pertumbuhan ekonomi Maluku Utara tahun 2015 adalah sebesar 6,10 persen. Kondisi ini terlihat lebih baik daripada tahun 2014 yang hanya sebesar 5,48 persen.

Ekonomi Malut tahun 2015 tumbuh 6,10 persen, meningkat dibandingkan tahun 2014 sebesar 5,48 persen
Badan Pusat Statistik (BPS) Maluku Utara (Malut) mencatat ekonomi daerah ini tumbuh 6,10 Persen, yang berdasarkan besaran Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga berlaku mencapai Rp 26.631,6 miliar.

"Ekonomi Malut tahun 2015 tumbuh 6,10 persen, meningkat dibandingkan tahun 2014 sebesar 5,48 persen," kata Kepala BPS Provinsi Malut, Misfaruddin, di Ternate.
"Struktur perekonomian Malut menurut lapangan usaha tahun 2015 didominasi oleh tiga lapangan usaha utama yaitu Pertanian, Kehutanan dan Perikanan (24,84 persen). Perda- gangan Besar-Eceran, Reparasi Mobil-Sepeda Motor (17,38 persen) dan Administrasi Pemerintahan, Pertahanan dan Jaminan Sosial Wajib (17,09 persen),"
Selain itu, ekonomi Malut pada triwulan IV-2015 tumbuh sebesar 6,05 persen bila dibandingkan triwulan IV-2015 (y-on-y).

Pertumbuhan didukung oleh seluruh lapangan usaha.

Konstruksi merupakan lapangan usaha yang memiliki pertumbuhan tertinggi sebesar 13,13 persen, diikuti Administrasi Pemerintahan, Pertahanan dan Jaminan Sosial Wajib sebesar sebesar 13,04 persen dan Jasa Pendidikan sebesar 12,21 persen.

"Struktur perekonomian Malut pada triwulan IV-2015 didominasi oleh tiga lapangan usaha utama yaitu Pertanian, Kehutanan dan Perikanan (23,96 persen), Adminstrasi Pemerintahan, Pertahanan dan Jaminan Sosial Wajib (18,53 persen) dan Perdagangan Besar-Eceran dan Reparasi Mobil-Sepeda Motor (17,31 persen),"
Pertumbuhan ekonomi pada triwulan IV-2016 tercatat sebesar 6,54% (yoy) lebih tinggi dari triwulan sebelumnya yang tercatat sebesar 5,61% (yoy). Dari sisi permintaan, akselerasi pertumbuhan ekonomi triwulan IV-2016 bersumber dari terjaganya tingkat konsumsi masyarakat dan adanya perbaikan perdagangan luar negeri Maluku Utara pada triwulan tersebut. Namun demikian, kontraksi konsumsi pemerintah dan perlambatan konsumsi rumah tangga masih membayangi pertumbuhan tersebut. Sementara itu dari sisi penawaran, akselerasi pertumbuhan sektor pertanian, pertambangan, dan perdagangan besar dan eceran menjadi motor utama penggerak pertumbuhan ekonomi pada triwulan IV-2016. Kestabilan harga-harga produk pertanian menjaga pendapatan petani dari subsektor tabama dan hortikultura pada level yang baik. Selain itu, peningkatan permintaan produk rempah-rempah dan kopra dari Jawa Timur menyebabkan pendapatan dari subsektor tanaman perkebunan tersebut pada level yang tinggi.
HAMBATAN PEMBANGUNAN MALUKU UTARA
Kendala
Upaya pembangunan daerah di Propinsi Maluku dihadapkan kepada berbagai kendala yang erat kaitannya dengan kondisi geografis dengan karakteristik wilayah yang kurang menguntung­kan, antara lain karakteristik fisik wilayah yang terdiri atas ratusan pulau besar dan kecil yang dipisahkan oleh perairan laut dalam yang luas, keterpencaran lokasi (jarak), keterbatasan areal lahan yang dapat dibudidayakan, dan adanya beberapa kawasan rawan bencana alam, terutama letusan gunung api yang menjadi kendala bagi pengembangan kegiatan produktif serta bagi pengembangan prasarana dan sarana dasar pembangunan, khususnya sistem transportasi. 

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEBERHASILAN PEMBANGUNAN DAERAH
a.           Pelaksanaan Otonomi di Daerah
Dalam rangka memperkukuh negara kesatuan serta memper­lancar penyelenggaraan pembangunan nasional, kemampuan pelak­sanaan pemerintahan di daerah tingkat I dan daerah tingkat II Propinsi Maluku, terutama dalam penyelenggaraan tugas desentra­lisasi, dekonsentrasi, dan pembantuan ditingkatkan agar makin mewujudkan otonomi yang nyata, dinamis, serasi, dan bertanggung jawab.
b.          Pengembangan Sektor Unggulan
Dalam upaya mencapai sasaran pertumbuhan ekonomi secara berkesinambungan, kebijaksanaan pembangunan ekonomi daerah dalam Repelita VI diarahkan untuk meningkatkan efisiensi dan produktivitas sektor unggulan yang diprioritaskan di Propinsi Maluku. Pembangunan pertanian dan industri serta sektor produktif lainnya akan ditingkatkan dan diarahkan untuk menghasilkan pertumbuhan ekonomi yang cukup tinggi.
c.     Pengembangan Usaha Nasional
Pengembangan usaha nasional yang meliputi usaha menengah dan kecil, koperasi, badan usaha milik negara (BUMN) dan badan usaha milik daerah (BUMD), serta usaha swasta diarahkan agar mampu tumbuh menjadi penggerak utama pembangunan ekonomi daerah, serta memperluas kesempatan usaha dan lapangan kerja menuju terwujudnya perekonomian daerah yang tangguh dan mandiri.
d.   Pengembangan Sumber Daya Manusia 
Pengembangan sumber daya manusia di Propinsi Maluku diarahkan untuk mewujudkan manusia berakhlak, beriman, dan bertaqwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa dengan menanamkan sejak dini nilai-nilai agama dan moral, serta nilai-nilai luhur budaya bangsa, baik melalui jalur pendidikan sekolah maupun pendidikan luar sekolah, serta pendidikan di lingkungan keluarga dan masyarakat. Demikian pula, pengembangan sumber daya manusia diarahkan untuk meningkatkan derajat kesehatan dan pendidikan, melalui peningkatan kualitas pendidikan umum, pendidikan kejuruan, maupun pendidikan agama, serta pelayanan kesehatan dan sosial kepada masyarakat melalui peningkatan ketersediaan dan sebaran prasarana dan sarana dasar secara makin berkualitas dan merata.
e.     Kependudukan
Kebijaksanaan di bidang kependudukan di Daerah Tingkat I Maluku diarahkan untuk mengendalikan pertumbuhan penduduk di daerah yang mempunyai kepadatan dan laju pertumbuhan penduduk yang tinggi, serta mengarahkan persebaran penduduk yang lebih merata terutama ke daerah jarang penduduk, dengan memperhatikan kemampuan daya dukung alam dan daya tampung lingkungan hidup.
     f.     Pengembangan Prasarana dan Sarana Ekonomi
Pengembangan prasarana dan sarana ekonomi, khususnya transportasi, di Daerah Tingkat I Maluku diarahkan untuk meningkatkan ketersediaan, efisiensi pemanfaatan, kualitas pelayanan, keterjangkauan pelayanan, dan efektivitas operasi dan pemeliharaan berbagai prasarana dan sarana ekonomi tersebut. Dalam Repelita VI sistem transportasi dikembangkan secara lebih luas dan terpadu terutama dengan mengembangkan pengembangan transportasi antarmoda dan antarpulau yang efisien, yang dapat menjangkau pula daerah terisolasi dan terbelakang.
h.     Pengembangan Kawasan Andalan
Kawasan andalan dikembangkan secara terencana dan terpadu dengan memperhatikan rencana tata ruang daerah, keterkaitan kota dengan daerah penyangganya, pertumbuhan penduduk, pengelolaan dan pembangunan lingkungan permukiman, lingkungan usaha, dan lingkungan kerja.


Daftar Pustaka
-       Anonim. 2017. Potensi di Tiap KabKota Provinsi Maluku Utara. Bkpmprovmalut. Maluku Utara.
-       Anonim. 2017. Profil Provinsi Maluku Utara. Bpkp. Jakarta.
-       Ade Nursiyono, Joko. 2016. Ekonomi Kreatif Kunci Pertumbuhan Ekonomi Maluku Utara. Kompasmania. Indonesia.
-       Fatah, Abdul. 2013. Tingkat Pertumbuhan Ekonomi Maluku Utara Membaik. Antaramaluku. Maluku.
-       Burhani, Ruslan. 2016. Ekonomi Maluku Utara Tumbuh 610 Persen. Antaranews. Indonesia.
-       Anonim. 2017. Kajian Ekonomi dan Keuangan Regional Provinsi Maluku Utara Februari 2017. Bankindonesia. Indonesia.
-       Hikmaningtyas. 2011. Perkembangan Ekonomi. Anonim. Indonesia,