.

Tampilkan postingan dengan label @B18-Edi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label @B18-Edi. Tampilkan semua postingan

Selasa, 13 Juni 2017

Pengertian dan Pengklasifikasian Sistem Ekonomi

 Pengertian Sistem Ekonomi

Sistem perekonomian adalah sistem yang digunakan oleh suatu negara untuk mengalokasikan sumber daya yang dimilikinya baik kepada individu maupun organisasi di negara tersebut. Perbedaan mendasar antara sebuah sistem ekonomi dengan sistem ekonomi lainnya adalah bagaimana cara sistem itu mengatur faktor produksinya.

Fungsi Sistem Ekonomi

Sistem ekonomi memiliki banyak kegunaan yang fungsi sangat vital bagi perekonomian suatu negara di seluruh dunia ini.  Fungsi sistem ekonomi adalah sebagai berikut... 
  • Sebagai penyedia dorongan untuk berproduksi.
  • Berfungsi dalam mengkoordinasi kegiatan individu dalam suatu perekonomian.
  • Sebagai pengatur dalam pembagian hasil produksi di seluruh anggota masyarakat agar dapat terlaksana seperti yang diharapkan
  • Menciptakan mekanisme tertentu agar distribusi barang dan jasa berjalan dengan baik.

  Klasifikasi Sistem Ekonomi

A. Berdasarkan Mekanisme Koordinasi

1. Sistem Ekonomi Tradisional.
Ciri-ciri sistem ini sebagai berikut :
1. Kegiatannya sangat terbatas.
2. Tidak adanya pemisah yang tegas antara rumah tangga produksi dan rumah tangga konsumsi sehingga bisa dianggap masih dalam satu kesatuan.
3. Teknologi yang digunakan sangat terbatas.
4. Masyarakatnya sangat statis karena tidak adanya hubungan dengan dunia luar.

Kelebihan Sistem Ekonomi Tradisional :
  1. Tidak terdapat persaingan yang tidak sehat, hubungan antar individu sangat erat
  2. Masyarakat merasa sangat aman, karena tidak ada beban berat yang harus dipikul
  3. Tidak individualistis
Kekurangan Sistem Ekonomi Tradisional :
  1. Teknologi yang digunakan masih sangat sederhana, sehingga produktivitas rendah
  2. Mutu barang hasil produksi masih rendah
 2. Sistem Ekonomi Komando.
Ciri-ciri sistem ini sebagai berikut :
1. Kegiatan ekonominya diatur oleh pemerintah.
2. Tidak ada kebebasan dalam usaha.
3. Kegiatan ekonomi tidak melibatkan masyarakat atau swata.
4. Tidak ada tukar-menukar.

Kelebihan Sistem Ekonomi Komando :
  • Pemerintah lebih mudah mengendalikan inflasi, pengangguran dan masalah ekonomi lainnya
  • Pasar barang dalam negeri berjalan lancar
  • Pemerintah dapat turut campur dalam hal pembentukan harga
  • Relatif mudah melakukan distribusi pendapatan
  • Jarang terjadi krisis ekonomi
Kekurangan Sistem Ekonomi Komando :
  • Mematikan inisiatif individu untuk maju
  • Sering terjadi monopoli yang merugikan masyarakat
  • Masyarakat tidak memiliki kebebasan dalam memilih sumber daya
 3. Sistem Ekonomi Liberal.
Ciri-ciri sistem ini sebagai berikut :
1. Hak milik perorangan diakui.
2. Kegiatan yang dilakukan bersifat profit oriented.
3. Produksi dilaksanakan dengan tujuan mendapatkan laba.
4. Kebebasan masyarakat untuk berinovasi dan berimprovisasi diakui dan dihormati.
5. Keikutsertaan pemerintah hanya terbatas pada pembuatan peraturan dan kebijakan ekonomi.
6. Tiap orang bebas memilih pekerjaan dan bebas memiliki alat-alat produksi.

Kelebihan Sistem Ekonomi Liberal :
  1. Menumbuhkan inisiatif dan kreasi masyarakat dalam mengatur kegiatan ekonomi
  2. Setiap individu bebas memiliki sumber-sumber produksi
  3. Munculnya persaingan untuk maju
  4. Barang yang dihasilkan bermutu tinggi
  5. Efisiensi dan efektivitas tinggi karena setiap tindakan ekonomi didasarkan atas motif mencari laba
Kekurangan Sistem Ekonomi Liberal :
  1. Sulitnya melakukan pemerataan pendapatan
  2. Cenderung terjadi eksploitasi kaum buruh oleh para pemilik modal
  3. Munculnya monopoli yang dapat merugikan masyarakat
  4. Sering terjadi gejolak dalam perekonomian
B. Berdasarkan Ideologi.

 1. Sistem Ekonomi Kapitalis (Capitalist Ekonomy).
 ciri-ciri ekonomi kapitalis / liberal adalah sebagai berikut :
1) Motif yang menggerakan perekonomian mencari keuntungan.
2) Pengakuan yang luas atas hak-hak pribadi.
3) Perekonomian diatur oleh Mekanisme Pasar.
4) Campur tangan pemerintah diminimalkan.

Kelebihan Sistem Ekonomi Kapitalis :
  1. Lebih efisien dalam memanfaatkan sumber-sumber daya dan distribusi barang-barang.
  2. Kreativitas masyarakat menjadi tinggi karena adanya kebebasan melakukan segala hal yang terbaik dirinya.
  3. Pengawasan politik dan sosial minimal, karena tenaga waktu dan biaya yang diperlukan lebih kecil.
Kekurangan Sistem Ekonomi Kapitalis :
  1. Tidak ada persaingan sempurna. Yang ada persaingan tidak sempurna dan persaingan monopolistik.
  2. Sistem harga gagal mengalokasikan sumber-sumber secara efisien, karena adanya faktor-faktor eksternalitas  (tidak memperhitungkan yang menekan upah buruh dan lain-lain).
 2. Sistem Ekonomi Sosialis (Socialist Economy).
Dalam Sistem ekonomi ini pada umumnya memiliki cirri-ciri sebagai berikut :
1) Menurut sosialis, kemakmuran akan tercapai dengan berdasarkan pada kemakmuran bersama melalui konsep   kepemilikan sosial.
2) Sosialisme sebagai gerakan ekonomi muncul sebagai perlawanan terhadap ketidak adilan yang timbul dari kapitalisme.
3) Dalam masyarakat sosialis hal yang menonjol adalah kolektivisme atau rasa kebersamaan.

Kelebihan sistem ekonomi Sosialis :
  1. Disediakannya kebutuhan pokok oleh pemerintah
  2. Kegiatan ekonomi didasarkan perencanaan negara
  3. Produksi dikelola oleh Negara
Kelemahan Sistem Ekonomi Sosialis :
  1. Sulit melakukan transaksi
  2. Membatasi kebebasan
  3. Mengabaikan pendidikan moral
3. Sistem Ekonomi Islam (Islamic Economy).
Dalam sistem ekonomi Islam ini memiliki ciri-ciri umum sebagai berikut :
1) Ekonomi Syariah.
2) Hak Kepemilikan.
3) Konsep kepemilikan.
4) Kebebasan Berekonomi.
5) Spiritualisme dalam Sistem Ekonomi Islam.
6) Konsep Rasionalitas Ekonomi.

Sistem ekonomi Islam memiliki kelebihan sebagai berikut:
1) Menjunjung Kebebasan Individu

2) Mengakui hak individu terhadap harta
3) Ketidaksamaan ekonomi dalam batas yang wajar
4) jaminan sosial
5) Distribusi kekayaan
6) Larangan menumpuk kekayaan
7) Kesejahteraan individu dan masyarakat

Kelemahan Sistem ekonomi Islam  
1) Lambatnya perkembangan literatur ekonomi Islam
2) Praktek ekonomi konvensional lebih dahulu dikenal
3) Tiada representasi ideal Negara yang menggunakan system ekonomi Islam
4) Pengetahuan sejarah pemikiran ekonomi Islam kurang
 5) Pendidikan masyarakat yang materialism's
    
4. Sistem Ekonomi Campuran.
Tidak ada satu definisi yang pasti untuk ekonomi campuran, tetapi aspek penting yang menjadi cirinya adalah terdapatnya tingkat kebebasan ekonomi individu (termasuk kepemilikan industri secara individu) yang bersipadu dengan ekonomi terancang (termasuk campur tangan atas tanggung jawab sosial, pemulihan lingkungan, atau pemilikan aset atau sumber pengeluaran oleh negara).

Kebaikan sistem ekonomi campuran
  • Kebebasan berusaha
  • Hak individu berdasarkan sumber produksi walaupun ada batas
  • Lebih mementingkan umum dari pada pribadi
Kelemahan sistem ekonomi campuran
  • Beban pemerintah berat dari pada beban swasta
  • Pihak swasta kurang memaksimalkan keuntungan
Sumber:




Kamis, 08 Juni 2017

Inflasi di Kalimantan Timur tahun 2015

 Provinsi Kalimantan Timur

Provinsi Kalimantan Timur mengalami inflasi sebesar 4,89 persen sepanjang 2015, sehingga kondisi ini tidak jauh beda dengan perkiraan Bank Indonesia Perwakilan Kaltim yang menargetkan inflasi 4 persen plus minus 1 persen.

"Inflasi pada 2015 lebih terkendali jika dibandingkan dengan inflasi beberapa tahun sebelumnya. Misalnya, inflasi 2014 yang mencapai 7,66 persen dan inflasi sepanjang 2013 sebesar 9,65 persen," ujar Kepala Badan Pusat Statistik Provinsi Kaltim Aden Gultom di Samarinda, Senin.

Berdasarkan catatan BPS Kaltim, inflasi tahun kalender 2015 merupakan pergerakan paling rendah dalam beberapa tahun terakhir, karena sepanjang tahun-tahun sebelumnya tingkat inflasinya selalu tinggi.

Jika dilihat berdasarkan tiga kota pembentuk inflasi di Kaltim, maka inflasi tertinggi tercatat di Balikpapan yang mencapai 6,26 persen, Kota Samarinda sebesar 4,24 persen, dan Tarakan sebesar 3,42 persen.

Kota Balikpapan 

Data dari Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Balikpapan menunjukkan pada bulan Desember 2015 lalu Kota Balikpapan mengalami inflasi sebesar 0,76 persen. Sementara keseluruhan tahun 2015, atau inflasi year on year, Kota Balikpapan mengalami inflasi sebesar 6,26 persen.

"Dari inflasi sebesar 6,26 persen ini, Balikpapan menempati urutan kedua sebagai Kabupaten /Kota dengan inflasi tertinggi sepanjang 2015 se Kalimantan. Yang pertama adalah Tanjung, kalsel yaitu 6,69 persen, kemudian setelah Balikpapan ada Pontianak 6,17 persen," ujar Nur Wahid, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Balikpapan, Senin, 4 Januari 2016.
Akan tetapi, Nur mengungkapkan, inflasi yang terjadi di tahun 2015 ini lebih kecil dibanding tahun sebelumnya, yakni 7,0 persen. BPS sendiri sebenarnya mentargetkan inflasi di 2015 adalah sebesar 5 persen, namun kenyataannya sedikit diatas target yaitu 6,26 persen.

Kota Samarinda 


Laju inflasi di Kalimantan Timur (Kaltim) tahun 2015 tercatat sebesar 4,89% (yoy/year on year). Angka tersebut masih dalam interval target indikatif sebesar 4+1% (yoy). Batas bawah target inflasi adalah 3% (yoy), sedangkan batas atasnya adalah 5% (yoy).
 
Menurut Kepala Perwakilan BI Provinsi Kaltim, Mawardi B.H. Ritonga, capaian inflasi Kaltim tahun 2015 lebih rendah dibandingkan dengan inflasi Kaltim dalam tiga tahun terakhir, yaitu pada tahun 2014 sebesar 7,66% (yoy), tahun 2013 sebesar 9,65%, dan tahun 2012 sebesar 5,60% (yoy).

Ritonga menjelaskan, di regional Kalimantan untuk tahun 2015, angka inflasi Kaltim menempati posisi terendah kedua setelah inflasi Kalteng yang tercatat sebesar 4,74% (yoy). Sementara itu, inflasi Kalsel dan Kalbar berada di atas inflasi Kaltim, masing-masing sebesar 5,14 % (yoy) dan 5,79 % (yoy).

"Meskipun demikian, inflasi seluruh provinsi di Kalimantan masih berada di atas realisasi inflasi nasional sebesar 3,35% (yoy)," ujar Ritonga.

Secara disagregrasi, kelompok pangan bergejolak (volatile foods) mengalami inflasi terbesar sepanjang tahun 2015, yakni sebesar 9,72% (yoy), meningkat dibandingkan inflasi kelompok ini di tahun 2014 sebesar 7,67% (yoy).

Kota Tarakan 

Di bulan Oktober 2015, terjadi inflasi sebesar 0.33 persen atau kenaikan 129.21 pada bulan Sepetember 2015 menjadi 129,64 pada  bulan Oktober 2015. Dengan angka inflasi tersebut, maka laju inflasi “tahun kalender” (Oktober 2015 terhadap Desember 2014) Kota Tarakan mencapai 2,38 persen dan laju inflasi “year on year” (Oktober 2015 terhadap Oktober2014 ) mencapai 6,72 persen.

Kesimpulan  


Table
Inflation Rate of Samarinda, Balikpapan, Tarakan, Kalimantan Timur and National (2012 = 100), Year  2015






Bulan
Samarinda
Balikpapan
Tarakan
Kalimantan Timur
Nasional
Month
(1)
(2)
(3)
(4)
(5)
(6)






  1.   Januari
0,59
1,69
0,35
0,97
-0,24
  2.   Februari
-0,17
0,72
-0,5
0,12
-0,36
  3.   Maret
-0,24
-0,71
-0,01
-0,39
0,17
  4.   April
0,24
-0,32
0,21
0,02
0,36
  5.   Mei
0,13
0,75
0,44
0,41
0,5
  6.   Juni
0,8
1,23
0,57
0,93
0,54
  7.   Juli
1,03
2,04
1,4
1,46
0,93
  8.   Agustus
0,11
-0,23
-0,15
-0,06
0,39
  9.  September
-0,06
-0,13
-0,29
-0,11
-0,05
10.  Oktober
0,18
0,87
0,33
0,46
-0,08
11.  Nopember
0,26
-0,54
0,05
-0,07
0,21
12.  Desember
1,3
0,76
0,97
1,05
0,96

Inflasi terbesar penyusun inflasi Kalimantan Timur adalah pada kota Balikpapan. Yang menyebabkan tingginya pula inflasi pada Provinsi Kalimantan Timur.

Sumber :