.

Selasa, 09 Mei 2017

Metode - Metode Penghitungan Pendapatan Nasional



@B24-DHICO
Oleh: Dhico Imtinan Setyowati

Abstrak
Apabila keseluruhan produk dan jasa yang dihasilkan dalam satu  tahun dihitung, maka akan diperoleh produk nasional atau pendapatan nasional. Metode perhitungan pendapatan nasional merupakan salah satu cara untuk mementukan jumlah atau besar dari nilai pendapatan nasional tersebut.
Metode perhitungan pendapatan nasional memiliki beberapa fungsi selain untuk mengethaui jumlah pendapatan nasional suatu negara, metode perhitungan ini juga bisa dijadikan alat evaluasi, dengan hasil yang diberikan pemerintahan suatu negara bisa menilai dan mengevaluasi kinerja para sumber daya manusianya, mereka bisa mengukur produktifitas negaranya.

Kata kunci: Metode, Penghitungan, Pendapatan Nasional

Pendahuluan
Manusia  dalam kehidupan sehari-harinya tidak bisa dilepaskan dengan kegiatan konsumsi, baik konsumsi dalam memenuhi kebutuhan pokok seperti pangan, sandang dan papan, maupun kegiatan konsumsi untuk memenuhi kebutuhan lainnya. Pengeluaran konsumsi melekat pada setiap manusia mulai dari lahir sampai dengan akhir hidupnya, artinya setiap orang sepanjang hidupnya melakukan kegiatan konsumsi. Oleh karena itu, kegiatan konsumsi memegang peranan penting dalam kehidupan manusia.
Pengeluaran konsumsi masyarakat/rumah tangga merupakan salah satu variabel makro ekonomi. Dalam identitas Pendapatan Nasional menurut pendekatan pengeluaran, variabel ini lazim dilambangkan dengan huruf C, inisial dari kata Consumption. Secara makro agregat,  pengeluaran konsumsi masyarakat berbanding lurus dengan Pendapatan Nasional. Semakin besar pendapatan maka semakin besar pula pengeluaran konsumsi. Perbandingan besarnya tambahan pengeluaran konsumsi terhadap pendapatan disebut hasrat marginal untuk berkonsumsi (Marginal  Propensity to Consume : MPC.
Menurut Rahardja (2001:45), “pengeluaran konsumsi terdiri atas konsumsi pemerintah (government consumption) dan konsumsi masyarakat atau rumah tangga (household consumption)”.

Permasalahan
Dari pendahuluan tersebut maka dapat dirumuskan masalah sebagi berikut :
1.      Apa yang dimaksud dengan Pendapatan Nasional?
2.      Metode – metode apa saja yang digunakan untuk melakukan Penghitungan Pendapatan Nasional?

Pembahasan
Pendapatan Nasional adalah jumlah dari pendapatan faktor-faktor produksi yang digunakan untuk memproduksikan barang dan jasa oleh suatu negara dalam tahun tertentu. Tujuan suatu perusahaan untuk melakukan kegiatan ekonomi adalah untuk menghasilkan barang dan jasa yang diperlukan masyarakat. Apabila keseluruhan produk dan jasa yang dihasilkan dalam satu  tahun dihitung, maka akan diperoleh produk nasional atau pendapatan nasional.
Produk dan jasa yang dihasilkan dalam suatu negara dinyatakan dalam unit yang berbeda seperti ton, barel, helai, dan lain-lain. Oleh karena itu, untuk menentukan jumlahnya dinyatakan dalam nilai uang. Dengan demikian, pendapatan nasional merupakan nilai barang akhir dan jasa akhir yang dihasilkan oleh suatu negara dalam satu tahun tertentu.
            Selain pengertian pendapatan nasional di atas, ada juga beberapa definisi pendapatan nasional sebagai berikut :
1.      Pendapatan nasional adalah jumlah barang yang jasa yang dihasilkan oleh suatu negara dalam jangka waktu tertentu, biasanya diukur dalam waktu  watu tahun.
2.      Pendapatan nasional merupakan keseluruhan pendapatan yang diterima oleh semua faktor produksi dalam suatu negara selama satu tahun.
3.      Pendapatan nasional adalah jumlah pengeluaran untuk membeli barang dan jasa yang diproduksi dalam satu negara selama satu periode tertentu.
Orang pertama yang berusaha menaksir pendapatan negaranya adalah Sir William Petty dari Inggris. ia menaksir pendapatan negaranya pada tahun 1665.
Pendapatan nasional merupakan salah satu elemen yang mempengaruhi perekonomian suatu negara. Secara umum, definisi pendapatan nasional adalah ukuran nilai total barang dan jasa yang dihasilkan suatu negara dalam periode tertentu, biasanya dalam waktu satu tahun dan dinyatakan dalam satuan uang.
Pendapatan Nasional dapat dibedakan menjadi dua yaitu Pendapatan Domestik Bruto dan Pendapatan Nasional Bruto (PNB). Pendapatan domestik bruto adalah nilai barang-barang dan jasa-jasa yang diproduksikan di dalam Negara tersebut dalam suatu tahun tertentu. Sedangkan Pendapatan Nasional bruto adalah nilai dari semua barang jadi dan jasa yang diproduksi oleh faktor-faktor produksi domestik dalam negeri dalam suatu periode tertentu. Pendapatan Nasional secara agregatif menunjukkan kemampuan suatu negara dalam menghasilkan pendapatan/balas jasa kepada faktor faktor produksi yang ikut berpartisipasi  dalam proses produksi daerah tersebut. Dengan kata lain Pendapatan Nasional menunjukkan gambaran Production Orginated.
Metode perhitungan pendapatan nasional merupakan salah satu cara untuk mementukan jumlah atau besar dari nilai pendapatan nasional tersebut. Metode perhitungan pendapatan nasional memiliki beberapa fungsi selain untuk mengethaui jumlah pendapatan nasional suatu negara, metode perhitungan ini juga bisa dijadikan alat evaluasi, dengan hasil yang diberikan pemerintahan suatu negara bisa menilai dan mengevaluasi kinerja para sumber daya manusianya, mereka bisa mengukur produktifitas negaranya. Adapun untuk mengetahui jumlah atau nilai dari pendapatan nasional ada 3 metode dalam perhitungannya, yakni metode perhitungan pendapatan nasional dengan pendekatan produksi, pendekatan pendapatan dan pendekatan pengeluaran.

1.      Metode Produksi atau Metode Output (Output Approach).
Dalam metode ini dijelaskan bahwa perhitungan pendapatan nasional dihitung dari penjumlahan seluruh hasil produksi suatu produk baik barang maupun jasa yang dihasilkan atau diperoleh dari seluruh pelaku kegiatan ekonomi yang ada dalam satu negara serta dalam satu periode ekenomi tertentu kurang lebih tiap tahun sekali. Cara menghitung pendapatan nasionalnya yaitu dengan mengalikan jumlah seluruh produk baik barang ataupun jasa yang telah dihasilkan atau diproduksi dalam kururn waktu satu tahun dengan harga satuan tiap produknya bisa berbentuk barang maupun jasa. Dirumuskan dengan : {(P1 x Q1) + (P2 x Q2) + (P3 x Q3) + ….. + (Pn x Qn)}
Keterangan :
Y         : Pendapatan nasional
P          : Jumlah produk yang diproduksi
Q         : Harga satuan suatu produk
Dalam perhitungan pendapatan nasional dengan pendekatan produksi ini ada satu hal penting yang harus diingat yaitu janagan sampai melakukan penjumlahan berulang (multiple accounting) terhdapat suatu produk baik barang maupun jasa. Oleh sebab itulah aspek yang harus dijumlahkan dalam perhitungan yakni nilia tambah (value added) suatu produk baik brang maupun jasa, bukan dilihat dari nilai akhirnya.

2.      Metode Pendapatan (Income Approach).
Menurut metode ini, pendapatan nasional adalah penjumlahan dari semua pendapatan yang diterima pemilik faktor produksi di suatu negara dalam satu tahun. Artinya, pendapatan nasional adalah penjumlahan dari upah atau gaji, sewa, bunga, dan keuntungan yang diterima para pemilik factor produksi. Pendapatan nasional menurut pendekatan pendapatan dapat dirumuskan sebagai berikut:
Y = W + r + i + P

Keterangan:
·         Y    = Pendapatan Nasional
·         W   = Wage (upah atau gaji) adalah pendapatan yang diterima pemilik factor
                                   produksi tenaga kerja
·         r      = Rent (sewa) adalah pendapatan yang diterima pemilik faktor produksi
                                  tanah, gedung, dan harta tetap lainnya
·         i      = Interest (bunga) adalah pendapatan yang diterima pemilik factor
                                  produksi modal
·         P     = Profit (keuntungan) adalah pendapatan yang diterima pemilik factor
                                  produksi kewirausahaan

3.      Metode Pengeluaran ( Expenditure Approach).
Menurut metode pengeluaran, nilai PDB (Produk Domestik Bruto) merupakan nilai total pengeluaran dalam perekonomian selama periode tertentu. Ada beberapa jenis pengeluaran agregat dalam suatu perekonomian:
1.      Konsumsi Rumah Tangga (Household Consyption)
Pengeluaran sektor rumah tangga dipakai untuk konsumsi akhir, baik barang dan jasa yang habis dipakai dalam tempo setahun atau kurang maupun barang yang dapat dipakai lebih dari setahun/barang tahan lama.

2.      Konsumsi Pemerintah (Government Consuption)
Yang masuk dalam perhitungan konsumsi pemerintah adalah pengeluaran – pengeluaran pemerintah yang digunakan untuk memebeli barang dan jasa akhir. Pengeluaran tunjangan sosial tidak masuk dalam perhitungan ini. Itu sebabnya dalam statistik PDB, pengeluaran konsumsi pemerintah nilainya lebih kecil daripada pengeluaran yang tertera dalam anggaran pemerintah (sisi pengeluaran anggaran negara).

3.      Pembentukan Modal Tetap Domestik Bruto (Investment Expenditure)
PMTDB merupakan pengeluaran sektor dunia usaha. Pengeluaran ini dilakukan untuk memelihara dan memperbaiki kemampuan menciptakan / meningkatkan nilai tambah. Termasuk dalam PMTDB adalah perubahan stok, baikberupa barang jadi maupun barang setengah jadi. PMTDB ini menunjukkan bahwa pendekatan pengeluaran lebih mempertimbangkan barang – barang modal yang baru (newly capital goods).

4.      Ekspor Neto (Net Export)
Ekspor bersih adalah selisih antara nilai ekspor dengan nilai impor. Ekspor yang positif menunjukkan bahwa ekspor lebih besar daripada impor. Begitu juga sebaliknya. Perhitungan ekspor neto dilakukan bila perekonomian melakukan transaksi dengan perekonomian lain (dunia).
Nilai PDB berdasarkan metode pengeluaran adalh nilai total 5 jenis pengeluaran tersebut:
PDB = C + G + I + (X-M)
Dimana:
C     = Konsumsi rumah tangga
G     = Konsumsi / pengeluaran pemerintah
I      = PMTDB
X     = Ekspor
M    = Impor

            Dari ketiga metode penghitungan pendapatan nasional tersebut, Indonesia menggunakan metode penghitungan menurut pendekatan nilai produksi dan pendekatan pengeluaran. Sedangkan negara maju seperti Amerika Serikat menggunakan pendekatan pengeluaran dan pendekatan pendapatan.

Kesimpulan
1.      Pendapatan Nasional adalah jumlah dari pendapatan faktor-faktor produksi yang digunakan untuk memproduksikan barang dan jasa oleh suatu negara dalam tahun tertentu.
2.      Metode perhitungan pendapatan nasional merupakan salah satu cara untuk mementukan jumlah atau besar dari nilai pendapatan nasional tersebut. Metode perhitungan pendapatan nasional memiliki beberapa fungsi selain untuk mengetahui jumlah pendapatan nasional suatu negara, metode perhitungan ini juga bisa dijadikan alat evaluasi, dengan hasil yang diberikan pemerintahan suatu negara bisa menilai dan mengevaluasi kinerja para sumber daya manusianya, mereka bisa mengukur produktifitas negaranya.
3.      Ada 3 metode penghitungan Pendapatan Nasional :
a.       Metode Produksi atau Metode Output (Output Approach).
b.      Metode Pendapatan (Income Approach).
c.       Metode Pengeluaran ( Expenditure Approach):
1.    Konsumsi Rumah Tangga (Household Consyption)
2.    Konsumsi Pemerintah (Government Consuption)
3.    Pembentukan Modal Tetap Domestik Bruto (Investment Expenditure)
4.    Ekspor Neto (Net Export)

Daftar pustaka
Rahardja, Pratama; Manurung, Mandala. 2008. Pengantar Ilmu Ekonomi (Mikroekonomi dan Makroekonomi). Jakarta: Lembaga Penerbit Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia.

Kholis, Muhammad; Astuti, Diah; Febrianti, Rini. 2016. Hubungan Antara Pendapatan Nasional dan Investasi di Indonesia (Suatu Kajian Ekonomi Makro Dengan Model Var). No. 1 / Vol.12. http://library.gunadarma.ac.id/journal/files/15749/hubungan-antara-pendapatan-nasional-dan-investasi-diindonesia-suatu-kajian-ekonomi-makro-dengan-model-var. (Diakses pada 7 Mei 2017).

Ragandhi, Arsad. Pengaruh Pendapatan Nasional, Inflasi, dan Suku Bunga Deposito Terhadap Konsumsi Masyarakat di Indonesia. http://eprints.uns.ac.id/1803/1/3-3-1-PB.pdf. (Diakses pada 7 Mei 2017)

Anonim. 2016. Pengertian Pendapatan Nasional dan Konsep Pendapatan Nasional.  http://manajemenpaper.blogspot.com/2016/02/pengertian-pendapatan-nasional-dan.html. (Diakses pada 7 Mei 2017).

Nizar, Muhammad. 2015. Pengaruh Pendapatan Nasional dan Inflasi, Terhadap Konsumsi Masyarakat. http://nizaryudharta.blogspot.co.id/2015/06/pengaruh-pendapatan-nasional-dan.html. (Diakses pada 7 Mei 2017).

Respati, Dian. 2015. Metode Penghitungan Pendapatan Nasional. http://ekonomisku.blogspot.co.id/2015/04/metode-penghitungan-pendapatan-nasional.html. (Diakses pada 7 Mei 2017).

Anonim. 2015. Metode Perhitungan Pendapatan Nasional – Produksi, Pengeluaran dan Pendapatan. http://dosenekonomi.com/ilmu-ekonomi/ekonomi-makro/metode-perhitungan-pendapatan-nasional. (Diakses pada 7 Mei 2017).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.