.

Selasa, 28 Maret 2017

Mengenai Biaya Produksi yang Terjadi


@A22-Tia

Oleh : Tia Afrilia


Abstrak
Produksi merupakan suatu kegiatan yang dikerjakan untuk menambah nilai guna suatu benda atau menciptakan benda baru sehingga lebih bermanfaat dalam memenuhi kebutuhan.
Kegiatan menambah daya guna suatu benda tanpa mengubah bentuknya dinamakan produksi jasa. Sedangkan kegiatan menambah daya guna suatu benda dengan mengubah sifat dan bentuknya dinamakan produksi barang.
Produksi bertujuan untuk memenuhi kebutuhan manusia untuk mencapai kemakmuran. Kemakmuran dapat tercapai jika tersedia barang dan jasa dalam jumlah yang mencukupi. Orang atau perusahaan yang menjalankan suatu proses produksi disebut Produsen.



Pengertian Biaya Produksi

Menurut Ratna (2014), Biaya produksi adalah semua pengeluaran yang dilakukan oleh perusahaan untuk memperoleh faktor-faktor produksi dan bahan-bahan mentah yang akan digunakan untuk menciptakan barang-barang yang diproduksikan perusahaan tersebut.
Biaya dalam pengertian Ekonomi ialah semua “ beban “ yang harus ditanggung untuk menyediakan suatu barang agar siap dipakai oleh konsumen.  Biaya dalam pengertian Produksi ialah Semua “beban” yang harus ditanggung oleh Produsen untuk menghasilkan suatu Produksi.
Biaya produksi adalah beban yang harus ditanggung oleh produsen dalam bentuk uang untuk menghasilkan suatu barang / jasa. Menetapkan biaya produksi berdasarkan pengertian tersebut memerlukan kecermatan karena ada yang mudah diidentifikasikan, tetapi ada juga yang sulit diidentifikasikan.

Biaya produksi dapat meliputi unsur-unsur sebagai berikut:
a.      Bahan baku atau bahan dasar termasuk bahan setengah jadi
b.      Bahan-bahan pembantu atau penolong
c.       Upah tenaga kerja dari tenaga kerja kuli hingga direktur
d.      Penyusutan peralatan produksi
e.      Uang modal, sewa
f.  Biaya penunjang seperti biaya angkut, biaya administrasi, pemeliharaan, biaya listrik, biaya keamanan dan asuransi
g.      Biaya pemasaran seperti biaya iklan
h.      Pajak



Jenis-Jenis Biaya Produksi

            Menurut Erlita (2014), ada beberapa jenis biaya produksi, yaitu :
1.      Biaya Produksi Jangka Pendek
Biaya total jagka pendek (total cost) sama dengan biaya tetap ditambah biaya variabel. Biaya tetap (fixed cost) adalah biaya yang besarnya tidak tergantung pada julah produksi, contohnya biaya barang modal, gaji pegawai, bunga pinjaman, sewa gedung kantor. Bahkan pada saat persahaan tidak berproduksi (q=0), biaya tetap harus dikeluarkan dalam jumlah sama. Biaya variabel (varibale cost) adalah biaya yang besarnya tergantung pada tingkat produksi, contohnya upah buruh, biaya bahan baku.
2.      Biaya Produksi Jangka Panjang
      Dalam jangka panjang semua biaya adalah variabel karena itu biaya yang relevan dalam jangka panjang adalah biaya total, biaya variabel, biaya rata-rata dan biaya marginal. Perubahan biaya total adalah sama dengan perubahan biaya variabel dan sama dengan biaya marginal.
3.      Biaya Peluang
      Biaya peluang atau biaya kesempatan (Opportunity Cost) adalah biaya yang dikeluarkan ketika memilih suatu kegiatan. Berbeda dengan biaya sehari-hari, biaya peluang muncul dari kegiatan alternatif yang tidak bisa kita lakukan. Sebagai contoh, misalkan seseorang memiliki uang Rp 10.000.000. Dengan uang sebesar itu, ia memiliki kesempatan untuk bertamasya ke Bali atau membeli sebuah TV. Jika ia memilih untuk membeli TV, ia akan kehilangan kesempatan untuk menikmati keindahan Bali; begitu pula sebaliknya, apabila ia memilih untuk bertamasya ke Bali, ia akan kehilangan kesempatan untuk menonton TV. "Kesempatan yang hilang" itulah yang disebut sebagai biaya peluang.



            Menurut Imam (2012), terdapat beberapa konsep biaya pokok pada saat ini, meliputi :
a.      Biaya Tenaga Kerja
b.      Biaya barang modal
c.       Biaya kewirausahaan



Cara Meminimalkan Biaya Produksi

Cari cara untuk mendapatkan bahan baku dengan kualitas baik tapi dengan harga murah. Adanya daging potongan murah yang biasanya sisa dari potongan fillet. Fillet daging atau ikan untuk pasokan resto atau hotel biasanya ukurannya standar, maka untuk membentuk ukuran ini, seringkali pemasok memotong sisi pinggir daging. Nah potongan sisa ini sama segar dan baiknya dengan fillet itu sendiri tapi harganya bisa turun hingga 70%. Cara tenaga kerja yang rendah biayanya. Rekruit tenaga kerja yang sesuai dengan kapasiatas usaha Anda, jika tidak perlu jangan rekruit  tenaga berpendidikan tinggi.
Jika usaha Anda membutuhkan tenaga kerja dalam jumlah banyak sebaiknya pilih lokasi dengan akses tenaga kerja lebih mudah dan UMR lebih rendah. Pilih tenaga kerja asli daerah karena kalau pendatang biasanya cenderung mengharapkan tingkat kesejahteraan lebih tinggi. Gunakan sistem Take home job. Istilah ini sama dengan pekerjaan rumahan. Artinya tenaga kerja Anda menjalankan pekerjaan mereka dirumah. Cara ini bisa menekan biaya sewa tempat usaha dan biaya peralatan usaha. Karena biasanya sudah disiapkan sendiri oleh pekerja di rumah. Temukan sistem produksi yang paling efisien.
Dalam berproduksi, pastikan sistem yang Anda jalankan dalam proses produksi memang sudah efisien. Cari tau pada sisi mana mungkin terjadi kebocoran dana dan pemborosan dan lakukan tindakan segera untuk mensiasatinya. Libatkan semua lini produksi untuk membuat sistem yang paling efisien. (Aditya, 2015)



Kesimpulan

Biaya produksi adalah suatu proses kegiatan dimulai dengan pencatatan, penelusuran, dan penetapan unsur-unsur biaya yang dikeluarkan dalam rangka untuk menghasilkan suatu produk jadi yang diinginkan. Unsur-unsur biaya yang terkait tersebut dalam proses produksi ini terdiri dari: biaya bahan baku langsung, biaya tenaga kerja langsung, dan biaya tak langsung.
Sedangkan bentuk sistem Akuntansi Biaya dilihat dari dasar pembebanan biaya adalah : 1) harga pokok sesungguhnya yaitu biaya-biaya dicabut didasarkan pada biaya yang sesungguhnya terjadi atau dengan kab lain pencatatan dilakukan apabila transaksi telah berialu atau terjadi, dimana pencahan dilakukan pada bukti-bukti yang sebenamya, dan 2) harga pokok standar, yaitu biaya-biaya yang ditentukan terlebih dahulu berdasarkan teknis/cara tertentu sebelum kegiatan atau produksi berlangsung, dimana pencatatan dilakukan dengan belum ada bukti-bukti atau hanya berupa anggaran atas estimasi saja.
Dilihat dari prosedur pengumpulan biaya adalah: 1) harga pokok pesanan yaitu suatu cara mengumpulkan/perhitungan biaya-biaya, dimana biaya dikumpulkan dan langsung dibebankan pada tiap pesanan, baik jumlah, mutu, maupun bentuk produk yang dikendalikan, tergantung pada permintaan pemesanan dan dicatat dalam buku harian berupa kartu pesanan, dan 2) harga pokok poses yaitu suatu cara mengumpulkan biaya atau penentuan harga pokok produksi, dimana biaya dikumpulkan untuk jangka waktu tertentu dan dibebankan pada proses atau bagian yang mengelola penduduk yang terlibat dalam produksi. Metode ini digunakan oleh perusahaan yang menghasilkn barang secara kontinyu dan dalam jumlah yang besar.



Daftar Pustaka

A. R. Sopiyan. 2009. Unsur-Unsur Biaya Produksi dan Metode Penentuannya. Dalam jurnal dinamika vol. 1, no. 3, Desember 2009 19-148.

Irma, Ratna. 2014. Biaya Produksi Ekonomi Mikro.

Heliana, Erlita. 2014. Teori Produksi dan Biaya Produksi.

Imam. 2012. Teori Produksi dan Biaya Produksi.

Kompasiana. 2015. Cara Efektif Meminimalkan Biaya Produksi.
http://www.kompasiana.com/adityarafadhila/cara-efektif-meminimalkan-biaya-produksi_565c0159cf7e613007533ecb


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.