.

Sabtu, 07 April 2018

Provinsi Termiskin Ketiga di Indonesia?


Disusun oleh : Anastasia Wiwin Pradita BL de Rozari
Kode Peserta : @Proyek-06, @C19-Anastasia

ABSTRAK
Artikel ini disusun agar pembaca dan penulis mengetahui permasalahan ekonomi yang terjadi di Nusa Tenggara Timur dan mengetahui upaya pemerintah dalam menangani permasalahan ekonomi tersebut. Permasalahan ekonomi yang terjadi yaitu kemiskinan, pengangguran, dan ketimpangan. Upaya yang dilakukan pemerintah untuk mengatasi masalah kemiskinan di NTT yaitu program  PNPM, Program Keluarga Harapan (PKH), peningkatan akses masyarakat miskin melalui usaha kecil, pembangunan sarana prasarana,seperti waduk atau bendungan, Program DeMAM, mempromosikan pariwisata NTT, kontrak penjualan sapi dengan DKI Jakarta, dan meningkatkan hasil pertanian jagung.

KATA KUNCI
Kemiskinan; Pengangguran; Ketimpangan

PENDAHULUAN
                Provinsi Nusa Tenggara Timur atau biasa disingkat NTT termasuk dalam Kepulauan Nusa Tenggara. Provinsi ini memiliki 21 kabupaten/kota. Menurut berbagai standar ekonomi, ekonomi di provinsi ini lebih rendah daripada rata-rata Indonesia, dengan tingginya inflasi (15%), pengangguran (30%), dan tingkat suku bunga (22-24%) (Wikipedia,2018).

PERMASALAHAN
1. Bagaimana permasalahan ekonomi yang terjadi di Provinsi NTT?
2.  Bagaimana upaya pemerintah untuk mengatasi masalah ekonomi yang terjadi di Provinsi NTT?

PEMBAHASAN
                Menurut Pengamat ekonom, Dr.James Adam,MBA, Nusa Tenggara Timur masih dililit tiga masalah fundamental untuk keluaar dan sejajar dengan daerah lain di Tanah Air. Ketiga masalah fundamental itu adalah kemiskinan, pengangguran dan ketimpangan. (Bifel,2017). Diartikel kali ini kita akan membahas tentang kemiskinan yang terjadi di Provinsi NTT.
Kemiskinan adalah keadaan dimana terjadi ketidakmampuan untuk memenuhi kbuthhan dasar seperti makanan, pakaian, tempat berlindung, pendidikan, dan kesehatan. Dari hasil tinjauan pemerintah daerah NTT dalam Zagoto (2017), sebanyak  597.000 penduduk di provinsi itu masuk kategori tingkat ekonomi terendah.Masyarakat NTT yang masuk kategori tingkat ekonomi terendah itu, diantaranya kelompok lanjut usia sebanyak 53.000 orang. Sedangkan penyandang disabilitas di luar panti yang tercatat mencapai 1.042 orang. Menurut Absalom (2017), Tingkat kemiskinan di Provinsi NTT rata-rata diatas 20%. Kemiskinan terbesar terdapat di Kabupaten TTS karena umumnya wilayah ini memiliki curah hujan yang rendah dan tandus, selain itu factor pertanian (95,3%) masih memiliki peran penting, karena sebagian besar penduduk bekerja di sector pertanian (80%). Selain itu, factor yang berpengaruh signifikan terhadap tingkat kemiskinan adalah pertumbuhan ekonomi, jumlah penduduk yang lulus SMP, dan angka harapan hidup.
Berbagai upaya Pemerintah NTT mengurangi tingkat kemiskinan, seperti, program  PNPM, Program Keluarga Harapan (PKH), peningkatan akses masyarakat miskin melalui usaha kecil, pembangunan sarana prasarana, seperti pembangunan bendungan Tilong,Raknamo dan Napun Gete untuk memenuhi kebutuhan air bersih maupun kebutuhan pertanian masyarakat (Absalom,2017).
Selain itu, usaha yang dilakukan pemerintah NTT untuk mengurangi angka kemiskinan di NTT yaitu program DeMAM untuk meningkatkan usaha kemandirian masyarakat NTT. Keseriusan pemerintah dibidang pariwisata seperti mengadakan promosi akan kekayaan pariwisata di NTT malalui event-event menarik untuk menarik perhatian duniia terhadap pariwisata NTT. Dibidang peternakan ada kontrak penjualan sapi dengan Provinsi DKI Jakarta. Dibidang Pertanian ada upaya untuk meningkatkan hasil pertanian jagung di NTT dengan memilih semboyan menjadikan Provinsi NTT sebagai Provinsi Jagung. Selain itu ada juga upaya pembangunan waduk dan bendungan sebagai bukti nyata perhatian pemerintah NTT di bidang pertanian (Haryono,2017).
               
KESIMPULAN
                Provinsi Nusa Tenggara Timur memiliki tiga masalah ekonomi yaitu kemiskinan, pengangguran, dan ketimpangan. Kemiskinan adalah keadaan dimana terjadi ketidakmampuan untuk memenuhi kebutuhan dasar seperti makanan, pakaian, tempat berlindung, pendidikan, dan kesehatan. Ada beberapa faktor yang berpengaruh signifikan terhadap tingkat kemiskinan adalah pertumbuhan ekonomi, jumlah penduduk yang lulus SMP, dan angka harapan hidup. Upaya yang dilakukan pemerintah untuk mengatasi masalah kemiskinan di NTT yaitu program  PNPM, Program Keluarga Harapan (PKH), peningkatan akses masyarakat miskin melalui usaha kecil, pembangunan sarana prasarana,seperti waduk atau bendungan, Program DeMAM, mempromosikan pariwisata NTT, kontrak penjualan sapi dengan DKI Jakarta, dan meningkatkan hasil pertanian jagung.

DAFTAR PUSTAKA
Absalom, Yostan. 2017. Faktor-faktor yang Memengaruhi Kemiskinan di NTT. Dalam https://www.kompasiana.com/yos08/faktor-faktor-yang-memengaruhi-kemiskinan-di-ntt_589208f39593733f2023f72a
Diakses  7 April 2018

Absalom, Yostan. 2017. Strategi Pemerintah Nusa Tenggara Timur dalam Mengurangi Tingkat Kemiskinan Indonesia. Dalam https://www.kompasiana.com/yos08/strategi-pemerintah-nusa-tenggara-timur-dalam-mengurangi-tingkat-kemiskinan-indonesia_58e350c5947a611a0927555a
Diakses 7 April 2018

Bifel, Hironimus. 2017. Tiga Masalah Fundamental Masih Menimpa NTT. Dalam https://kupang.antaranews.com/berita/4677/tiga-masalah-fundamental-masih-menimpa-ntt
Diakses 7 April 2018

Haryono, Patrisius. 2017. Komitmen Bersama Memberantas Kemiskinan di NTT. Dalam http://kupang.tribunnews.com/2017/01/11/komitmen-bersama-memberantas-kemiskinan-di-ntt
Diakses 7 April 2018

Zagoto,Nofanolo. 2017. Kemiskinan Melilit 597 Ribu Penduduk NTT. Dalam http://validnews.co/597-Ribu-Penduduk-NTT-Masuk-Kategori-Ekonomi-Terendah-iVM
Diakses 7 April 2018

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.