.

Minggu, 08 April 2018

PERMASALAHAN EKONOMI DI KEPULAUAN BANGKA BELITUNG


@C09-Elvi, @Proyek-06, 
Disusun Oleh Elvi Khairina


ABSTRAK
Bangka Belitung merupakan provinsi kepulauan di Pulau Sumatera yang mempunyai potensi alam yang melimpah ruah.Namun, pertumbuhan Ekonomi Kepulauan Bangka Belitung yang diukur berdasarkan Produk Domestik Bruto (PDRB) pada triwulan III 2017 sebesar 3,69 persen justru melambat.
Terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi pertumbuhan ekonomi Bangka Belitung melambat, untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi dilakukan strategi dengan mengoptimalkan segenap aspek yang terlibat walaupun dengan berbagai tantangan yang dihadapi. Salah satu program yang dilakukan adalah dengan KEK. Kawasan Ekonomi Khusus adalah program yang mendukung percepatan pembangunan ekonomi Indonesia dan pariwisata menjadi salah satu sektor yang termasuk dalam Kawasan Ekonomi Khusus. Provinsi Kepulauan Bangka Belitung adalah provinsi yang indah dan kaya akan sumber daya alam untuk dijadikan sebagai tujuan wisata. Dengan perencanaan dan pengelolaan yang baik dari Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dapat menjadi tujuan wisata yang diperhitungkan oleh wisatawan dalam negeri dan luar negeri.

KATA KUNCI : KEPULAUAN BANGKA BELITUNG, PERTUMBUHAN EKONOMI MELAMBAT, TANTANGAN YANG DI HADAPI, STRATEGI, KAWASAN EKONOMI KHUSUS

A.      PENDAHULUAN

Bangka Belitung merupakan provinsi kepulauan di Pulau Sumatera yang mempunyai potensi alam yang melimpah ruah. Apabila dilihat dari sisi pertambangannya, Bangka Belitung merupakan daerah yang potensial dengan kekayaan alamnya. Selain komoditas bahan galian logam dan energi, daerah ini juga mempunyai potensi sumber daya bahan galian industri yang cukup potensial dikembangkan secara komersial. Kekayaan bahan alam ini cukup beragam baik jenis, potensi maupun sebarannya di daratan dan perairan. Potensi lainnya juga terdapat pada sektor pertaniannya. Namun, meskipun memiliki potensi alam yang berlimpah, pertumbuhan Ekonomi Kepulauan Bangka Belitung yang diukur berdasarkan Produk Domestik Bruto (PDRB) pada triwulan III 2017 sebesar 3,69 persen justru melambat bila dibandingkan triwulan II 2017 sebesar 5,29 persen.
Peran pembangunan nasional harus bisa memberikan pemerataan pertumbuhan ekonomi bagi penduduk Indonesia. Sehingga bisa dikatakan pembangunan yang sukses adalah pembangunan yang menciptakan jarak yang tidak terlalu jauh antara “golongan atas” dan “golongan bawah” berdasarkan penghasilan. Dengan adanya pemerataan pertumbuhan ekonomi ini akan muncul keadilan dan kesejahteraan di tengah masyarakat.
 Indonesia sebagai salahsatu negara ASEAN yang menerapkan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) atau Special Economic Zones (SEZ) harus mampu sukses menerapkan KEK yang efeknya adalah meningkatnya investasi yang ditanamkan oleh para investor di dua negara tersebut. Salah satu sektor dalam KEK adalah sektor pariwisata. Pariwisata bisa menjadi andalan yang bisa berperan dalam pembangunan nasional di Indonesia, hal ini dibuktikan dengan andil sektor pariwisata dalam memberikan masukan devisa bagi negara Indonesia. Dengan peran pariwisata dalam pembangunan nasional ini akan muncul lapangan pekerjaan baru yang bisa menyerap lebih banyak tenaga kerja. Apalagi Indonesia dikenal sebagai negara yang mempunyai sumber daya alam yang indah yang bisa dikembangkan menjadi destinasi pariwisata.

B.      RUMUSAN MASALAH
1.       Sektor  apa saja yang menjadi patokan perekonomian Kepulauan Bangka Belitung?
2.       Tantangan apa yang dihadapi Kepulauan Bangka Belitung?
3.       Apa yang menyebabkan pertumbuhan ekonomi Kepulauan Bangka Belitung melambat?
4.       Strategi apa saja yang dilakukan untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi di Kepulauan Bangka Belitung?
5.       Kebijakan apa saja yang diperlukan?
6.       Program apa yang dilakukan untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi?

C.      PEMBAHASAN

1.       Produk Dosmetik Regional Bruto Bangka Belitung
Menurut PDRB Kepulauan Bangka Belitung yang menjadi patokan perekonomian disumbangkan oleh 5 sektor atau lapangan usaha yang mayoritas diantaranya didominasi oleh pertanian, kehutanan dan perikanan serta pertambangan dan penggalian. Meskipun memiliki kontribusi yang cukup besar, lapangan usaha tersebut justru memiliki pertumbuhan yang negative.
1)      Penurunan produksi tanaman kelapa sawit menurunkan suplai bagi Industri Crude Palm Oil (CPO)
2)      Lapangan usaha Perikanan juga mengalami pertumbuhan negatif. Faktor cuaca yang tidak begitu baik menyebabkan para nelayan enggan untuk melaut.
3)      Kontradiksi pertumbuhan terjadi pada pertambangan dan penggalian yang mengalami penurunan sebesar 1,13 persen
Berkaitan dengan hal tersebut, produksi CPO yang berkurang serta penurunan poduksi logam timah menyebabkan penurunan drastiS kontribusi seK tor industri pengolahan terhadap PDRB Kepulauan Babel. Padahal, sector tersebut memberikan kontribusi terbesar terhadap PDRB Kepulauan Babel yaitu sebesar 19,77 %
2.       Tantangan yang Dihadapi Bangka Belitung (Lestari & Evani, 2017)
1)      Permasalahan politik
2)      Pertumbuhan ekonomi
3)      Konektifitas dan infrastruktur yang kurang memadai
4)      Pengelolaan daerah pesisir dan pulau-pulau kecil yang masih kurang
5)      Ketergantungan provinsi dengan daerah lain
6)      Perubahan iklim dan degradasi lingkungan yang begitu cepat.
Dimana hal tersebut berdampak pada efektifitas pertumbuhan ekonomi.

3.       Penyebab Pertumbuhan Ekonomi di Kepulauan Bangka Belitung Melambat
1)      Tingkat inflansi tinggi (Lestari & Evani, 2017)
2)      Lapangan usaha perkebunan dan perikanan mengalami kontraksi.(Nurhamidah,2018)
3)      Penurunan produksi beberapa komoditas strategis (Nurhamidah,2017)
4)      Harga jual hasil pertanian mengalami penurunan
5)      Harga jual logam timah rendah
6)      Kenaikan harga BBM dan Tarif Listrik
7)      Cuaca ekstrim

4.       Strategi Peningkatan Ekonomi Provinsi Bangka Belitung
1)      Menekan laju inflansi
2)      Mengoptimalkan pembangunan sumber daya manusia
3)      Mengelola sumber daya mineral lainnya selain timah
4)      Sumber daya alam dan sumber daya manusia perlu dirumuskan dengan baik agar tidak terulang sejarah “kegagalan” timah sebagai sumber aset utama di Bangka Belitung
5)      Meningkatkan produksi dan pengelolaan hasil pertanian, peternakan, perkebunan, dan kehutanan dengan kebijakan peningkatan pengendalian dan pengawasan terhadap wilayah pertanian berkelanjutan (Yulianto,2018)
6)      Menjalankan peran membina hubungan industri sektor pertanian serta meningkatkan standarisasi produk dan jasa KUKM
7)      Mewujudkan koordinasi, keterpaduan dan kerja sama antar sektor, antar pemerintah, dunia usaha dan masyarakat agar bisa membuka peluang berusaha dan investasi dalam sektor pertanian daerah, secara perlahan mulai ada pengembangan kawasan berbasis pertanian, perkebunan dan peternakan dengan membuat kebijakan pengembangan kawasan strategis provinsi, kawasan agropolitan dan tekno park pertanian lada serta pengembangan kawasan budidaya pertanian dan peternakan.
8)      Melakukan pengendalian dan pengawasan terhadap wilayah laut, pesisir dan pulau-pulau kecil
9)      Membina hubungan industri dan kesehatan kerja sektor kelautan dan perikanan
10)   Upaya peningkatan sinergisitas pembangunan lintas sektor.
5.       Kebijakan yang perlu dilakukan (Cipta,2017)

1)      Meningkatkan anggaran dalam pengelolaan pariwisata di Bangka Belitung. Tidak bisa dipungkiri anggaran yang memadai akan membuat potensi pariwisata di Bangka Belitung akan lebih bisa diberdayakan. Dengan anggaran yang memadai tentunya infrastruktur bisa dibangun untuk menunjang sarana yang dibutuhkan oleh objek wisata.
2)      Menyelenggarakan kegiatan yang bertaraf nasional dan internasional untuk meningkatkan kunjungan wisatwan ke Bangka Belitung. Seperti pada tahun 2011 pernah diselenggrakan Sail Wakatobi-Belitong yang diikuti sebanyak seratus kapal yacht yang mulai berlayar dari Australia.28 Kemudian pada tahun 2017 ini ada kegiatan Kejuaraan Dunia MXGP 2017 yang digelar di Pangkalpinang pada tanggal 4 -5 Maret. Acara ini tentunya akan diikuti oleh para pembalap dunia dan para wisatawan asing juga akan berdatangan.29
3)      Perlu ada regulasi yang tegas dari pemerintah daerah untuk memberdayakan sector pariwisata sebagai sektor yang mendukung pengembangan perekonomian daerah Bangka Belitung dan menuju kawasan ekonomi khusus.
4)      Perlu ketegasan pemerintah daerah dalam membatasi tambang inkonvensional baik di darat dan di laut yang bisa merusak sumber daya alam sebagai modal potensi pariwisata Bangka Belitung.
6.       Program pada Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI)
Menurut Doriana Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) adalah kawasan pada wilayah hukum yang berkedudukan di Indonesia dengan batas-batas wilayah tertentu dan ditetapkan oleh pemerintah sebagai kawasan yang menyelenggarakan fungsi ekonomi dan mendapatkan sarana serta prasarana tertentu. Ruang lingkup dari Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) ini adalah usaha pada sisi perdagangan, pertambangan dan energi, pos dan telekomunikasi, pariwisata, industri, jasa, transportasi, maritim dan perikanan.
Program ini diharapkan bisa menjadi jembatan dalam mendukung pembangunan ekonomi di Indonesia. Adanya Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) ini diharapkan mampu meningkatkan angka investasi berdasarkan kawasan yang memiliki keunggulan dan melakukan kegiatan industri, ekspor dan impor barang dan kegiatan perekonomian yang mampu menumbuhkan dan meningkatkan nilai ekonomi. Penerapan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) ini bertujuan meningkatkan investasi, menambah lapangan kerja, meningkatkan devisa, menambah daya saing kompetitif produk ekspor, meningkatkan fungsi pemanfaatan sumber daya yang ada di lokal dan regional tertentu, dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia. (Edyanto,2006)
Bangka Belitung termasuk salah satu dari sepuluh propinsi yang menjadi tujuan utama pariwisata Indonesia di tahun 2016. Hal ini menjadi angin segar bagi provinsi ini karena provinsi ini yang terdiri dari dua pulau besar ini mempunyai pantai-pantai indah yang terdapat di Pulau Bangka dan di Pulau Belitung. Potensi pariwisata di Bangka Belitung terlihat dari semakin meningkatnya jumlah wisatawan yang datang ke propinsi ini dari tahun 2013 sampai dengan tahun 2015 (BPS,2005)

7.       Neraca Perdagangan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung 2012-2017 (BPS Bangka Belitung) 



DAFTAR PUSTAKA
1.       Admin BPS Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Neraca Perdagangan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung 2012 – 2017. Badan Pusat Statistik Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Dalam https://babel.bps.go.id/dynamictable/2018/01/24/441/neraca-perdagangan-provinsi-kepulauan-bangka-belitung-000-us-2012-2017.html (Diunduh pada hari Minggu,08 April 2018)
2.       Badan Pusat Statistik Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Indikator Sosial Ekonomi Provinsi Kepulauan Bangka Belitung 2015, (Bangka Belitung: BPS Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, 2015), hlm. 39. Dikutip juga dari Badan Pusat Statistik Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Indikator Sosial Ekonomi Provinsi Kepulauan Bangka Belitung 2016, (Bangka Belitung: BPS Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, 2016), hlm. 71.  
3.       CB. Herman Edyanto, “Penelitian Aspek Perkotaan Dumai dan Bitung dan Kemungkinannya Sebagai Lokasi Kawasan Ekonomi Khusus di Indonesia”, Jurnal Sains dan Teknologi Indonesia, Vol. 11, No. 1, April 2009, hlm. 26  
4.       Cipta, Hendra. 2017. Kawasan Ekonomi Khusus dan Potensi Pariwisata Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Tawshiyah Vol.12 No.1. Dalam https://www.google.com/url?sa=t&rct=j&q=&esrc=s&source=web&cd=5&cad=rja&uact=8&ved=0ahUKEwjet97-_6naAhUEso8KHf9xA3kQFghJMAQ&url=http%3A%2F%2Fojs.stainbabel.ac.id%2Findex.php%2FTAWSHIYAH%2Farticle%2Fdownload%2F216%2F131&usg=AOvVaw0dfx9CXoEmvflYFw5hO3fv (Diunduh pada hari Minggu,08 April 2018)
5.       Doriani Lingga dan Wahyu Ario Pratomo, “Persepsi Masyarakat terhadap Pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus Sei Mangkei Sebagai Klaster Industri”, Jurnal Ekonomi dan Keuangan, Vol. 1, No. 2, Januari 2013, hlm. 14 dan 18.  
6.       Lestari Suci, Evani. 2017. Pertumbuhan Ekonomi Tantangan Terbesar Provinsi Bangka Belitung. Babelprov.go.id. Dalam http://babelprov.go.id/content/pertumbuhan-ekonomi-tantangan-terbesar-provinsi-bangka-belitung
7.       Nurhamidah, Rahma. 2017. Pertumbuhan Ekonomi Kepulauan Bangka Belitung Melambat. KabarIndonesia.com. Dalam http://www.kabarindonesia.com/berita.php?pil=10&jd=Pertumbuhan+Ekonomi+Kepulauan+Bangka+Belitung+Melambat&dn=20171115070312 (Diakses pada hari Minggu, 08 April 2018)
8.       Yulianto Agus. 2018. Strategi dan Arah Kebijakan Pengembangan Daerah Kepulauan. Republika.co.id . Dalam http://www.republika.co.id/berita/jurnalisme-warga/wacana/18/01/09/p2aks3396-strategi-dan-arah-kebijakan-pengembangan-daerah-kepulauan
9.       Admin BPS Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Neraca Perdagangan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung 2012 – 2017. Badan Pusat Statistik Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Dalam https://babel.bps.go.id/dynamictable/2018/01/24/441/neraca-perdagangan-provinsi-kepulauan-bangka-belitung-000-us-2012-2017.html (Diunduh pada hari Minggu,08 April 2018)


 


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.