.

Senin, 05 Juni 2017

INFLASI DAN KEBIJAKAN MONETER






Pengertian Inflasi adalah Kecenderungan harga – harga barang yang meningkat secara keseluruhan dan terus-menerus. Kenaikan harga dari satu atau dua barang saja tidak di sebut inflasi, kecuali bila kenaikan tersebut meluas kepada(atau mengakibatkan kenaikan) sebagian besar dari harga barang-barang lain. 
Dengan demikian, maka kriteria inflasi adalah sebagai berikut:
a)          Kenaikan harga barang : terjadi perubahan harga barang yang lebih tinggi dibandingkan dengan periode sebelumnya.
b)         Bersifat umum; berdampak pada kenaikan harga barang lain
c)          Terus-menerus; tidak terjadi sesaat.
Inflasi dapat digolongkan menjadi tiga golongan, yaitu inflasi ringan, sedang, berat, dan hiperinflasi. 
a)          Inflasi ringan terjadi apabila kenaikan harga berada di bawah angka 10%setahun;
b)         inflasi sedang antara 10% 30%setahun; berat antara 30% 100%setahun; dan
c)          hiperinflasi atau inflasi tak terkendali terjadi apabila kenaikan
d)         harga berada di atas 100%setahun.
2.      Jenis-jenis Inflasi
ü  Inflasi tarikan permintaan adalah kenaikan harga- harga yang disebabkan oleh pertambahan pengeluaran yang besar yang tidak dapat dipenuhi oleh kemampuan memproduksi yang tersedia.
ü  Contoh : permintaan akan gas elpiji
ü  Inflasi desakan biaya adalah kenaikan harga- harga yang disebabkan oleh kenaikan dalam biaya produksi sebagai akibat kenaikan harga bahan mentah atau kenaikan upah.
ü  Contoh : kenaikan upah karyawan
ü Inflasi diimpor adalah kenaikan harga- harga yang disebabkan oleh kenaikan harga- harga barang impor yang d   igunakan sebagai bahan mentah produksi dalam negeri.
Contoh : impor kedelai
Kebijakan Moneter
Kebijakan Moneter adalah kebijakan yang bertujuan untuk meningkatkan pendapatan nasional dengan cara mengubah jumlah uang yang beredar. Penyebab inflasi diantara jumlah uang yang beredar terlalu banyak sehingga dengan kebijakan ini diharapkan jumlah uang yang beredar dapat dikurangi menuju kondisi normal. Untuk menjalankan kebijakan ini Bank Indonesia menjalankan beberapa politik/kebijakan yaitu politik diskonto, politik pasar terbuka dan menaikan cash ratio.

1) Politik Diskonto ditujukan untuk menaikan tingkat bunga karena dengan bunga kredit tinggi maka aktivitas ekonomi yang menggunakan dana pinjaman akan tertahan karena modal pinjaman menjadi mahal.

2) Politik Pasar Terbuka dilakukan dengan cara menawarkan surat berharga ke pasar modal. Dengan cara ini diharapkan masyarakat membeli surat berharga tersebut seperti SBI yang memiliki tingkat bunga tinggi, dan ini merupakan upaya agar uang yang beredar di masyarakat mengalami penurunan jumlahnya.

3) Cash Ratio artinya cadangan yang diwajibkan oleh Bank Sentral kepada bank-bank umum yang besarnya tergantung kepada keputusan dari bank sentral/pemerintah. Dengan jalan menaikan perbandingan antara uang yang beredar dengan uang yang mengendap di dalam kas mengakibatkan kemampuan bank untuk menciptakan kredit berkurang sehingga jumlah uang yang beredar akan berkurang.
Dampak Inflasi
Inflasi tidak selalu berdampak buruk bagi perekonomian. Inflasi yang terkendali justru dapat meningkatkan kegiatan perekonomian. Berikut ini adalah akibat-akibat yang ditimbulkan inflasi terhadap kegiatan ekonomi masyarakat. 
Dampak Inflasi terhadap Pendapatan : Inflasi dapat mengubah pendapatan masyarakat. Perubahan dapat bersifat menguntungkan atau merugikan. Pada beberapa kondisi (kondisi inflasi lunak), inflasi dapat mendorong perkembangan ekonomi. Inflasi dapat mendorong para pengusaha memperluas produksinya. Dengan demikian, akan tumbuh kesempatan kerja baru sekaligus bertambahnya pendapatan seseorang. Namun, bagi masyarakat yang berpenghasilan tetap inflasi akan menyebabkan mereka rugi karena penghasilan yang tetap itu jika ditukarkan dengan barang dan jasa akan semakin sedikit. 
Dampak Inflasi Terhadap Ekspor : Pada keadaan inflasi, daya saing untuk barang ekspor berkurang. Berkurangnya daya saing terjadi karena harga barang ekspor semakin mahal. Inflasi dapat menyulitkan para eksportir dan negara. Negara mengalami kerugian karena daya saing barang ekspor berkurang, yang mengakibatkan jumlah penjualan berkurang. Devisa yang diperoleh juga semakin kecil. 
Dampak Inflasi Terhadap Minat Orang untuk Menabung : Pada masa inflasi, pendapatan rill para penabung berkurang karena jumlah bunga yang diterima pada kenyataannya berkurang karena laju inflasi. Misalnya, bulan januria tahun 2006 seseorang menyetor uangnya ke bank dalam bentuk deposito satu tahun. Deposito tersebut menghasilkan bunga sebesar, misalnya, 15% per tahun. Apabila tingkat inflasi sepanjang januari 2006-januari 2007 cukup tinggi, katakanlah 11%, maka pendapatan dari uang yang didepositokan tinggal 4%. Minat orang untuk menabung akan berkurang.

Fungsi Kebijakan Fiskal
1) Fungsi alokasi
Dalam penerapan fungsi ini kebijakan fiskal berperan aktif mengalokasikan atau mengatur faktor-faktor produksi yang sudah ada di masyarakat secara lebih maksimal. Dan jika faktor ekonomi tersebut dapat dikelola dengan baik maka dapat membantu pemenuhan kebutuhan rakyat disamping juga memberikan dampak positif terhadap perekonomian secara luas.
2) Fungsi distribusi
Untuk mencapai fungsi ini, penerapan kebijakan fiskal dapat dimulai dari sistem yang mengatur pembagian dan pemerataan hasil pendapatan negara. Hal ini tentunya menjadi faktor yang sangat penting mengingat tidak jarang pendistribusian pendapatan negara tidak benar-benar sampai dengan baik hingga ke rakyat banyak.
3) Fungsi stabilisasi
Pada fungsi stabilitas beberapa faktor yang dijaga agar tetap stabil yaitu harga barang kebutuhan pokok, pertumbuhan ekonomi dan kesempatan kerja yang memadai.
4) Fungsi dinamistik
Pada fungsi dinamistis, pemerintah menggerakkan proses pembangunan ekonomi agar lebih cepat tumbuh berkembang dan maju. Misalnya jika pemerintah melakukan kebijakan hanya terbatas pada instansi dijajarannya sedangkan swasta justru terpasung.
c. Peran Kebijakan Fiskal
Kebijakan Fiskal adalah langkah-langkah pemerintah untuk membuat perubahan-perubahan dalam sistem pajak atau dalam perbelanjaannya dengan maksud untuk mengatasi masalah-masalah ekonomi yang dihadapi. Kebijakan fiskal dapat diartikan sebagai tindakan yang diambil oleh pemerintah dalam bidang anggaran belanja negara dengan maksud untuk mempengaruhi jalannya perekonomian, khususnya Perekonomian Indonesia.


KESIMPULAN
Pengangguran adalah keadaan tanpa pekerjaan yang dihadapi olehsegolongan tenaga kerja, yang telah mencari pekerjaan, tetapi tidakmemperolehnya.
2.      Inflasi adalah kenaikan harga-harga umum yang berlaku dalam suatuperekonomian dari satu periode ke periode yang lain.
3.      Kebijakan Pemerintah adalah kebijakan untuk mengatasi masalah-masalah ekonomi terutama pada Kebijakan Fiskal, Kebijakan Moneter,dan Kebijakan Segi Penawaran.

DAFTAR PUSTAKA








Tingkat Pengangguran Di Jawa Barat

@B39-Farida
Oleh : Farida Rahma Anggraini
ABSTRAK
Dengan tingkat permasalahan kemiskinan yang tinggi di Jawa Barat menjadikan  sebuah pertanyaan besar mengapa hal tersebut dapat terjadi. Hal yang paling mempengaruhi tingkat kemiskinan di Jawa Barat adalah tingkat pengangguran yang tetap cukup tinggi di Jawa Barat. Dengan tingkat pengangguran yang tinggi akan menyebabkan rendahnya tingkat pendapatan masyarakat yang ada di Jawa Barat. Ada beberapa hal yang mempengaruhi tingkat pengangguran di Jawa Barat. Salah satu hal yang paling yang mempengaruhi tingkat pengangguran tersebut adalah berapa besar tingkat penyerapan tenaga kerja dari setiap sektor atau lapangan pekerjaan utama di Jawa Barat.
Kata Kunci : Pengangguran, Jawa Barat

PENDAHULUAN
Jawa Barat merupakan salah satu provinsi dengan jumlah penduduk terbanyak di Indonesia. Dengan jumlah penduduk yang sangat besar menurut Data SIAK Provinsi Jawa Barat didiami penduduk sebanyak 46.497.175 Juta Jiwa. Penduduk ini tersebar di 26 Kabupaten / Kota, 625 Kecamatan dan 5.899 Desa / Kelurahan, pastilah Jawa Barat tidak lepas dengan berbagai permasalahan seperti masalah sanitasi, masalah kesehatan, masalah pendidikan, masalah pemerataan pendapatan, masalah kemiskinan, masalah pengangguran , dan banyak masalah kependudukan lainnya. Masalah pengangguran merupakan masalah yang sangat krusial karena berdampak besar dan dapat menjadi pemacu atau penyebab terjadinya masalah yang lain di penduduk Jawa Barat. Dengan tingginya tingkat pengangguran akan menyebabkan tingkat pendapatan masyarakat Jawa Barat yang rendah dan hal ini akan mendorong rendahnya tingkat pendidikan dan tingkat kesehatan masyarakat (Mambea, 2010).
Indonesia merupakan salah satu negara berkembang, yang di mana dalam pengelompokan negara berdasarkan taraf kesejahteraan masyarakatnya, di mana salah satu permasalahan yang dihadapi oleh negara-negara berkembang termasuk Indonesia adalah masalah pengangguran. Pengangguran merupakan masalah yang sangat kompleks karena mempengaruhi sekaligus dipengaruhi oleh banyak factor yang saling berinteraksi mengikuti pola yang tidak selalu mudah untuk dipahami. Apabila pengangguran tersebut tidak segera diatasi maka dapat menimbulkan kerawanan sosial, dan berpotensi mengakibatkan kemiskinan. Terjadinya pengangguran di suatu negara dapat dikarenakan jumlah lapangan pekerjaaan di suatu wilayah tertentu tidak dapat mencukupi jumlah angkatan kerja atau jumlah permintaan akan lapangan pekerjaan akan penawaran lapangan kerja tidak seimbang. Hal tersebut berakibat bertambahnya jumlah pertumbuhan tenaga kerja melebihi jumlah kesempatan kerja (Muslim, 2014)

RUMUSAN MASALAH
Dari pernyataan diatas dapat disimpulkan beberapa rumusan masalah yaitu :
1.      Apa Saja Faktor Terjadinya Pengangguran Di Jawa Barat?
2.      Bagaimana Dampak Pengangguran Di Jawa Barat?
3.      Bagaimana Cara Mengatasi Pengangguran Di Jawa Barat?

PEMBAHASAN
1.      Faktor – Faktor Terjadinya Pengangguran Di Jawa Barat
  •       Besarnya Angkatan Kerja Tidak Seimbang dengan Kesempatan Kerja.
    Jumlah angkatan kerja disuatu daerah mungkin saja lebih besar dari kesempatan kerja, sedangkan di daerah lainnya dapat terjadi keadaan sebaliknya. Keadaan tersebut dapat mengakibatkan perpindahan tenaga kerja dari suatu daerah ke daerah lain, bahkan dari suatu negara ke negara lainnya.
  •      Kebutuhan jumlah dan jenis tenaga terdidik dan penyediaan tenaga terdidik tidak seimbang. Apabila kesempatan kerja jumlahnya sama atau lebih besar daripada angkatan kerja, pengangguran belum tentu tidak terjadi. Alasannya, belum tentu terjadi kesesuaian antara tingkat pendidikan yang dibutuhkan dan yang tersedia. Ketidakseimbangan tersebut mengakibatkan sebagian tenaga kerja yang ada tidak dapat mengisi kesempatan kerja yang tersedia 
  •      Struktur Lapangan Kerja Tidak Seimbang
  •      Penyediaan dan Pemanfaatan Tenaga Kerja antar daerah tidak seimbang.      Pada dasarnya setiap orang ingin bekerja sesuai dengan latar belakang pendidikan. Dan lagi ditambah dengan sifat gengsi maka tak heran kebanyakan yang ditemukan di Indonesia bukan pengangguran terselubung, melainkan pengangguran terbuka yang didominasi oleh kaum intelektual (berpendidikan tinggi).
  •      Budaya pilih-pilih pekerjaan.
    Selain budaya memilih-milih pekerjaan,budaya (negatif) lain yang menjamur di Indonesia adalah budaya malas. Malas mencari pekerjaan sehingga jalan keluar lain yang ditempuh adalah dengan menyogok untuk mendapatkan pekerjaan.
  •      Tidak mau mengambil resiko
  •      Pemalas
2.      Dampak Pengangguran Di Jawa Barat
  •       Dampak Pengangguran terhadap Perekonomian suatu Negara
Tujuan akhir pembangunan ekonomi suatu negara pada dasarnya adalah meningkatkan kemakmuran masyarakat dan pertumbuhan ekonomi agar stabil dan dalam keadaan naik terus. Jika tingkat pengangguran di suatu negara relatif tinggi, hal tersebut akan menghambat pencapaian tujuan pembangunan ekonomi yang telah dicita-citakan.
Hal ini terjadi karena pengganguran berdampak negatif terhadap kegiatan perekonomian, seperti yang dijelaskan di bawah ini:
o   Pengangguran bisa menyebabkan masyarakat tidak dapat memaksimalkan tingkat kemakmuran yang dicapainya. Hal ini terjadi karena pengangguran bisa menyebabkan pendapatan nasional riil (nyata) yang dicapai masyarakat akan lebih rendah daripada pendapatan potensial (pendapatan yang seharusnya). Oleh karena itu, kemakmuran yang dicapai oleh masyarakat pun akan lebih rendah.
o   Pengangguran akan menyebabkan pendapatan nasional yang berasal dari sektor pajak berkurang. Hal ini terjadi karena pengangguran yang tinggi akan menyebabkan kegiatan perekonomian menurun sehingga pendapatan masyarakat pun akan menurun. Dengan demikian, pajak yang harus dibayar dari masyarakat pun akan menurun. Jika penerimaan pajak menurun, dana untuk kegiatan ekonomi pemerintah juga akan berkurang sehingga kegiatan pembangunan pun akan terus menurun.
o   Pengangguran tidak menggalakkan pertumbuhan ekonomi. Adanya pengangguran akan menyebabkan daya beli masyarakat akan berkurang sehingga permintaan terhadap barang-barang hasil produksi akan berkurang. Keadaan demikian tidak merangsang kalangan Investor (pengusaha) untuk melakukan perluasan atau pendirian industri baru. Dengan demikian tingkat investasi menurun sehingga pertumbuhan ekonomipun tidak akan terpacu.

  •      Dampak pengangguran terhadap Individu yang Mengalaminya dan Masyarakat
Berikut ini merupakan dampak negatif pengangguran terhadap individu yang mengalaminya dan terhadap masyarakat pada umumnya:
o   Pengangguran dapat menghilangkan mata pencaharian
o   Pengangguran dapat menghilangkan ketrampilan
o   Pengangguran dapat meningkatkan angka kriminalitas
o   Pengangguran akan menimbulkan ketidakstabilan sosial politik
o   Pengangguran dapat meningkatkan angka kemiskinan

3.      Cara Mengatasi Pengangguran Di Jawa Barat
  •       Program Pendidikan dan Pelatihan Kerja
Pengangguran terutama disebabkan oleh masalah tenaga kerja yang tidak terampil dan ahli. Perusahaan lebih menyukai calon pegawai yang sudah memiliki keterampilan atau keahlian tertentu. Masalah tersebut amat relevan di negara kita mengingat sejumlah penganggur adalah orang yang belum memiliki keterampilan atau keahlian tertentu. Untuk mengatasi masalah tersebut, perlu digalakan lembaga yang mendidik tenaga kerja menjadi siap pakai. Yang paling penting dalam pendidikan dan pelatihan kerja itu adalah kesesuaian program dengan kualifikasi yang dituntut oleh kebanyakan perusahaan.
  •       Wiraswasta
Selama orang masih tergantung pada upaya mencari kerja di perusahaan tertentu, pengangguran akan tetap menjadi masalah pelik. Masalah menjadi agak terpecahkan apabila muncul keinginan untuk menciptakan lapangan usaha sendiri atau berwiraswasta. Fakta memperlihatkan cukup banyak wiraswasta yang berhasil. Meskipun demikian, wiraswasta pun bukanlah hal yang mudah.
  •     Mensosialisasikan program peningkatan kualitas dan produktivitas tenaga kerja serta program perluasan dan pengembangan kesempatan kerja. Tujuannya untuk :
o   Membangun sistem peningkatan kualitas tenaga kerja
o   Meningkatkan kualitas pelayanan di bidang perluasan kesempatan kerja dan penempatan kerja
o   Meningkatkan kerjasama dengan lembaga-lembaga daerah maupun nasional bahkan internasional
o   Mendorong peranan luas di bidang ketenagakerjaan meliputi pelatihan, penempatan dan produktivitas tenaga kerja

KESIMPULAN
Pengangguran umumnya disebabkan karena jumlah angkatan kerja tidak sebanding dengan jumlah lapangan pekerjaan yang mampu menyerapnya. Pengangguran seringkali menjadi masalah dalam perekonomian karena dengan adanya pengangguran, produktivitas dan pendapatan masyarakat akan berkurang sehingga dapat menyebabkan timbulnya kemiskinan dan masalah-masalah sosial lainnya.
Ketiadaan pendapatan menyebabkan penganggur harus mengurangi pengeluaran konsumsinya yang menyebabkan menurunnya tingkat kemakmuran dan kesejahteraan. Pengangguran yang berkepanjangan juga dapat menimbulkan efek psikologis yang buruk terhadap penganggur dan keluarganya. Tingkat pengangguran yang terlalu tinggi juga dapat menyebabkan kekacauan politik, keamanan dan sosial sehingga mengganggu pertumbuhan dan pembangunan ekonomi.
Memulihkan kondisi pengangguran di Indonesia tentulah tidak semudah membalikan telapak tangan. Karena itu diperlukan kerjasama dari seluruh elemen masyarakat dan pemerintah. Solusi paling mudah untuk mengatasi hal ini adalah dengan menciptakan lapangan usaha sendiri dan tidak mengharap yang muluk-muluk menjadi seorang karyawan suatu perusahaan dengan gaji yang besar. Cara lain adalah dengan menetapkan kebijakan baru yang mempersempit kesempatan para pemilik perusahaan untuk mem-PHK karyawannya.

DAFTAR PUSTAKA
Mambea, dkk. 2010. Analisis Tingkat Pengangguran di 25 Kabupaten Kota di Jawa Barat 2006-2009. https://www.researchgate.net/publication/307865411_Analisis_Tingkat_Pengangguran_di_25_Kabupaten_Kota_di_Jawa_Barat_2006-2009 [Diakses Pada 4 Juni 2017].
Anonim. 2017. http://repository.unpas.ac.id/1912/3/BAB%20I.pdf. [Diakses Pada 4 Juni 2017]
Try. D. 2013. Makalah Tentang Pengangguran. http://donytry.blogspot.co.id/2013/02/makalah-tentang-pengangguran.html. [Diakses Pada 4 Juni 2017]
Anonim. 2010. Makalah Pengangguran. http://duniataknyata.blogspot.co.id/2010/08/makalah-pengangguran.html. [Diakses Pada 4 Juni 2017]

tingkat inflasi di wilayah kalimantan timur

Macam - macam Pengangguran




@A26-Deny
Oleh : Deny Setyawan
41616010023

Abstrak
Salah satu masalah pokok yang dihadapi bangsa dan negara Indonesia adalah masalah pengangguran. Pengangguran yang tinggi berdampak langsung maupun tidak langsung terhadap kemiskinan, kriminalitas dan masalah-masalah sosial politik yang juga semakin meningkat. Dengan jumlah angkatan kerja yang cukup besar, arus migrasi yang terus mengalir, serta dampak krisis ekonomi yang berkepanjangan sampai saat ini, membuat permasalahan tenaga kerja menjadi sangat besar dan kompleks.
Pengangguran terjadi disebabkan antara lain, yaitu karena jumlah lapangan kerja yang tersedia lebih kecil dari jumlah pencari kerja. Juga kompetensi pencari kerja tidak sesuai dengan pasar kerja.Selain itu juga kurang efektifnya informasi pasar kerja bagi para pencari kerja.
Fenomena pengangguran juga berkaitan erat dengan terjadinya pemutusan hubungan kerja, yang disebabkan antara lain; perusahaan yang menutup/mengurangi bidang usahanya akibat krisis ekonomi atau keamanan yang kurang kondusif; peraturan yang menghambat inventasi; hambatan dalam proses ekspor impor, dan lain-lain.

Tingkat Inflasi di Jawa Barat

@A14-Dinda

Oleh : Dinda Amalia

ABSTRAK
Inflasi adalah suatu proses meningkatnya harga-harga secara umum dan terus-menerus (continue) berkaitan dengan mekanisme pasar yang dapat disebabkan oleh berbagai faktor, antara lain, konsumsi masyarakat yang meningkat, berlebihnya likuiditas di pasar yang memicu konsumsi atau bahkan spekulasi, sampai termasuk juga akibat adanya ketidaklancaran distribusi barang.

PENDAHULUAN
Inflasi adalah fenomena yang sering terjadi di negara yang sedang berkembang. Inflasi merupakan masalah ekonomi yang dominan disamping masalah pengangguran. Apabila suatu perekonomian berusaha mencapai perkembangan yang lebih cepat daripada tingkat perkembangan yang diperlukan, maka perekonomian yang bersangkutan pasti mengalami inflasi. Inflasi mempunyai hubungan yang kuat dengan konsumsi, karena apabila terjadi inflasi maka harga-harga barang dan jasa akan naik sehingga berpengaruh terhadap jumlah konsumsi masyarakat atau konsumsi masyarakat akan menurun akibat dari adanya inflasi (Nopirin, 1992)
 RUMUSAN MASALAH
      1.      Bagaimana tingkat inflasi di jawa barat ?
      2.      Kota apa saja yang menyumbang inflasi tertingi di jawa barat?
   PEMBAHASAN
       1.      Tingkat inflasi di jawa barat
Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Barat mencatatkan Januari 2017 mengalami inflasi sebesar 0,77%. Indeks Harga Konsumen (IHK) Gabungan yang meliputi tujuh kota yaitu Kota Bogor, Kota Sukabumi, Kota Bandung, Kota Cirebon, Kota Bekasi, Kota Depok dan Kota Tasikmalaya mengalami kenaikan dari 124,36 di Kepala BPS Jabar, menurut Rusmana (2017) mengatakan laju inflasi  “year to date” (Januari 2017) sebesar 0,77% dan laju inflasi dari tahun ke tahun (year on year) sebesar 2,94%. Menurutnya dari tujuh kelompok pengeluaran yang mengalami inflasi yaitu bahan makanan sebesar 0,06%, Kelompok Makanan Jadi, Minuman, Rokok dan Tembakau sebesar 0,40%, Kelompok Perumahan, Air, Listrik, Gas dan Bahan bakar sebesar 1,12%, kelompok sandang 0,27%, Kelompok Pendidikan, Rekreasi dan Olahraga sebesar 0,009% dan Kelompok Transportasi, Komunikasi dan Jasa Keuangan 2,04%.

“Januari 2017, inflasi Jabar di angka 0,77%. Kelompok transportasi, komunikasi dan jasa keuangan menjadi penyumbang inflasi terbesar mencapai 2,04%,” katanya kepada wartawan di Bandung, Rabu (1/2/2017).
Bachdi menambahkan dari pantauan tujuh kota di Jawa Barat, seluruh kota mengalami inflasi. Kota Bogor menjadi yang tertinggi mengalami inflasi yang mencapai 1,34%, Kota Sukabumi sebesar 0,81%, Kota Bandung 0,49%, Kota Cirebon 0,84%, Kota Bekasi 0,80%, Kota Depok 0,86% dan Kota Tasikmalaya sebesar 0,70%.
“Tujuh kota di Jawa Barat mengalami inflasi. Kota Bogor menjadi yang tertinggi mengalami inflasi sebesar 1,34%,” pungkasnya. (MAT)

          2.   Kota penyumbang inflasi tertinggi di jawa barat
Inflasi di jawa barat pada tahub 2017 berada di angka 0,77%  Hasil perhitungan tujuh kotamadya yang menjadi sampel nasional, yakni Kota Bogor, Kota Sukabumi, Kota Depok, Kota Bekasi, Kota Bandung, Kota Tasikmalaya, dan Kota Cirebon.
Namun jika ditelaah, kota-kota yang berada di kawasan barat Provinsi Jawa Barat memiliki angka inflasi yang cenderung besar. Kota-kota tersebut adalah Bogor, Sukabumi, Depok, dan Bekasi. Kota Bogor bahkan mencatat angka inflasi tertinggi dari semua sampel yakni 3,6%, jauh di atas angka inflasi Jawa Barat bahkan angka nasional.
Sementara di kawasan timur Jawa Barat yang diwakili Kota Cirebon dan Kota Tasikmalaya sebagai sampel, nilai inflasinya sangat rendah. Kota Cirebon bahkan menjadi yang terrendah di antara semua sampel dengan angka inflasi hanya 1,87%. Sedangkan Kota Bandung sebagai sampel yang berasal dari kawasan tengah Jawa Barat, mencatat inflasi 2,93% yang artinya sedikit diatas angka rata-rata Jawa Barat namun masih di bawah angka inflasi nasional.
KESIMPULAN
·         Inflasi adalah suatu proses meningkatnya harga-harga secara umum dan terus-menerus (continue) berkaitan dengan mekanisme pasar yang dapat disebabkan oleh berbagai faktor, antara lain, konsumsi masyarakat yang meningkat, berlebihnya likuiditas di pasar yang memicu konsumsi atau bahkan spekulasi, sampai termasuk juga akibat adanya ketidaklancaran distribusi barang
·         Jawa Barat mencatatkan Januari 2017 mengalami inflasi sebesar 0,77%.
·         Kota-kota yang berada di kawasan barat Provinsi Jawa Barat memiliki angka inflasi yang cenderung besar. Kota-kota tersebut adalah Bogor, Sukabumi, Depok, dan Bekasi.

DAFTAR PUSTAKA
Wikipedia. 2017. Inflasi. [online]. Tersedia :
https://id.wikipedia.org/wiki/Inflasi ( diakses 5 Juni 2017 )

Jabarprov. 2017. Inflasi jabar 2017. [online]. Tersedia :

Gumilar. 2017. Empat kota penyumbang inflasi tertinggi di jawa barat. [online]. Tersedia :



Minggu, 04 Juni 2017

Pengangguran Sukarela

Oleh : Ibrahim Hasan
           41616010079

Abstract


Sejatinya, para pekerja tidak dipekerjakan bukan karena mereka aktif mencari pekerjaan yang paling sesuai dengan keahlian mereka, tetapi karena ada ketidak cocokan mendasar antara jumlah pekerja yang menginginkan pekerjaan dan jumlah pekerja yang tersedia. Pada tingkat upah yang umumnya berlaku, penawaran tenaga kerja melebihi permintaannya sehingga para pekerja ini hanya menunggu pekerjaan yang akan tersedia. Pada akhirnya mereka kemudian menganggur.

Key: Pengangguran sukarela, Rumus tingkat pengangguran, Friksional & Struktural.

Rumusan masalah

1.    Lalu mengapa menganggur ?

Pendahuluan

Pengangguran suka rela adalah pengangguran yang menganggur untuk sementara waktu karna ingin mencari pekerjaan lain yang lebih baik. Sedangkan pengangguran duka lara adalah pengengguran yang menganggur karena sudah berusaha mencari pekerjaan namun belum berhasil mendapatkan kerja. Pengertian pengangguran tidak terlepas dari jenis- jenis permasalahan makro ekonomi yang berdampak besar dan cara mengatasinya pun realtif sulit. Pengangguran adalah isu makro yang mempengaruhi manusia secara langsung dan merupakan masalah yang paling berat. Bagi kebanyakan orang, kehilangan pekerjaan berarti penurunan standar kehidupan dan tekanan psikologis. Jadi, tidaklah mengejutkan jika pengangguran menjadi topik yang sering dibicarakan dalam perdebatan politik dan mereka sering mengklaim bahwa kebijakan yang mereka tawarkan akan membantu menciptakan lapangan kerja. Para ekonom mempelajari karakteristik pengertian pengangguran untuk mengidentifikasi penyebabnya dan untuk membantu memperbaiki kebijakan publik yang mempengaruhi pengangguran. Sebagian dari kebijakan tersebut seperti program pelatihan kerja, dan membantu orang mendapatkan pekerjaan.

Pembahasan

A.   Arti Definisi Dan Pengertian Pengangguran

Pengangguran adalah orang yang masuk dalam angkatan kerja (15 sampai 64 tahun) yang sedang mencari pekerjaan dan belum mendapatkannya. Orang yang tidak sedang mencari kerja contohnya seperti ibu rumah tangga, siswa sekolan smp, sma, mahasiswa perguruan tinggi, dan lain sebagainya yang karena sesuatu hal tidak/belum membutuhkan pekerjaan.

B.   Rumus Menghitung Tingkat Pengangguran

Untuk mengukur tingkat pengangguran pada suatu wilayah bisa didapat dar prosentase membagi jumlah pengangguran dengan jumlah angkaran kerja.
Tingkat Pengangguran = Jml Yang Nganggur / Jml Angkatan Kerja x 100%

C.   Jenis & Macam Pengangguran

1.    Pengangguran Friksional / Frictional Unemployment

Pengangguran friksional adalah pengangguran yang sifatnya sementara yang disebabkan adanya kendala waktu, informasi dan kondisi geografis antara pelamar kerja dengan pembuka lamaran pekerjaan.

2.    Pengangguran Struktural / Structural Unemployment

Pengangguran struktural adalah keadaan di mana penganggur yang mencari lapangan pekerjaan tidak mampu memenuhi persyaratan yang ditentukan pembuka lapangan kerja. Semakin maju suatu perekonomian suatu daerah akan meningkatkan kebutuhan akan sumber daya manusia yang memiliki kualitas yang lebih baik dari sebelumnya.

3.    Pengangguran Musiman / Seasonal Unemployment

Pengangguran musiman adalah keadaan menganggur karena adanya fluktuasi kegiaan ekonomi jangka pendek yang menyebabkan seseorang harus nganggur. Contohnya seperti petani yang menanti musim tanam, tukan jualan duren yang menanti musim durian.

4.    Pengangguran Siklikal

Pengangguran siklikal adalah pengangguran yang menganggur akibat imbas naik turun siklus ekonomi sehingga permintaan tenaga kerja lebih rendah daripada penawaran kerja.

Tambahan :

Pengangguran juga dapat dibedakan atas pengangguran sukarela (voluntary unemployment) dan dukalara (involuntary unemployment). Pengangguran suka rela adalah pengangguran yang menganggur untuk sementara waktu karna ingin mencari pekerjaan lain yang lebih baik. Sedangkan pengangguran duka lara adalah pengengguran yang menganggur karena sudah berusaha mencari pekerjaan namun belum berhasil mendapatkan kerja.

Cara Mengatasi Pengangguran Friksional Dan Struktural

Pengangguran pastinya menunjukan adanya sumber daya yang terbuang. Para penganggur memiliki potensi untuk memberikan kontribusi pada pendapatan nasional, tetapi mereka tidak melakukannya.
Pencarian kerja yang cocok dengan keahlian mereka merupakan hal yang menggembirakan jika pencarian itu berakhir, dan orang-orang yang menunggu pekerjaan di perusahaan yang membayar upah di atas upah normal merasa senang ketika lowongan kerja dibuka.
Sayangnya, pengangguran friksional dan struktural tidak bisa dengan mudah dikurangi. Pemerintah tidak dapat membuat pencarian kerja yang bersifat instan, juga tidak bisa dengan mudah membawa upah mendekati tingkat normal (seimbang).
Tingkat pengangguran nol adalah hal yang sulit diwujudkan dalam perekonomian yang mengedepankan nila-nilai liberalisme.
Namun demikian, adanya kebijakan publik bukannya tidak berdaya mengurangi pengangguran. Program-program pelatihan, sistem asuransi pengangguran, upah minimun, undang-undang tenaga kerja, serta infrastruktur yang baik.


Daftar Pustaka

Puspitasari.Y, Kamis, 10 Januari 2013, Pengertian Pengangguran Dan Jenis/Macam Pengangguran : Friksional, Struktural, Musiman & Siklikal, [online]. http://puspuspitaa.blogspot.co.id/2013/01/pengertian-pengangguran-dan-jenismacam.html

Gobel.F, 15 November 2015, Pengertian & Jenis Jenis Pengangguran, [online]. https://bursanom.com/pengangguran/#prettyPhoto