.

Senin, 07 Maret 2016

KLASIFIKASI MASALAH EKONOMI

Pada mulanya teori hadir untuk mengidentifikasi masalah-masalah ekonomi yang sebenarnya dihadapi oleh manusia di kehidupannya. Dengan demikian melalui pendekatan secara umum ada dua buah teori yang mencoba untuk menjelaskan dan menyelesaikan Masalah Ekonomi, yaitu pertama adalah pokok Masalah Ekonomi yang bersifat klasik dan kedua adalah yang bersifat modern.

1)      Masalah Ekonomi Klasik

            Teori ekonomi klasik ini menyatakan bahwa sesuai dengan pemikiran Adam Smith, David Ricardo, dan Jhon Stuart Mill yang lebih menonjol serta menampakkan diri pada pemikiran ekonomi. Teori ekonomi klasik dapat menunjukkan dan melihat betapa pentingnya masalah ekonomi yang berperan sebagai kesatuan dari proses produksi, distribusi dan konsumsi demi kemakmuran masyarakat. Maka dalam hal ini akan sangat perlu untuk mengedepankan mengenai kekuatan pasar sehingga turut menolak adanya campur tangan pemerintah dalam kegiatan ekonomi.

Masalah Ekonomi klasik merupakan Masalah Ekonomi yang dapat digambarkan dari pandangan yang sederhana.  Pada hakikatnya bahwa pemikiran ini berguna pada satu hal saja yaitu yang berkaitan mewujudkan kemakmuran (kesejahteraan). Dengan  menyelesaikan masalah ini merupakan cara untuk melakukan yang dianggap sangat perlu dalam mencapai kesejahteraan. Yang dikatakan kesejahteraan atau kemakmuran disini adalah situasi dan keadaan dimana semua barang atau jasa yang diperlukan oleh manusia telah ada disiapkan.

Aspek Pada Masalah Ekonomi Klasik

a.        Produksi

Pada permasalahan ini merupakan permasalahan yang dianggap sebagai cara untuk memproduksi barang dan jasa yang akan dibutuhkan oleh masyarakat.

b.        Distribusi

Masalah distribusi ini memiliki posisi dengan bagaimana benda-benda pemuas kebutuhan itu dapat sampai dengan pihak konsumen yang membutuhkan. Dengan demikian telah diketahui bahwa jika barang dan jasa yang tak dapat sampai di pihak konsumen secara tepat maka nilai gunanya itu tidak ada dan juga pemuas kebutuhan pun tidak dapat diperoleh.

c.        Konsumsi

Masalah konsumsi ini mengandung masalah-masalah yang yang membahas tentang apa yang menjadi alat pemuas kebutuhan masyarakat itu diproduksi sebagai alat yang memang dapat digunakan oleh pihak konsumen. Dengan demikian barang atau jasa yang diproduksi oleh masyarakat pun harus merupakan barang dan jasa yang tepat , maksudnya disini adalah barang dan jasa yang memang sebenarnya dibutuhkan dan mampu dibeli oleh pihak konsumen.

2) Masalah Ekonomi Modern

Masalah ekonomi modern ini mencakup pada pilihan dan kelangkaan. Yang dimaksud dengan kelangkaan merupakan penyebab yang dilakukan oleh suatu pilihan ataupun sebaliknya sehingga hadir empat pertanyaan yang mendasar yaitu mengenai What, How, Who, dan For whom. Meskipun setiap masyarakat mengalami dan menghadapi sebuah pertanyaan yang sama, tetapi cara mengatasinya itu berbeda. Perbedaan inilah yang akan menghadirkan beberapa sistem ekonomi. Maka dengan ini dapat didefinisikan menjadi empat masalah fundamental dalam perekonomian yang telah dialami oleh setiap masyarakat , yaitu:

  • What ( Apa )
Barang dan jasa yang akan diproduksi itu harus ditentukan  dalam jumlah berapa. Dengan demikian dari sekian banyak barang dan jasa harus ada pilihannya bahwa yang manakah harus dipilih untuk diproduksi. Dengan munculnya sebuah keputusan produksi maka tidak ada lagi hanya berperan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat akan tetapi juga sebagai penghasil laba maksimum atau keuntungan yang mencapai titik keoptimalan.

  • How ( Bagaimana )
Dengan adanya kata ini maka hadir beberapa pertanyaan yang berada di lingkungan ekonomi yaitu bagaimana cara yang akan dilakukan untuk proses produksi ? Apakah ini memunculkan keuntungan yang begitu besar ? atau Apakah jika terdapat barang modal yang berupa bangunan akan dijadikan sebagai kantor ataupun gudang /pabrik ?
Dengan demikian pertanyaan-pertanyaan ini senantiasa harus dituntaskan dan dijelaskan dengan bijak. Bahwa ketika melakukan kesalahan dalam produksi maka akan berdampak pada kerugian, tak ketinggalan juga mengenai kelebihan ataupun kekurangan produksi pun dapat mengakibatkan kerugian.Hal inilah yang disebabkan karena aktivitas-aktivitas produksi membutuhkan biaya/anggaran.

  • Who (Siapa)
Siapa ini adalah pelaku produksi , maka ketika itu ada banyak pihak yang dapat melakukan produksi misalnya saja pemerintah, swasta (pengusaha), atau koperasi. Inilah merupakan salah satu bentuk modernisasi , yaitu spesialisasi. Yang dimaksud dengan spesialisasi ini yaitu berarti setiap pihak memiliki suatu kemampuan dan keahlian ataupun keterampilan yang khusus. Maka melalui berbagai pertimbangan yang berkaitan pada pelaku produksi ini merupakan hal yang sangat penting dan turut peka di lingkungan masyarakat karena setiap pihak memiliki kelebihan atau nilai tambah dalam memproduksi yang lebih baik.

  • For whom (untuk siapa)
Yang dimaksud dengan untuk siapa bahwa yang berkenaan pada barang yang di produksi itu apakah untuk segmen pasar ataukah untuk pihak masyarakat umum.

5 Masalah Besar Ekonomi Di Tahun 2015 Menurut Ekonom Indef, Berly Martawardaya.

            Ekonom Indef, Berly Martawardaya mengatakanm ada 5 masalah besar ekonomi yang terjadi di tahun 2015. Hal tersebut harus diperhatikan serius oleh pemerintah karena berpotensi untuk terulang di tahun 2016.

Persoalan pertama, adalah masalah penyerapan anggaran tahun 2015 yang terlambat. Hal ini, kata Berly disebabkan oleh susunan kabinet yang berganti-ganti
"Sehingga program tak berjalan di waktunya semestinya," ujar Berly di Jakarta, Sabtu (19/12/2015).

Persoalan kedua, adalah suku bunga The Fed yang kerap menghantui ekonomi Indonesia. Walau pada akhirnya, menurut Berky masalah suku bunga The Fed ini ternyata tidak berdampak mengerikan yang diduga sebelumnya.
"Kita takut kalau naik. Tapi pada akhirnya sehari setelah suku bunga naik, saham dan obligasi Indonesia malah merespon positif. Malah kedua se-ASEAN," ujar Berly.

Persoalan ke tiga, kata Berly adalah soal kebakaran lahan. Di tahun 2015 dia melihat kebakaran mengakibatkan masalah ekonomi yang serius. Mengutip laporan triwulan III yang dikeluarkan Bank Dunia untuk Indonesia, Berly mengatakan kerugian dari kebakaran hutan ini mencapai Rp 200 triliun atau 10 persen dari APBN. 
"Seharusnya pertumbuhan ekonomi kita tahun ini bisa lebih tinggi jika kebakaran dan asap itu bisa diantisipasi lebih baik," ujar dia.
Solusi untuk kebakaran hutan, kata Berly harus segera ditemukan secepatnya. Karena, kebakaran berpotensi untuk terjadi setiap tahun.
"Jangan hanya karena sudah hujan kita merasa masalah selesai, harus ditemukan solusinya agar tidak terulang tahun depan," katanya.

Persoalan keempat adalah soal pengurangan impor beras. Dia mengatakan, pemerintah tidak perlu tergesa-gesa untuk mengurangi impor. Karena hal tersebut berdampak besar pada masyarakat, khususnya untuk masyarakat menengah ke bawah atau miskin. Menurut dia, untuk masyarakat miskin, beras menjadi komponen yang sangat vital. Beras merupakan 30 persen belanja orang miskin dan menjadi komponen terbesar belanja mereka. Apalagi, tambah Berly, tahun ini ada keterlambatan pencairan angaran sehingga program irigasi, bibit dan program-program pertanian lainnya juga ikut terlambat.
"Swasembada memang bagus tapi butuh waktu, program seperti irigasi, pemupukan untuk bisa efektif minimal butuh 3 tahun. Kalau dipaksakan malah jadinya nyungsep," kata Berly.

Persoalan kelima adalah soal kegaduhan pejabat negara. Dia menyindir sikap Rizal Ramli yang dia sebut dengan "menambah kegaduhan". Menurut dia, munculnya permasalahan dan perbedaan dalam satu kabinet adalah hal yang wajar. Namun, kata dia, masalah-masalah seperti itu tidak perlu dibawa ke ranah publik. Kata Berly, hal seperti ini hanya akan menambah permasalahan baru.
"Menteri yang seharusnya membantu presiden menyelesaikan masalah, malah menambah masalah buat presiden," ucap dia.




Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.