.

Minggu, 04 Juni 2017

Lembaga Keuangan


Pendahuluan

Lembaga keuangan dalam dunia keuangan bertindak selaku lembaga yang menyediakan jasa keuangan bagi nasabahnya, di mana pada umumnya lembaga ini diatur oleh regulasi keuangan dari pemerintah. Bentuk umum dari lembaga keuangan ini adalah termasuk perbankan, building society (sejenis koperasi di Inggris) , Credit Union, pialang saham, aset manajemen, modal ventura, koperasi, asuransi, dana pensiun, dan bisnis serupa lainnya.
Di Indonesia lembaga keuangan ini dibagi kedalam 2 kelompok yaitu lembaga keuangan bank dan lembaga keuangan bukan bank (asuransi, pegadaian, dana pensiun, reksa dana, dan bursa efek). Di Indonesia Bank Indonesia yang mempunyai peran sebagai Bank Sentral. Bank sentral  memiliki tanggung jawab terhadap setiap kebijakan moneter yang diberlakukan oleh setiap negara yang memiliki lembaga ini. Dibandingkan dengan perbankan lainnya maka bank sentral tidak memiliki kepentingan profit dalam menjalankan tugasnya karena bank sentral memiliki tugas sebagai penjaga kebijakan moneter dari pemerintahan yang sangat berbeda jelas dengan bank bank konvensional di setiap negara. Tugas dari bank sentral yang utama yaitu menjaga kestabilan dari nilai kurs dalam negeri dalam hal ini kurs mata uang dari suatu negara, menjaga kestabilan bisnis perbankan dan juga sistem perekonomian negara secara menyeluruh sehingga bank sentral menjadi lembaga yang penting dari suatu negara.

Rumusan masalah

1). Apa pentingnya lembaga keuangan untuk suatu negara ?

Pembahasan

Lembaga keuanganadalah suatu badan usaha yang mengumpulkan suatu asset dalam bentuk dana dari masyarakat dan disalurkan untuk pendanaan suatu proyek pembangunan serta untuk kegiatan ekonomi dengan mendapatkan hasil dalam bentuk bunga sebesar presentase tertentu dari besarnya dana yang disalurkan.

Pengertian Lembaga Keuangan Menurut Para Ahli

1. Pasal 1 UU No. 14/1967 dan diganti dengan UU No. 7/1992

Menurut Pasal 1 UU No. 14/1967 dan diganti dengan UU No. 7/1992 menyatakan bahwa lembaga keuangan merupakan suatu badan ataupun lembaga yang aktivitasnya untuk menarik hasil dana dari masyarakat yang kemudian menyalurkannya kepada masyarakat kembali.

2. keputusan SK Menkeu RI no. 792 Th 1990

Menurut keputusan SK Menkeu RI no. 792 Th 1990 mengungkapkan bahwa lembaga keuangan merupakan semua badan usaha yang berada di suatu bidang keuangan yang melakukan suatu penghimpunan dana, menyalurkan dana kepada masyarakat yang paling utama dalam memberikan biaya investasi pembangunan.

3. kasmir (2005:9)

Menurut kasmir mengungkapkan bahwa Lembaga keuangan merupakan untuk semua perusahaan yang berada dibidang keuangan yang dimana suatu kegiatannya, ataukah hanya menghimpun dana atau hanya untuk menyalurkan dana atau mungkin kedua-duanya.

4. Dahlan Siamat

Menurut Dahlan Siamat mengungkapkan bahwa lembaga keuangan merupakan suatu badan usaha yang kekayaannya terutama yakni dalam berbentuk suatu aset keuangan yang dibandingkan dengan suatu aset nonfinansial atau aset Riil.

5. Ahmad Rodoni

Menurut Ahmad Rodoni mengungkapkan bahwa Lembaga keuangan merupakan suatu badan usaha yang kekayaannya terutama didalam suatu bentuk-bentuk aset keuangan ( Financial assets) maupun non-finansial asset.

Fungsi

Lembaga keuangan ini menyediakan jasa sebagai perantara antara pemilik modal dan pasar utang yang bertanggung jawab dalam penyaluran dana dari investor kepada perusahaan yang membutuhkan dana tersebut. Kehadiran lembaga keuangan inilah yang memfasilitasi arus peredaran uang dalam perekonomian, di mana uang dari individu investor dikumpulkan dalam bentuk tabungan sehingga risiko dari para investor ini beralih pada lembaga keuangan yang kemudian menyalurkan dana tersebut dalam bentuk pinjaman utang kepada yang membutuhkan. Ini adalah merupakan tujuan utama dari lembaga penyimpan dana untuk menghasilkan pendapatan. Contoh dari lembaga keuangan adalah bank.

Di Indonesia lembaga keuangan ini dibagi kedalam 2 kelompok yaitu lembaga keuangan bank dan lembaga keuangan bukan bank.

1.    Lembaga Keuangan Bank

o   Bank Sentral
o   Bank Umum
o   BPR
2.    Lembaga Keuangan Bukan Bank

o   Pasar Modal
o   Pasar Uang dan Valas
o   Koperasi Simpan Pinjam
o   Pengadaian
o   Leasing
o   Asuransi
o   Anjak Piutang
o   Modal Ventura
o   Dana Pensiun
o   Dll

Manfaat Lembaga Keuangan

o   Perusahaan Pegadaian bermanfaat untuk memberikan peminjaman kepada yang memerlukan dana

o   Bermanfaat untuk memberikan suatu jaminan suatu risiko yang mungkin terjadi yang sesuai dengan jasa yang ditawarkan oleh perusahaan.

o   Bermanfaat untuk memberikan suatu kesejahteraan kepada karyawan perusahaan yang terutama yang sudah pensiun.

o   Bermanfaat untuk memberikan suatu pinjaman kepada masyarakat dalam hal pendanaan suatu kegiatan konsumsinya.

o   Bermanfaat untuk memberikan suatu manfaat kepada semua anggota dalam hal kebersamaan dan sisa hasil usaha.



Dafta Pustaka
Wikipedia, 30 Oktober 2016, pukul 13.39 [online]
Anggraini.D, Pengertian dan Macam-macam Lembaga Keuangan, 23.10 WIB. http://dwianggraini2416.blogspot.co.id/2013/01/pengertian-dan-macam-macam-lembaga.html

Bitar, Lembaga Keuangan : Pengertian, Manfaat, Fungsi, Dan Jenis Beserta Contohnya Secara Lengkap, 23 Desember 2016. [online]. http://www.gurupendidikan.com/lembaga-keuangan-pengertian-manfaat-fungsi-dan-jenis-beserta-contohnya-secara-lengkap/

Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Tingkat Konsumsi

Oleh : Ibrahim Hasan
           41616010079

ABSTRAK
Ilmu ekonomi adalah suatu studi mengenai bagaimana orang menjatuhkan pilihan yang tepat untuk memanfaatkan sumber-sumber produktif (tanah, tenaga kerja, barang-barang modal semisal mesin, dan pengetahuan teknik) yang  langka dan terbatas jumlahnya, untuk menghasilkan berbagaibagai barang (misalnya gandum daging, mantel, perahu layar, konser musik, jalan raya, pesawat pembom) serta mendistribusikan (membagikan)nya kepada pelbagai anggota masyarakat untuk merekaTingkat konsumsi seseorang dipengaruhi oleh banyak hal yang berkaitan. Seseorang membelanjakan uang yang dimiliki sebelumnya dipengaruhi oleh banyak pertimbangan akibat adanya kalangkaan.


PENDAHULUAN

Konsumsi, ialah suatu kegiatan yang bertujuan mengurangi atau menghabiskan daya guna suatu benda, baik berupa barang maupun jasa, untuk memenuhi kebutuhan dan kepuasan secara langsung. Konsumen adalah setiap orang pemakai barang dan atau jasa yang tersedia dalam masyarakat, baik bagi kepentingan diri sendiri, keluarga, orang lain, maupun makhluk hidup lain dan tidak untuk diperdagangkan. Jika tujuan pembelian produk tersebut untuk dijual kembali, maka dia disebut pengecer atau distributor. Pada masa sekarang ini bukan suatu rahasia lagi bahwa sebenarnya konsumen adalah raja sebenarnya, oleh karena itu produsen yang memiliki prinsip holistic marketing sudah seharusnya memperhatikan semua yang menjadi hak-hak konsumen.


PEMBAHASAN

Konsumsi, dari bahasa belanda consumptie, bahasa inggris consumption, ialah suatu kegiatan yang bertujuan mengurangi atau menghabiskan daya guna suatu benda, baik berupa barang maupun jasa, untuk memenuhi kebutuhan dan kepuasan secara langsung. Konsumen adalah setiap orang pemakai barang dan atau jasa yang tersedia dalam masyarakat, baik bagi kepentingan diri sendiri, keluarga, orang lain, maupun makhluk hidup lain dan tidak untuk diperdagangkan.(wikipedia)
Salah satu tujuan daripada melakukan konsumsi adalah untuk memenuhi kebutuhan manusia. Dengan melakukan konsumsi ini kebutuhan manusia diharapkan dapat terpenuhi. Terdapat empat tujuan kegiatan konsumsi dan ini juga merupakan pola perilaku dari konsumen yaitu:

1.       Mengurangi nilai guna barang atau jasa secara bertahap Setiap orang yang melakukan konsumsi akan mengurangi nilai guna barang atau jasa tersebut secara bertahap. Sebagai contohnya ialah seperti memakai pakaian, kendaraan dan sepatu.

2.       Menghabiskan nilai guna barang sekaligus Konsumen juga dapat menghabiskan nilai guna barang sekaligus. Sebagai contoh adalah makan dan minum.

3.       Memuaskan kebutuhan secara fisik Seseorang melakukan konsumsi bertujuan untuk mencukupi kebutuhan mereka secara fisik. Kebutuhan tersebut telah dijelaskan pada pembahasan bab sebelumnya. Contohnya ialah mengenakan pakaian yang bagus agar penampilannya bertambah baik.

4.       Memuaskan kebutuhan rohani Tidak hanya kebutuhan secara fisik saja tujuan seorang konsumen melakukan kegiatan konsumsi akan tetapi juga untuk memuaskan kebutuhan rohani seperti contohnya ialah membeli kitab suci untuk kebutuhan religiusitas/ rohaninya.

Berdasarkan Indeks Tendensi Bisnis (ITB) yang dikeluarkan oleh Badan Pusat Statistik (BPS), kondisi bisnis meningkat dari triwulan sebelumnya. Peningkatan ini disebabkan oleh tingkat optimism pelaku bisnis yang lebih tinggi jka dibandingkan dengan triwulan I-2012. Hal ini diungkapkan oleh Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik BPS, Suhariyanto dalam jumpa pers di  kantor BPS, Senin (6/8).  Peningkatan kondisi bisnis pada triwulan II-2012 ini, lanjutnya, terjadi pada semua sektor kecuali sektor Pertambangan dan Penggalian. Peningkatan kondisi bisnis tertinggi berada pada sektor Perdagangan, Hotel dan Restoran yang mencapai nilai ITB sebesar 110,21. Sementara itu penurunan kondisi bisnis terjadi pada sektor Pertambangan dan Penggalian yakni sebesar 92,55. Peningkatan ini terjadi karena adanya peningkatan penggunaan kapasitas produksi atau usaha, pendapatan usaha serta peningkatan rata-rata jam kerja. Untuk diketahui, ITB merupakan indikator perkembangan ekonomi terkini yang datanya diperoleh dari Survey Tendensi Bisnis (STB) yang dilakukan oleh BPS bekerja sama dengan Bank Indonesia (BI).

Faktor-faktor lain yang mempengaruhi pengeluaran untuk konsumsi  dengan teori siklus hidup dapat dibagi menjadi dua bagian yaitu faktor subyektif dan faktor-faktor lain yang bersifat obyektif (Wijaya,1989;80).

1)    Faktor-faktor subyektif
Faktor-faktor subyektif atau variabel-variabel keinginan merupakan faktor-faktor fisiologis yang merupakan permintaan rumah tangga atas barang dan jasa. Sikap para pembeli dipengaruhi oleh iklan, daya tarik produk yang bersangkutan dan oleh perkiraan harga di masa depan, tersedianya barang di masa depan atau tingkat pendapatan di masa depan.

2)    Faktor-faktor obyektif
a)    Tingkat Pendapatan;
 Besar kecilnya tingkat pendapatan yang diperoleh rumah tangga akan
mempengaruhi pengeluaran konsumsi rumah tangga.

b)    Kredit cicilan konsumen;
Biaya serta tersedianya kredit cicilan konsumen mempengaruhi
kemampuan daya beli konsumen. Jika kredit lebih mudah diperoleh
dan biayanya rendah, lebih besar kemungkinan untuk membeli dan
karena konsumen lebih cenderung meminjam sehingga saving agregat
jadi berkurang pada semua tingkat pendapatan disponsible.

c)    Persediaan aktiva-aktiva;
Melalui aliran-aliran tabungan tahunan, rumah-rumah tangga
menambah persediaan atau jumlah aktiva yang dimiliki yaitu jumlah
kekayaan mereka. Selanjutnya menaikkan kemampuan mereka untuk
berkonsumsi maka dapat dikatakan aliran-aliran tabungan tahunan
(cateris paribus) menaikkan persediaan harta milik yang dimiliki
rumah tangga dan mengeser fungsi agregat keatas.



Daftar Pustaka
Anonim. 2017. Konsumsi.  [online].
Tersedia : https://id.wikipedia.org/wiki/Konsumsi (7 mei 2017)Syatir, Fiay. 2016.

Faktor-faktor yang mempengaruhi konsumsi. [online].

BPS: Konsumsi Masyarakat Indonesia Meningkat, Senin 06 Agustus 2012 [online].

Priyanto.R, Ilmu Ekonomi dan Studi PembangunanFakultas Ekonomi  Universitas jember 2007, FAKTOR-Faktor Yang Mempengaruhi Tingkat Konsumsi Rumah Tangga Karyawan Pt Askes (Persero) Cabang Jember , Skripsi. http://repository.unej.ac.id/bitstream/handle/123456789/13525/36-.pdf?sequence=1

Pertumbuhan Perekonomian di Sulawesi Selatan

Pertumbuhan Perekonomian di Sulawesi Selatan


Melihat pertumbuhan ekonomi di Sulsel, Aviliani berpendapat provinsi yang dipimpin Syahrul Yasin Limpo ini bakal dapat keluar dari tekanan ekonomi tersebut. Jika sektor infrastruktur dan pertanian, terutama komoditi unggulan seperti pangan terus didorong dan dimaksimalkan. “Dalam era pasar bebas saat ini pemerintah daerah setempat ditantang mengingatkan kualitas dan kuantitas produk hilir di sektr pangan sehingga mampu bersaing dengan produk negara lain” (Menurut Aviliani).
Pertumbuhan ekonomi Sulsel beberapa tahun terakhir terus mengalami peningkatan. Dimana tumbuh 7,4 persen atau masih berada diatas rata-rata nasional. Hal ini disebabkan karena sebagian besar industri yang bergerak di Sulsel bergerak di bidang manufaktur (Menurut Agus Arifin Nu’mang).
Propinsi Sulawesi Selatan, satu dari 34 Propinsi di Indonesia dengan segala potensi sumber daya alam dan posisi yang strategis, julukan sebagai pintu dari Kawasan Timur Indonesia juga disematkan pada Propinsi ini. Penyematan julukan tersebut tentunya tidak sekedar isapan jempol saja, Propinsi Sulawesi Selatan berbenah dengan beberapa program aksi yang mumpuni. Propinsi Sulawesi Selatan sampai saat ini terus memperlihatkan geliat perekonomian yang cukup bergairah di Kawasan Timur Indonesia.
Apalagi saat ini Propinsi Sulawesi Selatan telah didukung dengan kelengkapan sarana dan prasarana serta infrastruktur pendukung yang cukup baik, tersedianya potensi dan peluang yang siap dikembangan serta besarnya dukungan dan komitmen pemerintah daerah.
Apalagi lebih lanjut, kebijakan pemerintah propinsi utamanya periode kedua dari kepemimpinan H. Syahrul Yasin Limpo dan Agus Arifin Nukman dalam masa bakti 2013- 2018 telah fokus pada pengembangan sektor infrastruktur, pengembangan komoditas pangan serta industry hilir guna lebih memacu perekonomian dan pendapatan ekonomi wilayah untuk lebih meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Propinsi Sulawesi Selatan (Menurut Paul Krugman).
Letak Indonesia yang sangat strategis diantara dua benua Asia dan Australia yang sangat menguntungkan bagi perdagangan, ditambah dengan kenyataan bahwasanya wilayah Indonesia yang memiliki sumber daya alam yang mumpuni dan menjadi daya tarik asing untuk melakukan investasi di Indonesia, faktor lain yang mendukung Indonesia sebagai kawasan investasi yang menguntungkan adalah ketersediaan sumber daya manusia yang secara kuantitas dan kualitas tercukupi dan mumpuni untuk membantu menyukseskan jalannya roda investasi yang baik di Indonesia, ketersediaan sumber daya manusia yang ada juga didukung dengan tidak tingginya pembiayaan dalam persiapan dan keberlangsungan ketersediaan sumber daya manusia tersebut. Tingginya potensi keinginan dalam berinvestasi asing di Indonesia dapat terlihat dari sebuah laporan yang dirilis oleh United Nations Conference on Trade and  Development (UNCTAD) yang menggambarkan tentang indeks peringkat negara dengan merujuk pada potensi arus masuk investasi dalam kasus Asean2.

Tabel 1.1 : Peringkat Negara Menurut Indeks Potensi Arus Masuk PMA di ASEAN.

Negara
Indeks Potensi Masuk PMA
1990
1995
2000
2004
2005
Brunei Darussalam
29
31
35
50
50
Indonesia
44
65
76
103
100
Malaysia
38
33
31
35
35
Filipina
83
70
61
71
74
Singapura
15
3
2
2
21
Thailand
40
44
53
59
62
Vietnam
78
88
83
80
80


Kabar24.com, MAKASSAR - Perekonomian Sulawesi Selatan sepanjang 2016 mencatatkan pertumbuhan sebesar 7,41% atau lebih tinggi dibandingkan dengan tahun sebelumnya yang berada pada level 7,17%. Kepala BPS Sulawesi Selatan Nursam Salam mengatakan struktur pertumbuhan tersebut masih didominasi oleh empat sektor usaha meliputi agribisnis, industri pengolahan, perdagangan serta konstruksi. Secara terperinci, kontribusi sektor agribisnis terhadap struktur perekonomian Sulsel sepanjang 2016 mencapai 23,29% kemudian industri pengolahan 13,92%, perdagangan 13,41% lalu konstruksi sebesar 12,53% serta selebihnya berasal dari sektor lainnya. "Sebagian besar sektor usaha di Sulsel kinerjanya positif sepanjang 2016, meski sektor sektor penopang tidak terlalu besar pertumbuhannya. Adapun laju pertumbuhan tertinggi ada pada sektor jasa keuangan yang mencapai 13,63% sepanjang tahun lalu," paparnya, Senin (6/2/2017).



Daftar Pustaka
Paul Krugman, Majalah SWA, 05/XIV/5-18 Maret 1998 dalam Sidik Jatmika, Otonomi Daerah Perspektif Hubungan Internasional, Bigraf, Yogyakarta, 2001, hal.77 http://thesis.umy.ac.id/datapublik/t40346.pdf
Nurhikmah. 13 January 2017 06.00 WITA, Ini Tiga Sektor Penopang Ekonomi Sulses di 2017.

Rahmat.A.N, 06 Februari 2017 18.20 WIB, Ekonomi Sulsel Melaju 7,41% Sepanjang 2016 http://kabar24.bisnis.com/read/20170206/78/626270/ekonomi-sulsel-melaju-741-sepanjang-2016  

INFLASI DI INDONESIA

@A05-Aulia
Oleh : Aulia Silviani Affif

ABSTRAK
Inflasi merupakan salah satu peristiwa moneter yang sangat penting dan
dijumpai di hampir semua Negara di dunia. Inflasi adalah kecenderungan dari
harga – harga untuk menaik secara umum dan terus menerus. Kenaikan harga dari
satu atau dua barang saja tidak dapat disebut inflasi, kecuali bila kenaikan tersebut
meluas kepada atau mengakibatkan kenaikan sebagian besar dari barang – barang
lain. (Boediono.1995).
Kata kunci : Inflasi

PENDAHULUAN
Inflasi adalah keadaan yang sangat menakutkan terutama bagi negara
yang sedang berkembang seperti Indonesia, karena dampak inflasi yang begitu
luas terhadap perekonomian. Oleh karena itu Bank Indonesia sebagai otoritas
moneter tidak bisa berperan sendiri dalam menjaga laju inflasi agar tetap stabil
dan memerlukan peran dan kerjasama dari pihak lain seperti dari pihak swasta,
warga masyarakat dan pihak yang tekait lainnya,baik secara langsung maupun
tidak langsung.

Untuk bisa membantu bank sentral dalam menjaga laju inflasi,maka pihak-
pihak tersebut harus mencermati kembali teori-teori yang membahas tentang
inflasi dan mengetahui faktor-faktor apa saja yang berpengaruh terhadap inflasi
dan seberapa spesifikkah pengaruhnya. 

RUMUSAN MASALAH
1.       Penyebab inflasi di indonesia?
2.       Timbulnya inflasi?
3.       Dampak inflasi?
4.       Cara penanggulangan inflasi?
5.       Hubungan inflasi dan pertumbuhan ekonomi?

PEMBAHASAN
1.       Berdasarkan penyebabnya:
·      Inflsi Tarikan Permintaan (Demand Full Inflation)
Secara umum inflasi ini sering terjadi pada perekonomian negara yang memiliki pertumbuhan pesat. Kesempatan kerja yang tinggi di negara tersebut menyebabkan tingkat pendapatan masyarakat yang tinggi. Hal ini pengeluaran yang melebihi kemampuan produksi suatu jasa atau barang. Kemampuan daya beli msyarakat yang berlebih ini kemudian menyebabkan inflasi.

Di Indonesia, inflasi penarikan permintaan bisa terjadi karena permintaan terhadap barang atau jasa yang  reltif tinggi dibanding dengan ketersediaannya. Dalam pengertian ekonomi makro inflasi jenis ini digambarkan sebagai aggregate demand yang lebih besar atau melebihi kapasitas perekonomian.

·      Inflasi Dorongan Biaya (Cost-push Inflation)
Inflasi Dorongan Biaya adalah inflasi yang ditimbulkan karena desakan kenaikan biaya produksi, terutama kenaikan biaya tenaga kerja atau upah buruh.

·      Inflasi Spiral (Spiral Inflation)
Inflasi yang disebabkan oleh kenaikan harga yang didorong oleh kenaikan upah, dan diikuti oleh kenaikan harga lagi, dan diikuti oleh kenaikan upah lagi.

2.       Salah satu penyebab timbulnya inflasi adalah pemerintah mencetak uang terlalu banyak. Alasan pemerintah mencetak uang terlalu banyak karena pemerintah membutuhkan uang untuk operasi keamanan, adanya pertarungan politik diantara golongan-golongan politik didalam negeri.

3.       Inflasi memiliki dampak positif dan juga dampak negatif.
·  Dampak positif:
a. Peredaran / perputaran barang lebih cepat.
b. Produksi barang-barang bertambah, karena keuntungan pengusaha bertambah.
c. Kesempatan kerja bertambah, karena terjadi tambahan investasi.
d. Pendapatan nominal bertambah, tetapi riil berkurang, karena kenaikanpendapatan kecil.

·  Dampak Negatif:
a. Harga barang-barang dan jasa naik.
b. Nilai dan kepercayaan terhadap uang akan turun atau berkurang.
c. Menimbulkan tindakan spekulasi.
d. Banyak proyek pembangunan macet atau terlantar.
e. Kesadaran menabung masyarakat berkurang.

4.       Penanggulangan:
·      Menekan laju pertumbuhan jumlah uang yang beredar
·      Mengurangi jumlah uang yang beredar
·      Kebijakan penghasilan (income policy)
·      Kebijakan Insenif Perpajakan (Tax Incentive Plan)

Untuk berhasilnya kebijakan penghasilan dan insentif perpajakan guna menaggulangi inflasi, sebaiknya harus ditempuh pula dengan kebijakan yamg menekan permintaan agregat. Sebagai contoh pada tahun 1968 telah ditempuh kebijakan pengehamatan melalui anggaran belanja pemerintah, hanya pengeluaran-pengeluaran yang perlu saja yang boleh dilaksanakan. Dengan cara ini kebutuhan uang tunai untuk transaksi akan berkurang dan akan membantu menekan kenaikan harga pada umumnya.(M. Suparmoko,1991: 200)

5.       Bahwa pada prinsipnya tidak semua inflasi berdampak negatif pada perekonomian. Terutama jika terjadi inflasi ringan yaitu inflasi di bawah 10% dengan adanya inflasi ringan ini dapat mendorong terjadinya pertumbuhan ekonomi.

KESIMPULAN
Inflasi adalah kecenderungan dari tingkat harga untuk naik secara umum dan terus menerus. Bukan hanya satu atau dua barang saja yang naik, melainkan harga dari sebagian besar barang dan jasa, kenaikan bukan hanya satu kali saja tetapi secara terus menerus.

Untuk menanggulangi inflasi ada beberapa cara yang dapat ditempuh oleh pemerintah yaitu dengan menekan laju pertumbuhan jumlah uang yang beredar, mengurangi jumlah uang yang beredar, kebijakan penghasilan (income policy), dan kebijakan insenif perpajakan (tax incentive plan).

DAFTAR PUSTAKA
Septian; Aziz, Mawardi, Rizki; Mohammad; Ade; Khairur. Vol. 2. No. 1. Juli 2016. Pengaruh Inflasi Dan Tingkat Pengangguran.
(diakses tanggal 04 Juni 2017)
Hartato. 2014. Analisis faktor-faktor yang mempengaruhi inflasi di Indonesia.
(diakses tanggal 04 Juni 2017)
Ratyh. 2016. 6 Penyebab terjadinya inflasi dalam suatu negara.
(diakses tanggal 04 Juni 2017)
Lestari, Enka, Geni. 2012. Masalah inflasi dan kebijakan pemerintah.
(diakses tanggal 04 Juni 2017)
Pangestu, Galih. 2011. Dampak inflasi terhadap perekonomian Indonesia.
(diakses tanggal 04 Juni 2017)
Arifianika, Janis. 2011/2012. Upaya mengatasi inflasi di Indonesia.

(diakses tanggal 04 Juni 2017)