Oleh : HAFIDZH MAULANA IKHSAN (F04)
ABSTRAK
Permintaan sebuah produk di pasar dipicu oleh beberapa faktor, salah satu di antaranya adalah hubungan dengan produk lain yang bersifat substitusi dan komplemen.
Produk substitusi adalah produk yang dapat menggantikan satu sama lain dalam hal pemenuhan,kebutuhan konsumen, misalnya kopi dan teh, sedangkan produk komplemen adalah produk yang saling melengkapi, seperti mobil dan bensin. Hadirnya produk substitusi memberikan fleksibilitas kepada konsumen dalam menentukan pilihan berdasarkan harga, kualitas, dan preferensi pribadi. Jika harga suatu barang substitusi meningkat, maka permintaan suatu barang lain yang berfungsi sejenis akan cenderung meningkat pula, menampilkan elastisitas silang dalam permintaan. Di sisi lain berbeda dengan barang komplemen, di mana adanya jumlahnya sebenarnya menampilkan hubungan yang berkebalikan, yaitu kenaikan harga satu barang dapat menurunkan permintaan barang yang erat sekali bertautan dengannya. Dalam jangka panjang, peran barang substitusi dan komplemen semakin kompleks karena dipengaruhi oleh perubahan teknologi, kebijakan ekonomi, dan perilaku konsumen yang berkembang seiring waktu. Teknologi dapat menciptakan barang substitusi baru yang lebih efisien, menggeser preferensi konsumen secara drastis. Sebagai contoh, perkembangan kendaraan listrik mengurangi permintaan terhadap bahan bakar fosil. Sementara itu, kebijakan ekonomi, seperti subsidi atau pajak, juga dapat memengaruhi keseimbangan antara barang substitusi dan komplemen dalam suatu pasar.Analisis terhadap peran barang substitusi dan komplemen dalam menentukan permintaan juga melibatkan konsep elastisitas harga dan elastisitas pendapatan. Barang dengan elastisitas silang yang tinggi cenderung memiliki substitusi yang lebih banyak, sedangkan barang dengan elastisitas silang rendah lebih bergantung pada keberadaan barang komplemennya. Faktor sosial dan psikologis juga turut memengaruhi preferensi konsumen terhadap barang substitusi dan komplemen dalam jangka panjang, di mana tren, gaya hidup, serta pengaruh budaya memainkan peran penting dalam keputusan pembelian. Dengan demikian, memahami interaksi antara barang substitusi dan komplemen dalam menentukan permintaan bukan hanya penting bagi konsumen, tetapi juga bagi produsen dan pemerintah dalam merancang strategi harga, kebijakan ekonomi, serta inovasi produk yang dapat memengaruhi dinamika pasar secara keseluruhan. Perubahan dalam faktor eksternal seperti krisis ekonomi, perubahan demografi, dan inovasi teknologi terus menciptakan pergeseran dalam permintaan terhadap barang substitusi dan komplemen, yang menjadikannya aspek fundamental dalam analisis ekonomi jangka panjang.Kata
Kunci
Permintaan,
barang substitusi, barang komplemen, elastisitas harga, elastisitas pendapatan,
elastisitas silang, perilaku konsumen, teknologi, kebijakan ekonomi, inovasi
produk, tren pasar, preferensi konsumen, keseimbangan pasar, strategi harga,
dinamika pasar.
ABSTRACT
The demand for a product in the
market is triggered by several factors, one of which is the relationship with
other products that are substitutes and complements. Substitute products are
products that can replace each other in terms of fulfilling consumer needs,
such as coffee and tea, while complementary products are products that
complement each other, such as cars and gasoline. The presence of substitute
products provides flexibility to consumers in determining choices based on
price, quality, and personal preferences. If the price of a substitute good
increases, then the demand for another good that functions similarly will tend
to increase as well, showing cross-elasticity in demand. On the other hand, it
is different from complementary goods, where the number actually shows the
opposite relationship, namely an increase in the price of one good can reduce
the demand for goods that are closely related to it. In the long term, the role
of substitute and complement goods is increasingly complex because it is
influenced by changes in technology, economic policies, and consumer behavior
that develop over time. Technology can create new, more efficient substitute
goods, drastically shifting consumer preferences. For example, the development
of electric vehicles reduces the demand for fossil fuels. Meanwhile, economic
policies, such as subsidies or taxes, can also affect the balance between
substitutes and complements in a market. Analysis of the role of substitutes
and complements in determining demand also involves the concepts of price
elasticity and income elasticity. Goods with high cross-elasticity tend to have
more substitutes, while goods with low cross-elasticity are more dependent on
the presence of their complements. Social and psychological factors also
influence consumer preferences for substitutes and complements in the long run,
where trends, lifestyles, and cultural influences play an important role in
purchasing decisions. Thus, understanding the interaction between substitutes
and complements in determining demand is not only important for consumers, but
also for producers and governments in designing pricing strategies, economic
policies, and product innovations that can affect overall market dynamics.
Changes in external factors such as economic crises, demographic changes, and
technological innovations continue to create shifts in demand for substitutes
and complements, making them a fundamental aspect of long-term economic
analysis.
Keywords
Demand,
substitute goods, complementary goods, price elasticity, income elasticity,
cross elasticity, consumer behavior, technology, economic policy, product
innovation, market trends, consumer preferences, market equilibrium, pricing
strategy, market dynamics.
Pendahuluan
Permintaan terhadap suatu barang
dalam pasar dipengaruhi oleh berbagai faktor, salah satunya adalah keberadaan
barang substitusi dan barang komplemen. Barang substitusi merupakan barang yang
dapat menggantikan fungsi barang lain dalam memenuhi kebutuhan konsumen,
seperti teh yang dapat menggantikan kopi atau margarin yang dapat menggantikan
mentega. Sebaliknya, barang komplemen adalah barang yang saling melengkapi
dalam penggunaannya, seperti bensin dan mobil, atau gula dan kopi. Hubungan
antara barang substitusi dan komplemen memiliki peran penting dalam menentukan
permintaan suatu barang, baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang. Keberadaan
barang substitusi memungkinkan konsumen untuk memiliki lebih banyak pilihan
dalam berbelanja. Jika harga suatu barang naik, konsumen cenderung beralih ke
barang substitusi yang lebih murah, sehingga permintaan barang tersebut
menurun. Sebaliknya, jika harga barang substitusi turun, maka permintaan
terhadap barang utama juga dapat terdampak negatif. Dalam kasus barang
komplemen, kenaikan harga salah satu barang dapat menyebabkan penurunan
permintaan barang lainnya. Misalnya, jika harga bensin meningkat tajam, maka
permintaan terhadap kendaraan bermotor juga berpotensi menurun karena biaya
operasional yang semakin tinggi. Dalam jangka panjang, peran barang substitusi
dan komplemen dalam menentukan permintaan semakin kompleks karena dipengaruhi
oleh faktor lain seperti perkembangan teknologi, perubahan kebijakan ekonomi,
dan dinamika preferensi konsumen. Kemajuan teknologi dapat menciptakan
alternatif baru yang menggantikan barang lama, sebagaimana yang terjadi dalam
pergeseran dari kamera analog ke kamera digital, atau dari kendaraan berbahan
bakar fosil ke kendaraan listrik. Selain itu, kebijakan pemerintah, seperti pajak,
subsidi, dan regulasi perdagangan, juga dapat memengaruhi hubungan antara
barang substitusi dan komplemen, yang pada akhirnya berdampak pada permintaan
pasar. Oleh karena itu, pemahaman mengenai peran barang substitusi dan
komplemen dalam menentukan permintaan menjadi hal yang sangat penting bagi
produsen, konsumen, dan pembuat kebijakan ekonomi. Dengan memahami bagaimana
hubungan antara kedua jenis barang ini memengaruhi keputusan pembelian, pelaku
ekonomi dapat merancang strategi yang lebih efektif dalam menghadapi perubahan
pasar. Penelitian lebih lanjut mengenai hubungan ini juga diperlukan untuk
menganalisis dampak jangka panjang terhadap perekonomian dan perkembangan
industri di berbagai sektor.
PERMASALAHAN
Dalam
menganalisis peran barang substitusi dan komplemen dalam menentukan permintaan,
terdapat beberapa permasalahan yang dapat muncul, di antaranya:
- Dampak Perubahan Harga
terhadap Permintaan
Bagaimana perubahan harga suatu barang substitusi atau komplemen memengaruhi permintaan barang terkait? Apakah elastisitas permintaan terhadap barang substitusi dan komplemen selalu konstan, ataukah dapat berubah tergantung pada kondisi ekonomi, tren pasar, dan perilaku konsumen? - Ketidakpastian dalam
Pergeseran Preferensi Konsumen
Preferensi konsumen terhadap barang substitusi dan komplemen tidak selalu stabil dan dapat berubah seiring perkembangan teknologi, gaya hidup, serta faktor sosial dan budaya. Bagaimana produsen dan pelaku pasar dapat mengantisipasi perubahan preferensi ini agar tetap dapat memenuhi permintaan konsumen secara efektif? - Pengaruh Teknologi terhadap
Hubungan Barang Substitusi dan Komplemen
Perkembangan teknologi dapat menciptakan barang substitusi baru atau mengubah hubungan antara barang komplemen. Sebagai contoh, kendaraan listrik mengubah pola konsumsi bahan bakar fosil, sementara layanan streaming menggantikan media fisik seperti DVD. Bagaimana dampak inovasi teknologi terhadap dinamika permintaan barang substitusi dan komplemen dalam jangka panjang? - Peran Kebijakan Ekonomi dan
Regulasi Pemerintah
Subsidi, pajak, dan regulasi perdagangan dapat memengaruhi harga dan ketersediaan barang substitusi maupun komplemen. Bagaimana kebijakan ekonomi yang diterapkan pemerintah dapat mengubah keseimbangan pasar dan pola permintaan terhadap barang-barang tersebut? - Kesulitan dalam Mengukur
Elastisitas Permintaan
Elastisitas silang dari barang substitusi dan komplemen tidak selalu mudah diukur secara akurat karena dipengaruhi oleh berbagai faktor eksternal, seperti tingkat pendapatan masyarakat, kondisi persaingan pasar, dan strategi pemasaran. Bagaimana metode yang paling efektif dalam mengukur hubungan antara barang substitusi dan komplemen agar dapat menghasilkan data yang lebih akurat untuk analisis ekonomi? - Dampak Globalisasi dan
Persaingan Pasar
Globalisasi memperluas akses konsumen terhadap berbagai pilihan barang substitusi yang lebih murah dan berkualitas lebih baik. Bagaimana persaingan global memengaruhi hubungan antara barang substitusi dan komplemen serta dampaknya terhadap permintaan di pasar domestik?
PEMBAHASAN
Barang
substitusi dan barang komplemen memiliki peran penting dalam menentukan
permintaan suatu produk di pasar. Kedua jenis barang ini memengaruhi bagaimana
konsumen membuat keputusan pembelian berdasarkan harga, preferensi, dan kondisi
ekonomi yang berkembang. Dalam pembahasan ini, akan diuraikan secara lebih
mendalam mengenai hubungan antara barang substitusi dan komplemen, pengaruhnya
terhadap elastisitas permintaan, serta faktor-faktor lain yang memengaruhi
dinamika pasar dalam jangka pendek dan jangka panjang.
1.
Pengertian Barang Substitusi dan Barang Komplemen
Barang
substitusi adalah barang yang dapat menggantikan fungsi barang lain karena
memiliki kegunaan yang serupa. Contohnya adalah teh dan kopi, margarin dan
mentega, serta taksi online dan transportasi umum. Jika harga suatu barang
substitusi meningkat, konsumen cenderung beralih ke barang alternatif yang
lebih murah, sehingga permintaan terhadap barang substitusi meningkat.
Sebaliknya,
barang komplemen adalah barang yang saling melengkapi dalam penggunaannya, di
mana keberadaan satu barang meningkatkan nilai atau manfaat dari barang
lainnya. Contoh klasik dari barang komplemen adalah mobil dan bahan bakar, pena
dan tinta, atau komputer dan perangkat lunak. Jika harga salah satu barang
komplemen naik, maka permintaan terhadap barang lainnya juga cenderung turun
karena biaya total untuk menggunakan kedua barang tersebut menjadi lebih mahal.
2. Peran
Barang Substitusi dalam Menentukan Permintaan
Keberadaan
barang substitusi memberikan fleksibilitas bagi konsumen dalam memilih produk
yang paling sesuai dengan kebutuhan dan anggaran mereka. Peran barang
substitusi dalam menentukan permintaan dapat dianalisis melalui konsep
elastisitas silang, yang mengukur seberapa besar perubahan permintaan suatu
barang akibat perubahan harga barang substitusinya.
Jika
elastisitas silang bernilai positif, berarti barang tersebut memiliki
substitusi yang kuat, sehingga perubahan harga pada satu barang dapat berdampak
signifikan pada permintaan barang lainnya. Misalnya, jika harga kopi naik
secara drastis, konsumen akan beralih ke teh, menyebabkan permintaan teh
meningkat.
Dalam
jangka panjang, barang substitusi dapat semakin beragam akibat perkembangan
teknologi dan inovasi produk. Misalnya, perkembangan mobil listrik sebagai
substitusi kendaraan berbahan bakar fosil semakin populer karena dianggap lebih
hemat energi dan ramah lingkungan. Hal ini menunjukkan bahwa faktor teknologi
juga berperan dalam menciptakan barang substitusi baru yang menggeser pola
permintaan di pasar.
3. Peran
Barang Komplemen dalam Menentukan Permintaan
Barang
komplemen memiliki hubungan yang berbeda dengan barang substitusi dalam
menentukan permintaan. Jika harga salah satu barang komplemen meningkat, maka
permintaan terhadap barang lainnya juga cenderung menurun. Sebagai contoh, jika
harga tinta printer naik secara signifikan, permintaan terhadap printer juga
dapat menurun karena konsumen mempertimbangkan biaya penggunaan secara
keseluruhan.
Peran
barang komplemen dalam permintaan juga dapat dianalisis melalui elastisitas
silang. Jika elastisitas silang bernilai negatif, berarti kedua barang memiliki
hubungan komplemen yang kuat, di mana kenaikan harga salah satu barang akan
menyebabkan penurunan permintaan terhadap barang lainnya.
Dalam
jangka panjang, pergeseran teknologi dan perubahan pola konsumsi juga dapat
mengubah hubungan antara barang komplemen. Misalnya, dengan berkembangnya
teknologi penyimpanan data berbasis cloud, permintaan terhadap perangkat
penyimpanan fisik seperti hard disk eksternal menjadi berkurang. Oleh karena
itu, hubungan antara barang komplemen tidak selalu bersifat tetap dan dapat
berubah sesuai dengan tren pasar dan inovasi teknologi.
4.
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Hubungan Barang Substitusi dan Komplemen
Selain
harga, terdapat beberapa faktor lain yang memengaruhi hubungan antara barang
substitusi dan komplemen dalam menentukan permintaan, antara lain:
- Pendapatan Konsumen: Ketika
pendapatan meningkat, konsumen cenderung memilih barang dengan kualitas
lebih tinggi, yang mungkin mengubah hubungan antara barang substitusi dan
komplemen. Sebagai contoh, seseorang yang sebelumnya menggunakan
transportasi umum mungkin beralih ke kendaraan pribadi ketika
pendapatannya meningkat.
- Preferensi dan Tren Pasar:
Perubahan gaya hidup dan tren pasar juga berperan dalam menentukan
permintaan barang substitusi dan komplemen. Misalnya, meningkatnya
kesadaran akan kesehatan membuat banyak konsumen beralih dari minuman
bersoda ke jus buah atau air mineral.
- Perkembangan Teknologi:
Teknologi yang semakin maju sering kali menciptakan substitusi baru atau
mengubah hubungan antara barang komplemen. Contohnya, perkembangan
aplikasi streaming musik telah mengurangi permintaan terhadap CD fisik.
- Kebijakan Pemerintah: Regulasi
pemerintah seperti pajak, subsidi, atau pembatasan impor dapat memengaruhi
keseimbangan antara barang substitusi dan komplemen. Misalnya, pemberian
subsidi untuk kendaraan listrik dapat mengurangi permintaan terhadap
kendaraan berbahan bakar bensin.
5.
Implikasi bagi Produsen dan Pemerintah
Pemahaman
mengenai hubungan antara barang substitusi dan komplemen sangat penting bagi
berbagai pihak, terutama produsen dan pemerintah.
- Bagi Produsen:
- Produsen dapat menggunakan analisis barang
substitusi untuk menyesuaikan strategi harga dan diferensiasi produk guna
mempertahankan keunggulan kompetitif.
- Dalam hal barang komplemen, produsen dapat
menjalin kerja sama dengan produsen barang terkait untuk meningkatkan
daya tarik produk. Misalnya, perusahaan teknologi sering menawarkan
bundling produk seperti komputer dengan perangkat lunak atau smartphone dengan
aksesori eksklusif.
- Bagi Pemerintah:
- Pemerintah dapat mengatur kebijakan ekonomi yang
menjaga keseimbangan antara barang substitusi dan komplemen, seperti
pengenaan pajak atas produk tertentu atau pemberian subsidi untuk
mendorong konsumsi barang yang lebih ramah lingkungan.
·
Regulasi
perdagangan juga dapat memengaruhi hubungan antara barang substitusi dan
komplemen, misalnya dengan pembatasan impor barang tertentu untuk melindungi
industri dalam negeri.
Poin-Poin
Penting
- Barang Substitusi: Jika harga
suatu barang naik, permintaan terhadap barang substitusinya meningkat
(contoh: teh dan kopi).
- Barang Komplemen: Jika harga
suatu barang naik, permintaan terhadap barang komplemennya turun (contoh:
mobil dan bensin).
- Faktor yang Mempengaruhi:
Harga, pendapatan konsumen, tren pasar, teknologi, dan kebijakan
pemerintah.
- Dampak bagi Produsen:
Menyesuaikan strategi harga dan pemasaran, serta bekerja sama dengan
produsen barang komplemen.
- Dampak bagi Pemerintah:
Mengatur pajak, subsidi, dan kebijakan perdagangan untuk menjaga
keseimbangan pasar.
KESIMPULAN
Barang
substitusi dan barang komplemen memiliki pengaruh yang signifikan dalam
menentukan permintaan suatu produk di pasar. Barang substitusi memungkinkan
konsumen untuk beralih ke alternatif lain ketika harga suatu barang meningkat,
sedangkan barang komplemen menunjukkan keterkaitan erat antara dua produk yang
digunakan secara bersamaan. Kedua konsep ini membantu dalam memahami pola
konsumsi serta bagaimana perubahan harga, pendapatan, dan tren pasar dapat
memengaruhi permintaan suatu barang. Dalam dinamika ekonomi, keberadaan barang
substitusi memberikan persaingan yang sehat di pasar, mendorong inovasi, serta
meningkatkan efisiensi bagi produsen agar dapat menawarkan produk yang lebih
kompetitif. Sebaliknya, barang komplemen menunjukkan bahwa peningkatan atau
penurunan harga suatu barang dapat berdampak langsung pada barang terkait,
sehingga keputusan harga dan strategi pemasaran perlu dipertimbangkan secara
matang oleh produsen. Selain itu, faktor-faktor eksternal seperti kebijakan
pemerintah, perkembangan teknologi, dan perubahan preferensi konsumen turut
memengaruhi hubungan antara barang substitusi dan komplemen. Regulasi seperti
pajak dan subsidi dapat mendorong atau membatasi permintaan terhadap suatu
barang, sementara inovasi teknologi sering kali menciptakan barang substitusi
baru yang mengubah pola konsumsi. Oleh karena itu, pemahaman yang mendalam
mengenai peran barang substitusi dan komplemen sangat penting bagi produsen,
pemerintah, serta konsumen dalam mengambil keputusan ekonomi yang lebih rasional.
SARAN
1. 1. Bagi Produsen: Perusahaan perlu menganalisis elastisitas permintaan terhadap barang substitusi dan komplemen untuk menetapkan strategi harga dan pemasaran yang tepat.
2. 2. Bagi Pemerintah: Kebijakan pajak, subsidi, dan regulasi perdagangan harus mempertimbangkan dampaknya terhadap permintaan barang substitusi dan komplemen untuk menjaga keseimbangan ekonomi.
3. 3. Bagi Konsumen: Memahami hubungan antara barang substitusi dan komplemen dapat membantu dalam membuat keputusan pembelian yang lebih ekonomis dan efisien.
4. 4. Bagi Peneliti dan Akademisi: Studi
lebih lanjut diperlukan untuk memahami dinamika permintaan barang substitusi
dan komplemen dalam berbagai sektor industri, terutama di era digital dan
globalisasi.
PENUTUP
Barang
substitusi dan barang komplemen memiliki peran yang sangat penting dalam
menentukan permintaan suatu produk di pasar. Barang substitusi memberikan
pilihan bagi konsumen untuk beralih ke produk lain dengan fungsi serupa ketika
harga suatu barang meningkat, sementara barang komplemen menunjukkan hubungan
ketergantungan antara dua barang yang digunakan secara bersamaan. Kedua konsep
ini tidak hanya memengaruhi pola konsumsi individu, tetapi juga berkontribusi
terhadap dinamika pasar secara keseluruhan. Dalam praktiknya, pemahaman
terhadap barang substitusi dan komplemen sangat diperlukan bagi berbagai pihak,
termasuk produsen, pemerintah, dan konsumen. Bagi produsen, analisis terhadap
hubungan antara barang substitusi dan komplemen dapat membantu dalam menyusun
strategi harga, diferensiasi produk, dan pemasaran yang lebih efektif. Dengan
memahami bagaimana perubahan harga atau tren pasar memengaruhi permintaan,
produsen dapat mengambil langkah-langkah untuk tetap kompetitif di pasar yang
terus berkembang. Bagi pemerintah, kebijakan ekonomi seperti pengenaan pajak,
pemberian subsidi, dan regulasi perdagangan harus mempertimbangkan hubungan
antara barang substitusi dan komplemen agar dapat menjaga keseimbangan pasar.
Kebijakan yang tepat dapat mendorong pertumbuhan industri tertentu dan
mengendalikan permintaan terhadap produk-produk yang memiliki dampak ekonomi
atau lingkungan yang signifikan. Sementara itu, bagi konsumen, pemahaman
tentang barang substitusi dan komplemen dapat membantu dalam membuat keputusan
pembelian yang lebih cerdas dan ekonomis. Dengan mempertimbangkan alternatif
yang tersedia atau memahami hubungan antara barang yang mereka konsumsi,
konsumen dapat mengelola anggaran mereka dengan lebih efisien dan menyesuaikan
pola konsumsi sesuai dengan kondisi pasar. Seiring dengan perkembangan
teknologi, inovasi produk, dan perubahan preferensi masyarakat, hubungan antara
barang substitusi dan komplemen akan terus mengalami dinamika yang kompleks.
Oleh karena itu, analisis yang berkelanjutan diperlukan agar produsen,
pemerintah, dan konsumen dapat beradaptasi dengan perubahan yang terjadi di
pasar. Dengan pemahaman yang baik terhadap konsep ini, keseimbangan antara
permintaan dan penawaran dapat terjaga, sehingga menciptakan pasar yang lebih
stabil, efisien, dan berdaya saing di masa depan.
DAFTAR PUSTAKA
Sinaga,
M., Zalukhu, R. S., Hutauruk, R. P. S., Collyn, D., Jayanti, S. E., Damanik, S.
W. H., & Margareth, Y. (2024). Analisis Pilihan Konsumen Terhadap Barang
Substitusi dan Komplementer. Jurnal Ekonomi, Akuntansi, dan Perpajakan,
1(4), 455–464.
Nafisah,
L., & Sutrisno, S. (2021). Pengendalian Persediaan Probabilistik Produk
Substitusi dengan Permintaan sebagai Fungsi Harga. J@ti Undip: Jurnal Teknik
Industri, 16(1), 63–72.
Andriyani,
D., Nurzaitun, N., Asnawi, A., Safira, S., & Barunea, S. A. (2022).
Pengaruh Permintaan dan Harga Barang Substitusi terhadap Pendapatan Pedagang
Ikan Bandeng di Kota Lhokseumawe. Jurnal Ekonomi Pertanian Unimal, 5(1).
Taufiq,
M., Rahmanta, & Ayu, S. F. (2021). Analisis Pengaruh Barang Substitusi dan
Komplementer terhadap Fungsi Permintaan Cabai di Indonesia. JIA (Jurnal
Ilmiah Agribisnis): Jurnal Agribisnis dan Ilmu Sosial Ekonomi Pertanian,
4(3), 104–115.
Ruiz, F.
J. R., Athey, S., & Blei, D. M. (2017). SHOPPER: A Probabilistic Model of
Consumer Choice with Substitutes and Complements. arXiv preprint
arXiv:1711.03560.
McAuley,
J., Pandey, R., & Leskovec, J. (2015). Inferring Networks of Substitutable
and Complementary Products. arXiv preprint arXiv:1506.08839.
Rohana,
E., Naomi, N. D., & Karmini. (2012). Analisis Faktor-Faktor yang
Memengaruhi Permintaan Kedelai di Indonesia. Jurnal Agribisnis dan
Pengembangan Ekonomi Pertanian, 8(1), 47–57.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.