.

Minggu, 16 Maret 2025

PERAN BARANG SUBSTITUSI DAN KOMPLEMEN DALAM MENENTUKAN PERMINTAAN

 

Oleh : HAFIDZH MAULANA IKHSAN (F04)

ABSTRAK

Permintaan sebuah produk di pasar dipicu oleh beberapa faktor, salah satu di antaranya adalah hubungan dengan produk lain yang bersifat substitusi dan komplemen.

 Produk substitusi adalah produk yang dapat menggantikan satu sama lain dalam hal pemenuhan,kebutuhan konsumen, misalnya kopi dan teh, sedangkan produk komplemen adalah produk yang saling melengkapi, seperti mobil dan bensin. Hadirnya produk substitusi memberikan fleksibilitas kepada konsumen dalam menentukan pilihan berdasarkan harga, kualitas, dan preferensi pribadi. Jika harga suatu barang substitusi meningkat, maka permintaan suatu barang lain yang berfungsi sejenis akan cenderung meningkat pula, menampilkan elastisitas silang dalam permintaan. Di sisi lain berbeda dengan barang komplemen, di mana adanya jumlahnya sebenarnya menampilkan hubungan yang berkebalikan, yaitu kenaikan harga satu barang dapat menurunkan permintaan barang yang erat sekali bertautan dengannya. Dalam jangka panjang, peran barang substitusi dan komplemen semakin kompleks karena dipengaruhi oleh perubahan teknologi, kebijakan ekonomi, dan perilaku konsumen yang berkembang seiring waktu. Teknologi dapat menciptakan barang substitusi baru yang lebih efisien, menggeser preferensi konsumen secara drastis. Sebagai contoh, perkembangan kendaraan listrik mengurangi permintaan terhadap bahan bakar fosil. Sementara itu, kebijakan ekonomi, seperti subsidi atau pajak, juga dapat memengaruhi keseimbangan antara barang substitusi dan komplemen dalam suatu pasar.Analisis terhadap peran barang substitusi dan komplemen dalam menentukan permintaan juga melibatkan konsep elastisitas harga dan elastisitas pendapatan. Barang dengan elastisitas silang yang tinggi cenderung memiliki substitusi yang lebih banyak, sedangkan barang dengan elastisitas silang rendah lebih bergantung pada keberadaan barang komplemennya. Faktor sosial dan psikologis juga turut memengaruhi preferensi konsumen terhadap barang substitusi dan komplemen dalam jangka panjang, di mana tren, gaya hidup, serta pengaruh budaya memainkan peran penting dalam keputusan pembelian. Dengan demikian, memahami interaksi antara barang substitusi dan komplemen dalam menentukan permintaan bukan hanya penting bagi konsumen, tetapi juga bagi produsen dan pemerintah dalam merancang strategi harga, kebijakan ekonomi, serta inovasi produk yang dapat memengaruhi dinamika pasar secara keseluruhan. Perubahan dalam faktor eksternal seperti krisis ekonomi, perubahan demografi, dan inovasi teknologi terus menciptakan pergeseran dalam permintaan terhadap barang substitusi dan komplemen, yang menjadikannya aspek fundamental dalam analisis ekonomi jangka panjang.

Kata Kunci

Permintaan, barang substitusi, barang komplemen, elastisitas harga, elastisitas pendapatan, elastisitas silang, perilaku konsumen, teknologi, kebijakan ekonomi, inovasi produk, tren pasar, preferensi konsumen, keseimbangan pasar, strategi harga, dinamika pasar.

ABSTRACT

The demand for a product in the market is triggered by several factors, one of which is the relationship with other products that are substitutes and complements. Substitute products are products that can replace each other in terms of fulfilling consumer needs, such as coffee and tea, while complementary products are products that complement each other, such as cars and gasoline. The presence of substitute products provides flexibility to consumers in determining choices based on price, quality, and personal preferences. If the price of a substitute good increases, then the demand for another good that functions similarly will tend to increase as well, showing cross-elasticity in demand. On the other hand, it is different from complementary goods, where the number actually shows the opposite relationship, namely an increase in the price of one good can reduce the demand for goods that are closely related to it. In the long term, the role of substitute and complement goods is increasingly complex because it is influenced by changes in technology, economic policies, and consumer behavior that develop over time. Technology can create new, more efficient substitute goods, drastically shifting consumer preferences. For example, the development of electric vehicles reduces the demand for fossil fuels. Meanwhile, economic policies, such as subsidies or taxes, can also affect the balance between substitutes and complements in a market. Analysis of the role of substitutes and complements in determining demand also involves the concepts of price elasticity and income elasticity. Goods with high cross-elasticity tend to have more substitutes, while goods with low cross-elasticity are more dependent on the presence of their complements. Social and psychological factors also influence consumer preferences for substitutes and complements in the long run, where trends, lifestyles, and cultural influences play an important role in purchasing decisions. Thus, understanding the interaction between substitutes and complements in determining demand is not only important for consumers, but also for producers and governments in designing pricing strategies, economic policies, and product innovations that can affect overall market dynamics. Changes in external factors such as economic crises, demographic changes, and technological innovations continue to create shifts in demand for substitutes and complements, making them a fundamental aspect of long-term economic analysis.

Keywords

Demand, substitute goods, complementary goods, price elasticity, income elasticity, cross elasticity, consumer behavior, technology, economic policy, product innovation, market trends, consumer preferences, market equilibrium, pricing strategy, market dynamics.

Pendahuluan

Permintaan terhadap suatu barang dalam pasar dipengaruhi oleh berbagai faktor, salah satunya adalah keberadaan barang substitusi dan barang komplemen. Barang substitusi merupakan barang yang dapat menggantikan fungsi barang lain dalam memenuhi kebutuhan konsumen, seperti teh yang dapat menggantikan kopi atau margarin yang dapat menggantikan mentega. Sebaliknya, barang komplemen adalah barang yang saling melengkapi dalam penggunaannya, seperti bensin dan mobil, atau gula dan kopi. Hubungan antara barang substitusi dan komplemen memiliki peran penting dalam menentukan permintaan suatu barang, baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang. Keberadaan barang substitusi memungkinkan konsumen untuk memiliki lebih banyak pilihan dalam berbelanja. Jika harga suatu barang naik, konsumen cenderung beralih ke barang substitusi yang lebih murah, sehingga permintaan barang tersebut menurun. Sebaliknya, jika harga barang substitusi turun, maka permintaan terhadap barang utama juga dapat terdampak negatif. Dalam kasus barang komplemen, kenaikan harga salah satu barang dapat menyebabkan penurunan permintaan barang lainnya. Misalnya, jika harga bensin meningkat tajam, maka permintaan terhadap kendaraan bermotor juga berpotensi menurun karena biaya operasional yang semakin tinggi. Dalam jangka panjang, peran barang substitusi dan komplemen dalam menentukan permintaan semakin kompleks karena dipengaruhi oleh faktor lain seperti perkembangan teknologi, perubahan kebijakan ekonomi, dan dinamika preferensi konsumen. Kemajuan teknologi dapat menciptakan alternatif baru yang menggantikan barang lama, sebagaimana yang terjadi dalam pergeseran dari kamera analog ke kamera digital, atau dari kendaraan berbahan bakar fosil ke kendaraan listrik. Selain itu, kebijakan pemerintah, seperti pajak, subsidi, dan regulasi perdagangan, juga dapat memengaruhi hubungan antara barang substitusi dan komplemen, yang pada akhirnya berdampak pada permintaan pasar. Oleh karena itu, pemahaman mengenai peran barang substitusi dan komplemen dalam menentukan permintaan menjadi hal yang sangat penting bagi produsen, konsumen, dan pembuat kebijakan ekonomi. Dengan memahami bagaimana hubungan antara kedua jenis barang ini memengaruhi keputusan pembelian, pelaku ekonomi dapat merancang strategi yang lebih efektif dalam menghadapi perubahan pasar. Penelitian lebih lanjut mengenai hubungan ini juga diperlukan untuk menganalisis dampak jangka panjang terhadap perekonomian dan perkembangan industri di berbagai sektor.

PERMASALAHAN

Dalam menganalisis peran barang substitusi dan komplemen dalam menentukan permintaan, terdapat beberapa permasalahan yang dapat muncul, di antaranya:

  1. Dampak Perubahan Harga terhadap Permintaan
    Bagaimana perubahan harga suatu barang substitusi atau komplemen memengaruhi permintaan barang terkait? Apakah elastisitas permintaan terhadap barang substitusi dan komplemen selalu konstan, ataukah dapat berubah tergantung pada kondisi ekonomi, tren pasar, dan perilaku konsumen?
  2. Ketidakpastian dalam Pergeseran Preferensi Konsumen
    Preferensi konsumen terhadap barang substitusi dan komplemen tidak selalu stabil dan dapat berubah seiring perkembangan teknologi, gaya hidup, serta faktor sosial dan budaya. Bagaimana produsen dan pelaku pasar dapat mengantisipasi perubahan preferensi ini agar tetap dapat memenuhi permintaan konsumen secara efektif?
  3. Pengaruh Teknologi terhadap Hubungan Barang Substitusi dan Komplemen
    Perkembangan teknologi dapat menciptakan barang substitusi baru atau mengubah hubungan antara barang komplemen. Sebagai contoh, kendaraan listrik mengubah pola konsumsi bahan bakar fosil, sementara layanan streaming menggantikan media fisik seperti DVD. Bagaimana dampak inovasi teknologi terhadap dinamika permintaan barang substitusi dan komplemen dalam jangka panjang?
  4. Peran Kebijakan Ekonomi dan Regulasi Pemerintah
    Subsidi, pajak, dan regulasi perdagangan dapat memengaruhi harga dan ketersediaan barang substitusi maupun komplemen. Bagaimana kebijakan ekonomi yang diterapkan pemerintah dapat mengubah keseimbangan pasar dan pola permintaan terhadap barang-barang tersebut?
  5. Kesulitan dalam Mengukur Elastisitas Permintaan
    Elastisitas silang dari barang substitusi dan komplemen tidak selalu mudah diukur secara akurat karena dipengaruhi oleh berbagai faktor eksternal, seperti tingkat pendapatan masyarakat, kondisi persaingan pasar, dan strategi pemasaran. Bagaimana metode yang paling efektif dalam mengukur hubungan antara barang substitusi dan komplemen agar dapat menghasilkan data yang lebih akurat untuk analisis ekonomi?
  6. Dampak Globalisasi dan Persaingan Pasar
    Globalisasi memperluas akses konsumen terhadap berbagai pilihan barang substitusi yang lebih murah dan berkualitas lebih baik. Bagaimana persaingan global memengaruhi hubungan antara barang substitusi dan komplemen serta dampaknya terhadap permintaan di pasar domestik?

PEMBAHASAN

Barang substitusi dan barang komplemen memiliki peran penting dalam menentukan permintaan suatu produk di pasar. Kedua jenis barang ini memengaruhi bagaimana konsumen membuat keputusan pembelian berdasarkan harga, preferensi, dan kondisi ekonomi yang berkembang. Dalam pembahasan ini, akan diuraikan secara lebih mendalam mengenai hubungan antara barang substitusi dan komplemen, pengaruhnya terhadap elastisitas permintaan, serta faktor-faktor lain yang memengaruhi dinamika pasar dalam jangka pendek dan jangka panjang.

1. Pengertian Barang Substitusi dan Barang Komplemen

Barang substitusi adalah barang yang dapat menggantikan fungsi barang lain karena memiliki kegunaan yang serupa. Contohnya adalah teh dan kopi, margarin dan mentega, serta taksi online dan transportasi umum. Jika harga suatu barang substitusi meningkat, konsumen cenderung beralih ke barang alternatif yang lebih murah, sehingga permintaan terhadap barang substitusi meningkat.

Sebaliknya, barang komplemen adalah barang yang saling melengkapi dalam penggunaannya, di mana keberadaan satu barang meningkatkan nilai atau manfaat dari barang lainnya. Contoh klasik dari barang komplemen adalah mobil dan bahan bakar, pena dan tinta, atau komputer dan perangkat lunak. Jika harga salah satu barang komplemen naik, maka permintaan terhadap barang lainnya juga cenderung turun karena biaya total untuk menggunakan kedua barang tersebut menjadi lebih mahal.

2. Peran Barang Substitusi dalam Menentukan Permintaan

Keberadaan barang substitusi memberikan fleksibilitas bagi konsumen dalam memilih produk yang paling sesuai dengan kebutuhan dan anggaran mereka. Peran barang substitusi dalam menentukan permintaan dapat dianalisis melalui konsep elastisitas silang, yang mengukur seberapa besar perubahan permintaan suatu barang akibat perubahan harga barang substitusinya.

Jika elastisitas silang bernilai positif, berarti barang tersebut memiliki substitusi yang kuat, sehingga perubahan harga pada satu barang dapat berdampak signifikan pada permintaan barang lainnya. Misalnya, jika harga kopi naik secara drastis, konsumen akan beralih ke teh, menyebabkan permintaan teh meningkat.

Dalam jangka panjang, barang substitusi dapat semakin beragam akibat perkembangan teknologi dan inovasi produk. Misalnya, perkembangan mobil listrik sebagai substitusi kendaraan berbahan bakar fosil semakin populer karena dianggap lebih hemat energi dan ramah lingkungan. Hal ini menunjukkan bahwa faktor teknologi juga berperan dalam menciptakan barang substitusi baru yang menggeser pola permintaan di pasar.

3. Peran Barang Komplemen dalam Menentukan Permintaan

Barang komplemen memiliki hubungan yang berbeda dengan barang substitusi dalam menentukan permintaan. Jika harga salah satu barang komplemen meningkat, maka permintaan terhadap barang lainnya juga cenderung menurun. Sebagai contoh, jika harga tinta printer naik secara signifikan, permintaan terhadap printer juga dapat menurun karena konsumen mempertimbangkan biaya penggunaan secara keseluruhan.

Peran barang komplemen dalam permintaan juga dapat dianalisis melalui elastisitas silang. Jika elastisitas silang bernilai negatif, berarti kedua barang memiliki hubungan komplemen yang kuat, di mana kenaikan harga salah satu barang akan menyebabkan penurunan permintaan terhadap barang lainnya.

Dalam jangka panjang, pergeseran teknologi dan perubahan pola konsumsi juga dapat mengubah hubungan antara barang komplemen. Misalnya, dengan berkembangnya teknologi penyimpanan data berbasis cloud, permintaan terhadap perangkat penyimpanan fisik seperti hard disk eksternal menjadi berkurang. Oleh karena itu, hubungan antara barang komplemen tidak selalu bersifat tetap dan dapat berubah sesuai dengan tren pasar dan inovasi teknologi.

4. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Hubungan Barang Substitusi dan Komplemen

Selain harga, terdapat beberapa faktor lain yang memengaruhi hubungan antara barang substitusi dan komplemen dalam menentukan permintaan, antara lain:

  • Pendapatan Konsumen: Ketika pendapatan meningkat, konsumen cenderung memilih barang dengan kualitas lebih tinggi, yang mungkin mengubah hubungan antara barang substitusi dan komplemen. Sebagai contoh, seseorang yang sebelumnya menggunakan transportasi umum mungkin beralih ke kendaraan pribadi ketika pendapatannya meningkat.
  • Preferensi dan Tren Pasar: Perubahan gaya hidup dan tren pasar juga berperan dalam menentukan permintaan barang substitusi dan komplemen. Misalnya, meningkatnya kesadaran akan kesehatan membuat banyak konsumen beralih dari minuman bersoda ke jus buah atau air mineral.
  • Perkembangan Teknologi: Teknologi yang semakin maju sering kali menciptakan substitusi baru atau mengubah hubungan antara barang komplemen. Contohnya, perkembangan aplikasi streaming musik telah mengurangi permintaan terhadap CD fisik.
  • Kebijakan Pemerintah: Regulasi pemerintah seperti pajak, subsidi, atau pembatasan impor dapat memengaruhi keseimbangan antara barang substitusi dan komplemen. Misalnya, pemberian subsidi untuk kendaraan listrik dapat mengurangi permintaan terhadap kendaraan berbahan bakar bensin.

5. Implikasi bagi Produsen dan Pemerintah

Pemahaman mengenai hubungan antara barang substitusi dan komplemen sangat penting bagi berbagai pihak, terutama produsen dan pemerintah.

  • Bagi Produsen:
    • Produsen dapat menggunakan analisis barang substitusi untuk menyesuaikan strategi harga dan diferensiasi produk guna mempertahankan keunggulan kompetitif.
    • Dalam hal barang komplemen, produsen dapat menjalin kerja sama dengan produsen barang terkait untuk meningkatkan daya tarik produk. Misalnya, perusahaan teknologi sering menawarkan bundling produk seperti komputer dengan perangkat lunak atau smartphone dengan aksesori eksklusif.
  • Bagi Pemerintah:
    • Pemerintah dapat mengatur kebijakan ekonomi yang menjaga keseimbangan antara barang substitusi dan komplemen, seperti pengenaan pajak atas produk tertentu atau pemberian subsidi untuk mendorong konsumsi barang yang lebih ramah lingkungan.

·       Regulasi perdagangan juga dapat memengaruhi hubungan antara barang substitusi dan komplemen, misalnya dengan pembatasan impor barang tertentu untuk melindungi industri dalam negeri.

Poin-Poin Penting

  1. Barang Substitusi: Jika harga suatu barang naik, permintaan terhadap barang substitusinya meningkat (contoh: teh dan kopi).
  2. Barang Komplemen: Jika harga suatu barang naik, permintaan terhadap barang komplemennya turun (contoh: mobil dan bensin).
  3. Faktor yang Mempengaruhi: Harga, pendapatan konsumen, tren pasar, teknologi, dan kebijakan pemerintah.
  4. Dampak bagi Produsen: Menyesuaikan strategi harga dan pemasaran, serta bekerja sama dengan produsen barang komplemen.
  5. Dampak bagi Pemerintah: Mengatur pajak, subsidi, dan kebijakan perdagangan untuk menjaga keseimbangan pasar.

KESIMPULAN

Barang substitusi dan barang komplemen memiliki pengaruh yang signifikan dalam menentukan permintaan suatu produk di pasar. Barang substitusi memungkinkan konsumen untuk beralih ke alternatif lain ketika harga suatu barang meningkat, sedangkan barang komplemen menunjukkan keterkaitan erat antara dua produk yang digunakan secara bersamaan. Kedua konsep ini membantu dalam memahami pola konsumsi serta bagaimana perubahan harga, pendapatan, dan tren pasar dapat memengaruhi permintaan suatu barang. Dalam dinamika ekonomi, keberadaan barang substitusi memberikan persaingan yang sehat di pasar, mendorong inovasi, serta meningkatkan efisiensi bagi produsen agar dapat menawarkan produk yang lebih kompetitif. Sebaliknya, barang komplemen menunjukkan bahwa peningkatan atau penurunan harga suatu barang dapat berdampak langsung pada barang terkait, sehingga keputusan harga dan strategi pemasaran perlu dipertimbangkan secara matang oleh produsen. Selain itu, faktor-faktor eksternal seperti kebijakan pemerintah, perkembangan teknologi, dan perubahan preferensi konsumen turut memengaruhi hubungan antara barang substitusi dan komplemen. Regulasi seperti pajak dan subsidi dapat mendorong atau membatasi permintaan terhadap suatu barang, sementara inovasi teknologi sering kali menciptakan barang substitusi baru yang mengubah pola konsumsi. Oleh karena itu, pemahaman yang mendalam mengenai peran barang substitusi dan komplemen sangat penting bagi produsen, pemerintah, serta konsumen dalam mengambil keputusan ekonomi yang lebih rasional.

SARAN

1.   1. Bagi Produsen: Perusahaan perlu menganalisis elastisitas permintaan terhadap barang substitusi dan komplemen untuk menetapkan strategi harga dan pemasaran yang tepat.

2.   2. Bagi Pemerintah: Kebijakan pajak, subsidi, dan regulasi perdagangan harus mempertimbangkan dampaknya terhadap permintaan barang substitusi dan komplemen untuk menjaga keseimbangan ekonomi.

3.    3. Bagi Konsumen: Memahami hubungan antara barang substitusi dan komplemen dapat membantu dalam membuat keputusan pembelian yang lebih ekonomis dan efisien.

4.    4. Bagi Peneliti dan Akademisi: Studi lebih lanjut diperlukan untuk memahami dinamika permintaan barang substitusi dan komplemen dalam berbagai sektor industri, terutama di era digital dan globalisasi.

PENUTUP

Barang substitusi dan barang komplemen memiliki peran yang sangat penting dalam menentukan permintaan suatu produk di pasar. Barang substitusi memberikan pilihan bagi konsumen untuk beralih ke produk lain dengan fungsi serupa ketika harga suatu barang meningkat, sementara barang komplemen menunjukkan hubungan ketergantungan antara dua barang yang digunakan secara bersamaan. Kedua konsep ini tidak hanya memengaruhi pola konsumsi individu, tetapi juga berkontribusi terhadap dinamika pasar secara keseluruhan. Dalam praktiknya, pemahaman terhadap barang substitusi dan komplemen sangat diperlukan bagi berbagai pihak, termasuk produsen, pemerintah, dan konsumen. Bagi produsen, analisis terhadap hubungan antara barang substitusi dan komplemen dapat membantu dalam menyusun strategi harga, diferensiasi produk, dan pemasaran yang lebih efektif. Dengan memahami bagaimana perubahan harga atau tren pasar memengaruhi permintaan, produsen dapat mengambil langkah-langkah untuk tetap kompetitif di pasar yang terus berkembang. Bagi pemerintah, kebijakan ekonomi seperti pengenaan pajak, pemberian subsidi, dan regulasi perdagangan harus mempertimbangkan hubungan antara barang substitusi dan komplemen agar dapat menjaga keseimbangan pasar. Kebijakan yang tepat dapat mendorong pertumbuhan industri tertentu dan mengendalikan permintaan terhadap produk-produk yang memiliki dampak ekonomi atau lingkungan yang signifikan. Sementara itu, bagi konsumen, pemahaman tentang barang substitusi dan komplemen dapat membantu dalam membuat keputusan pembelian yang lebih cerdas dan ekonomis. Dengan mempertimbangkan alternatif yang tersedia atau memahami hubungan antara barang yang mereka konsumsi, konsumen dapat mengelola anggaran mereka dengan lebih efisien dan menyesuaikan pola konsumsi sesuai dengan kondisi pasar. Seiring dengan perkembangan teknologi, inovasi produk, dan perubahan preferensi masyarakat, hubungan antara barang substitusi dan komplemen akan terus mengalami dinamika yang kompleks. Oleh karena itu, analisis yang berkelanjutan diperlukan agar produsen, pemerintah, dan konsumen dapat beradaptasi dengan perubahan yang terjadi di pasar. Dengan pemahaman yang baik terhadap konsep ini, keseimbangan antara permintaan dan penawaran dapat terjaga, sehingga menciptakan pasar yang lebih stabil, efisien, dan berdaya saing di masa depan.

DAFTAR PUSTAKA

Sinaga, M., Zalukhu, R. S., Hutauruk, R. P. S., Collyn, D., Jayanti, S. E., Damanik, S. W. H., & Margareth, Y. (2024). Analisis Pilihan Konsumen Terhadap Barang Substitusi dan Komplementer. Jurnal Ekonomi, Akuntansi, dan Perpajakan, 1(4), 455–464.

Nafisah, L., & Sutrisno, S. (2021). Pengendalian Persediaan Probabilistik Produk Substitusi dengan Permintaan sebagai Fungsi Harga. J@ti Undip: Jurnal Teknik Industri, 16(1), 63–72.

Andriyani, D., Nurzaitun, N., Asnawi, A., Safira, S., & Barunea, S. A. (2022). Pengaruh Permintaan dan Harga Barang Substitusi terhadap Pendapatan Pedagang Ikan Bandeng di Kota Lhokseumawe. Jurnal Ekonomi Pertanian Unimal, 5(1).

Taufiq, M., Rahmanta, & Ayu, S. F. (2021). Analisis Pengaruh Barang Substitusi dan Komplementer terhadap Fungsi Permintaan Cabai di Indonesia. JIA (Jurnal Ilmiah Agribisnis): Jurnal Agribisnis dan Ilmu Sosial Ekonomi Pertanian, 4(3), 104–115.

Ruiz, F. J. R., Athey, S., & Blei, D. M. (2017). SHOPPER: A Probabilistic Model of Consumer Choice with Substitutes and Complements. arXiv preprint arXiv:1711.03560.

McAuley, J., Pandey, R., & Leskovec, J. (2015). Inferring Networks of Substitutable and Complementary Products. arXiv preprint arXiv:1506.08839.

Rohana, E., Naomi, N. D., & Karmini. (2012). Analisis Faktor-Faktor yang Memengaruhi Permintaan Kedelai di Indonesia. Jurnal Agribisnis dan Pengembangan Ekonomi Pertanian, 8(1), 47–57.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.